Apa itu RPC? Definisi, Cara Kerja, Jenis, & Kelebihannya

Muthiatur Rohmah

13 June 2024

1417

Image Banner

Remote Procedure Call atau RPC adalah teknologi yang memungkinkan aplikasi untuk berkomunikasi dan menjalankan fungsi di komputer lain dalam jaringan seolah-olah fungsi tersebut berjalan di komputer lokal.

Teknologi ini sangat penting dalam pengembangan sistem terdistribusi dan aplikasi jaringan, membuat integrasi layanan antar komputer menjadi lebih mulus dan efisien. 

Penasaran mengenai RPC lebih lanjut? Bagaimana sistem kerja RPC? Bagaimana implementasi RPC dalam kehidupan sehari-hari?

Yuk ketahui pembahasan lengkap mengenai Remote Procedure Call secara lengkap hanya di artikel ini.


Apa itu RPC (Remote Procedure Call)?


Tunggu dulu Sobat MinDi, sebelum kita membahas lebih lanjut mengenai RPC, pertama-tama yuk pahami apa itu Remote Procedure Call melalui beberapa pengertian berikut ini.

Dikutip dari Techtarget, Remote Procedure Call (RPC) adalah sebuah protokol komunikasi software yang digunakan oleh satu program untuk meminta layanan dari program lain yang berada di komputer dan jaringan yang berbeda, tanpa harus memahami detail jaringan tersebut. 

Secara spesifik, RPC digunakan untuk memanggil proses lain melalui sistem remote, seolah-olah proses tersebut berada di sistem lokal. Pemanggilan prosedur ini juga dikenal sebagai subroutine call.

Sebagai analoginya, bayangkan Sobat MinDi dan temanmu tinggal di kota yang berbeda, kemudian kamu ingin temanmu membuatkan kue. Bagaimana cara memberitahu temanmu jika kamu ingin kue buatannya? Sobat MinDi bisa mengkomunikasikan melalui telepon atau pesan teks. Nah, RPC (Remote Procedure Call) bekerja dengan cara seperti itu.


Fungsi RPC (Remote Procedure Call)


Setelah memahami pengertian RPC, pasti Sobat MinDi bertanya-tanya, lantas apa fungsi Remote Procedure Call pada sistem jaringan komputer?

Yuk simak beberapa fungsi RPC (Remote Procedure Call) berikut ini.


1. Abstraksi Komunikasi Jaringan

RPC berfungsi untuk menyederhanakan komunikasi antara dua program yang berjalan di komputer berbeda. Program di satu komputer dapat memanggil fungsi atau prosedur di komputer lain seolah-olah itu adalah panggilan lokal. 

Dengan demikian, RPC dapat menyembunyikan detail kompleks dari komunikasi jaringan komputer, seperti pengaturan koneksi, pengiriman data, dan penanganan kesalahan jaringan.


2. Sistem Client-Server

RPC menerapkan model client-server, di mana satu program bertindak sebagai client yang meminta layanan, dan program lain bertindak sebagai server yang menyediakan layanan tersebut. 

Model ini membuat pembagian tugas yang jelas dan terstruktur antara berbagai komponen perangkat lunak, sehingga meningkatkan modularitas dan pemeliharaan sistem jaringan komputer.


3. Kompatibilitas antar Platform

RPC menggunakan Interface Definition Language (IDL), sehingga program ditulis dalam bahasa pemrograman yang berbeda atau berjalan di sistem operasi yang berbeda untuk berkomunikasi satu sama lain. 

IDL mendefinisikan antarmuka untuk prosedur remote, untuk memastikan client dan server dapat memahami dan mengeksekusi permintaan, terlepas dari perbedaan platform atau bahasa pemrograman.


4. Eksekusi Paralel

RPC mendukung eksekusi paralel dari beberapa panggilan prosedur, sehingga client dapat melakukan beberapa permintaan secara bersamaan tanpa harus menunggu satu per satu selesai. 

Hal ini akan meningkatkan efisiensi dan responsivitas sistem, karena program dapat melanjutkan tugas lain sementara menunggu hasil dari panggilan remote.


Bagaimana Cara Kerja RPC (Remote Procedure Call)?


Penasaran mengenai cara kerja RPC? Bagaimana prosesnya? Yuk simak penjelasan mengenai cara kerja RPC (Remote Procedure Call) berikut ini.

  1. Pemanggilan oleh Client: Program client memanggil sebuah fungsi yang tampaknya lokal. Parameter untuk fungsi ini disiapkan seperti biasanya.
  2. Pengemasan Parameter (Marshaling): Stub client (bagian dari program yang menangani RPC) mengemas parameter tersebut ke dalam sebuah pesan. Ini disebut marshaling.
  3. Pengiriman Pesan: Sistem operasi di komputer client mengirimkan pesan ini melalui jaringan ke komputer server.
  4. Penerimaan oleh Server: Sistem operasi di komputer server menerima pesan tersebut dan meneruskannya ke stub server.
  5. Pembukaan Parameter (Unmarshalling): Stub server membuka parameter dari pesan tersebut. Ini disebut unmarshaling.
  6. Eksekusi Prosedur di Server: Prosedur atau fungsi yang diminta oleh client dieksekusi di komputer server.
  7. Pengemasan Hasil (Marshaling Balik): Setelah prosedur selesai, hasil atau output dari prosedur tersebut dikemas kembali oleh stub server ke dalam sebuah pesan.
  8. Pengiriman Balik ke Client: Sistem operasi di komputer server mengirimkan pesan ini kembali ke komputer client melalui jaringan.
  9. Pembukaan Hasil (Unmarshaling Balik): Stub client di komputer client membuka hasil dari pesan yang diterima. Program client kemudian melanjutkan eksekusi dengan hasil dari fungsi yang dipanggil.


Dengan langkah-langkah ini, RPC membuat program di satu komputer dapat memanggil fungsi di komputer lain seolah-olah fungsi tersebut berada di komputer yang sama.


Apa Saja Jenis Metode RPC (Remote Procedure Call)?


Ada berbagai macam metode yang dapat digunakan RPC dalam mengelola sistem jaringan komputer. Lantas apa saja metodenya? Yuk simak selengkapnya berikut ini.


1. Synchronous RPC

Ini adalah metode RPC standar di mana client membuat panggilan ke server dan kemudian menunggu balasan sebelum melanjutkan proses lainnya. 

Proses ini bersifat sinkron, artinya program client akan berhenti dan menunggu hingga server menyelesaikan permintaan dan mengirimkan hasilnya. 

Metode ini sederhana dan mudah diimplementasikan, tetapi bisa menyebabkan penundaan jika server membutuhkan waktu lama untuk merespons.


2. Nonblocking RPC

Dalam metode ini, client membuat panggilan ke server tetapi tidak menunggu balasan. Sebaliknya, client melanjutkan proses lainnya sementara server memproses permintaan. Ketika server selesai, balasan akan dikirim ke client, yang kemudian bisa menangani balasan tersebut pada saat yang tepat. 

Metode ini membuat program client tetap responsif dan efisien, terutama dalam aplikasi yang memerlukan pemrosesan paralel.


3. Batch-mode RPC

Batch-mode RPC memungkinkan client mengirim beberapa panggilan nonblocking sekaligus dalam satu kelompok. Semua panggilan ini diproses oleh server secara bersamaan atau sesuai dengan urutan tertentu. 

Setelah server menyelesaikan semua permintaan, balasan dikirim kembali ke client. Metode ini efektif untuk menangani sejumlah besar permintaan secara efisien dan mengurangi overhead komunikasi jaringan.


4. Broadcast RPC

Pada metode ini, client mengirim satu pesan ke beberapa server sekaligus. Setiap server yang menerima pesan akan memproses permintaan dan mengirimkan balasan ke client. Client kemudian mengumpulkan semua balasan dari berbagai server. 

Broadcast RPC berguna dalam situasi di mana informasi atau tugas yang sama perlu didistribusikan ke beberapa server, seperti dalam aplikasi berbasis jaringan yang memerlukan redundansi atau distribusi beban kerja.


5. Callback RPC

Callback RPC adalah bagian dari  nonblocking RPC di mana client membuat panggilan ke server dan kemudian melanjutkan pemrosesan lainnya. 

Ketika server menyelesaikan permintaan, server akan memanggil kembali fungsi yang telah ditentukan di client untuk mengirim balasan. Metode ini membuat client dapat menangani balasan pada saat yang tepat tanpa harus menunggu secara aktif. 

Callback RPC berguna dalam aplikasi yang memerlukan respons asinkron dan pengelolaan event-driven.

Setiap metode RPC ini memiliki keunggulan dan kekurangan tersendiri, tergantung pada kebutuhan spesifik dari aplikasi yang digunakan.

Baca Juga: Apa itu Bootstrap? Arti, Fungsi, Fitur, Keunggulan & Caranya


Implementasi RPC dalam Kehidupan Sehari-hari


Dalam kehidupan sehari-hari RPC sering diterapkan pada aplikasi yang memerlukan komunikasi jarak jauh. Yuk simak implementasi Remote Procedure Call (RPC) dalam kehidupan sehari-hari berikut ini.


1. Aplikasi Perbankan Online

Ketika Sobat MinDi menggunakan aplikasi perbankan online untuk memeriksa saldo atau mentransfer uang, aplikasi ini menggunakan RPC untuk berkomunikasi dengan server bank. 

Misalnya, ketika Sobat MinDi memeriksa saldo, aplikasi client mengirimkan permintaan ke server bank menggunakan RPC, dan server bank memproses permintaan tersebut lalu mengirimkan kembali saldo rekening. 

Proses ini memungkinkan aplikasi di perangkat untuk menampilkan informasi terbaru tanpa harus mengelola detail kompleks dari komunikasi jaringan dengan server bank.


2. Layanan Streaming Video

Ketika Sobat MinDi menonton video di platform seperti Netflix atau YouTube, aplikasi client (misalnya, aplikasi di ponsel atau smart TV) menggunakan RPC untuk berkomunikasi dengan server streaming. 

Saat kamu memilih video, aplikasi client mengirimkan permintaan ke server untuk memulai streaming video tersebut. Server memproses permintaan dan mengirimkan data video yang diminta kembali ke client. 

Proses ini membuat pemutaran video secara lancar dan real-time, dengan penanganan buffering dan pemilihan kualitas video yang optimal berdasarkan kondisi jaringan Sobat MinDi.


3. Aplikasi Media Sosial

 Aplikasi seperti Facebook, Instagram, atau Twitter menggunakan RPC untuk memperbarui feed berita, mengirim pesan, atau memposting status. 

Misalnya, ketika Sobat MinDi memposting status baru, aplikasi client akan mengirimkan data status tersebut ke server menggunakan RPC. Server kemudian memproses data tersebut dan memperbarui status profil. 

Demikian pula, ketika Sobat MinDi membuka aplikasi untuk melihat pembaruan terbaru, aplikasi client akan mengirim permintaan ke server untuk mendapatkan data terbaru yang kemudian ditampilkan di feed kamu. RPC membuat aplikasi media sosial tetap responsif dan memberikan pengalaman pengguna yang real-time.

Berdasarkan implementasi tersebut, RPC merupakan alat komunikasi yang efisien dan efektif antara aplikasi client dan server, sehingga membuat berbagai layanan digital dapat berfungsi dengan lancar dan menyediakan pengalaman pengguna yang optimal.


Kelebihan dan Kekurangan RPC (Remote Procedure Call)


Seperti teknologi pada umumnya, RPC juga memiliki kekurangan dan kelebihan yang perlu kita perhatikan sebelum menggunakannya.

Sobat MinDi tertarik menggunakan RPC pada sistem komputer? Yuk simak kelebihan dan kekurangan RPC terlebih dahulu.


Kelebihan RPC

Berikut adalah beberapa kelebihan RPC dalam menangani sistem jaringan komputer:

  1. RPC memungkinkan program berinteraksi seolah-olah berada dalam sistem yang sama, meskipun berada di komputer yang berbeda.
  2. RPC menyederhanakan komunikasi jaringan, sehingga pengembang tidak perlu memahami detail teknis terkait pengiriman dan penerimaan data.
  3. RPC memfasilitasi integrasi antara berbagai sistem dan aplikasi, memungkinkan mereka bekerja bersama dengan lancar meskipun menggunakan teknologi berbeda.
  4. RPC dapat menangani peningkatan beban kerja dengan menambah lebih banyak server atau klien, memungkinkan sistem berkembang sesuai kebutuhan.
  5. RPC memungkinkan aplikasi terus berjalan dan menangani tugas lain sambil menunggu balasan dari prosedur remote, meningkatkan efisiensi dan responsivitas.


Kekurangan RPC

Sudah yakin untuk menggunakan RPC dalam sistem jaringan Sobat MinDi? Sebelum itu, yuk simak beberapa kekurangan RPC berikut ini, yang dapat kamu jadikan bahan pertimbangan.

  1. RPC sangat bergantung pada jaringan untuk komunikasi, sehingga kinerja dan keandalan aplikasi dapat terpengaruh oleh kualitas dan stabilitas jaringan.
  2. Menangani kesalahan dalam RPC bisa lebih kompleks dibandingkan dengan pemanggilan prosedur lokal, terutama ketika terjadi masalah jaringan atau server tidak merespons.
  3. Meski RPC mengurangi overhead komunikasi, masih ada overhead yang terkait dengan pengemasan dan pembukaan parameter, serta pengelolaan koneksi jaringan.
  4. RPC memperkenalkan risiko keamanan karena data yang dikirimkan melalui jaringan bisa rentan terhadap serangan, seperti penyadapan atau manipulasi data.
  5. Meskipun RPC mendukung multi platform, perbedaan dalam sistem operasi, arsitektur jaringan, dan protokol bisa menyebabkan masalah kompatibilitas dan interoperabilitas yang memerlukan upaya tambahan untuk diatasi.


Baca Juga: Apa itu Server Side Rendering? Arti, Proses, Manfaat & Risiko


Perbedaan RPC dan REST


Remote Procedure Call (RPC) dan Representational State Transfer (REST) adalah dua metode komunikasi untuk sistem terdistribusi yang memiliki perbedaan mendasar. Apa saja perbedaan RPC dan REST? Yuk simak secara lengkap berikut ini.


Remote Procedure Call (RPC)

Remote Procedure Call (RPC) membuat program komputer memanggil fungsi di komputer lain seolah-olah itu adalah panggilan lokal, dengan fokus pada eksekusi metode secara langsung. 

RPC dapat menggunakan berbagai protokol seperti HTTP, TCP, atau protokol khusus, dan biasanya mengirim data dalam format biner atau khusus. Implementasi RPC, seperti JSON-RPC atau gRPC, dan sering digunakan untuk aplikasi yang memerlukan interaksi intensif dan real-time. 

Meskipun memberikan fleksibilitas dalam protokol dan format data, RPC bisa menjadi lebih kompleks karena memerlukan pengelolaan koneksi dan penanganan kesalahan secara manual. 

Ini membuat RPC cocok untuk sistem yang membutuhkan komunikasi cepat dan langsung antara client dan server, tetapi mungkin memerlukan keahlian teknis yang lebih tinggi untuk diimplementasikan dan dikelola.


REST (Representational State Transfer)

Representational State Transfer (REST) adalah gaya arsitektur yang memanfaatkan metode HTTP standar (GET, POST, PUT, DELETE) untuk mengakses dan memanipulasi sumber daya yang diidentifikasi oleh URL. 

REST mengirim data biasanya dalam format JSON atau XML dan secara eksklusif menggunakan protokol HTTP. REST dikenal karena kesederhanaan dan skalabilitasnya, menjadikannya ideal untuk aplikasi web dan API publik seperti layanan web modern. 

Dengan mengikuti standar HTTP, REST menawarkan kemudahan implementasi dan penggunaan, membuatnya lebih mudah dipelajari dan digunakan untuk pengembangan API. 

REST sangat cocok untuk aplikasi yang memerlukan interaksi berbasis web yang efisien dan fleksibel, memungkinkan pengembang untuk membangun sistem yang mudah diintegrasikan dan skalabel tanpa memerlukan pengelolaan koneksi yang rumit.


Ingin Mempelajari RPC Lebih Dalam? Yuk Ikuti Bootcamp Dibimbing.id


Sobat MinDi, itulah beberapa pembahasan mengenai RPC mulai dari pengertian hingga implementasinya dalam aplikasi sehari-hari. Kesimpulannya, RPC adalah pemanggilan fungsi di komputer lain seolah-olah lokal, dengan fleksibilitas protokol dan format data, namun memerlukan penanganan kompleksitas koneksi dan kesalahan.

Tertarik belajar RPC lebih lanjut? Berkeinginan switch career sebagai web developer? Bingung harus mulai dari mana?

Yuk ikuti bootcamp web developer dibimbing.id, sebuah bootcamp terbaik dengan pembelajaran inovatif dan intensif. Bootcamp ini didampingi oleh mentor profesional dan terbaik yang bakal bantu kamu jadi web developer sukses.

Belum memiliki pengalaman tentang pengembangan web sama sekali?

Tenang saja, dibimbing.id siap bimbing kamu mulai dari nol, dengan kurikulum terlengkap, update serta beginner friendly

Sebanyak 94% alumni bootcamp dibimbing.id telah berhasil mendapatkan kerja sesuai bidang mereka. Nah, jangan khawatir nganggur setelah lulus bootcamp ya, dibimbing.id juga menyediakan job connect ke 570+ hiring partner khusus buat Sobat MinDi.

Tunggu apalagi? buruan konsultasi di sini, apapun tujuan karirmu dibimbing.id siap #BimbingSampeJadi karir impianmu.

Reference:

  1. What is Remote Procedure Call (RPC)? - Buka
  2. How does RPC work? - Buka

Share

Author Image

Muthiatur Rohmah

Muthia adalah seorang Content Writer dengan kurang lebih satu tahun pengalaman. Muthia seorang lulusan Sastra Indonesia yang hobi menonton dan menulis. Sebagai SEO Content Writer Dibimbing, Ia telah menulis berbagai konten yang berkaitan dengan Human Resources, Business Intelligence, Web Development, Product Management dan Digital Marketing.

Hi!👋

Kalau kamu butuh bantuan,

hubungi kami via WhatsApp ya!