Backend Fetch Failed Penyebab dan Cara Mengatasinya

Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
14 February 2025
•
935

Backend Fetch Failed adalah error yang sering terjadi saat server gagal merespons permintaan dari pengguna.
Warga Bimbingan, pasti pernah ngalamin error ini pas lagi akses website atau aplikasi, kan? Biasanya, masalah ini muncul karena server down, cache bermasalah, atau koneksi yang nggak stabil.
Tapi tenang, MinDi punya solusinya! Di sini, MinDi bakal bahas penyebab utama dan cara mengatasi “Backend Fetch Failed” supaya sistem tetap lancar dan nggak ganggu aktivitasmu. Yuk, simak sampai tuntas!
Baca juga : Apa Itu Tipe Data Golang? Pengertian, Jenis, & Contohnya
Apa Itu Backend Fetch Failed?
Backend Fetch Failed adalah error yang terjadi ketika server gagal mengirimkan respons ke pengguna akibat masalah pada server, cache, atau koneksi jaringan.
Error ini biasanya muncul dalam bentuk pesan di browser atau aplikasi yang mengindikasikan bahwa permintaan tidak bisa diproses dengan baik.
Masalah ini sering terjadi karena server sedang mengalami downtime, overload, atau ada kesalahan dalam pengaturan cache seperti Varnish.
Jika tidak segera ditangani, error ini dapat mengganggu pengalaman pengguna dan menurunkan performa sistem secara keseluruhan.
Baca juga : Apa itu Clean Code? Definisi, Manfaat, Prinsip, & Contoh
Cara Mengatasi Backend Fetch Failed
Sumber: Canva
Backend Fetch Failed bisa terjadi karena berbagai faktor, seperti server down, cache bermasalah, atau koneksi yang tidak stabil. Berikut adalah lima cara efektif untuk mengatasi Backend Fetch Failed:
1. Periksa Status Server dan Pastikan Tidak Sedang Down
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah mengecek status server untuk memastikan apakah sedang mengalami downtime atau overload.
Gunakan monitoring tools seperti Pingdom, UptimeRobot, atau New Relic untuk melihat apakah server berjalan normal.
Jika server overload, pertimbangkan untuk meningkatkan kapasitasnya atau menggunakan load balancer agar trafik bisa didistribusikan dengan lebih baik.
Selain itu, periksa log server untuk mengetahui apakah ada kesalahan konfigurasi atau kendala lain yang menyebabkan server gagal merespons permintaan.
2. Perbaiki Konfigurasi Cache atau CDN
Backend Fetch Failed sering terjadi karena kesalahan dalam konfigurasi cache atau Content Delivery Network (CDN), seperti Varnish, Cloudflare, atau Fastly. Jika cache menyimpan data yang sudah kadaluarsa atau tidak sinkron dengan server, error ini bisa muncul. Coba bersihkan cache dengan perintah seperti:
varnishadm ban "req.http.host ~ .*" |
Atau melalui dashboard CDN yang digunakan. Jika error masih muncul, pastikan konfigurasi cache tidak menghalangi komunikasi antara backend dan frontend.
3. Periksa Koneksi Jaringan dan Firewall
Terkadang, masalah pada jaringan atau firewall dapat menghalangi komunikasi antara server dan client, menyebabkan Backend Fetch Failed. Coba lakukan traceroute (Linux/macOS: traceroute, Windows: tracert) untuk melihat apakah ada gangguan dalam rute jaringan.
Pastikan juga firewall tidak secara tidak sengaja memblokir permintaan ke server backend. Jika menggunakan layanan seperti Cloudflare, periksa apakah ada aturan keamanan yang membatasi akses ke server.
Baca juga : 10 Alasan Mengapa Python Dianggap Lebih Mudah Dipelajari
4. Optimalkan Kinerja Backend untuk Menghindari Timeout
Backend Fetch Failed juga bisa terjadi karena respons server terlalu lambat atau permintaan tidak dapat diproses dalam waktu yang ditentukan.
Pastikan backend memiliki kapasitas yang cukup untuk menangani permintaan dengan melakukan optimasi query database, caching data yang sering diakses, dan menggunakan arsitektur microservices jika diperlukan.
Jika masalah timeout masih terjadi, atur timeout pada reverse proxy seperti Nginx atau Apache agar server memiliki lebih banyak waktu untuk memproses permintaan.
5. Restart atau Re-deploy Aplikasi Backend
Jika semua langkah di atas tidak berhasil, coba restart server backend atau lakukan re-deploy aplikasi.
Terkadang, masalah terjadi karena crash pada aplikasi backend yang menyebabkan server tidak bisa merespons permintaan dengan benar. Gunakan perintah berikut untuk merestart server di Linux:
systemctl restart nginx systemctl restart apache2 |
Atau jika menggunakan Docker/Kubernetes, pastikan kontainer backend berjalan dengan perintah seperti:
docker ps docker restart <container_id> |
Dengan melakukan restart atau re-deploy, sistem akan kembali fresh dan bisa menghilangkan error yang disebabkan oleh proses yang stuck atau tidak berjalan dengan baik.
Baca juga : Garbage Collector Golang: Definisi hingga Strategi Optimasi
Penyebab Backend Fetch Failed
Sumber: Canva
Backend Fetch Failed sering terjadi karena gangguan di sisi server, jaringan, atau konfigurasi cache yang tidak optimal. Untuk mengatasi error ini dengan efektif, penting untuk memahami faktor-faktor yang menyebabkannya. Berikut adalah empat penyebab utama Backend Fetch Failed:
1. Server Mengalami Downtime atau Overload
Ketika server mengalami downtime atau overload, permintaan dari pengguna tidak dapat diproses, sehingga muncul error Backend Fetch Failed.
Hal ini bisa disebabkan oleh penggunaan sumber daya yang berlebihan, seperti CPU atau RAM yang penuh, atau lonjakan trafik yang tidak dapat ditangani. Jika server tidak memiliki sistem load balancing atau autoscaling, maka kemungkinan besar akan terjadi kegagalan dalam menangani request.
2. Kesalahan Konfigurasi Cache atau CDN
Backend Fetch Failed sering terjadi karena cache yang korup atau tidak tersinkronisasi dengan server. Layanan CDN seperti Cloudflare, Varnish, atau Fastly bisa menyimpan data yang sudah tidak valid, sehingga permintaan ke backend gagal diproses dengan benar.
Jika cache tidak diperbarui secara berkala atau memiliki aturan yang salah, sistem bisa terus mengirimkan permintaan ke lokasi yang tidak tersedia.
3. Masalah pada Koneksi Jaringan atau Firewall
Jika ada gangguan pada jaringan, server mungkin tidak bisa menerima atau mengirim respons dengan benar. Hal ini bisa terjadi karena kesalahan konfigurasi firewall yang memblokir request dari backend, atau jaringan internal yang mengalami gangguan.
Dalam beberapa kasus, penyedia layanan hosting atau ISP juga bisa menerapkan batasan yang membatasi akses ke server tertentu.
4. Request Timeout karena Respons Server yang Lambat
Ketika backend memproses permintaan terlalu lama, sistem bisa mengalami request timeout dan akhirnya gagal mengembalikan data ke frontend.
Hal ini bisa disebabkan oleh query database yang lambat, beban server yang terlalu tinggi, atau skrip yang berjalan terlalu lama. Jika batas waktu untuk memproses permintaan tidak ditingkatkan, sistem akan terus mengalami error ini saat permintaan membutuhkan waktu lebih dari yang diizinkan.
Baca juga : Bahasa Pemrograman Python Sering digunakan untuk apa?
Jadi Back-End Developer Andal dengan Golang!
Setelah memahami Backend Fetch Failed: Penyebab dan Cara Mengatasinya, kini saatnya kamu menguasai Golang dan membangun backend yang stabil serta scalable! Error seperti ini bisa dicegah dengan pemahaman yang baik tentang arsitektur backend, optimasi server, dan penggunaan tools yang tepat.
Yuk, ikuti Bootcamp Golang Back-End Development di dibimbing.id! Di sini, kamu akan belajar membangun sistem backend dari nol, memahami REST API, mengelola database dengan GORM, serta menerapkan best practices dalam pengembangan backend.
Belajar langsung dari mentor profesional dengan kurikulum berbasis industri, bootcamp ini dirancang agar kamu siap menghadapi tantangan dunia kerja sebagai Back-End Developer. Dengan metode hands-on learning, kamu akan mengerjakan proyek nyata yang bisa menjadi portofolio kariermu.
Dengan lebih dari 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni mencapai 96%, peluangmu untuk berkarier sebagai Back-End Developer semakin terbuka lebar!
Jadi, tunggu apa lagi? Daftar sekarang di sini dan mulai perjalananmu menjadi Back-End Developer profesional dengan Golang! #BimbingSampeJadi
Referensi
- Error 503 Backend fetch failed [Buka]
Tags

Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.