dibimbing.id - 15 Free Backend Hosting Terbaik untuk Developer 2025

15 Free Backend Hosting Terbaik untuk Developer 2025

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

14 February 2025

1361

Image Banner

Free Backend Hosting Terbaik untuk Developer 2025 bisa jadi solusi buat deploy backend tanpa biaya. Warga Bimbingan, kalau butuh hosting gratis buat proyek atau latihan coding, MinDi udah siapin daftar terbaik yang bisa langsung kamu pakai!

Tapi nggak semua free hosting cocok buat semua proyek. MinDi bakal kasih rekomendasi hosting terbaik, fitur-fiturnya, dan cara memilih yang paling pas buat kebutuhanmu. Yuk, cek list-nya sekarang!

Baca juga : Golang Roadmap Panduan Belajar Tools dan Prospek Karier


Apa Itu Free Backend Hosting?


Free backend hosting adalah layanan hosting gratis yang memungkinkan developer menyimpan, mengelola, dan menjalankan backend aplikasi tanpa biaya. 

Layanan ini biasanya mencakup fitur seperti database, API hosting, serverless functions, serta dukungan untuk berbagai bahasa pemrograman. 

Dengan free backend hosting, developer dapat mengembangkan dan menguji aplikasi tanpa perlu mengatur infrastruktur sendiri, sehingga lebih hemat biaya dan efisien. 

Meskipun gratis, setiap platform memiliki keterbatasan tertentu, seperti batasan storage, bandwidth, atau jumlah request yang dapat diproses per bulan.

Baca juga : 10 Contoh Algoritma Sederhana dalam kehidupan sehari-hari


15 Free Backend Hosting Terbaik


Sumber: Canva

Buat Warga Bimbingan yang butuh solusi backend gratis, ada banyak layanan yang bisa dipakai tanpa biaya! Berikut adalah 15 free backend hosting terbaik dengan fitur unggulan untuk mendukung pengembangan aplikasi tanpa ribet.


1. Heroku


Heroku adalah platform cloud yang mendukung berbagai bahasa pemrograman dan sering digunakan untuk hosting backend aplikasi. 

Dengan paket gratisnya, kamu bisa deploy aplikasi dengan mudah, meskipun ada batasan penggunaan seperti waktu tidur server setelah 30 menit idle. Heroku cocok untuk proyek kecil atau aplikasi yang masih dalam tahap pengembangan.


2. Vercel


Vercel terkenal sebagai platform untuk hosting frontend, tetapi juga mendukung backend serverless dengan fitur edge functions

Layanan ini menawarkan integrasi cepat dengan berbagai framework modern, termasuk Next.js. Dengan paket gratisnya, Vercel bisa menjadi solusi backend ringan tanpa harus mengelola server sendiri.


3. Render


Render adalah alternatif Heroku dengan proses deployment otomatis dan dukungan untuk aplikasi backend seperti Node.js, Python, dan Ruby. 

Platform ini menawarkan hosting gratis dengan kapasitas terbatas namun cukup untuk proyek kecil atau aplikasi belajar. Keunggulan lainnya adalah kemudahan dalam scaling jika nanti proyek berkembang.


4. Railway


Railway adalah platform cloud modern yang menawarkan backend hosting gratis dengan antarmuka yang user-friendly

Railway memudahkan developer untuk deploy database dan aplikasi dengan satu klik. Meskipun gratis, ada batasan penggunaan sumber daya, namun cukup untuk eksperimen dan pengembangan awal.


5. Superbase


Supabase adalah alternatif open-source untuk Firebase yang menyediakan database PostgreSQL, autentikasi, dan API backend tanpa konfigurasi rumit. 

Layanan ini sangat cocok bagi developer yang ingin membangun backend dengan database real-time. Paket gratisnya mencakup hosting untuk proyek kecil dengan fitur yang cukup lengkap.


6. Firebase


Firebase dari Google adalah platform Backend-as-a-Service (BaaS) yang mendukung database real-time, autentikasi, dan cloud functions

Layanan ini sangat cocok untuk aplikasi mobile atau web yang membutuhkan backend tanpa harus mengelola server sendiri. Namun, ada batasan penggunaan pada paket gratisnya yang perlu diperhatikan jika trafik aplikasi meningkat.


7. Netlify Functions


Netlify dikenal sebagai platform untuk hosting frontend, tetapi juga menyediakan Netlify Functions untuk menjalankan kode backend tanpa perlu server. 

Layanan ini berbasis serverless, sehingga developer bisa membuat API tanpa konfigurasi server manual. Paket gratisnya cukup untuk aplikasi ringan dengan kebutuhan backend minimal.

Baca juga : Backend Fetch Failed Penyebab dan Cara Mengatasinya


8. Cloudflare Workers


Cloudflare Workers adalah platform serverless yang memungkinkan developer menjalankan kode backend di edge server Cloudflare. 

Keunggulannya adalah kecepatan eksekusi yang tinggi karena dijalankan di banyak lokasi global. Paket gratisnya mencakup eksekusi function dengan batasan tertentu, cocok untuk API sederhana atau proses background.


9. Koyeb


Koyeb adalah platform cloud yang memungkinkan deployment backend berbasis Docker dengan cepat. 

Dengan dukungan untuk berbagai bahasa pemrograman dan database, Koyeb menawarkan paket gratis dengan batasan sumber daya. Cocok untuk prototipe atau aplikasi yang tidak membutuhkan infrastruktur besar.


10. Back4App


Back4App adalah platform Backend-as-a-Service berbasis Parse yang menawarkan database, API hosting, dan autentikasi user. 

Layanan ini cocok bagi developer yang ingin membangun backend tanpa harus menulis banyak kode dari awal. Paket gratisnya mencakup hosting aplikasi kecil dengan fitur yang cukup lengkap.


11. Glitch


Glitch adalah platform hosting berbasis Node.js yang memungkinkan developer membangun dan menjalankan backend aplikasi dengan cepat. 

Layanan ini sangat cocok untuk eksperimen, proyek kecil, atau pembuatan API sederhana. Namun, karena berbasis komunitas, ada batasan uptime dan penggunaan yang perlu diperhatikan.


12. Replit


Replit adalah platform coding berbasis cloud yang mendukung hosting backend secara langsung. 

Developer bisa menulis, menjalankan, dan meng-host backend aplikasi tanpa perlu konfigurasi tambahan. Paket gratisnya cukup untuk eksperimen dan proyek kecil, tetapi ada batasan performa yang perlu diperhatikan.


13. InfinityFree


InfinityFree adalah layanan hosting gratis yang mendukung backend berbasis PHP dan MySQL. 

Meskipun menawarkan penyimpanan dan bandwidth tak terbatas, ada batasan pada CPU dan fitur tertentu. Cocok untuk proyek kecil atau website berbasis PHP yang tidak memerlukan sumber daya besar.


14. Freehostia


Freehostia menawarkan hosting backend gratis dengan paket “Chocolate” yang mendukung PHP dan MySQL. 

Platform ini menyediakan layanan yang cukup stabil untuk proyek sederhana, meskipun memiliki batasan storage dan bandwidth. Cocok untuk aplikasi ringan atau proyek belajar backend.


15. Oracle Cloud Free Tier


Oracle Cloud menyediakan tier gratis yang menawarkan server virtual dengan kapasitas terbatas. 

Developer bisa menggunakan layanan ini untuk menjalankan backend aplikasi dengan database seperti MySQL dan PostgreSQL. Keunggulannya adalah fleksibilitas yang lebih tinggi dibandingkan platform lain dalam daftar ini.

Baca juga : Panduan Algoritma dan Struktur Data: Konsep, Jenis, & Peran


Cara Memilih Free Backend Hosting


Sumber: Canva

Dengan banyaknya pilihan free backend hosting, penting untuk memilih yang sesuai dengan kebutuhan proyek agar performa tetap optimal. Berikut adalah tiga cara memilih free backend hosting yang tepat:


1. Sesuaikan dengan Kebutuhan Proyek


Setiap proyek memiliki kebutuhan yang berbeda, mulai dari jenis aplikasi, bahasa pemrograman yang digunakan, hingga kapasitas server yang dibutuhkan. 

Jika proyekmu membutuhkan real-time database dan autentikasi, Firebase atau Supabase bisa jadi pilihan. Namun, jika ingin fleksibilitas dalam deployment, Heroku atau Render mungkin lebih cocok.


2. Periksa Batasan Penggunaan dan Performa


Meskipun gratis, setiap layanan memiliki batasan seperti jumlah request per bulan, kapasitas penyimpanan, atau waktu aktif server.

Beberapa platform seperti Heroku menerapkan waktu tidur server jika tidak ada aktivitas, sementara Cloudflare Workers memiliki batasan eksekusi per hari. Pastikan batasan ini tidak menghambat kinerja aplikasi yang sedang dikembangkan.


3. Pastikan Dukungan untuk Bahasa Pemrograman 


Tidak semua platform mendukung semua bahasa pemrograman, jadi pastikan hosting yang dipilih kompatibel dengan teknologi yang digunakan dalam proyekmu. 

Jika kamu menggunakan Node.js atau Python, Railway dan Render bisa jadi pilihan terbaik. Namun, jika bekerja dengan PHP dan MySQL, Freehostia atau InfinityFree lebih sesuai.

Baca juga : NodeJS vs Golang: Mana yang Lebih Unggul untuk Developer?


Jadi Back-End Developer Andal dengan Golang!


Setelah memahami 15 Free Backend Hosting Terbaik untuk Developer 2025, kini saatnya kamu menguasai Golang dan membangun backend yang scalable dan efisien!.

Yuk, ikuti Bootcamp Golang Back-End Development di dibimbing.id! Di sini, kamu akan belajar membangun backend dari nol, memahami REST API, mengelola database dengan GORM, serta menerapkan best practices dalam pengembangan sistem backend.

Belajar langsung dari mentor profesional dengan kurikulum berbasis industri, bootcamp ini dirancang agar kamu siap menghadapi tantangan dunia kerja sebagai Back-End Developer. Dengan metode hands-on learning, kamu akan mengerjakan proyek nyata yang bisa menjadi portofolio kariermu.

Dengan lebih dari 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni mencapai 96%, peluangmu untuk berkarier sebagai Back-End Developer semakin terbuka lebar!

Jadi, tunggu apa lagi? Daftar sekarang di sini dan mulai perjalananmu menjadi Back-End Developer profesional dengan Golang! #BimbingSampeJadi


Referensi


  1. 13 Sites to Host Your Backend Code for Free [Buka]

Tags

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!