Baru Lulus Bootcamp, Sarjana Matematika Ini Dapet Kerja Jadi Data Analyst
Farijihan Putri
•
04 February 2026
•
56
Warga Bimbingan pernah kamu punya wishlist atau cita-cita yang udah dianggep dari zaman kuliah, tapi merasa kayak masih jauh banget buat dicapai? Atau mungkin kamu baru lulus dan bingung gimana caranya nyelipin pengalaman konkret di CV biar dilirik recruiter?
Kisah Kak Zidny Ilma Zain ini bakal kasih kamu suntikan semangat dan peta jalan yang jelas. Sebagai alumni Bootcamp Data Science dibimbing.id batch 35+, Zidny berhasil mewujudkan mimpinya: langsung bekerja sebagai Data Analyst di Amtiss tak lama setelah lulus bootcamp.
Padahal, latar belakang pendidikannya adalah Sarjana Matematika, yang meski relevan, tetap butuh skill teknis spesifik untuk terjun ke industri. Yuk, kita telusuri perjalanannya!
Dari Skripsi ke Passion: Awal Mula Ketertarikan di Dunia Data
Bagi Zidny, dunia data bukanlah hal yang sama sekali asing. Semuanya berawal saat mengerjakan skripsi. “Berawal belajar pake materi dan tools data pas skripsian...” ujarnya. Di saat banyak orang mungkin merasa pusing dengan angka dan analisis, Zidny justru menemukan keseruannya.
Ia menyadari bahwa Data Analytics adalah bidang yang menarik untuk diperdalam, apalagi melihat betapa setiap perusahaan membutuhkan data untuk menjalankan bisnisnya. Insight ini yang membuka matanya: penguasaan data membuka peluang kerja di mana saja.
Keyakinan inilah yang akhirnya mendorongnya untuk mengambil langkah serius dengan mengikuti bootcamp, memutuskan untuk mendalami apa yang bagi orang lain terlihat rumit, tapi baginya adalah tantangan yang mengasyikkan.
Baca Juga: Panduan Switch Career ke Data Science dalam 6 Bulan
Bootcamp Weekend & 1-on-1 Mentoring: Kombinasi Pembelajaran yang Tepat
Memilih bootcamp yang tepat adalah kunci. Zidny memilih Dibimbing karena suatu alasan praktis yang ternyata sangat mempengaruhi efektivitas belajarnya: “Well, aku pilih bootcamp ini karena cuman satu-satunya yang kelasnya di weekend pagi jadi lebih fresh deh otak aku~”.
Jadwal weekend membantunya mengatur waktu tanpa bentrok dengan aktivitas lain, memastikan ia bisa fokus dengan pikiran yang segar. Namun, yang tak kalah penting adalah kualitas pendampingan.
Zidny sangat menghargai sesi konsultasi 1-on-1 dengan mentor dan dukungan dari tim talent support yang selalu mendengarkan keresahannya selama proses belajar.
Kombinasi antara jadwal yang friendly dan bimbingan personal ini menciptakan lingkungan belajar yang suportif, membantunya menguasai skill inti seperti membuat dashboard, prediksi data, SQL, dan Python yang langsung ia aplikasikan di dunia kerja.
