Cara Investasi Saham untuk Pemula dengan Modal Kecil
DITULIS OLEH
Farijihan Putri
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 22 Okt 2026
Diubah pada 22 Okt 2026
2
Cara investasi saham untuk pemula bisa kamu pelajari pelan-pelan, kok. Warga Bimbingan bisa mulai dengan memahami cara kerja saham, menyiapkan modal, dan mengenali risiko sebelum membeli.
Kalau ingin memperdalam pengetahuan finansial sekaligus membuka peluang karier, kamu juga bisa belajar melalui Bootcamp Investment & Banking.
Nah, MinDi sudah merangkum langkah awal yang bisa kamu ikuti supaya perjalanan investasimu lebih terarah.
Baca Juga:
- Rekomendasi Kursus Investment Banking Jaminan Kerja
- Strategi Investasi Minim Risiko agar Tetap Untung
- Panduan Lengkap Investment Banking Roadmap untuk Pemula
Bagaimana Cara Investasi Saham untuk Pemula?
Sumber: Pexels
Ada lima langkah yang bisa kamu lakukan untuk mulai berinvestasi saham dengan lebih terencana.
1. Pahami Cara Kerja Investasi Saham
Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan. Saat membeli saham, kamu memiliki sebagian kecil kepemilikan perusahaan tersebut dan berpeluang memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham atau pembagian dividen.
Sebelum mulai transaksi, cara main saham pemula yang sering dilewatkan adalah mengenali istilah berikut:
- Emiten: perusahaan yang menerbitkan saham untuk diperdagangkan di bursa.
- Dividen: bagian laba perusahaan yang dibagikan kepada pemegang saham sesuai keputusan perusahaan.
- Capital gain: keuntungan dari penjualan saham dengan harga lebih tinggi daripada harga beli.
- Capital loss: kerugian ketika saham dijual dengan harga lebih rendah daripada harga beli.
Memahami istilah ini membantu kamu membaca informasi investasi dengan lebih percaya diri.
2. Tentukan Tujuan dan Pelajari Cara Investasi Saham untuk Pemula
Sebelum membeli saham, tentukan dulu tujuan investasi. Misalnya, kamu ingin menyiapkan dana pensiun, membangun aset jangka panjang, atau mengumpulkan dana untuk kebutuhan beberapa tahun mendatang.
Tujuan tersebut akan membantu menentukan strategi dan jangka waktu investasi. Setelah itu, pelajari cara membaca laporan keuangan serta melakukan analisis fundamental untuk menilai kondisi bisnis perusahaan.
Beberapa hal yang bisa kamu periksa antara lain:
- Pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan.
- Jumlah utang serta kemampuan perusahaan membayar kewajibannya.
- Model bisnis dan peluang pertumbuhan pada industrinya.
- Riwayat pembagian dividen, jika kamu tertarik pada saham dividen.
Jangan lupa memeriksa informasi perusahaan dari sumber terpercaya sebelum mengambil keputusan.
3. Pilih Sekuritas dan Buka Rekening Saham
Untuk membeli saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), kamu perlu menggunakan perusahaan sekuritas yang menyediakan layanan transaksi saham. Pilih sekuritas yang memiliki izin sesuai ketentuan, biaya transaksi yang jelas, serta aplikasi yang mudah digunakan.
Kamu juga perlu menyiapkan Rekening Dana Nasabah (RDN), yaitu rekening untuk menyimpan dana yang digunakan dalam transaksi investasi.
Sebelum mendaftar, periksa beberapa hal berikut:
- Legalitas dan status perusahaan sekuritas.
- Biaya beli, biaya jual, serta biaya lain yang berlaku.
- Fitur pemantauan portofolio dan informasi saham.
- Kemudahan proses deposit dan penarikan dana.
Dengan begitu, kamu bisa memilih layanan yang sesuai kebutuhan dan lebih nyaman digunakan untuk belajar.
4. Mulai dengan Modal Terjangkau dan Pahami Cara Investasi Saham untuk Pemula
Kamu tidak harus menunggu punya uang puluhan juta untuk mulai berinvestasi. Pembelian saham di pasar reguler BEI dilakukan dalam satuan lot, dengan satu lot setara 100 lembar saham. Jadi, modal yang dibutuhkan bergantung pada harga saham yang kamu pilih dan biaya transaksi.
Misalnya, harga sebuah saham Rp1.000 per lembar. Untuk membeli satu lot atau 100 lembar, kamu membutuhkan sekitar Rp100.000 sebelum biaya transaksi.
Saat mempraktikkan cara investasi saham untuk pemula, gunakan nominal yang nyaman untuk kondisi keuanganmu. Kamu bisa memulai dari satu atau dua saham yang sudah dipelajari, kemudian mengevaluasi keputusanmu secara berkala.
5. Evaluasi Portofolio dan Terapkan Diversifikasi Saham
Setelah membeli saham, pantau perkembangan investasi secara berkala. Kamu bisa mengevaluasi kinerja perusahaan, perubahan kondisi industri, dan apakah investasi tersebut masih sesuai dengan tujuan awal.
Salah satu strategi yang bisa kamu pelajari adalah diversifikasi saham, yaitu menyebarkan investasi ke beberapa aset atau perusahaan untuk mengurangi ketergantungan pada satu saham. Tetap pahami bahwa diversifikasi tidak menghilangkan seluruh risiko kerugian.
Hindari mengambil keputusan hanya karena harga saham sedang ramai dibicarakan. Catat alasan kamu membeli saham dan tentukan kondisi yang membuatmu perlu mengevaluasi kembali pilihan tersebut.
Baca Juga:
- Cara Menghitung Valuasi Saham: Rumus dan Contohnya
- Sertifikasi Investment Banking: Jenis, Manfaat, & Cara Mendapatkannya
- Kursus Perbankan Online: Belajar dari Nol Sampai Kerja
Berapa Uang Dingin untuk Investasi Saham?
Uang dingin adalah dana yang tidak dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau kewajiban dalam waktu dekat. Jumlahnya berbeda untuk setiap orang, tergantung pada penghasilan, pengeluaran, tabungan, dan tujuan keuangan.
Sebelum menentukan modal, pastikan kebutuhan pokok dan dana darurat sudah diperhitungkan. Jangan sampai kamu perlu menjual saham saat harganya turun hanya karena membutuhkan uang untuk membayar tagihan.
Sebagai langkah awal, kamu bisa:
- Memisahkan dana kebutuhan bulanan dari dana investasi.
- Menyiapkan dana darurat sesuai kondisi dan tanggunganmu.
- Memulai dengan nominal kecil yang sanggup kamu sisihkan secara rutin.
- Menghindari penggunaan uang pinjaman untuk membeli saham.
Kamu juga perlu mengenali profil risiko, yaitu gambaran tentang kemampuan dan kenyamananmu menghadapi kemungkinan kerugian.
Dengan memahami profil risiko, kamu bisa menentukan besaran dana investasi yang terasa masuk akal.
Apa Tips Investasi Saham Jangka Panjang untuk Pemula?
Investasi jangka panjang membutuhkan kebiasaan yang konsisten dan evaluasi yang masuk akal. Warga Bimbingan, kamu bisa mulai menerapkan beberapa kebiasaan berikut agar keputusan investasi lebih terarah.
- Investasi Secara Rutin: Sisihkan dana sesuai kemampuan dan jadwal yang sudah ditentukan.
- Pelajari Bisnis Perusahaan: Lakukan analisis fundamental sebelum membeli dan tinjau kembali perkembangannya.
- Terapkan Diversifikasi Saham: Pertimbangkan penyebaran investasi sesuai tujuan dan kemampuan finansial.
- Hindari Keputusan Impulsif: Jangan membeli saham hanya karena ikut-ikutan tren.
- Evaluasi Profil Risiko: Sesuaikan pilihan investasi dengan kondisi keuangan dan kemampuan menghadapi fluktuasi harga.
Rekomendasi Bootcamp Investment & Banking dengan Jaminan Kerja Terbaik
Memahami investasi saham juga bisa menjadi pintu masuk untuk mengenal bidang keuangan dan analisis investasi secara lebih luas.
Kalau kamu tertarik mengembangkan keterampilan untuk berkarier sebagai Investment & Banking Analyst, MinDi merekomendasikan Bootcamp Investment & Banking Online Dibimbing.
Berikut benefit Kelas Investasi dan Banking yang bisa kamu dapatkan:
- 50+ Live Class dan 7 sesi praktik bersama mentor ahli.
- Weekly assignment dan studi kasus untuk membangun portofolio.
- Konsultasi 1-on-1 tanpa batas bersama instruktur expert.
- Pendampingan fasilitator dan mentor yang tersedia 24/7.
- Program graduation dan penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan.
- Final project berbasis studi kasus nyata di bidang investment.
- Kurikulum terstruktur untuk persiapan karier Investment & Banking Analyst.
- Akses ke komunitas Expertise Investment & Banking.
Tertarik mendalami bidang investasi dan perbankan? Yuk, konsultasikan kebutuhan belajar dan rencana karier melalui tim Dibimbing untuk mengetahui lebih lanjut tentang Bootcamp Investment & Banking!
FAQ
1. Berapa modal minimal beli saham?
Modal minimal bergantung pada harga saham yang dipilih dan ketentuan transaksi. Di pasar reguler BEI, pembelian dilakukan minimal satu lot atau 100 lembar saham, ditambah biaya transaksi yang berlaku.
2. Apakah investasi saham cocok untuk pemula?
Investasi saham bisa dipelajari oleh pemula selama kamu memahami cara kerja pasar, menyiapkan kondisi keuangan, dan bersedia mempelajari risikonya. Mulailah dengan nominal terjangkau dan hindari memakai dana kebutuhan pokok.
3. Apakah investasi saham bisa menyebabkan kerugian?
Bisa. Harga saham dapat naik dan turun akibat kondisi perusahaan, industri, maupun pasar. Pelajari perusahaan sebelum membeli, sesuaikan investasi dengan profil risiko, dan jangan menganggap keuntungan saham sebagai sesuatu yang pasti.
Kategori:
Penulis
Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun menulis dan mengoptimalkan konten untuk berbagai topik. Di Dibimbing, ia mengolah beragam insight seputar karier dan industri, mulai dari digital marketing, HR, data, finance, business, hingga technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu pembaca memahami skill yang dibutuhkan di dunia kerja serta menemukan informasi yang relevan untuk mendukung perkembangan karier mereka.
