Perbedaan Business Intelligence, Data Science, Data Analysis
Farijihan Putri
•
23 Maret 2024
•
4385
Catatan Redaksi:
Artikel ini pertama kali diterbitkan pada Maret 2024 dan diperbarui pada 22 April 2026 untuk memastikan informasi tetap akurat dan relevan.
Halo, Warga Bimbingan! MinDi balik lagi buat nemenin kamu ngobrolin dunia data yang kadang bikin pusing tapi seru buat diulik. Kali ini kita bakal bedah tiga istilah yang sering bikin bingung: Business Intelligence, Data Science, dan Data Analysis.
Sekilas memang mirip, ketiganya sama-sama berkutat dengan data dan bertujuan membantu perusahaan mengambil keputusan. Namun, kalau kamu berniat serius terjun ke salah satu bidang ini, memahami perbedaannya itu wajib hukumnya.
MinDi akan jelaskan dengan cara yang mudah kamu cerna, lengkap dengan data terbaru biar makin kebayang prospeknya ke depan.
Baca Juga: Baru Lulus Bootcamp, Sarjana Matematika Ini Dapet Kerja Jadi Data Analyst
Apa Itu Business Intelligence?
Business Intelligence (BI) adalah gabungan teknologi, strategi, dan proses yang digunakan perusahaan untuk mengumpulkan serta menganalisis data bisnis. Fungsinya untuk membantu manajemen mengambil keputusan berbasis data yang lebih akurat dan menguntungkan.
BI umumnya bekerja dengan mengolah data historis dan data yang tersimpan rapi di database perusahaan atau yang disebut data terstruktur. Hasil analisis BI biasanya disajikan dalam bentuk dashboard interaktif atau laporan visual yang memudahkan para pemimpin memahami tren bisnis dan mengukur kinerja.
Sebagai contoh, Netflix memanfaatkan BI untuk menganalisis jutaan data perilaku menonton pelanggannya agar bisa merekomendasikan film yang paling sesuai dengan selera masing-masing pengguna.
Dilansir Globe Newswire, Pasar BI global sendiri diproyeksikan terus bertumbuh dan mencapai angka USD 73,36 miliar pada 2033, menandakan permintaan akan profesional di bidang ini akan tetap tinggi.
Apa Itu Data Science?
Data Science adalah bidang yang lebih luas dan eksploratif, menggunakan metode ilmiah, algoritma machine learning, dan statistik canggih untuk mengekstrak pengetahuan dari data.
Berbeda dengan BI yang fokus pada data historis terstruktur, Data Science mampu mengolah data tidak terstruktur seperti teks, gambar, atau video. Selain memahami apa yang sudah terjadi, kamu juga akan membuat prediksi tentang masa depan serta menghasilkan model yang dapat menjelaskan fenomena kompleks.
Data Scientist akan menjawab pertanyaan seperti "Pelanggan seperti apa yang berpotensi berhenti berlangganan bulan depan?" atau "Bagaimana kita bisa mengotomatiskan proses deteksi penipuan?".
Untuk melakukan semua itu, mereka mengandalkan bahasa pemrograman seperti Python atau R serta pustaka machine learning.
Apa Itu Data Analysis?
Data Analysis adalah proses memeriksa, membersihkan, dan memodelkan data dengan tujuan menemukan informasi berguna serta mendukung pengambilan keputusan. Selain itu, data analyst lebih menyelam ke dalam data mentah untuk menemukan pola, korelasi, atau anomali yang mungkin tidak langsung terlihat.
Kamu akan bertugas menjawab pertanyaan bisnis spesifik, misalnya "Kenapa penjualan produk A menurun di kuartal ini?" atau "Segmen pelanggan mana yang paling menguntungkan?".
Data Analyst umumnya bekerja dengan data terstruktur dan menggunakan alat seperti SQL, Excel, serta dasar-dasar Python atau R untuk analisis statistik.
Hasil kerjanya biasanya berupa laporan mendalam atau visualisasi yang membantu tim bisnis memahami akar permasalahan. Peran data analyst sangat krusial karena menjadi jembatan antara data mentah dan wawasan yang bisa langsung ditindaklanjuti.
Baca Juga: Biaya Bootcamp Data Analyst Jakarta Dibimbing, Worth It atau Tidak?
3 Perbedaan Utama yang Perlu Kamu Ingat
Sumber: Pexels
Dari penjelasan di atas, MinDi bisa mengerucutkan perbedaan mendasar antara BI, Data Science, dan Data Analysis menjadi tiga poin utama. Setelah itu, kamu bisa lihat tabel lengkapnya untuk perbandingan yang lebih detail.
1. Tujuan Analisis: Melihat ke Belakang vs. Menerawang ke Depan
Business Intelligence dan Data Analysis sama-sama berfokus pada pemahaman data historis untuk menginformasikan keputusan bisnis saat ini. BI lebih ke pelaporan dan pemantauan kinerja, sementara Data Analysis lebih ke investigasi mendalam atas pertanyaan spesifik.
Sementara itu, Data Science melangkah lebih jauh dengan membangun model prediktif untuk memperkirakan tren masa depan dan memberikan rekomendasi tindakan yang optimal.
2. Kompleksitas Data dan Alat yang Digunakan
Baik BI maupun Data Analysis umumnya bekerja dengan data terstruktur yang rapi menggunakan SQL, Excel, Power BI, atau Tableau.
Sebaliknya, Data Scientist sering harus berjibaku dengan data tidak terstruktur yang berantakan. Mereka menggunakan bahasa pemrograman seperti Python atau R serta pustaka machine learning yang lebih kompleks untuk menemukan pola tersembunyi.
3. Hasil Akhir: Laporan Operasional vs. Model Prediktif
Hasil kerja tim BI dan Data Analyst biasanya berupa dashboard, laporan rutin, atau visualisasi data yang langsung bisa dipakai manajemen untuk memantau kesehatan bisnis.
Sementara itu, output Data Scientist lebih sering berupa model machine learning yang sudah teruji atau algoritma rekomendasi yang tertanam langsung ke dalam produk atau layanan perusahaan.
Biar kamu makin jelas, MinDi sudah rangkum perbandingannya dalam tabel berikut.
Tabel Perbedaan Business Intelligence, Data Science, dan Data Analysis
Aspek | Business Intelligence (BI) | Data Analysis | Data Science |
Fokus Utama | Menganalisis data historis dan real-time untuk wawasan bisnis operasional. | Menyelidiki data untuk menjawab pertanyaan bisnis spesifik dan menemukan pola. | Membuat prediksi masa depan dan mengekstrak wawasan baru menggunakan model kompleks. |
Tipe Data | Sebagian besar data terstruktur dari database internal perusahaan. | Umumnya data terstruktur, bisa juga semi-terstruktur. | Data terstruktur dan tidak terstruktur (teks, gambar, video). |
Metode & Alat | SQL, data warehousing, Power BI, Tableau, dashboarding. | Statistik, Excel, SQL, Python (Pandas), R, alat visualisasi. | Python, R, machine learning (scikit-learn, TensorFlow), big data (Spark), deep learning. |
Pertanyaan Kunci | Apa yang terjadi? (Deskriptif) | Kenapa itu terjadi? (Diagnostik) | Apa yang akan terjadi? (Prediktif) / Bagaimana cara terbaik? (Preskriptif) |
Prospek Karier | Pasar global diproyeksikan tumbuh 7,83% CAGR hingga 2033. | Permintaan stabil, terutama di sektor keuangan, ritel, dan teknologi. | Termasuk pekerjaan dengan pertumbuhan tercepat, dengan proyeksi 23.400 lowongan per tahun di AS. |
Baca Juga: Bootcamp Data Analyst Offline Dibimbing: Upgrade Skill, Gaji Naik!
Pilih Jalur Karier Data yang Paling Cocok untukmu!
Memahami perbedaan antara Business Intelligence, Data Science, dan Data Analysis adalah langkah awal yang krusial sebelum kamu memutuskan untuk terjun lebih dalam. Masing-masing jalur menawarkan tantangan dan peluang yang unik.
Nah, buat kamu yang sudah tidak sabar ingin memulai atau memperdalam karier di salah satu bidang ini, MinDi punya solusinya. Bootcamp Data Analysis Offline Jakarta dari Dibimbing hadir untuk membantumu menguasai keterampilan yang benar-benar dicari industri.
Kamu akan belajar langsung dari mentor berpengalaman dengan silabus yang selalu diperbarui, 15+ Real Case Study & Mini Project untuk Portofolio, Live Coding Test, 3 Bulan Magang di Hiring Company, 20+ English Class, serta Ruang Kelas yang Nyaman dan Modern.
Fasilitas tersebut terbukti telah membatu 96% alumni dapat kerja berkat penyaluran kerja ke 1.100+ hiring partner.
Masih ada yang mengganjal? Punya pertanyaan seperti, "Jalur mana yang paling cocok untuk latar belakangku?" atau "Apakah materi bootcamp bisa diikuti oleh pemula?" Konsultasi gratis saja di sini! Dibimbing siap #BimbingSampeJadi talenta data andal!
FAQ
1. Apakah saya perlu mahir coding untuk berkarier di Business Intelligence?
Tidak selalu. Untuk posisi Business Intelligence Analyst, kemampuan SQL dan menggunakan tools visualisasi seperti Power BI atau Tableau sudah cukup. Namun, untuk BI Engineer, kemampuan coding seperti Python akan sangat membantu.
2. Bisakah seorang Data Analyst beralih karier menjadi Data Scientist?
Sangat bisa. Jalur ini cukup umum. Data Analyst yang sudah kuat di statistik dan mulai mempelajari machine learning serta Python memiliki fondasi yang bagus untuk bertransisi menjadi Data Scientist.
3. Mana yang lebih diminati perusahaan saat ini, BI, Data Analyst, atau Data Scientist?
Ketiganya sangat diminati, tetapi untuk kebutuhan yang berbeda. BI dan Data Analyst krusial untuk operasional harian dan pelaporan. Data Scientist sangat dicari untuk proyek-proyek inovasi, pengembangan produk berbasis AI, dan efisiensi jangka panjang.
Referensi
- Business intelligence (BI) vs. data analytics vs. data science: Understand data-driven decision-making [Buka]
- Data Science vs. Business Intelligence [Buka]
- Strategic Insights Into the $40+ Billion Business Intelligence (BI) Market, 2025-2033, Featuring Microsoft, SAP, Oracle and Other Key Players [Buka]
