Dibimbing - Apa Itu Flowchart? 7 Contoh dalam Kehidupan Sehari-Hari
Blog
Full Stack Web Development

Apa Itu Flowchart? 7 Contoh dalam Kehidupan Sehari-Hari

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 31 Mei 2024

Diubah pada 6 Okt 2026

11542

Image Thumbnail

Saat menjalankan sebuah aktivitas, kamu membutuhkan alur yang jelas agar setiap langkah dapat dilakukan dengan lebih teratur. Flowchart adalah diagram yang digunakan untuk menggambarkan proses secara visual agar lebih mudah dipahami.

Banyak orang mengenal flowchart hanya dalam dunia pemrograman, padahal flowchart juga dapat digunakan untuk aktivitas sehari-hari seperti membuat rencana, mengambil keputusan, hingga menyelesaikan pekerjaan.

Memahami flowchart membantu kamu menyusun logika dan alur proses dengan lebih sistematis. Skill ini juga menjadi dasar penting untuk mempelajari teknologi, seperti melalui Bootcamp Front End Developer Dibimbing.

Nah, di artikel ini MinDi akan membahas fungsi, simbol, dan 7 contoh flowchart dalam kehidupan sehari-hari. Yuk, simak sampai akhir!

Baca juga: Pseudocode Adalah: Arti, Fungsi, Notasi dan Contohnya


Apa Itu Flowchart?

Flowchart adalah diagram yang digunakan untuk menunjukkan urutan langkah dalam sebuah proses menggunakan simbol-simbol tertentu. Setiap simbol memiliki fungsi berbeda, seperti menunjukkan proses, keputusan, input, atau hasil akhir.

Dalam dunia teknologi, flowchart sering digunakan sebelum membuat program atau sistem. Dengan membuat alur terlebih dahulu, seseorang dapat memahami logika proses dan mengurangi kemungkinan kesalahan.

Namun, penggunaan flowchart tidak hanya terbatas pada pemrograman. Dalam kehidupan sehari hari, flowchart dapat membantu menyusun aktivitas agar lebih rapi dan mudah dilakukan.


Fungsi Flowchart

Flowchart berfungsi untuk menyederhanakan alur proses serta membantu perencanaan dan pengambilan keputusan. Berikut beberapa fungsi flowchart:

  1. Mempermudah pemahaman alur proses: Flowchart mengubah proses yang kompleks menjadi rangkaian langkah yang lebih sederhana dan mudah diikuti.
  2. Membantu perencanaan aktivitas: Flowchart membantu kamu menyusun urutan kegiatan agar prosesnya lebih terarah dan sistematis.
  3. Mengurangi kesalahan dalam proses: Alur yang disajikan secara visual memudahkan kamu menemukan langkah yang kurang tepat atau berpotensi menimbulkan masalah.
  4. Mempermudah komunikasi: Flowchart membantu menjelaskan suatu proses kepada orang lain secara lebih jelas tanpa memerlukan penjelasan yang panjang.
  5. Membantu pengambilan keputusan: Flowchart menunjukkan berbagai pilihan dan langkah yang perlu dilakukan berdasarkan kondisi tertentu

Baca juga: Panduan Lengkap Belajar Web Developer untuk Pemula


Simbol Flowchart

simbol-flowchart

Setiap simbol flowchart memiliki bentuk dan fungsi yang berbeda dalam menggambarkan alur proses. Berikut lima simbol flowchart yang paling sering digunakan:


1. Terminator

Terminator merupakan simbol berbentuk oval yang menunjukkan awal dan akhir sebuah proses. Simbol ini membantu pengguna mengetahui titik dimulai dan berakhirnya suatu alur. Contohnya adalah:

  1. Mulai
  2. Selesai


2. Process

Process merupakan simbol berbentuk persegi panjang yang menunjukkan aktivitas atau pekerjaan dalam suatu alur. Simbol ini menjelaskan tindakan yang perlu dilakukan pada setiap tahap. Contohnya adalah:

  1. Mengisi data
  2. Menghitung nilai
  3. Melakukan pembayaran


3. Decision

Decision merupakan simbol berbentuk belah ketupat yang menunjukkan keputusan berdasarkan kondisi tertentu. Simbol ini biasanya menghasilkan dua pilihan alur, seperti “Ya” atau “Tidak”. Contohnya adalah:

  1. Apakah pembayaran berhasil?
  2. Apakah data sudah benar?


4. Input/Output

Input/output merupakan simbol berbentuk jajar genjang yang menunjukkan proses memasukkan atau menghasilkan data. Simbol ini membantu membedakan data yang diterima dan informasi yang ditampilkan. Contohnya adalah:

  1. Memasukkan username
  2. Menampilkan hasil pencarian


5. Flow Line

Flow line merupakan garis berpanah yang menghubungkan berbagai simbol dalam flowchart. Simbol ini menunjukkan arah dan urutan jalannya suatu proses. Arah panah membantu pengguna mengikuti alur dari satu langkah ke langkah berikutnya.


7 Contoh Flowchart dalam Kehidupan Sehari-Hari

Flowchart tidak hanya digunakan dalam pembuatan program atau sistem digital. Diagram ini juga dapat membantu kamu memahami urutan aktivitas sehari-hari agar setiap langkah lebih terarah dan tidak ada yang terlewat.

Berikut tujuh contoh flowchart dalam kehidupan sehari-hari yang mudah ditemukan:


1. Contoh Flowchart Membuat Kopi

Proses membuat kopi dapat digambarkan menggunakan flowchart agar setiap langkah terlihat lebih terstruktur. Alurnya dimulai dari menyiapkan bahan hingga kopi siap diminum.

Contoh gambar:

contoh-flowchart-membuat-kopi

Alur flowchart:

  1. Mulai
  2. Siapkan gelas, kopi, gula, dan air panas
  3. Masukkan kopi dan gula ke dalam gelas
  4. Tuangkan air panas
  5. Aduk hingga tercampur
  6. Periksa rasa kopi
  7. Apakah rasanya sudah sesuai?
  8. Jika belum, tambahkan gula atau kopi
  9. Jika sudah, kopi siap diminum
  10. Selesai

Flowchart tersebut menunjukkan bahwa aktivitas sederhana dapat dipecah menjadi langkah-langkah yang lebih jelas.


2. Contoh Flowchart Pergi Kuliah

Aktivitas pergi kuliah dapat dibuat menjadi flowchart untuk menggambarkan persiapan dan keputusan sebelum berangkat. Alur ini membantu mahasiswa menyesuaikan aktivitas berdasarkan jadwal kuliah.

Contoh gambar:

contoh-flowchart-pergi-kuliah

Alur flowchart:

  1. Mulai
  2. Bangun tidur
  3. Periksa jadwal kuliah
  4. Apakah ada kelas hari ini?
  5. Jika ya, siapkan perlengkapan kuliah
  6. Berangkat ke kampus
  7. Jika tidak, lakukan aktivitas lain
  8. Selesai

Flowchart ini menggunakan simbol decision untuk menentukan langkah berdasarkan ada atau tidaknya jadwal kuliah.


3. Contoh Flowchart Membeli Barang Online

Proses membeli barang secara online terdiri dari beberapa tahapan, mulai dari mencari produk hingga menyelesaikan pembayaran. Flowchart membuat alur transaksi tersebut lebih mudah dipahami.

Contoh gambar:

contoh-flowchart-membeli-barang-online

Alur flowchart:

  1. Mulai
  2. Buka aplikasi belanja online
  3. Cari produk yang diinginkan
  4. Pilih produk
  5. Masukkan produk ke keranjang
  6. Lakukan checkout
  7. Pilih metode pembayaran
  8. Lakukan pembayaran
  9. Apakah pembayaran berhasil?
  10. Jika ya, pesanan diproses dan dikirim
  11. Jika tidak, ulangi pembayaran
  12. Selesai

Flowchart ini membantu menggambarkan tahapan transaksi serta keputusan yang muncul ketika pembayaran berhasil atau gagal.


4. Contoh Flowchart Mengirim Tugas Kuliah

Flowchart dapat membantu mahasiswa mengatur proses pengerjaan dan pengumpulan tugas. Alur yang jelas dapat mengurangi risiko adanya instruksi atau tahapan penting yang terlewat.

Contoh gambar:

contoh-flowchart-mengirim-tugas-kuliah

Alur flowchart:

  1. Mulai
  2. Baca instruksi tugas
  3. Kerjakan tugas
  4. Periksa hasil pekerjaan
  5. Apakah tugas sudah sesuai?
  6. Jika belum, lakukan revisi
  7. Jika sudah, simpan file tugas
  8. Unggah tugas ke platform yang ditentukan
  9. Pastikan tugas berhasil terkirim
  10. Selesai

Flowchart tersebut membuat proses pengumpulan tugas menjadi lebih teratur dan mudah diperiksa kembali.


5. Contoh Flowchart Menggunakan ATM

Penggunaan ATM memiliki beberapa tahapan dan keputusan berdasarkan data yang dimasukkan oleh pengguna. Flowchart dapat menggambarkan cara mesin merespons setiap input selama transaksi berlangsung.

Contoh gambar:

contoh-flowchart-menggunakan-atm

Alur flowchart:

  1. Mulai
  2. Masukkan kartu ATM
  3. Masukkan PIN
  4. Apakah PIN benar?
  5. Jika salah, masukkan kembali PIN
  6. Jika benar, pilih jenis transaksi
  7. Masukkan jumlah uang
  8. Konfirmasi transaksi
  9. Ambil uang, struk, dan kartu ATM
  10. Selesai

Flowchart ini menunjukkan hubungan antara input pengguna, pemeriksaan sistem, dan hasil transaksi.


6. Contoh Flowchart Login Aplikasi

Proses login aplikasi merupakan contoh penggunaan flowchart dalam sistem digital. Diagram ini menggambarkan cara sistem memeriksa data sebelum memberikan akses kepada pengguna.

Contoh gambar:

contoh-flowchart-login-aplikasi

Alur flowchart:

  1. Mulai
  2. Masukkan username dan password
  3. Sistem memeriksa data pengguna
  4. Apakah data sudah benar?
  5. Jika ya, tampilkan halaman utama
  6. Jika tidak, tampilkan pesan kesalahan
  7. Pengguna memasukkan kembali data
  8. Selesai

Flowchart ini membantu developer memahami proses validasi serta respons sistem terhadap data yang benar atau salah.


7. Contoh Flowchart Mengatur Keuangan Bulanan

Pengelolaan keuangan bulanan dapat dibuat menjadi flowchart untuk membantu mengatur pemasukan dan pengeluaran. Alur tersebut memudahkan kamu menentukan tindakan berdasarkan kondisi keuangan.

Contoh gambar:

contoh-flowchart-mengatur-keuangan-bulanan

Alur flowchart:

  1. Mulai
  2. Catat jumlah pemasukan
  3. Catat seluruh pengeluaran
  4. Hitung sisa uang
  5. Apakah pengeluaran sesuai anggaran?
  6. Jika ya, lanjutkan rencana keuangan
  7. Jika tidak, kurangi pengeluaran
  8. Sisihkan uang untuk tabungan
  9. Lakukan evaluasi keuangan
  10. Selesai

Flowchart ini menunjukkan bahwa pengelolaan keuangan dapat dilakukan secara lebih terencana melalui langkah dan keputusan yang jelas.

Baca Juga: Frontend Engineer adalah: Definisi, Tugas, Kualifikasi dan Gaji


Cara Membuat Flowchart yang Baik

Flowchart yang baik harus memiliki alur yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami agar setiap tahapan proses dapat diikuti tanpa menimbulkan kebingungan. Berikut beberapa langkah yang dapat kamu lakukan untuk membuat flowchart sederhana:


1. Tentukan Tujuan Flowchart

Tentukan terlebih dahulu proses utama yang ingin kamu gambarkan secara visual melalui flowchart agar penyusunannya memiliki arah yang jelas. 

Tujuan yang jelas akan membuat alur tetap fokus pada topik utama. Hindari memasukkan informasi yang tidak berkaitan dengan proses tersebut.


2. Identifikasi Setiap Langkah Proses

Tuliskan seluruh tahapan yang terdapat dalam proses secara berurutan dari langkah awal hingga hasil akhir yang ingin dicapai. 

Pastikan tidak ada langkah penting yang terlewat. Kamu juga dapat menyederhanakan tahapan yang terlalu panjang agar lebih mudah dipahami.


3. Pilih Simbol yang Sesuai

Gunakan simbol flowchart yang sesuai dengan fungsi setiap tahapan agar informasi di dalam diagram dapat dipahami secara tepat. 

Misalnya, gunakan terminator untuk awal dan akhir, process untuk aktivitas, serta decision untuk keputusan. Pemilihan simbol yang tepat akan membuat alur lebih mudah dibaca.


4. Susun dan Periksa Alur Flowchart

Hubungkan setiap simbol menggunakan garis panah untuk menunjukkan urutan proses dari awal hingga akhir secara jelas. 

Periksa kembali seluruh langkah, simbol, dan arah panah agar tidak ada tahapan yang membingungkan. Jika menemukan kesalahan, perbaiki susunan flowchart sebelum digunakan.


Kesimpulan

Flowchart adalah diagram yang menggambarkan urutan proses secara visual menggunakan simbol tertentu. Diagram ini membuat alur lebih terstruktur dan mudah dipahami.

Untuk membuat flowchart yang baik, tentukan tujuan, susun setiap langkah, dan gunakan simbol yang sesuai. Periksa kembali alurnya agar tetap jelas dan tidak membingungkan.


Rekomendasi Bootcamp Front-End Web Development Terbaik Dengan Penyaluran Kerja!

Kalau kamu ingin berkarier sebagai front-end developer, memahami HTML, CSS, dan JavaScript secara teori saja belum cukup. Kamu juga perlu terbiasa membangun tampilan website yang responsif, interaktif, dan nyaman digunakan melalui praktik serta proyek yang relevan dengan kebutuhan industri.

Bootcamp Front-End Web Development Dibimbing membantu kamu mempelajari keterampilan tersebut melalui kelas interaktif, sesi praktik, pengerjaan proyek, dan pendampingan mentor berpengalaman.


Program Bootcamp Front-End Web Development Dibimbing:

  1. Live Class & Praktik: Pelajari pengembangan front-end melalui kelas interaktif dan praktik langsung bersama mentor.
  2. Kurikulum Industri: Kuasai HTML, CSS, JavaScript, hingga teknologi front-end yang digunakan dalam pengembangan website modern.
  3. Proyek & Portofolio: Kerjakan tugas dan proyek untuk mengasah kemampuan sekaligus membangun portofolio.
  4. Final Project: Terapkan keterampilan yang dipelajari melalui proyek akhir berbasis studi kasus.
  5. Mentoring: Dapatkan pendampingan dari mentor dan fasilitator selama proses pembelajaran.
  6. Persiapan Karier: Persiapkan keterampilan yang dibutuhkan untuk berkarier sebagai front-end developer.
  7. Komunitas: Terhubung dengan sesama peserta dan praktisi untuk memperluas kesempatan belajar dan networking.


Pilihan Bootcamp Terbaik Dibimbing:

  1. Bootcamp Front-End Web Development: Cocok untuk kamu yang ingin memahami alur pengguna (user flow) sebelum membangun tampilan website, mulai dari proses login, navigasi halaman, pengisian formulir, hingga interaksi pengguna.
  2. Bootcamp Back-End Development: Membantu kamu memahami penggunaan flowchart untuk menggambarkan logika program, alur pemrosesan data, autentikasi pengguna, integrasi API, hingga proses yang berjalan di sisi server.
  3. Bootcamp Full-Stack Web Development: Cocok untuk kamu yang ingin memahami alur aplikasi secara menyeluruh, mulai dari interaksi pengguna di front-end, proses bisnis dan logika di back-end, hingga penyimpanan dan pengelolaan data.


Siap Berkarier sebagai Front-End Developer?

Kamu akan mempelajari konsep sekaligus mengerjakan proyek untuk memahami bagaimana sebuah antarmuka website dibangun dari awal hingga dapat digunakan dengan baik. 

Yuk, Hubungi Bootcamp Front-End Web Development Dibimbing untuk melihat kurikulum, jadwal kelas, dan informasi pendaftaran!


FAQ Seputar Flowchart

Pelajari apa itu flowchart, fungsi, simbol, dan contoh flowchart dalam kehidupan sehari-hari untuk memahami alur proses dengan lebih mudah. Berikut beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan mengenai flowchart:


1. Apa yang Dimaksud dengan Flowchart?

Flowchart adalah diagram yang menggambarkan urutan langkah dalam suatu proses menggunakan simbol tertentu. Diagram ini membantu menyajikan alur secara visual agar lebih mudah dipahami.


2. Apa Fungsi Utama Flowchart?

Flowchart berfungsi untuk menyederhanakan proses yang kompleks menjadi tahapan yang lebih terstruktur. Penggunaannya juga membantu perencanaan, komunikasi, dan pengambilan keputusan.


3. Apa Saja Simbol Flowchart yang Sering Digunakan?

Simbol yang sering digunakan meliputi terminator, process, decision, input/output, dan flow line. Setiap simbol memiliki bentuk dan fungsi berbeda dalam menggambarkan alur proses.


4. Apakah Flowchart Hanya Digunakan dalam Pemrograman?

Tidak, flowchart juga dapat digunakan untuk berbagai aktivitas sehari-hari. Contohnya adalah membuat kopi, berbelanja online, mengirim tugas, menggunakan ATM, dan mengatur keuangan.


5. Bagaimana Cara Membuat Flowchart yang Baik?

Mulailah dengan menentukan tujuan dan menyusun setiap tahapan proses secara berurutan. Kemudian, gunakan simbol yang sesuai dan periksa kembali alurnya agar mudah dipahami.

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!