Lulusan Geografi Jadi Data Analyst? Kisah Sukses Fuad Buktinya
Farijihan Putri
•
02 Juni 2026
•
63
Belajar Data Science sering dianggap hanya untuk lulusan IT atau Computer Science. Padahal, banyak professional data saat ini justru berasal dari latar belakang pendidikan yang sangat beragam. Salah satunya adalah Fuad Hisyam, lulusan Geografi yang berhasil membangun karier baru sebagai Data Analyst.
Perjalanan tersebut dimulai ketika ia bergabung dengan Bootcamp Data Science & AI Machine Learning Online dari Dibimbing untuk mempelajari skill data secara lebih terstruktur. Ceritanya membuktikan kesempatan berkarier di bidang data terbuka untuk siapa saja yang mau belajar dan terus berkembang.
Yuk, simak kisah sukses Fuad selengkapnya bersama MinDi!
Baca Juga: Rekomendasi Data Scientist Bootcamp Terbaik
Dari Lulusan Geografi hingga Menemukan Dunia Data
Sebelum bekerja sebagai Data Analyst, Fuad sempat menjalani berbagai pekerjaan yang berbeda dari bidang data. Setelah lulus kuliah Geografi, ia pernah menjadi guru, surveyor lapangan, hingga customer service.
Meski mendapatkan banyak pengalaman baru, Fuad mulai menyadari dirinya membutuhkan skill yang lebih relevan dengan perkembangan industri saat ini. Ia melihat banyak perusahaan mulai mengandalkan data untuk mengambil keputusan bisnis, sementara kebutuhan talenta data juga terus meningkat.
Ketertarikannya pada bidang data muncul dari hal-hal sederhana yang sering ditemui sehari-hari. Mulai dari rekomendasi produk di marketplace, algoritma media sosial, hingga teknologi machine learning yang semakin dekat dengan kehidupan masyarakat.
Rasa penasaran tersebut membuat Fuad mulai mencari tahu teknologi data bekerja di balik berbagai platform digital yang digunakan setiap hari. Dari situlah ia memutuskan untuk mempelajari Data Science secara lebih serius dan memilih mengikuti bootcamp agar proses belajarnya lebih terarah.
Belajar Data Science dari Nol Ternyata Bisa
Masuk ke dunia Data Science sering terasa menantang bagi career switcher. Fuad juga sempat memiliki kekhawatiran yang sama karena sebelumnya tidak memiliki latar belakang pendidikan teknologi.
Namun, pengalaman belajarnya menunjukkan skill data bisa dipelajari dari nol selama memiliki komitmen dan lingkungan belajar yang tepat. Coba deh simak pengalaman belajar Fuad!
1. Belajar Secara Konsisten Meski Kelas Hanya di Akhir Pekan
Fuad mengikuti kelas bootcamp pada akhir pekan, tetapi proses belajarnya tidak berhenti setelah sesi live class selesai. Sepanjang hari kerja, ia tetap meluangkan waktu untuk mengulang materi dan mengerjakan assignment yang diberikan mentor.
Rutinitas tersebut membuat pemahamannya berkembang lebih cepat karena materi yang dipelajari terus dipraktikkan secara konsisten.
2. Sistem Assignment Membantu Menjaga Disiplin
Salah satu hal yang paling berkesan bagi Fuad adalah sistem assignment yang membuat peserta tetap aktif belajar setiap minggu.
Adanya deadline tugas membuatnya lebih disiplin dan tidak mudah menunda proses belajar. Kebiasaan tersebut ternyata menjadi modal penting ketika nantinya harus menghadapi ritme kerja profesional.
3. Ada Mentor yang Siap Membantu Saat Mengalami Kendala
Belajar Data Science tentu tidak selalu berjalan mulus. Saat menemukan error atau kesulitan memahami konsep tertentu, Fuad bisa langsung berdiskusi melalui sesi konsultasi 1-on-1 bersama mentor.
Dukungan tersebut membuat proses belajar terasa lebih nyaman karena setiap masalah bisa segera mendapatkan solusi.
4. Menemukan Cara Belajar yang Cocok
Untuk memaksimalkan proses belajar, Fuad bahkan membuat catatan menggunakan sticky notes yang ditempel di sekitar ruangan.
Cara tersebut membantunya mengingat berbagai konsep penting terkait data analysis dan machine learning. Metode sederhana tersebut menjadi salah satu alasan mengapa proses belajarnya terasa lebih efektif.
Buat Warga Bimbingan yang masih penasaran dengan perkembangan profesi di bidang data, artikel Data Scientist Career Path bisa membantu memahami berbagai peluang posisi yang tersedia di industri data saat ini.
Baca Juga: 5 Rekomendasi Kursus Artificial Intelligence Terbaik
Dari Belajar Skill hingga Mendapatkan Pekerjaan Baru
Belajar skill baru tentu menjadi langkah awal yang penting. Namun, tujuan utama banyak career switcher adalah memperoleh pekerjaan yang lebih sesuai dengan minat dan potensi pengembangan karier di masa depan.
Setelah menyelesaikan proses pembelajaran, Fuad mulai mempersiapkan diri untuk masuk ke industri data secara profesional.
1. Membangun Portfolio Melalui Project dan Case Study
Selama mengikuti bootcamp, Fuad tidak hanya mempelajari teori Data Science. Ia juga mengerjakan berbagai assignment, case study, dan project yang membantu membangun portofolio profesional.
Pengalaman tersebut membuatnya memiliki bukti kemampuan yang dapat ditunjukkan saat melamar pekerjaan.
2. Mendapat Dukungan Persiapan Karier
Selain materi technical, Dibimbing juga membantu peserta mempersiapkan berbagai kebutuhan karier.
Mulai dari review CV, optimasi LinkedIn, mock interview, hingga konsultasi bersama Talent Support Team tersedia untuk membantu peserta tampil lebih siap di hadapan recruiter. Menurut Fuad, dukungan tersebut membuat proses transisi karier terasa jauh lebih terarah.
3. Skill yang Dipelajari Langsung Relevan dengan Dunia Kerja
Setelah mendapatkan pekerjaan sebagai Data Analyst, Fuad menyadari banyak tools yang digunakan di tempat kerja ternyata sudah dipelajari selama bootcamp.
SQL, Power BI, Python, hingga data visualization menjadi bekal yang sangat membantunya saat beradaptasi dengan pekerjaan baru. Karena itu, proses onboarding terasa lebih lancar dan tidak terlalu mengejutkan.
4. Berhasil Mendapatkan Pekerjaan Sebagai Data Analyst
Konsistensi belajar dan usaha yang dilakukan akhirnya membuahkan hasil. Hanya dua bulan setelah lulus dari bootcamp, Fuad berhasil mendapatkan pekerjaan sebagai Data Analyst di CV Anugerah Pratama.
Kisah tersebut membuktikan latar belakang pendidikan bukan faktor utama dalam membangun karier di bidang data, melainkan skill dan kemauan untuk terus berkembang.
Perkembangan AI dan kebutuhan analisis data yang semakin tinggi juga membuat peluang profesi data diperkirakan akan terus bertumbuh dalam beberapa tahun ke depan.
Warga Bimbingan bisa membaca artikel Masa Depan Karier Data Science untuk memahami prospek industri data secara lebih mendalam.
Selain itu, bagi yang ingin mendapatkan pengalaman industri lebih awal, posisi Machine Learning Intern juga bisa menjadi langkah awal yang menarik sebelum memasuki posisi full-time.
Baca Juga: AI Engineer Bootcamp Online Terbaik Bersertifikat & Siap Kerja
Siap Memulai Karier di Bidang Data?
Cerita Fuad menunjukkan tidak ada kata terlambat untuk mempelajari skill baru dan membangun karier yang lebih sesuai dengan perkembangan industri saat ini.
Melalui Bootcamp Data Science & AI Machine Learning Online Dibimbing, peserta akan belajar data science sesuai kebutuhan industri, praktek nyata bikin portofolio, sampai 2 bulan pengalaman magang di hiring company.
Sudah terbukti nih, 96% alumni mendapatkan kerja berkat penyaluran kerja ke 1.100+ hiring partner. Kalau Fuad yang berasal dari jurusan Geografi bisa berhasil beralih menjadi Data Analyst, peluang yang sama juga terbuka untuk kamu.
Kalau kamu masih punya pertanyaan seperti, “Bagaimana prosedur mendapatkan fasilitas magang? atau Apakah pembuatan portofolio akan didampingi?”, konsultasi langsung saja di sini! Dibimbing pasti #BimbingSampeJadi karier impiamu!
FAQ
1. Apakah Data Science cocok untuk career switcher?
Cocok. Banyak profesional data saat ini berasal dari latar belakang non-IT dan mempelajari skill data melalui bootcamp maupun pembelajaran mandiri.
2. Apakah harus menguasai coding sebelum belajar Data Science?
Tidak harus. Banyak program bootcamp mengajarkan materi dari level dasar sehingga peserta dapat belajar secara bertahap.
3. Apa perbedaan Data Analyst dan Data Scientist?
Data Analyst lebih fokus mengolah serta menganalisis data untuk kebutuhan bisnis, sedangkan Data Scientist biasanya menangani pemodelan data dan machine learning yang lebih kompleks.
Tags
