Kisah Sukses Alfian Dari Pro Player MLBB ke Software Engineer Indosa
Farijihan Putri
•
03 Juni 2026
•
76
Berpindah karier ke dunia teknologi sering dianggap sulit, terutama bagi mereka yang sudah lama berada di jalur profesi yang berbeda. Namun, kisah Alfian membuktikan proses belajar yang tepat dapat membuka peluang baru yang tidak terduga.
Mantan pro player Mobile Legends ini berhasil mengembangkan kariernya hingga menjadi Software Development Engineer Test di Indosat.
Perjalanan tersebut dimulai ketika ia memutuskan mengikuti Bootcamp Full-Stack Web Development Online dari Dibimbing untuk memperdalam kemampuan coding dan memahami pengembangan software secara end-to-end.
Dari sekadar ingin meningkatkan skill, langkah tersebut justru membawanya ke posisi karier yang lebih tinggi di industri teknologi.
Dari Dunia Esports hingga Menemukan Minat di Software Development
Perjalanan karier Alfian tidak langsung dimulai dari dunia software engineering. Sebelum bekerja di industri teknologi, ia sempat menekuni berbagai bidang yang membentuk pengalaman dan sudut pandangnya saat ini.
1. Pernah Menjadi Pro Player Mobile Legends
Tidak banyak yang tahu bahwa Alfian pernah berkarier sebagai pemain profesional Mobile Legends bersama tim esports ternama. Pengalaman sebagai pro player mengajarkannya banyak hal, mulai dari disiplin, kerja sama tim, hingga kemampuan berpikir strategis dalam tekanan tinggi.
Meski dunia esports memberikan pengalaman berharga, Alfian menyadari bahwa ia juga perlu mempersiapkan karier jangka panjang. Karena itu, ia mulai mengeksplorasi berbagai peluang di luar industri gaming.
2. Menjelajahi Berbagai Profesi di Dunia Teknologi
Setelah meninggalkan dunia kompetitif esports, Alfian sempat mencoba beberapa posisi kerja seperti Technical Writer dan QA Engineer. Pengalaman tersebut membuatnya semakin dekat dengan ekosistem teknologi dan pengembangan software.
Sebagai lulusan Teknik Informatika, ia sebenarnya sudah memiliki dasar pengetahuan terkait dunia teknologi. Namun, ia merasa masih perlu meningkatkan kemampuan coding agar dapat berkembang lebih jauh dalam kariernya.
3. Memutuskan Mendalami Full-Stack Development
Saat bekerja sebagai QA Engineer, Alfian mulai melihat pentingnya memahami keseluruhan alur pengembangan aplikasi. Ia tidak hanya ingin memahami proses testing, tetapi juga ingin mengetahui bagaimana sebuah sistem dibangun dari sisi front-end hingga back-end.
Karena itulah ia memutuskan mengikuti program pembelajaran yang lebih terstruktur agar bisa menguasai pengembangan web secara menyeluruh.
Baca Juga: Dibimbing Bootcamp Offline Full Stack Web Developer Jakarta
Belajar Full-Stack Development Secara Terstruktur
Memiliki ketertarikan terhadap coding saja tidak cukup. Dibutuhkan lingkungan belajar yang tepat agar proses pengembangan skill berjalan lebih efektif dan terarah.
1. Memilih Program yang Working-Friendly
Sebagai seseorang yang tetap bekerja sambil belajar, Alfian membutuhkan program yang fleksibel dan tidak mengganggu aktivitas profesionalnya. Salah satu alasan memilih Dibimbing adalah jadwal pembelajaran yang dirancang agar tetap nyaman diikuti oleh pekerja aktif.
Dengan sistem belajar yang terstruktur, peserta dapat mengatur waktu belajar tanpa harus meninggalkan pekerjaan utama mereka.
2. Materi yang Disusun Sesuai Kebutuhan Industri
Selama mengikuti bootcamp, Alfian mempelajari berbagai materi penting dalam pengembangan software modern. Mulai dari JavaScript, integrasi database, API, version control, deployment, hingga implementasi CI/CD.
Materi tersebut tidak hanya membantu memahami teori, tetapi juga memberikan gambaran nyata mengenai workflow yang digunakan oleh tim engineering di perusahaan teknologi.
3. Didampingi Mentor dan Class Manager
Selain kurikulum yang terarah, Alfian juga merasakan manfaat dari pendampingan mentor dan Class Manager yang responsif. Ketika menghadapi kendala teknis atau kesulitan memahami materi tertentu, peserta dapat berdiskusi langsung dan mendapatkan arahan yang lebih jelas.
Lingkungan belajar yang suportif membuat proses belajar terasa lebih nyaman, bahkan ketika harus mempelajari konsep yang cukup kompleks.
4. Membangun Portfolio Melalui Praktik Langsung
Salah satu aspek penting dalam pembelajaran coding adalah praktik. Karena itu, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga mengerjakan berbagai assignment dan project yang dapat digunakan sebagai portfolio.
Melalui pengalaman tersebut, peserta dapat membuktikan kemampuan teknis mereka kepada recruiter maupun perusahaan ketika melamar pekerjaan.
Bagi kamu yang ingin memulai perjalanan serupa melalui pembelajaran tatap muka, artikel Kursus Web Developer Offline dapat menjadi referensi untuk memahami opsi pembelajaran yang tersedia.
Skill Baru yang Membuka Peluang Karier Lebih Besar
Keputusan Alfian untuk memperdalam kemampuan coding ternyata memberikan dampak yang jauh lebih besar dari yang ia bayangkan sebelumnya.
1. Materi Bootcamp Langsung Terpakai di Dunia Kerja
Setelah menyelesaikan program pembelajaran, Alfian mulai merasakan bahwa banyak materi yang dipelajari ternyata sangat relevan dengan pekerjaannya.
Pemahaman mengenai JavaScript, integrasi database, serta implementasi CI/CD membantunya memahami sistem secara lebih menyeluruh. Dengan perspektif full-stack, ia menjadi lebih mudah mengidentifikasi sumber masalah ketika terjadi error dalam aplikasi.
2. Memahami Flow Pengembangan Secara End-to-End
Salah satu keuntungan terbesar mempelajari full-stack development adalah kemampuan memahami keseluruhan proses pengembangan software.
Tidak hanya mengetahui bagian testing, Alfian juga memahami bagaimana data diproses di back-end, bagaimana aplikasi ditampilkan di front-end, hingga bagaimana sistem dideploy ke production environment.
Kemampuan tersebut membuatnya memiliki nilai tambah dibanding hanya fokus pada satu area tertentu.
3. Berhasil Menjadi Software Development Engineer Test
Hasil dari proses belajar tersebut akhirnya terlihat dalam perkembangan karier Alfian. Ia berhasil mendapatkan posisi sebagai Software Development Engineer Test di Indosat.
Pencapaian ini menunjukkan bahwa investasi terhadap skill baru dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan. Bahkan, pengalaman dari berbagai bidang yang pernah dijalani justru menjadi modal tambahan untuk berkembang di dunia teknologi.
4. Tidak Ada Kata Terlambat untuk Belajar Skill Baru
Salah satu pelajaran terbesar dari perjalanan Alfian adalah pentingnya terus belajar. Berkarier di satu bidang bukan berarti seseorang harus berhenti mengembangkan kemampuan lain.
Dengan konsistensi belajar dan lingkungan yang mendukung, peluang untuk beralih karier maupun meningkatkan posisi profesional akan selalu terbuka.
Kalau kamu masih bingung harus memulai dari mana, artikel Jadi Full Stack Developer dari Nol dapat membantu memahami roadmap belajar yang perlu dipersiapkan.
Baca Juga: Harga Kelas Bootcamp Full Stack Web Development Offline
Siap Memulai Karier di Dunia Software Development?
Perjalanan Alfian membuktikan perubahan karier bisa dimulai dari satu keputusan sederhana: mau belajar hal baru.
Melalui Bootcamp Full-Stack Web Development Online Dibimbing, peserta akan mempelajari pengembangan web secara end-to-end mulai dari front-end, back-end, database, API, hingga deployment dengan pendekatan yang sesuai kebutuhan industri.
Program ini dilengkapi dengan live class interaktif, project portfolio, career preparation, konsultasi 1-on-1 tanpa batas, serta pendampingan mentor berpengalaman yang siap membantu proses belajar hingga siap kerja.
Bagi kamu yang lebih nyaman belajar secara fleksibel dari mana saja, tersedia Bootcamp Full-Stack Web Development Online dengan jadwal yang ramah untuk pekerja aktif.
Sementara itu, jika ingin mendapatkan pengalaman belajar yang lebih intensif dan interaktif, kamu juga bisa mengikuti Bootcamp Full-Stack Web Development Offline di Jakarta yang memungkinkan peserta berinteraksi langsung dengan mentor dan sesama peserta selama proses pembelajaran.
Dengan dukungan 1.100+ hiring partner untuk penyaluran kerja dan terbukti 96% alumni sukses bekerja di industri, kesempatan untuk membangun karier di bidang software development kini semakin terbuka.
Kalau kamu punya pertanyaan seperti, “Apakah penyaluran kerja akan ada career preparation terlebih dahulu? atau Bagaimana proses final project-nya?”, konsultasi langsung saja di sini!
Saatnya memulai langkah pertamamu bersama Dibimbing. yang pasti #BimbingSampeJadi karier impianmu di bidang web development!
FAQ
1. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk belajar Full-Stack Development?
Waktu belajar berbeda untuk setiap orang, tetapi umumnya membutuhkan beberapa bulan pembelajaran terstruktur dan praktik rutin untuk membangun portfolio yang siap digunakan saat melamar kerja.
2. Apakah Full-Stack Developer harus menguasai desain UI/UX?
Tidak wajib. Full-Stack Developer fokus pada pengembangan aplikasi dari sisi front-end dan back-end, sementara desain UI/UX biasanya ditangani oleh tim khusus.
3. Apakah laptop spesifikasi standar cukup untuk belajar coding?
Ya. Sebagian besar materi Full-Stack Development dapat dipelajari menggunakan laptop dengan spesifikasi menengah selama mampu menjalankan browser, code editor, dan tools development dasar.
Tags
