Perjalanan Kak Anastya Menjadi Data Analyst dalam 4 Bulan
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
02 Juni 2026
•
75
Pernah merasa bingung mau mulai upgrade karier dari mana, Warga Bimbingan? Hal yang sama juga sempat dirasakan Kak Anastya saat ingin mencari skill baru yang lebih relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Ketertarikannya pada dunia data membuat Kak Anastya mulai belajar tentang Data Analyst, tetapi prosesnya ternyata tidak mudah. Mulai dari bingung belajar sendiri hingga kurang memahami praktik langsung menjadi tantangan yang sempat dihadapi.
Karena itu, Kak Anastya memutuskan mengikuti bootcamp agar proses belajarnya lebih terarah dan sesuai kebutuhan industri. Yuk, baca sampai akhir cerita perjalanan Kak Anastya hingga berhasil menjadi Data Analyst dalam 4 bulan!
Keinginan Upgrade dan Switch Karier
Sumber: Testimoni Alumni Dibimbing
Sebagai alumni Matematika, Kak Anastya Rachma Indiarto sebenarnya sudah cukup familiar dengan angka dan proses analisis data. Namun, seiring berkembangnya industri digital, ia mulai merasa perlu meningkatkan skill agar lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja saat ini.
Di sisi lain, Kak Anastya juga sempat merasa bingung harus mulai belajar dari mana untuk bisa masuk ke bidang Data Analyst. Belajar secara mandiri terasa cukup menantang karena banyak tools dan materi baru yang perlu dipahami secara praktik, bukan hanya teori.
Karena itu, Kak Anastya mulai mencari tempat belajar yang lebih terarah agar proses upgrade skill dan switch karier terasa lebih jelas.
“Aku sadar kalau sekarang industri butuh practical skill, jadi aku pengen belajar yang benar-benar relevan dan kepakai di dunia kerja.” Kak Anastya Rachma Indiarto, Student Bootcamp Data Analytics Offline Batch 2 Jakarta
Baca Juga : Baru Lulus Bootcamp, Sarjana Matematika Ini Dapet Kerja Jadi Data Analyst
Kendala Sebelum Ikut Bootcamp
Sumber: Testimoni Alumni Dibimbing
Sebelum memulai perjalanan menjadi Data Analyst, Kak Anastya juga sempat mengalami beberapa tantangan dalam proses belajar dan pengembangan skill.
Berikut beberapa kendala yang pernah dirasakan Kak Anastya sebelum ikut bootcamp!
1. Bingung Mulai Belajar
Kak Anastya sempat merasa bingung harus mulai belajar dari materi yang mana terlebih dahulu.
Dunia data memiliki banyak tools, istilah, dan skill baru yang terasa cukup kompleks untuk dipahami sendiri. Hal ini membuat proses belajar terasa kurang terarah di awal.
2. Teori Kampus Belum Cukup
Meskipun sudah terbiasa dengan angka dan analisis, Kak Anastya merasa teori dari kampus belum sepenuhnya sesuai kebutuhan industri saat ini.
Banyak skill praktikal yang ternyata lebih sering digunakan di dunia kerja. Karena itu, ia mulai mencari pembelajaran yang lebih relevan dan aplikatif.
“Aku ngerasa teori aja belum cukup, karena ternyata dunia kerja lebih banyak butuh practical skill dan pengalaman langsung.” Kak Anastya Rachma Indiarto, Student Bootcamp Data Analytics Offline Batch 2 Jakarta
3. Kurang Praktik dan Mentoring
Belajar secara mandiri membuat Kak Anastya cukup kesulitan saat menemukan materi atau tools baru.
Tidak adanya mentor untuk bertanya juga membuat proses belajar terasa lebih lambat. Selain itu, ia ingin mendapatkan pengalaman belajar langsung melalui praktik dan project nyata.
Baca Juga : Nekat Switch Career, Anak Teknik Ini Jadi Data Analyst Dalam 4 Bulan
Alasan Memilih Bootcamp Dibimbing
Sumber: Testimoni Alumni Dibimbing
Saat ingin serius belajar Data Analytics, Kak Anastya mulai mencari tempat belajar yang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik langsung sesuai kebutuhan industri.
Dari proses tersebut, ada beberapa alasan yang membuat Kak Anastya akhirnya memilih Bootcamp Dibimbing.
1. Belajar Langsung dengan Mentor
Salah satu hal yang menarik perhatian Kak Anastya adalah adanya sesi mentoring langsung bersama mentor berpengalaman.
Dengan mentor, proses belajar terasa lebih jelas karena bisa langsung bertanya saat mengalami kesulitan. Hal ini membantu Kak Anastya memahami materi dengan lebih cepat dan terarah.
2. Banyak Praktik dan Project
Kak Anastya juga tertarik karena pembelajaran di bootcamp lebih banyak praktik dibanding hanya teori saja.
Setiap materi dipelajari melalui studi kasus dan project yang relevan dengan dunia kerja. Cara belajar seperti ini membuat skill yang dipelajari terasa lebih aplikatif.
3. Materi Sesuai Kebutuhan Industri
Materi yang diajarkan di bootcamp dianggap lebih relevan dengan kebutuhan industri Data Analytics saat ini.
Kak Anastya jadi bisa mempelajari tools dan skill yang memang sering digunakan perusahaan. Karena itu, proses belajar terasa lebih membantu untuk persiapan karier.
4. Lingkungan Belajar yang Suportif
Selain materi dan mentor, lingkungan belajar di bootcamp juga membuat Kak Anastya lebih semangat untuk berkembang.
Bisa belajar bersama teman dengan tujuan yang sama membuat proses belajar terasa lebih nyaman dan konsisten. Hal ini membantu Kak Anastya tetap termotivasi selama mengikuti bootcamp.
Baca Juga : Perjalanan Ibu Rumah Tangga Jadi Profesional Data Science
Setelah Ikut Bootcamp Dibimbing
Sumber: Testimoni Alumni Dibimbing
Setelah mengikuti Bootcamp Data Analytics, Kak Anastya mulai merasa lebih percaya diri dengan skill yang dimiliki.
Materi yang dipelajari melalui praktik dan project membantu dirinya memahami alur kerja Data Analyst secara lebih nyata.
Tidak hanya belajar teori, Kak Anastya juga mendapatkan pengalaman menggunakan tools dan menyelesaikan studi kasus yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Aku jadi lebih paham dunia Data Analytics secara praktik, bukan cuma teori aja. Dari sini aku juga jadi lebih percaya diri buat mulai karier di bidang data.” Kak Anastya Rachma Indiarto, Student Bootcamp Data Analytics Offline Batch 2 Jakarta
Dalam waktu 4 bulan, Kak Anastya berhasil berkembang dan memulai perjalanan karier sebagai Data Analyst. Proses belajar yang lebih terarah juga membantu dirinya memahami bagaimana data digunakan dalam pengambilan keputusan bisnis di dunia kerja.
Tertarik Jadi Data Analyst dan Upgrade Skill Data?
Kalau kamu masih bingung mulai belajar Data Analytics dari mana atau ingin punya skill yang relevan dengan kebutuhan industri, mungkin sekarang saatnya upgrade skill lewat Bootcamp Data Analyst Dibimbing.
Belajar langsung bersama mentor berpengalaman dengan materi berbasis praktik mulai dari Excel, SQL, Python, data visualization, hingga project dan portfolio untuk persiapan karier. Semua materi dirancang agar kamu lebih siap menghadapi dunia kerja Data Analytics.
Sudah ada 3400+ career shifter yang berkembang bersama Dibimbing, didukung 1.100+ hiring partner, dan tingkat keberhasilan alumni mencapai 96%.
Kalau masih punya pertanyaan soal materi, sistem belajar, atau peluang karier di bidang data, kamu bisa konsultasi gratis disini. Saatnya mulai perjalanan kariermu bersama Dibimbing dan #BimbingSampeJadi!
Tags
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
