Testimoni Bootcamp ESG: Sukses Berkarier sebagai Sustainability Officer
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 14 Oct 2026
Diubah pada 21 Oct 2026
32
Punya latar belakang yang relevan belum tentu bikin seseorang langsung siap masuk industri. Hal itu juga dirasakan Kak Novita Wahyu Saputri, lulusan Teknik Lingkungan yang sejak awal punya ketertarikan besar pada sustainability.
Meski sudah aktif di berbagai kegiatan hingga menjadi speaker sustainability, Kak Novita tetap merasa perlu memperdalam aspek praktis di bidang ESG. Karena itu, ia memilih mengikuti Bootcamp ESG & Sustainability Management Dibimbing.
Kini, Kak Novita berkarier sebagai Sustainability Project Officer di Ailesh. Yuk, baca pengalaman lengkapnya dalam memperdalam skill ESG hingga membangun karier di bidang yang sesuai dengan passion-nya!
Baca Juga: Testimoni Kisah Sukses Career Switch Jadi Data Analyst FMCG
Kenalan dengan Kak Novita dan Perjalanan Kariernya di ESG
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Kak Novita Wahyu Saputri merupakan lulusan Teknik Lingkungan yang sejak masa kuliah sudah cukup dekat dengan isu lingkungan dan sustainability. Ketertarikan tersebut nggak hanya berhenti pada materi akademik karena ia juga aktif mencari pengalaman yang masih berhubungan dengan bidang tersebut.
Beberapa pengalaman yang sempat ia jalani antara lain:
- Mengikuti kegiatan dan perlombaan terkait lingkungan.
- Mengajar dan berbagi pengetahuan.
- Menjadi speaker dengan materi sustainability.
- Mengeksplorasi isu lingkungan lebih dalam.
- Mencari peluang karier yang masih berhubungan dengan sustainability.
Pengalaman tersebut membuat Kak Novita semakin yakin bahwa ESG dan sustainability merupakan bidang yang ingin ia tekuni secara profesional. Ia bahkan menggambarkan ketertarikannya terhadap bidang ini sebagai passion yang sudah tumbuh sejak lama.
“Aku tuh bisa dibilang emang punya passion besar di bidang ESG.” Kak Novita Wahyu Saputri, Alumni ESG & Sustainability Management Dibimbing
Namun, punya passion dan latar belakang pendidikan yang relevan nggak lantas membuat Kak Novita merasa semua bekalnya sudah cukup. Semakin jauh ia mengeksplorasi sustainability, semakin terlihat pula bagian-bagian yang menurutnya masih perlu dipelajari lebih dalam.
Kesadaran ini kemudian menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kariernya. Kak Novita memilih untuk terus mengembangkan kemampuan agar passion yang sudah dimiliki bisa diimbangi dengan skill yang lebih relevan terhadap kebutuhan industri.
Baca Juga: Cerita Kak Maulana: Ex Pegawai BUMN Jadi Data Scientist FMCG
Kenapa Masih Belajar ESG Meski Sudah Lulusan Teknik Lingkungan?
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Pertanyaan seperti “sudah sarjana Teknik Lingkungan, kenapa masih belajar ESG lagi?” mungkin cukup wajar muncul. Teknik Lingkungan memang punya banyak irisan dengan sustainability, tetapi penerapan ESG di perusahaan membutuhkan konteks yang lebih luas daripada sekadar memahami persoalan lingkungan.
Di dunia kerja, seorang profesional juga perlu memahami bagaimana isu lingkungan berkaitan dengan strategi bisnis, tata kelola, kebijakan perusahaan, hingga target sustainability. Aspek praktis seperti ini yang kemudian ingin diperdalam oleh Kak Novita.
“Semakin aku nyelem, aku makin sadar kalau banyak hal praktis yang belum aku dapetin di kampus.” Kak Novita Wahyu Saputri, Alumni ESG & Sustainability Management Dibimbing
Menurutnya, ilmu dari kampus tetap menjadi fondasi yang penting. Namun, pembelajaran tambahan bisa membantu menghubungkan dasar akademik tersebut dengan kondisi dan kebutuhan yang lebih dekat dengan industri.
Beberapa hal yang ingin Kak Novita perkuat saat itu meliputi:
- Penerapan ESG dalam konteks perusahaan.
- Pemahaman sustainability secara lebih praktis.
- Analisis kasus yang berkaitan dengan lingkungan.
- Pemahaman mengenai environment management.
- Pengetahuan mengenai PROPER.
- Pengalaman mengerjakan proyek yang lebih aplikatif.
Keputusan untuk mengikuti bootcamp akhirnya bukan karena pendidikan formal yang dimilikinya dianggap kurang berguna. Justru, Kak Novita ingin menjadikan fondasi Teknik Lingkungan sebagai dasar untuk memperdalam bidang ESG secara lebih spesifik.
Cara pandang ini juga menunjukkan bahwa upskilling nggak selalu berarti memulai karier dari nol. Kadang, prosesnya justru tentang memperkuat pengetahuan yang sudah ada agar lebih relevan dengan posisi dan industri yang ingin dituju.
Kenapa Kak Novita Memilih Bootcamp ESG Dibimbing?
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Kak Novita nggak langsung menentukan pilihan ketika memutuskan ingin belajar ESG lebih dalam. Ia melakukan riset kecil-kecilan terlebih dahulu dan mempertimbangkan beberapa aspek yang menurutnya penting untuk mendukung proses belajar sekaligus tujuan karier.
Ada tiga pertimbangan utama yang akhirnya membuat Kak Novita merasa Dibimbing sesuai dengan kebutuhannya.
1. Kurikulum yang Lengkap
Kurikulum menjadi salah satu aspek pertama yang diperhatikan karena Kak Novita ingin punya jalur belajar yang lebih terstruktur. Ia nggak ingin hanya mengumpulkan materi dari berbagai sumber tanpa memahami urutan dan keterkaitan antar topik.
Pembelajaran yang terarah juga membantu peserta memahami ESG secara lebih menyeluruh. Topik lingkungan, sustainability, tata kelola, hingga praktik di perusahaan dapat dipelajari sebagai bagian yang saling berhubungan.
Bagi Kak Novita, struktur seperti ini membantu proses belajar menjadi lebih fokus. Ia bisa mengetahui materi mana yang sudah dipahami dan bagian mana yang masih perlu diperdalam.
2. Project-Based Learning
Kak Novita juga mencari program yang nggak hanya memberikan teori. Pendekatan project-based learning menjadi penting karena peserta punya kesempatan untuk mengaplikasikan materi dalam konteks yang lebih nyata.
Melalui proyek dan studi kasus, proses belajar bisa melatih beberapa kemampuan, seperti:
- Menganalisis permasalahan sustainability.
- Menghubungkan konsep ESG dengan konteks bisnis.
- Menyusun solusi berdasarkan kasus.
- Membaca persoalan dari sudut pandang yang lebih praktis.
- Membiasakan diri mengerjakan tugas yang mendekati kebutuhan profesional.
Pendekatan tersebut membuat materi yang dipelajari nggak berhenti pada definisi. Peserta juga mendapat kesempatan untuk berlatih menerapkannya sebelum benar-benar menghadapi persoalan di dunia kerja.
3. Dukungan Persiapan Karier
Selain kurikulum dan proyek, dukungan karier juga menjadi pertimbangan Kak Novita. Ia mencari program yang nggak hanya membantu memahami materi, tetapi juga punya kaitan dengan tujuan profesional setelah proses belajar selesai.
“Ada 3 hal yang jadi pertimbangan aku pas nyari bootcamp: kurikulum lengkap, project based learning, dan penyaluran kerja. Setelah riset kecil-kecilan, ngerasa paling klop sama Dibimbing.” Kak Novita Wahyu Saputri, Alumni ESG & Sustainability Management Dibimbing
Salah satu benefit yang mendukung proses tersebut adalah akses ke jaringan 1.100+ hiring partner Dibimbing. Bagi peserta yang sedang menyiapkan langkah berikutnya dalam karier, jaringan seperti ini bisa membuka akses ke lebih banyak peluang yang relevan dengan skill yang sedang dipelajari.
Selain itu, proses pembelajaran juga didukung dengan mentoring dan persiapan karier. Kombinasi antara materi, proyek, pendampingan, dan akses ke ekosistem hiring membuat Bootcamp ESG & Sustainability Management Dibimbing terasa lebih dekat dengan kebutuhan peserta yang memang ingin berkembang secara profesional.
Baca Juga: Alumni Dibimbing Sukses Switch Career dari Astronomi ITB ke IT
Berhasil Jadi Sustainability Project Officer di Ailesh
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Setelah memperdalam skill di bidang ESG, Kak Novita merasa lebih percaya diri untuk membangun karier yang sesuai dengan ketertarikannya. Kini, ia bekerja sebagai Sustainability Project Officer di Ailesh.
Perubahan yang dirasakan bukan hanya soal memperoleh tambahan pengetahuan. Kak Novita juga merasa lebih siap karena beberapa materi yang dipelajari punya keterkaitan dengan pekerjaan yang dijalani sekarang.
Beberapa topik yang menurutnya terasa relevan antara lain:
- Environment Management.
- PROPER.
- ESG.
- Sustainability.
- Analisis isu lingkungan.
- Penerapan konsep sustainability dalam konteks perusahaan.
“Setelah upgrade skill di sini, jadi ngerasa lebih pede berkarier di ESG. Materi yang aku pelajarin di Dibimbing tuh kepake banget, terutama Environment Management, PROPER, dan ESG.” Kak Novita Wahyu Saputri, Alumni ESG & Sustainability Management Dibimbing
Hal ini memperlihatkan bahwa proses belajar tambahan bisa punya fungsi yang berbeda untuk setiap orang. Bagi Kak Novita, bootcamp bukan menjadi pengganti pendidikan Teknik Lingkungan, tetapi menjadi ruang untuk memperdalam aspek praktis dari bidang yang memang sudah diminatinya.
Perjalanan kariernya juga nggak terjadi dalam satu langkah. Sebelum bekerja di Ailesh, ia sudah memiliki kombinasi antara pendidikan formal, pengalaman sustainability, aktivitas sebagai speaker, proses belajar tambahan, hingga proyek yang membantu memperkuat kompetensinya.
Secara sederhana, perjalanan tersebut terdiri dari beberapa fase:
- Menempuh pendidikan Teknik Lingkungan.
- Memiliki ketertarikan kuat terhadap sustainability.
- Aktif mengikuti kegiatan, mengajar, dan menjadi speaker.
- Menyadari masih ada beberapa gap skill praktis.
- Memperdalam ESG melalui bootcamp.
- Meningkatkan pemahaman terhadap materi yang relevan dengan industri.
- Membangun kepercayaan diri untuk berkarier di bidang ESG.
- Bekerja sebagai Sustainability Project Officer di Ailesh.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa proses membangun karier bisa bersifat bertahap. Skill baru yang dipelajari kemudian melengkapi pengalaman dan pengetahuan yang sudah dimiliki sebelumnya.
Baca Juga: Switch Career dari Pertanian, Sukses Jadi UI/UX Designer
Apa yang Bisa Dipelajari dari Perjalanan Kak Novita?
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Perjalanan Kak Novita menunjukkan bahwa membangun karier sesuai passion tetap membutuhkan proses belajar yang berkelanjutan. Latar belakang pendidikan bisa menjadi fondasi, tetapi pengalaman praktis dan upskilling membantu seseorang lebih siap menghadapi kebutuhan industri.
1. Passion Tetap Perlu Dibarengi Skill
Ketertarikan pada sustainability menjadi modal awal Kak Novita untuk menentukan bidang yang ingin ditekuni. Namun, passion tersebut perlu diperkuat dengan kemampuan yang relevan agar bisa berkembang menjadi kompetensi profesional.
Dengan memperdalam ESG, Kak Novita jadi punya pemahaman yang lebih terstruktur tentang bidang yang memang sudah ia sukai sejak awal.
2. Kuliah Bukan Akhir dari Proses Belajar
Latar belakang Teknik Lingkungan sudah memberi Kak Novita fondasi yang kuat. Meski begitu, ia tetap merasa perlu memperdalam beberapa aspek praktis yang belum banyak didapatkan selama kuliah.
Pembelajaran tambahan melalui proyek, studi kasus, dan mentoring membantu menjembatani teori dengan kebutuhan di dunia kerja.
3. Upskilling Membantu Memperjelas Arah Karier
Semakin memahami suatu bidang, semakin mudah pula menentukan posisi dan kompetensi yang ingin dikejar. Upskilling bisa membantu seseorang melihat arah karier dengan lebih jelas dan terencana.
Bagi Kak Novita, memperdalam ESG membuatnya semakin yakin untuk membangun karier di bidang sustainability hingga akhirnya menjadi Sustainability Project Officer di Ailesh.
4. Skill dan Peluang Perlu Berjalan Bersamaan
Kemampuan yang kuat akan lebih maksimal jika didukung akses ke peluang yang relevan. Dukungan karier, mentoring, serta jaringan 1.100+ hiring partner bisa membantu peserta menemukan lebih banyak kesempatan setelah proses belajar.
Tetap saja, akses tersebut perlu dibarengi kesiapan diri dan pengalaman yang cukup. Kombinasi skill, proyek, dan peluang karier membuat proses masuk ke industri jadi lebih terarah.
Pada akhirnya, perjalanan Kak Novita bukan sekadar soal ikut bootcamp lalu mendapat pekerjaan. Ceritanya menunjukkan bagaimana passion, proses belajar, dan kesempatan yang tepat bisa saling melengkapi dalam membangun karier di bidang ESG dan sustainability.
Rekomendasi Bootcamp ESG & Sustainability Management Terbaik
Perjalanan Kak Novita menunjukkan bahwa passion di bidang sustainability perlu dibarengi skill yang relevan dengan kebutuhan industri. Setelah memperdalam ESG, ia kini berkarier sebagai Sustainability Project Officer di Ailesh.
Kalau kamu ingin menyiapkan karier di bidang yang sama, kamu bisa mengikuti Bootcamp ESG & Sustainability Management Dibimbing. Program ini menggabungkan pembelajaran, proyek, mentoring, dan persiapan karier agar peserta lebih siap masuk industri.
Benefit yang bisa kamu dapatkan:
- 40+ Live Class bersama praktisi ahli.
- 20+ Weekly Assignment untuk membangun portofolio.
- Case Study dari berbagai industri di bidang ESG.
- Konsultasi 1-on-1 tanpa batas bersama instruktur expert.
- Pendampingan fasilitator dan mentor 24/7.
- Final Project dan Exam Penyaluran untuk persiapan karier.
- Penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan.
- Career Preparation Service seperti review CV, LinkedIn, dan career class.
- Komunitas Expert ESG & Sustainability Management.
Kalau kamu ingin mengikuti jejak Kak Novita dan mulai membangun karier di bidang sustainability, yuk tingkatkan skill melalui Bootcamp ESG & Sustainability Management Dibimbing dan persiapkan dirimu menghadapi kebutuhan industri dengan lebih matang.
FAQ
1. Apa Itu Bootcamp ESG?
Bootcamp ESG adalah program pembelajaran intensif yang membahas konsep Environmental, Social, and Governance serta penerapannya di dunia kerja. Program seperti ESG & Sustainability Management cocok untuk kamu yang ingin belajar ESG secara lebih terstruktur dan praktis.
2. Apakah Lulusan Teknik Lingkungan Cocok Berkarier di ESG?
Lulusan Teknik Lingkungan punya fondasi yang relevan untuk masuk ke bidang ESG dan sustainability. Namun, pembelajaran tambahan tetap bisa membantu memperkuat pemahaman praktis agar lebih siap membangun karier ESG.
3. Apa Prospek Karier Setelah Belajar ESG?
Setelah belajar ESG, kamu bisa mengeksplorasi berbagai posisi seperti Sustainability Officer, ESG Analyst, hingga Sustainability Project Officer. Pilihan karier sustainability biasanya bergantung pada skill, pengalaman, dan kebutuhan perusahaan.
4. Apa Manfaat Mengikuti ESG & Sustainability Management?
Program ESG & Sustainability Management membantu peserta memahami konsep ESG sekaligus penerapannya melalui materi, studi kasus, dan proyek. Pengalaman seperti ini bisa memperkuat skill praktis yang dibutuhkan ketika masuk ke dunia kerja.
5. Bagaimana Pengalaman Bootcamp Dibimbing Bisa Membantu Persiapan Karier?
Pengalaman bootcamp Dibimbing bisa membantu peserta belajar melalui kelas terstruktur, proyek, mentoring, dan dukungan persiapan karier. Kombinasi tersebut dapat membantu peserta lebih percaya diri saat mengejar peluang di bidang ESG dan sustainability.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
