Apa itu Prototype? Pengertian, Manfaat, Tips dan Contohnya

Hudita A. R. Lubis

05 July 2023

12377

Image Banner

Apa sih Prototype itu? Jadi, sobat MinDi, buat kamu yang belum tau, melansir dari Tech Target, prototype merupakan versi percobaan dari desain awal yang kamu buat, yang bisa kamu uji langsung ke pengguna, tanpa harus membuat versi utuhnya terlebih dahulu.


Prototype adalah alat yang juga memungkinkan kamu untuk memvisualisasikan ide, menguji fungsionalitas, dan mendapatkan umpan balik sebelum melakukan investasi besar dalam pengembangan produk.


Nah, buat kamu yang lagi nyari tahu tentang prototype, yuk simak artikel berikut!


Karena itu juga, MinDi kali ini akan berbagi tentang pengertian dan konsep dari prototype ke kamu, disimak ya~



Apa Itu Prototype?


Kata Prototype pertama kali muncul dalam bahasa Yunani, "Prot- proto" yang artinya "pertama kali dibuat". Di zaman itu, prototype berfungsi sebagai model awal dari model-model selanjutnya.


Proses pembuatan prototipe disebut prototyping. Prototyping ini melibatkan pembuatan model fisik, simulasi komputer, atau representasi visual lainnya yang meniru fungsionalitas dan fitur yang diharapkan dari produk akhir. 


Nah, buat yang belum tau, prototype bukan cuma ada di dunia UI/UX ya sobat. Prototype juga bisa kamu temukan di bidang arsitektur, desain industrial, enginner, dan product management.


Prototype sendiri bisa berupa model fisik atau digital, tergantung pada jenis produk yang sedang dikembangkan. Model fisik biasanya digunakan dalam produk fisik seperti perangkat keras (hardware), sedangkan model digital bisa berupa tampilan interaktif atau simulasi yang dapat dijalankan di komputer atau perangkat lainnya. 


Misalnya, seperti gambar dibawah yang merupakan gambar dari prototype sebuah mobil. Prototype di bawah merupakan jenis prototype diagram dan sketsa.


Source


Apa Tujuan Membuat Prototype?


Nah, apa sih gunanya prototype?


Jadi, sobat MinDi, Prototype berfungsi sebagai bahan testing terlebih dahulu, untuk melihat apa ada masalah atau tidak, melihat ada yang perlu diperbaiki, serta melakukan perubahan sebelum diluncurukan.


Tujuan lainnya dari membuat prototype adalah untuk mengidentifikasi masalah, mengurangi risiko, dan meningkatkan kualitas produk sebelum produksi massal dimulai.


MinDi coba simpulkan kalau tujuan membuat prototipe adalah untuk mengidentifikasi kelemahan desain, mengumpulkan umpan balik pengguna, dan memvalidasi konsep produk. Prototype pun jadi memainkan peran penting dalam mengurangi risiko, meningkatkan kualitas, dan mengarah pada pengembangan produk yang lebih sukses sebelum memasuki tahap produksi massal.


Baca juga: Cari Tahu Bedanya UI UX Design Lewat 5 Hal Ini! 


Apa Manfaat Prototype dalam Desain UI/UX?


Membuat prototype memiliki fungsi dan manfaat yang signifikan bagi UI/UX designer dalam proses desainnya. Berikut ini MinDi coba point out fungsi dan manfaat utama yang bisa kamu dapatkan dari pembuatan prototype adalah sebagai berikut:


1. Membantu Mengkomunikasikan Ide Bisnis


Pertama, prototipe membantu kamu dalam mengkomunikasikan ide dan konsep desain kepada tim atau klien. Dengan memiliki prototipe yang interaktif, akan bermanfaat untuk memahami visi dan tujuan desain secara lebih jelas, mengurangi kesalahpahaman, dan mempercepat proses pengambilan keputusan.



2. Membantu Desainer Menguji Desain


Kedua, melansir dari Figma, prototipe memungkinkan designer untuk menguji dan memvalidasi desain sebelum implementasi penuh dilakukan. Dengan menghadirkan prototipe kepada pengguna potensial, akan memungkinkan kamu untuk mengidentifikasi masalah atau kesulitan yang mungkin muncul, serta melakukan perbaikan dan penyesuaian yang diperlukan sebelum tahap pengembangan berikutnya. 



3. Menguji Fungsionalitas Produk/Desain


Terakhir, prototipe juga membantu dalam melakukan pengujian fungsionalitas dan navigasi antarmuka. Dengan memiliki prototipe yang berfungsi, akan bermanfaat untuk mengoptimalkan desain sebelum proses pengembangan lebih lanjut, sehingga mengurangi risiko kesalahan atau ketidakcocokan antara desain dan kebutuhan pengguna.



Metode Pembuatan Prototype?


Sobat MinDi dapat memilih metode pembuatan prototype yang berbeda berdasarkan kebutuhan dan tujuan dari wawasan yang diperoleh.


1. Kelayakan Prototype


Untuk menguji kemungkinan teknis dari konsep tersebut. Prototype kelayakan dibangun dengan rincian yang tepat terhadap fitur yang diusulkan. Selanjutnya, tim pengembangan membuat deskripsi arsitektur tingkat tinggi dan menulis kode yang cukup untuk menguji tantangan teknis dan kemungkinan konsep tersebut.


Prototype ini kemudian berfungsi sebagai landasan untuk merekayasa seluruh produk. Prototype kelayakan biasanya dibuat sambil membangun algoritme baru, pendekatan baru, atau struktur baru untuk menguji ketercapaian dan mendorong batasan.



2. Low-fidelity User Prototype


Untuk menguji seberapa mudahnya alur tersebut digunakan, para desainer UX/produk membuat prototype user low-fidelity yang mirip dengan kerangka kawat. Mereka menggunakan alat seperti Figma atau Invision. Tujuan dari prototipe ini adalah untuk menemukan masalah pengguna sejak awal dan menguji bagaimana fitur tersebut berfungsi dan cocok dalam seluruh proses.



3. High-fidelity User Prototype


Prototype yang terlihat nyata dan memakan sedikit lebih banyak waktu dan sumber daya, tetapi memastikan bahwa pengalaman mirip dengan produk akhir. Prototype ini digunakan untuk menguji gagasan-gagasan yang penting dan tidak bisa diubah, tapi bisa disesuaikan dengan lebih baik.


Sebagai contoh, saat perusahaan ingin mencoba teknologi realitas virtual sebelum orang tahu tentang VR, mereka tidak bisa hanya menjelaskannya dengan gambaran kasar dan sketsa untuk mendapatkan umpan balik dari orang-orang. Sebagai gantinya, mereka harus membuat prototype pengguna yang sangat mirip dengan produk akhir untuk melihat apakah pengguna akan menyukainya.



4. Prototype Data Langsung


Sebuah prototype yang dilengkapi dengan alat analisis untuk mengumpulkan data langsung dan tindakan dari pengguna sebenarnya. Prototype data langsung membantu ketika Anda memiliki produk dan ingin melihat apakah pelanggan tertarik dengan fitur baru tersebut.



Cara Membuat Prototype


Berikut beberapa cara paling umum untuk membuat prototipe :


1. Wireframes


Seiring kemajuan cara kerja yang tangkas, banyak alat diperkenalkan untuk membantu proses tersebut. Demikian pula, banyak alat tersedia untuk membuat prototype dan pengujian sederhana. Beberapa alat ini sangat intuitif sehingga siapa pun, bahkan pada tingkat pemula, dapat menggunakannya untuk membuat  wireframes sederhana untuk menguji ide mereka. Figma dan Invision adalah dua alat ramah pengguna yang dapat digunakan dengan banyak hal yang telah terstruktur sebelumnya.



2. Slide


Prototype dibuat dengan slide dengan beberapa bentuk, warna, dan teks. Seseorang dapat membuat beberapa konsep desain pada slide dan menyajikannya kepada pemangku kepentingan untuk pemahaman bersama. Seperti kata pepatah terkenal, sebuah gambar bernilai ribuan kata. Pada tahap awal, ketika ada kebutuhan untuk dukungan internal, cara terbaik untuk menyajikan sebuah konsep adalah dengan membuat beberapa desain dasar dalam slide. Lebih mudah untuk menjual dan membawa orang ke halaman yang sama sambil menampilkan beberapa gambar daripada teks biasa dan bagan



3. Buat Sketsa di Atas Kertas


Desain buatan tangan yang mendasar dengan pena dan kertas. Prototype ilustrasi dapat digunakan dalam format pengujian yang disebut pengujian gerilya. Ini adalah bentuk pengujian paling sederhana untuk memvalidasi ide tingkat tinggi dan memahami potensi masalah. Tes ini dapat dilakukan dimana saja di jalan, di mall, atau dimanapun Anda menemukan kelompok sasaran Anda.



4. Tampilan Depan Interaktif


Frontend berkode minimum tempat pengguna dapat berinteraksi dengan desain, namun responsnya sudah ditentukan sebelumnya dan tidak dinamis dari backend mana pun. Prototype ini membantu proses pengembangan untuk mengidentifikasi alur, memungkinkan pengembang untuk mengidentifikasi solusi teknis dan kebutuhan sejak dini. Anda juga dapat menggunakan prototype ini dengan pengguna akhir untuk mengidentifikasi masalah pada alur (misalnya, jika pengguna kesulitan menavigasi aplikasi Anda untuk mengisi formulir permintaan klaim kembali.



5. Video Konseptual


Video biasanya dibuat untuk membangkitkan minat dan menunjukkan betapa luar biasanya produk baru tersebut. Tujuan dari prototype video dapat untuk mendapatkan dukungan, potensi investasi, atau validasi. Video konseptual berfokus pada visi pada tingkat tinggi untuk menciptakan antisipasi. Prototype ini juga dapat digunakan sebagai panduan saat membuat fitur detail selama tahap pengembangan.



Apa Bedanya Prototype, Wireframe, dan Mock-up?


Sobat MinDi ada yang masih bingung apa bedanya prototipe, wireframe, dan mock-up? Pada dasarnya prototype, wireframe, dan mock-up adalah tiga konsep yang berbeda dalam proses desain UI/UX. Berikut MinDi coba kasih kamu penjelasan singkat tentang masing-masing:


1. Prototype


Prototipe adalah model interaktif dari antarmuka pengguna yang mencerminkan fungsi dan interaksi dari desain akhir. Prototipe bisa berupa tampilan visual yang lebih realistis dan memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan elemen desain, seperti mengklik tombol, memasukkan data, atau menjelajahi berbagai alur interaksi. 


Prototipe digunakan untuk menguji pengalaman pengguna, mengumpulkan umpan balik, dan memvalidasi desain sebelum pengembangan selanjutnya.


2. Wireframe


Wireframe adalah representasi visual yang sederhana dan kasar dari antarmuka pengguna. Wireframe ini digunakan untuk layout web, dengan isi elemen-elemen dasar dari sebuah halaman website. Biasanya, wireframe menggunakan bentuk geometris dasar, seperti persegi dan lingkaran, untuk menggambarkan tata letak, posisi elemen, dan alur interaksi. 


Wireframe membantu dalam menentukan struktur dan hierarki informasi serta memberikan kerangka dasar untuk desain UI/UX. Wireframe biasanya gak memiliki detail visual atau elemen desain yang rumit.



3. Mock-up 


Mock-up adalah representasi visual yang lebih rinci dan lengkap dari antarmuka pengguna. Mock-up memberikan tampilan yang lebih nyata dan mendekati desain akhir dengan menggunakan elemen desain yang lengkap, seperti warna, jenis huruf, grafik, dan gambar. 


Mock-up memungkinkan pengguna untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang tampilan dan nuansa desain, serta membantu dalam mengkomunikasikan desain kepada pemangku kepentingan.


Perbedaan utama antara wireframe, mock-up, dan prototype terletak pada tingkat rincian visual, tingkat interaktivitas, dan tujuan penggunaannya. Wireframe digunakan untuk menggambarkan struktur dan tata letak, mock-up memberikan tampilan yang lebih lengkap dan nyata, sedangkan prototipe memungkinkan pengujian interaksi dan validasi desain.


Penting untuk memahami perbedaan ini agar kamu bisa menggunakan alat dan teknik yang tepat dalam setiap tahap desain UI/UX. Wireframe digunakan pada tahap awal, mock-up untuk komunikasi visual yang lebih rinci, dan prototype untuk pengujian dan validasi desain.


Kelebihan dan Kekurangan Prototyping

Dibimbing.id - Kelebihan dan Kekurangan Prototyping


Kelebihan dan Kekurangan Prototyping


Membuat prototype UI/UX memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini MinDi coba kasih tau kamu beberapa kelebihannya dulu dari membuat prototype:


  1. Prototype membantu dalam mengkomunikasikan ide desain kamu kepada para rekan kerja kamu di tim pengembangan produk. Dengan prototype yang interaktif, kamu dan rekan bisa melihat dan merasakan bagaimana desain akan berfungsi dan berinteraksi dengan pengguna.

  2. Prototype memungkinkan pengujian pengalaman pengguna sebelum pengembangan yang lebih lanjut. kamu bisa mengamati pengguna menggunakan prototype, mengumpulkan umpan balik, dan membuat perbaikan untuk meningkatkan pengalaman pengguna sebelum menghabiskan waktu dan sumber daya dalam pengembangan.

  3. Prototype membantu dalam memvalidasi desain sebelumnya. Dengan memungkinkan pengguna untuk berinteraksi dengan prototype, kamu bisa melihat apakah alur interaksi dan fungsi desain bekerja dengan baik dan memenuhi kebutuhan pengguna.

  4. Dengan menggunakan prototype bisa menghemat biaya dan waktu yang diperlukan untuk perubahan dan iterasi di tahap yang lebih lanjut. Kamu juga bisa mengidentifikasi dan memperbaiki masalah desain sejak dini, sebelum melibatkan pengembangan yang lebih lanjut. 


Baca juga: Apa Itu Grouping dalam UI/UX Design? Ketahui Semua Di Sini!  


Tapi selain kelebihan yang dimiliki, prototype tentu punya juga beberapa kekurangan. Berikut ini kekurangan ketika membuat prototype:


  1. Membuat prototype yang efektif memerlukan keterampilan desain dan/atau pengembangan yang memadai. Kamu harus memahami prinsip desain UI/UX, alat prototyping, dan mungkin harus memiliki pengetahuan dasar tentang kode untuk membuat prototype yang lebih canggih.

  2. Prototype bisa memberikan gambaran tentang desain dan interaksi, tetapi tidak selalu mampu merepresentasikan dengan sempurna pengalaman yang sebenarnya. Terkadang, ada batasan dalam memodelkan fitur atau konteks yang lebih kompleks, sehingga hasil prototype gak selalu 100% mencerminkan desain akhir.

  3. Prototype membutuhkan umpan balik dari pengguna atau rekan kerja dari perusahaan kamu untuk mendapatkan wawasan dan perbaikan yang diperlukan. Namun, interpretasi umpan balik dan keputusan perancangan masih bergantung pada desainer. Proses ini bisa subjektif dan mengharuskan keputusan yang baik dari desainer untuk memilih opsi terbaik.


Penting untuk mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan ini ketika memutuskan untuk membuat prototype. Memiliki pemahaman yang jelas tentang tujuan dan harapan kamu dari prototype akan membantu kamu memanfaatkannya secara efektif dalam proses desain UI/UX.


Baca juga: Gaji UI/UX Designer dan UI/UX Researcher Terbaru Tahun 2023 




Dan mungkin juga punya pemahaman yang jelas tentang keterampilan dan pekerjaan UI/UX juga jadi harapan kamu. MinDi bisa kasih kamu solusi lewat Bootcamp UI/UX Designer selama 5,5 bulan dan berkesempatan disalurkan ke 515+ hiring partners. Daftarkan diri kamu di sini dan klaim promo nya.



Contoh Prototype


Ada beberapa contoh prototype yang perlu kamu ketahui. Melansir dari indeed.com, ada beberapa contoh dari prototipe untuk produk fisik maupun digital. 


1. Diagram dan Sketsa




Prototype sketsa biasanya merupakan representasi visual yang sangat sederhana dari produk, yang dibuat dengan cepat menggunakan alat-alat seperti pensil dan kertas, atau software desain digital yang sederhana. 


Ini merupakan bentuk paling dasar dari prototyping, dan sangat berguna pada stage awal ketika mendevelop product.


2. 3D Printing



Nah, prototipe pencetakan 3D adalah proses pembuatan model fisik dari desain digital menggunakan teknologi pencetakan 3D. 


Ini melibatkan penggunaan printer 3D untuk membuat objek tiga dimensi berdasarkan model digital yang telah dibuat sebelumnya.

 

Prototipe pencetakan 3D adalah proses pembuatan model fisik dari desain digital menggunakan teknologi pencetakan 3D. 


3. Wireframe



Wireframe umumnya digunakan pada tahap pengembangan sebuah desain website. Wireframe merupakan gambaran dasar dari sebuah halaman, atau apps. 


Wireframe ini dibuat untuk memudahkan copywriter, web developer, hingga UI/UX Designer dalam mengembangkan sebuah produk.


Nah, itulah beberapa contoh dari prototyping.  Dari mulai diagram, 3D printing, Wireframe dll.



Tips Membuat Prototype yang Mudah Dilakukan


Buat kamu sobat MinDi yang ingin membuat prototype. Berikut ini merupakan tips membuatnya. Tips ini merupakan tips yang biasa kami lakukan ketika membuat prototype. 


Yuk simak!


1. Mulai Dengan Tujuan yang Jelas


Tentukan apa yang ingin kamu uji dengan prototype, misalnya, fungsionalitasnya, tampilan antarmuka desain, pengalaman pengguna, atau aspek lain dari produk.


Jelas mengenai tujuan akan membantu menentukan jenis prototipe yang dibutuhkan (misalnya, low-fidelity atau high-fidelity).



2. Pilih Jenis Prototype yang Tepat


Low-Fidelity Prototypes (misalnya, sketsa atau mockup kertas): Cocok untuk pengujian konsep awal dan ide desain.


High-Fidelity Prototypes (misalnya, pencetakan 3D atau software interaktif): Lebih baik untuk menguji interaksi dan fungsionalitas yang lebih dekat dengan produk akhir.



3. Gunakan Bahan yang Sesuai


Pilih bahan yang menghemat biaya dan mudah diubah selama fase awal pengembangan.


Bahan ini tergantung pada jenis prototype yang ingin buat. Misalnya kertas, untuk membuat prototype mockup atau sketsa. 



4. Fokus pada Aspek Kunci Produk


Konsentrasikan pada fitur-fitur utama yang akan memberikan nilai terbesar kepada pengguna. Ini membantu menghindari pemborosan waktu dan sumber daya pada detail yang kurang penting.


Misalnya, ketika membuat Wireframe, tentukan apa hal yang paling urgent sesuai kebutuhan, dari mulai hero image, heading, CTA, Button dll.



5. Lakukan Pengujian dengan Pengguna


Libatkan pengguna akhir dalam pengujian prototipe untuk mendapatkan umpan balik nyata tentang pengalaman pengguna dan usability.


Observasi pengguna saat mereka berinteraksi dengan prototipe dan catat semua masalah atau hambatan yang mereka alami.



6. Simpan Dokumentasi yang Baik


Dokumentasikan proses pengembangan dan iterasi prototype, termasuk umpan balik pengguna, desain yang diubah, dan keputusan penting.


Dokumentasi yang baik membantu memperjelas alasan dibalik perubahan desain dan menyediakan referensi yang berguna untuk pengembangan masa depan.



FAQ (Frequently Ask Question)


1. Apa Saja Tiga Jenis Prototype Berdasarkan Fidelitas?


  • Low-Fidelity Prototypes:

Representasi sederhana dan sering kali digambar tangan, seperti sketsa atau antarmuka kertas. Mereka cepat diproduksi dan berguna untuk validasi konsep awal.

  • Mid-Fidelity Prototypes

Lebih detail daripada low-fidelity, prototipe ini sering kali menggunakan alat digital dan memberikan pemahaman yang lebih jelas tentang estetika dan fungsionalitas produk.

  • High-Fidelity Prototypes:

Sangat detail dan interaktif, sangat mirip dengan produk akhir. Mereka digunakan untuk pengujian pengguna tingkat lanjut dan untuk mendapatkan gambaran realistis dari desain akhir.




Referensi


1. What is a Prototype - Buka

2. Prototype Meaning - Buka 

3. What is Purpose of Prototype - Buka 

4. What is Prototype - Buka 

5. What is Wireframing - Buka

6.  What is a prototype? Definition, types, and prototyping methods - Buka

7.  Prototyping - Buka

Share

Author Image

Hudita A. R. Lubis

Hudita merupakan penulis lepas di berbagai topik. Dengan pengalaman lebih dari 2 tahun, ia terkenal dengan tulisannya yang padat dan jelas di topik-topik Project Management dan UI/UX design. Hudita juga merupakan seseorang yang punya rasa ingin tahu yang tinggi dan hobi menulis.

Hi!👋

Kalau kamu butuh bantuan,

hubungi kami via WhatsApp ya!