Dari Bootcamp ke MT Logistik, Ini Cerita Kak Dwiki
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Dibuat pada 30 Jun 2026
Diubah pada 26 Jul 2026
140
Tertarik masuk dunia logistik, tapi masih merasa ilmu kuliah belum cukup buat siap kerja, Warga Bimbingan? Hal ini juga pernah dirasakan Kak Dwiki Osa Maliki saat ingin mendalami Supply Chain Management secara lebih praktis.
Lewat Bootcamp Supply Chain Management Dibimbing, Kak Dwiki belajar langsung bersama mentor berpengalaman dan mengembangkan skill yang relevan dengan kebutuhan industri. Menariknya, perjalanan ini akhirnya membawa Kak Dwiki meraih posisi Management Trainee Logistik di ASSA Rent.
Penasaran bagaimana cerita Kak Dwiki dari bootcamp sampai bisa masuk dunia logistik profesional? Yuk, MinDi ajak Warga Bimbingan simak kisah lengkapnya di artikel ini!
Dulu Cuma Punya Mimpi Masuk Dunia Logistik
Sumber: Instagram @dibimbing.id
Sebelum jadi Management Trainee, Kak Dwiki Osa Maliki sudah punya ketertarikan besar pada dunia logistik dan supply chain. Ia melihat bidang ini penting karena selalu dibutuhkan dalam aktivitas bisnis dan distribusi barang.
Sebagai lulusan Manajemen, Kak Dwiki sebenarnya sudah belajar operasional di kampus. Namun, ia merasa pemahamannya masih belum cukup praktis untuk masuk ke dunia industri.
“Sebagai lulusan manajemen, aku emang udah belajar operasional di kampus, tapi jujur dulu rasanya masih ngambang dan cuma tahu kulit luarnya doang,” ungkap Kak Dwiki, alumni Bootcamp Supply Chain Management Batch 1.
Dari situ, Kak Dwiki mulai ingin mendalami supply chain agar ilmunya lebih kepake untuk membangun karier di bidang logistik.
Baca Juga: Kisah Sukses Alfian Dari Pro Player MLBB ke Software Engineer Indosat
Kuliah Aja Ternyata Belum Cukup
Sumber: Instagram @dibimbing.id
Meski sudah belajar operasional di kampus, Kak Dwiki merasa pemahamannya tentang supply chain masih belum benar-benar siap untuk kebutuhan industri.
“Aku emang udah belajar operasional di kampus, tapi rasanya masih ngambang dan cuma tahu kulit luarnya doang,” ungkap Kak Dwiki.
1. Masih Sebatas Tahu Dasarnya
Saat kuliah, Kak Dwiki sudah mengenal konsep operasional dan manajemen, tetapi pembahasannya masih terasa umum dan belum masuk ke detail praktik supply chain.
Ia belum benar-benar melihat bagaimana proses tersebut berjalan dari hulu ke hilir. Akhirnya, pemahamannya masih terasa belum utuh.
2. Belum Dekat dengan Praktik Industri
Teori di kelas memang membantu Kak Dwiki punya fondasi awal, tetapi dunia kerja punya tantangan yang lebih nyata dan kompleks.
Mulai dari warehouse, distribusi, hingga logistik, semuanya membutuhkan pemahaman yang praktis. Hal inilah yang membuatnya ingin belajar dari pendekatan yang lebih dekat dengan industri.
3. Butuh Skill yang Lebih Kepake
Kak Dwiki menyadari bahwa perusahaan tidak hanya mencari kandidat yang paham teori, tetapi juga mampu menerapkan skill di lapangan.
Ia ingin memiliki keterampilan yang lebih relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Dengan begitu, ia bisa lebih siap membangun karier di bidang supply chain.
Baca Juga: Lulusan Geografi Jadi Data Analyst? Kisah Sukses Fuad Buktinya
Kepincut Dibimbing karena Programnya Lengkap
Sumber: Instagram @dibimbing.id
Saat mencari tempat belajar Supply Chain Management, Kak Dwiki tidak hanya ingin mendapatkan materi tambahan.
Ia juga mencari program yang dapat membantunya memahami industri sekaligus membuka peluang karier di masa depan.
1. Program Supply Chain yang Masih Jarang Ditemukan
Menurut Kak Dwiki, tidak banyak platform yang menyediakan program khusus Supply Chain Management secara mendalam.
Hal ini membuat Bootcamp SCM Dibimbing menarik perhatian sejak awal. Ia melihat kesempatan untuk belajar bidang yang memang sesuai dengan minat dan tujuan kariernya.
2. Ada Magang dan Penyaluran Kerja
Selain materi pembelajaran, Kak Dwiki juga tertarik dengan adanya program magang dan career support.
Fitur ini memberinya gambaran yang lebih jelas tentang peluang setelah lulus bootcamp. Baginya, belajar akan terasa lebih bernilai jika dapat membantu membuka jalan menuju dunia kerja.
3. Belajar dari Mentor yang Berpengalaman
Kak Dwiki ingin belajar langsung dari praktisi yang sudah berkecimpung di industri supply chain. Dengan begitu, ia bisa memahami tantangan dan kebutuhan dunia kerja secara lebih nyata. Pengalaman para mentor juga membantunya mendapatkan insight yang sulit ditemukan di bangku kuliah.
“Aku pilih Dibimbing karena programnya cukup lengkap. Selain belajar Supply Chain Management, ada juga kesempatan magang dan penyaluran kerja yang menurutku sangat membantu untuk persiapan karier,” ungkap Kak Dwiki.
Baca Juga: Perjalanan Kak Anastya Menjadi Data Analyst dalam 4 Bulan
Ilmunya Langsung Kepakai di Tempat Kerja
Sumber: Instagram @dibimbing.id
Setelah mengikuti Bootcamp Supply Chain Management Dibimbing, Kak Dwiki merasa materi yang dipelajari tidak hanya menambah wawasan, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri.
Ia mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang berbagai aspek supply chain yang sebelumnya belum banyak dipelajari saat kuliah.
“Materi yang paling berkesan buat aku itu Warehouse Management dan Logistic Management. Ilmu yang diajarin cukup detail dan ternyata banyak yang kepake di pekerjaan sekarang,” ungkap Kak Dwiki.
Menurut Kak Dwiki, pemahaman tersebut membantunya melihat proses operasional dari sudut pandang yang lebih luas.
Ia tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga bagaimana penerapannya dalam aktivitas kerja sehari-hari. Hal ini membuat proses adaptasinya di dunia kerja menjadi lebih mudah dan percaya diri.
Baca Juga: Cerita Sukses Arsyad Tembus Software Engineer Usai Belajar Back-End
Dari Belajar, Akhirnya Lolos Management Trainee
Sumber: Instagram @dibimbing.id
Perjalanan belajar yang dijalani Kak Dwiki akhirnya membuahkan hasil. Berbekal pemahaman yang lebih mendalam tentang supply chain dan logistik, ia berhasil meraih posisi Management Trainee (MT) Logistik di ASSA Rent, sebuah pencapaian yang sebelumnya hanya menjadi target kariernya.
1. Lebih Siap Menghadapi Proses Rekrutmen
Bootcamp membantu Kak Dwiki memahami industri supply chain secara lebih menyeluruh. Pengetahuan tersebut membuatnya lebih percaya diri saat mengikuti proses seleksi kerja. Ia juga lebih siap menjelaskan kemampuan dan pemahamannya kepada recruiter.
2. Memiliki Bekal yang Relevan dengan Industri
Materi yang dipelajari selama bootcamp ternyata sejalan dengan kebutuhan dunia kerja. Pemahaman tentang warehouse management dan logistic management menjadi nilai tambah saat memasuki industri. Hal ini membantunya beradaptasi lebih cepat dengan lingkungan kerja baru.
“Materi yang paling berkesan buat aku itu Warehouse Management dan Logistic Management. Ilmu yang diajarin cukup detail dan ternyata banyak yang kepake di pekerjaan sekarang,” ungkap Kak Dwiki.
3. Mimpi Karier di Logistik Jadi Kenyataan
Apa yang dulu hanya menjadi ketertarikan terhadap dunia logistik kini berhasil diwujudkan menjadi karier profesional.
Posisi Management Trainee menjadi langkah awal bagi Kak Dwiki untuk terus berkembang di bidang supply chain. Perjalanan ini membuktikan bahwa belajar dan mengembangkan skill yang tepat dapat membuka peluang karier yang lebih besar.
Baca Juga: Perjalanan Karir Kak Tsabita: Dari Lulusan Psikologi ke HR
Wujudkan Karier Supply Chain Impianmu Bersama Dibimbing!
Kisah Kak Dwiki yang berhasil menjadi Management Trainee Logistik di ASSA Rent setelah mengikuti Bootcamp Supply Chain Management Dibimbing tentu bisa jadi inspirasi, Warga Bimbingan.
Dengan materi praktis, mentor berpengalaman, dan studi kasus industri, kamu bisa membangun skill supply chain yang lebih siap dipakai di dunia kerja. Hasilnya juga nyata, 96% lulusan bootcamp Dibimbing berhasil bekerja dan didukung jaringan 1.100+ hiring partners di berbagai industri.
Punya pertanyaan seputar kurikulum, mentor, atau peluang karier setelah lulus? Hubungi MinDi di sini dan mulai langkah pertamamu menuju karier supply chain bersama Dibimbing. #BimbingSampeJadi!
FAQ
1. Apakah pemula bisa ikut Bootcamp Supply Chain?
Bisa. Warga Bimbingan akan belajar dari dasar sampai siap berkarier, dengan materi bertahap dan bimbingan mentor berpengalaman.
2. Bagaimana jadwal Bootcamp Supply Chain?
Kelas berlangsung 1–3 sesi per minggu pada Sabtu dan Minggu. Jadwalnya tersedia pagi pukul 09.00–12.00 atau siang pukul 13.00–16.00.
3. Apakah diskusi di luar kelas kena biaya tambahan?
Tidak ada biaya tambahan. Warga Bimbingan bisa berdiskusi melalui grup bersama mentor, teman sekelas, dan peserta lainnya.
4. Apa syarat mengikuti fasilitas Job Connect?
Syarat utamanya adalah memiliki pendidikan minimal D3 dan berusia maksimal 35 tahun saat rangkaian bootcamp selesai.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
