Dibimbing - Cerita Kak Maulana: Ex Pegawai BUMN Jadi Data Scientist FMCG
Blog
Testimoni Alumni

Cerita Kak Maulana: Ex Pegawai BUMN Jadi Data Scientist FMCG

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 24 Agt 2026

Diubah pada 24 Agt 2026

8

Image Thumbnail

Pernah merasa karier yang sudah dijalani bertahun-tahun ternyata bukan bidang yang benar-benar kamu inginkan? Keinginan untuk beralih profesi mungkin sering muncul, tetapi rasa takut memulai dari nol membuat banyak orang memilih bertahan.

Kak Maulana juga pernah berada di posisi tersebut setelah enam tahun bekerja sebagai anak IT sekaligus pegawai BUMN. Meski telah memiliki karier yang stabil, ia menyadari bahwa passion dan masa depannya justru berada di dunia data.

Untuk mempersiapkan perpindahan kariernya, Kak Maulana mengikuti bootcamp data science dan mempelajari berbagai keterampilan yang dibutuhkan industri. Proses tersebut membantunya membangun fondasi teknis, menyusun portofolio, dan meningkatkan kepercayaan diri untuk bersaing sebagai Data Scientist.

Perjalanan itu akhirnya membawa Kak Maulana menembus industri FMCG sebagai Data Scientist di bidang CRM dan Supply Chain. Bagaimana ia menghadapi tantangan dan mengubah keraguan menjadi karier baru yang menjanjikan?

Baca Juga: Switch Career Data Analyst Masih Worth It? Panduan Lengkap


Berawal dari Karier sebagai Full-Stack Developer

berawal-dari-karier-sebagai-full-stack-developer

Sebelum menjadi Data Analyst dan Data Scientist, Kak Maulana lebih dahulu membangun karier sebagai Full-Stack Developer di berbagai perusahaan, termasuk BUMN. Selama kurang lebih enam tahun bekerja di bidang IT, ia terbiasa mengembangkan sistem dan menangani berbagai kebutuhan teknis perusahaan.

Pekerjaan sebagai Full-Stack Developer memberinya pemahaman yang kuat tentang pemrograman, database, dan cara kerja sebuah sistem. Namun, dari beragam tugas yang dikerjakan, Kak Maulana mulai menyadari bahwa ia paling menikmati pekerjaan yang berkaitan dengan pengolahan data.

“Selama kerja sebagai developer, aku nyadar kalau paling senang pas ngerjain task yang berhubungan sama data, kayak database dan reporting,” ungkap Kak Maulana. 

Ketertarikan tersebut membuatnya mulai melihat bidang data sebagai jalur karier yang lebih sesuai dengan passion-nya.

Kesadaran itu menjadi titik awal perjalanan Kak Maulana untuk beralih dari Full-Stack Developer ke dunia data. Meski telah memiliki pengalaman teknis, ia memahami bahwa masih ada banyak kemampuan baru yang harus dipelajari agar dapat bersaing sebagai profesional data.


Menyadari Career Switch Membutuhkan Persiapan

menyadari-career-switch-membutuhkan-persiapan

Menemukan passion baru di bidang data membuat Kak Maulana semakin yakin untuk melakukan career switch. Namun, ia memahami bahwa perpindahan tersebut membutuhkan persiapan matang karena pengalaman sebagai developer belum otomatis membuatnya siap bersaing sebagai Data Analyst.

“Aku tahu banget kalau career switch itu tidak gampang. Buat bersaing sebagai Data Analyst, aku tidak bisa cuma mengandalkan pengalaman sebagai developer,” ungkap Kak Maulana.

Kesadaran tersebut mendorong Kak Maulana untuk mempersiapkan perpindahan kariernya secara lebih terarah. Berikut tiga langkah yang dilakukannya untuk membangun kompetensi dan meningkatkan peluang berkarier di bidang data.


1. Mengidentifikasi Kesenjangan Kompetensi

Kak Maulana menyadari bahwa pengalaman sebagai developer memberinya bekal teknis, tetapi belum mencakup seluruh kemampuan yang dibutuhkan seorang Data Analyst. 

Ia perlu mengevaluasi keterampilan yang telah dimiliki sekaligus mengenali kompetensi baru yang harus dipelajari. Dari proses tersebut, ia dapat menyusun langkah belajar yang lebih terarah sesuai dengan tujuan kariernya.


2. Memperdalam Kemampuan di Bidang Data

Ketertarikan Kak Maulana terhadap database dan reporting mendorongnya untuk mempelajari data secara lebih mendalam. 

Ia perlu memahami proses pengolahan, analisis, dan penyajian data agar mampu menghasilkan insight yang berguna bagi perusahaan. 

Kemampuan tersebut menjadi bekal penting untuk membuktikan bahwa dirinya siap menjalani peran baru sebagai profesional data.


3. Mencari Tempat Belajar yang Tepat

Setelah mengetahui kemampuan yang perlu dikembangkan, Kak Maulana mulai mencari tempat belajar yang dapat mendukung proses career switch-nya. 

Ia membutuhkan pembelajaran terstruktur yang tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga memberikan kesempatan untuk mengerjakan studi kasus dan proyek nyata. 

Dengan persiapan tersebut, ia dapat membangun kompetensi dan kepercayaan diri sebelum memasuki proses rekrutmen di bidang data.

Baca Juga: Cara Menjadi Data Scientist dan Skill Wajib 2026


Memilih Bootcamp Dibimbing untuk Belajar Data

memilih-bootcamp-dibimbing-untuk-belajar-data

Setelah membandingkan berbagai pilihan, Kak Maulana memilih bootcamp data science Dibimbing karena menawarkan pembelajaran praktis dan dukungan karier. Berikut empat alasan yang mendasari pilihannya.


1. Pembelajaran Intensif bersama Mentor Ahli

Program ini menyediakan lebih dari 55 live class dan 45 sesi praktik bersama mentor ahli untuk membangun pemahaman data peserta secara bertahap. 

Peserta dapat mempelajari konsep sekaligus mempraktikkannya secara langsung. Metode tersebut membantu Kak Maulana memahami bidang data dengan lebih cepat dan terarah.


2. Portofolio dari Proyek Nyata

Peserta berkesempatan mengerjakan lebih dari 20 proyek dan studi kasus nyata yang dirancang untuk menggambarkan berbagai permasalahan data di industri. 

Pengalaman ini membantu Kak Maulana memahami penerapan data dalam dunia kerja. Hasil proyeknya juga dapat digunakan sebagai portofolio saat melamar pekerjaan.


3. Pendampingan Selama Belajar

Dibimbing menyediakan pendampingan fasilitator dan mentor selama 24/7 agar peserta tetap memperoleh bantuan ketika mengalami kesulitan di luar jadwal kelas. 

Peserta juga mendapatkan mentoring 1-on-1 tanpa batas bersama instruktur ahli. Dukungan tersebut membantu Kak Maulana menjalani proses belajar dengan lebih terarah.


4. Dukungan Memasuki Dunia Kerja

Dibimbing memiliki kanal penyaluran kerja yang terhubung dengan lebih dari 1.100 perusahaan untuk memperluas akses peserta terhadap peluang karier. 

Program Job Connect Plus juga menawarkan magang selama 2,5 bulan dan tambahan 10 live class. Fasilitas tersebut dilengkapi dengan review CV dan latihan wawancara untuk membantu peserta menghadapi proses rekrutmen.

Baca Juga: Panduan Data Analyst untuk Non-IT di Jakarta: Cara Efektif Beralih Profesi


Berhasil Menjadi Data Scientist di Industri FMCG

berhasil-menjadi-data-scientist-di-industri-fmcg

Pada September 2025, Kak Maulana menyelesaikan bootcamp dan langsung mendapatkan pekerjaan sebagai Data Analyst. Perjalanan tersebut kemudian membawanya menjadi full-time Data Scientist di industri FMCG yang menangani kebutuhan data pada bidang CRM dan Supply Chain.

“Semua materi yang dipelajari selama bootcamp ternyata bisa aku aplikasikan di pekerjaan, jadi aku bersyukur sudah berani untuk belajar,” ungkap Kak Maulana. 

Baginya, keputusan untuk memperdalam kemampuan data menjadi salah satu langkah terbaik yang pernah diambil dalam perjalanan kariernya.

Dari pengalamannya, Kak Maulana berpesan bahwa pilihan terbaik tidak harus selalu menjadi pilihan pertama. Jangan takut mengambil langkah baru karena keberanian untuk belajar dan mencoba dapat membuka jalan menuju karier yang lebih sesuai dengan passion.

Baca Juga: Switch Career Secepat Kilat, Kak Sri Sukses Jadi Data Scientist


Siap Memulai Karier di Bidang Data Science?

Transformasi karier Kak Maulana menunjukkan bahwa pengalaman kerja sebelumnya bukan penghalang untuk memasuki bidang data. Dengan pembelajaran yang tepat, kamu juga dapat mempersiapkan kemampuan untuk berkarier sebagai Data Analyst maupun Data Scientist.

Bootcamp Data Science Dibimbing menawarkan pembelajaran terstruktur bagi pemula dan profesional yang ingin melakukan career switch. Kamu akan mempelajari teori sekaligus mengerjakan proyek yang relevan dengan kebutuhan industri.


Benefit Bootcamp Data Science Dibimbing:

  1. Kelas dan praktik intensif: Lebih dari 55 live class serta 45 sesi praktik bersama mentor ahli.
  2. Portofolio relevan: Lebih dari 20 proyek dan studi kasus nyata untuk membangun portofolio.
  3. Pendampingan belajar: Dukungan fasilitator dan mentor selama 24/7 serta mentoring 1-on-1 tanpa batas.
  4. Dukungan karier: Akses program penyaluran kerja yang terhubung dengan lebih dari 1.100 perusahaan.
  5. Program Job Connect Plus: Kesempatan magang selama 2,5 bulan dan tambahan 10 live class.
  6. Komunitas profesional: Akses ke komunitas Data Science dan AI bersama peserta serta para ahli.


Mulai Perjalananmu Menjadi Data Scientist

Seperti Kak Maulana yang berhasil beralih dari pegawai BUMN menjadi Data Scientist di industri FMCG, kamu juga bisa memulai transformasi karier melalui langkah yang terarah. 

Kunjungi Bootcamp Data Science Dibimbing untuk melihat kurikulum, jadwal, dan informasi pendaftarannya.


FAQ

1. Apakah Bootcamp Data Science cocok untuk pemula?

Ya, Bootcamp Data Science dapat diikuti pemula yang belum memiliki pengalaman profesional di bidang data. Program pembelajaran yang terstruktur membantu peserta mempelajari materi dasar hingga mampu mengerjakan proyek secara bertahap.

2. Apakah ex pegawai BUMN bisa switch career ke bidang data?

Tentu bisa, seperti transformasi karier Kak Maulana dari ex pegawai BUMN dan Full-Stack Developer menjadi Data Scientist. Pengalaman kerja sebelumnya tetap dapat menjadi bekal selama peserta mau mempelajari keterampilan baru yang dibutuhkan industri.

3. Apakah bootcamp bisa membantu peserta menjadi Data Analyst atau Data Scientist?

Bootcamp membantu peserta mempelajari keterampilan teknis dan membangun portofolio yang relevan untuk memulai karier bidang data. Pilihan menjadi Data Analyst atau Data Scientist dapat disesuaikan dengan kemampuan, pengalaman, dan posisi yang tersedia.

4. Apa saja yang dipelajari selama Bootcamp Data Science?

Peserta mempelajari cara mengolah, menganalisis, dan menyajikan data melalui kelas, sesi praktik, studi kasus, serta proyek nyata. Pembelajaran tersebut membantu peserta memahami penerapan data untuk menyelesaikan berbagai permasalahan bisnis.

5. Apakah alumni Dibimbing langsung mendapatkan pekerjaan?

Bootcamp tidak memberikan jaminan bahwa setiap peserta akan langsung memperoleh pekerjaan karena hasilnya tetap dipengaruhi kemampuan dan proses rekrutmen. Namun, alumni Dibimbing mendapatkan bekal berupa portofolio, review CV, latihan wawancara, dan dukungan karier untuk meningkatkan peluang kerja.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!