Cek Perbedaan Desain UI dan UX, Lewat Hal-Hal Ini!

Hudita A. R. Lubis

15 June 2023

2727

Image Banner

Dalam dunia desain digital, terdapat dua istilah yang sering digunakan secara bergantian namun memiliki perbedaan yang signifikan, apa itu? Yap! UI Design dan UX Design. Meskipun keduanya terkait erat dan saling melengkapi, masing-masing memiliki fokus dan beberapa ciri yang berbeda dalam menciptakan pengalaman pengguna yang optimal.


Dengan memahami perbedaan antara UI Design dan UX Design, kamu dapat merancang produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan dan preferensi pengguna. Sekarang MinDi akan bahas apa saja persamaan dan perbedaan antara UI dan UX Design dalam merancang produk digital yang sukses. 


MinDi sudah rangkum apa saja aspek-aspek perbedaan utama antara desain User Interface (UI) dan User Experience (UX), perbedaan penggunaan skill dalam desain UI/UX, serta pentingnya UI/UX pada desain Website dan Aplikasi.


4 Perbedaan Utama antara UI Design dan UX Design


Berikut adalah lima perbedaan antara desain User Interface (UI) dan User Experience (UX):


1. Perbedaan Fokus Utama antara UI dan UX

Fokus utama UI Design adalah pada tampilan visual dan interaksi antarmuka pengguna. Ini melibatkan pemilihan elemen desain seperti warna, tipografi, ikon, layout, dan elemen interaktif seperti tombol dan menu.


Fokus utama UX Design adalah pada pengalaman pengguna secara keseluruhan. Ini melibatkan pemahaman mendalam tentang pengguna, pemetaan perjalanan pengguna, pengorganisasian informasi, dan menciptakan alur interaksi yang intuitif dan efektif.


Baca juga: Fungsi, Tujuan, dan 5 Fase Metode Design Thinking


2. Perbedaan Tujuan antara UI dan UX

Tujuan utama UI Design adalah menciptakan antarmuka yang menarik secara visual, intuitif, mudah dipahami, dan memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan produk secara efektif.


Tujuan utama UX Design adalah menciptakan pengalaman yang memuaskan, efisien bagi pengguna, dan memenuhi kebutuhan pengguna. Ini melibatkan memastikan efisiensi, keterbacaan, kegunaan, dan kepuasan pengguna dalam menggunakan produk atau layanan.


3. Perbedaan Lingkup Desain antara UI dan UX

Lingkup desain UI biasanya mencakup elemen visual, seperti tata letak, warna, tipografi, dan ikonografi, serta elemen interaktif seperti tombol dan animasi yang diharapkan oleh pengguna.


Lingkup desain UX meliputi pemahaman kebutuhan pengguna, analisis konteks pengguna, perencanaan perjalanan pengguna, arsitektur informasi, prototipe interaksi, pengujian pengguna, dan iterasi desain.


4. Perbedaan Hasil Desain antara UI dan UX

Hasil yang dihasilkan dari UI Design adalah antarmuka pengguna yang menarik secara visual, konsisten dalam gaya dan elemen desain, dan sesuai dengan identitas merek atau tujuan desain produk perusahaan kamu.


Hasil yang dihasilkan dari UX Design adalah pengalaman pengguna yang optimal, di mana pengguna dapat dengan mudah mencapai tujuan mereka, merasa puas, dan menemukan nilai dalam menggunakan produk perusahaan kamu.


Baca juga: 5 Website Buat Kamu yang Sedang Belajar UI


7 Perbedaan Skill yang Digunakan antara UI Design dan UX Design


UI Design dan UX Design memiliki perbedaan dalam beberapa skill yang dibutuhkan. Berikut adalah 7 perbedaan skill yang umumnya dibutuhkan dalam kedua bidang tersebut:


1. Keterampilan Kreativitas

UI Design mengharuskan desainer memiliki skill kreatifitas yang tinggi untuk menghasilkan desain visual yang menarik dan estetis. Sementara itu, UX Design memerlukan kreativitas dalam mengidentifikasi solusi yang inovatif untuk memenuhi kebutuhan pengguna secara efektif.


2. Keterampilan Desain Visual

UI Design membutuhkan skill desain visual yang kuat, seperti penggunaan warna, komposisi, dan layout yang menarik. Sedangkan, UX Design cukup memerlukan pemahaman tentang desain interaksi dan penggunaan elemen-elemen desain yang membantu pengguna berinteraksi dengan antarmuka dengan mudah.


3. Keterampilan Pemahaman Pengguna

UX Design menekankan pada pemahaman mendalam tentang pengguna, termasuk perilaku, preferensi, dan kebutuhan mereka. Keterampilan penelitian pengguna, seperti wawancara, observasi, dan pengumpulan data pengguna, sangat penting dalam UX Design. Di sisi lain, UI Design lebih berfokus untuk menerapkan pemahaman pengguna pada aspek visual dan estetika.


4. Keterampilan Prototyping dan Testing

UX Design membutuhkan keterampilan dalam membuat prototipe interaktif dan menguji pengalaman pengguna secara langsung dengan pengguna. Skill dalam menggunakan perangkat lunak prototyping dan melakukan pengujian pengguna sangat penting dalam UX Design


Sementara itu, UI Design juga membutuhkan kemampuan dalam membuat prototipe, tetapi biasanya lebih berfokus pada tampilan visual dan interaksi antarmuka saja.


5. Keterampilan Komunikasi

UI Design dan UX Design keduanya memerlukan keterampilan komunikasi yang kuat. UI Designer harus dapat berkomunikasi dengan jelas dengan tim pengembangan atau klien untuk memahami kebutuhan dan tujuan desain. UX Designer juga harus dapat berkomunikasi dengan pengguna dan menjelaskan desain dengan cara yang mudah dimengerti.


6. Keterampilan Analitis

UX Design melibatkan analisis data dan interpretasi temuan penelitian untuk menginformasikan keputusan desain. Skill analitis yang kuat diperlukan untuk memahami data pengguna, mengidentifikasi pola, dan menghasilkan wawasan yang dapat diimplementasikan dalam desain. Sedangkan, UI Design juga memerlukan kemampuan analitis untuk memahami persyaratan desain dan menciptakan solusi visual yang sesuai.


7. Keterampilan Pemahaman Teknologi

UI Designer perlu memiliki pemahaman tentang teknologi yang digunakan dalam pengembangan antarmuka, seperti HTML, CSS, dan perangkat lunak untuk desain grafis. UI Designer harus mengerti batasan teknis dan memastikan desain mereka dapat diimplementasikan dengan baik. 


Sementara itu, UX Designer harus memiliki pemahaman tentang bagaimana teknologi mempengaruhi pengalaman pengguna. UX Designer menggunakan alat prototyping seperti Axure atau InVision, dan kemampuan untuk menerjemahkan temuan riset menjadi solusi desain yang efektif.


Baca juga: Belajar UI/UX: Rekomendasi 5 Tools Terbaik Bagi Pemula


Skill yang dibutuhkan sebagai seorang UI Designer dan UX Designer berbeda, tentu ini mengikuti bagaimana peran, tugas dan tanggung jawab sebagai UI Designer dan UX Designer yang juga berbeda.  


Meskipun UI Design dan UX Design memiliki banyak perbedaan, keduanya saling terkait dan saling mempengaruhi dalam menciptakan desain yang baik untuk pengguna. Kerja sama dan sinergi antara kedua disiplin ini penting untuk mencapai hasil desain yang optimal dan memuaskan bagi pengguna.


Terus, kenapa UI Designer dan UX Designer sering digabung? Sudah seperti satu disiplin aja padahal banyak perbedaannya, ya Sobat MinDi?


Persamaan UI Design dan UX Design


Persamaan antara UI Design dan UX Design

Hal itu karena sebenarnya UI dan UX saling memerlukan satu sama lain. Kamu bisa paham lewat beberapa persamaan visi misi antara UI dan UX berikut:

  • Keduanya memiliki pendekatan yang berpusat pada pengguna. Baik User Interface (UI) maupun User Experience (UX) bertujuan untuk menciptakan pengalaman pengguna yang positif.

  • Baik User Interface (UI) maupun User Experience (UX) sangat penting dalam menciptakan produk digital yang sukses yang memenuhi kebutuhan dan harapan pengguna.

  • Baik User Interface (UI) maupun User Experience (UX) melibatkan pemikiran desain dan metodologi pemecahan masalah untuk menciptakan solusi yang efektif.

  • Desainer User Interface (UI) dan desainer User Experience (UX) sering berkolaborasi erat untuk memastikan elemen visual selaras dengan tujuan pengalaman pengguna secara keseluruhan.


Dalam praktiknya pun User Interface (UI) dan User Experience (UX) saling terkait dan saling mempengaruhi. Desain UI yang efektif meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan, sementara desain UX bergantung pada elemen UI yang dirancang dengan baik untuk mencapai tujuan pengguna. 


Nah, tapi gimana sih cara alur kerjanya UI Designer bersama UX Designer ?


Bagaimana Workflow Desain UI dan UX?


1. Melakukan User Research

Mulailah dengan mempelajari calon pengguna potensial produk kamu. Lakukan penelitian pengguna yang melibatkan wawancara, survei, atau pengamatan langsung untuk memahami kebutuhan, preferensi, dan tantangan pengguna. Tujuannya adalah untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang target audiens kamu.


2. Melakukan analisis pesaing 

Selanjutnya, lakukan analisis pesaing untuk mempelajari bagaimana produk serupa yang ada di pasar mengatasi masalah pengguna. Tinjau antarmuka dan pengalaman pengguna mereka untuk memperoleh wawasan tentang apa yang berhasil dan apa yang perlu ditingkatkan.


3. Pembuatan User Persona

Gunakan hasil dari User Research untuk membuat User Persona. Persona adalah representasi fiktif pengguna yang menggambarkan karakteristik, tujuan, dan perilaku pengguna produk kamu. Persona membantu dalam memahami dan melayani kebutuhan pengguna secara lebih baik.


4. Penyusunan User Flows

Buat User Flows yang jelas dan terstruktur berdasarkan kebutuhan pengguna. User Flows ini mencakup langkah-langkah yang harus diambil oleh pengguna untuk mencapai tujuan mereka saat menggunakan produk kamu. Hal ini membantu kamu memahami perjalanan pengguna dan mengidentifikasi potensi area yang memerlukan perbaikan.


5. Pembuatan Sketching dan Wireframing

Gunakan sketsa tangan atau alat desain digital untuk membuat wireframe. Wireframe adalah representasi visual sederhana dari antarmuka produk yang menggambarkan tata letak elemen-elemen utama tanpa detail visual yang lengkap. Wireframe membantu dalam merancang struktur dan organisasi konten sebelum memasuki tahap desain visual yang lebih rinci.


6. Pembuatan Desain Visual (UI Design)

Setelah wireframe disetujui, mulailah merancang tampilan visual antarmuka. Fokus pada penggunaan elemen desain seperti warna, tipografi, ikon, dan grafis untuk menciptakan antarmuka yang menarik dan sesuai dengan merek produk kamu. Pastikan konsistensi visual dan penerapan prinsip desain yang baik untuk memastikan antarmuka yang menarik dan mudah dipahami.


7. Prototyping

Setelah desain visual selesai, buat prototipe interaktif yang memungkinkan pengguna untuk mengalami antarmuka dengan lebih realistis. Gunakan alat prototyping seperti InVision, Figma, atau Adobe XD untuk membuat tautan antara halaman dan menambahkan interaksi seperti animasi, transisi, dan input pengguna.


8. Pengujian dan Evaluasi

Lakukan pengujian prototipe dengan pengguna yang representatif untuk mengumpulkan umpan balik dan mengidentifikasi masalah atau area perbaikan. Observasi bagaimana pengguna berinteraksi dengan antarmuka dan catat kesulitan atau masalah yang mereka temui. Dari sini, kamu bisa melakukan perubahan dan penyempurnaan berdasarkan umpan balik yang diterima.


9. Implementasi

Setelah iterasi dan penyempurnaan berdasarkan pengujian, tahap ini melibatkan pengkodean dan implementasi desain UI/UX dalam pengembangan website atau aplikasi. Kerjasama antara desainer UI/UX dan tim pengembang penting untuk memastikan antarmuka dan pengalaman pengguna yang direncanakan diwujudkan dengan baik.


10. Evaluasi dan Perbaikan Lanjutan

Setelah diluncurkan, terus evaluasi dan perbaiki antarmuka dan pengalaman pengguna berdasarkan umpan balik pengguna aktual. Gunakan alat analitik untuk melacak metrik pengguna seperti tingkat konversi, tingkat meninggalkan, dan interaksi dengan elemen antarmuka. Perbaiki dan tingkatkan berdasarkan data dan umpan balik yang kamu terima.


Mengapa UI dan UX Penting dalam Pengembangan Website dan Aplikasi?


Berikut ini MinDi juga mau kasih tahu kamu pentingnya peran UI/UX Designer dalam membangun dan mengembangkan website dan aplikasi produk kamu:


1. Kemudahan untuk pengguna

UI dan UX membantu menciptakan antarmuka yang mudah digunakan dan intuitif bagi pengguna. Desain UI yang baik membuat elemen-elemen antarmuka mudah terlihat dan diakses, sementara UX memastikan alur penggunaan yang lancar dan efisien. Dengan pengalaman yang mudah digunakan, pengguna akan lebih mungkin untuk menggunakan produk kamu dan tetap berinteraksi.


2. Meningkatkan kepercayaan pengguna

Desain UI yang profesional dan UX yang baik membantu meningkatkan kepercayaan pengguna terhadap sebuah produk. Jika sebuah website atau aplikasi terlihat gak terorganisir, gak menarik, atau sulit digunakan, pengguna mungkin akan ragu untuk menggunakan atau mempercayai produk kamu. Dengan desain UI dan UX yang baik, pengguna akan merasa bahwa produk tersebut dapat diandalkan dan memberikan nilai yang dijanjikan.


3. Memperbaiki retensi pengguna dan meningkatkan Traffic

Dengan menyediakan pengalaman pengguna yang baik, UI dan UX membantu meningkatkan retensi pengguna. Jika pengguna menemui kesulitan atau kesalahan saat menggunakan produk kamu, mereka mungkin aja merasa frustrasi dan meninggalkan produk kamu. Namun, dengan UI yang menarik dan UX yang terarah, pengguna akan merasa nyaman dan lebih cenderung untuk tetap menggunakan produk kamu.


4. Meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pengguna

UI dan UX yang baik memberikan pengalaman yang memuaskan bagi pengguna. Dengan mempertimbangkan kebutuhan dan preferensi pengguna saat merancang antarmuka dan alur penggunaan, UI dan UX dapat membantu menghadirkan produk yang memberikan solusi yang memuaskan. Pengguna yang merasa puas dengan pengalaman pengguna yang diberikan akan lebih cenderung merekomendasikan produk tersebut kepada orang lain.


5. Membangun merek

Desain UI dan UX yang konsisten dan menarik dapat menjadi keunggulan kompetitif bagi sebuah produk kamu. Jika sebuah website atau aplikasi memiliki tampilan dan pengalaman yang lebih baik daripada pesaingnya, pengguna akan lebih mungkin untuk memilih produk tersebut. UI dan UX yang hebat dapat membantu menciptakan citra merek yang positif dan membedakan produk kamu dari pesaing dalam pasar yang padat.


Pada akhirnya, produk digital yang sukses membutuhkan kombinasi desain UI dan UX yang dijalankan dengan baik untuk menciptakan pengalaman pengguna yang menarik dan memuaskan.


Kalau Sobat MinDi lebih suka peran User Interface (UI) Designer atau User Experience (UX) Designer, nih? Kalau masih belum tau minat kamu spesifik di mana, kamu bisa ikuti Bootcamp UI/UX Designer sebagai intermezo kamu masuk ke dunia UI/UX Design. Caranya kamu daftar dengan klik link di sini. Kamu akan mendapat banyak online materi pembelajaran selama 5,5 bulan.

Share

Author Image

Hudita A. R. Lubis

Hudita merupakan penulis lepas di berbagai topik. Dengan pengalaman lebih dari 2 tahun, ia terkenal dengan tulisannya yang padat dan jelas di topik-topik Project Management dan UI/UX design. Hudita juga merupakan seseorang yang punya rasa ingin tahu yang tinggi dan hobi menulis.

dibimbing

PT. Dibimbing Digital Indonesia

Plaza CityView Lantai 2
Jl. Kemang Timur No.1, RT.14/RW.8, Pejaten Bar., Ps. Minggu, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12510

Subscribe Email

Get the best new products in your inbox, every day. Get the latest content first.

Copyright © 2024. PT Dibimbing Digital Indonesia. All Rights Reserved