Dibimbing - Switch Career dari Pertanian, Sukses Jadi UI/UX Designer
Blog
Testimoni Alumni

Switch Career dari Pertanian, Sukses Jadi UI/UX Designer

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 19 Agt 2026

Diubah pada 4 Sep 2026

71

Image Thumbnail

Warga Bimbingan, switch career dari pertanian hingga berkarier di bidang UI/UX bukan perjalanan yang instan. Hal ini dialami Kak Dimas Wahyu Prasetyo yang memilih berkembang di dunia desain dan digital.

Berbekal ketertarikan pada desain grafis, Kak Dimas mulai memperdalam skill melalui Bootcamp Graphic Design & UI/UX Dibimbing.

Dari proses tersebut, ia mendapatkan pembelajaran praktik, pendampingan mentor, dan pengalaman yang relevan dengan kebutuhan industri.

Menurut MinDi, kisah Kak Dimas membuktikan bahwa switch career tetap mungkin dilakukan selama kamu mau belajar dan berani mencoba. Yuk, simak perjalanan lengkapnya!

Baca Juga: Panduan Switch Career ke UI/UX Design dengan Cepat 2026


Awal Mula Kak Dimas Memutuskan untuk Berkembang

awal-mula-kak-dimas-memutuskan-untuk-berkembang

Perjalanan switch career Kak Dimas berawal dari keresahan terhadap persaingan dunia kerja yang semakin ketat. 

Dari situ, ia mulai mengevaluasi kemampuan yang dimiliki dan mencari peluang untuk berkembang di bidang desain.


1. Overthinking Melihat Persaingan Dunia Kerja

Kak Dimas mulai merasa bahwa kemampuan yang dimiliki perlu terus dikembangkan agar tetap bisa bersaing. 

Kekhawatiran terhadap dunia kerja akhirnya menjadi dorongan untuk belajar sesuatu yang baru dan lebih relevan dengan kebutuhan industri.


2. Punya Minat pada Desain Grafis

Sejak kuliah, Kak Dimas sebenarnya sudah memiliki dasar dan ketertarikan pada desain grafis. Minat tersebut membuatnya ingin memperdalam kemampuan desain ke level yang lebih advanced.

“Sebenarnya aku udah punya basic dan minat di desain grafis dari kuliah, jadi pengen ngedalemin ke sesuatu yang lebih advance.”

Kak Dimas, kemudian menjadikan minat tersebut sebagai modal untuk mulai mengeksplorasi bidang desain dan UI/UX secara lebih serius.


3. Berani Mencari Peluang Baru

Setelah mengetahui bidang yang ingin dikembangkan, Kak Dimas mulai berani mencari peluang baru. 

Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk keluar dari zona nyaman sekaligus membangun arah karier yang lebih sesuai dengan minatnya.


4. Mencari Tempat Belajar yang Tepat

Kak Dimas kemudian mencari tempat belajar yang bisa membantunya mengembangkan kemampuan secara lebih terstruktur. Dari proses inilah perjalanan belajarnya di bidang desain dan UI/UX mulai berkembang hingga menjadi bekal untuk memasuki dunia kerja.

Baca Juga: Lulusan Ilmu Komunikasi, Jadi Jago UI/UX Design!


Mengapa Banyak Career Switcher Memilih Graphic Design dan UI/UX?

Cerita Kak Dimas bukan satu-satunya. Saat ini, Graphic Design dan UI/UX juga menjadi bidang yang cukup menarik bagi profesional maupun fresh graduate yang ingin mencoba jalur karier baru.

Alasan mengapa bidang Graphic Design dan UI/UX sering dipilih untuk switch career, yaitu:

  1. Skill bisa dibangun melalui proyek dan portofolio.
  2. Banyak transferable skill yang masih bisa digunakan, seperti komunikasi, riset, dan kreativitas.
  3. Jalur kariernya cukup beragam, mulai dari Graphic Designer, UI Designer, UX Designer, hingga Product Designer.
  4. Proses belajarnya relatif fleksibel melalui bootcamp, kelas online, maupun proyek mandiri.

Nah, artinya latar belakang pendidikan yang berbeda tidak selalu menjadi penghalang untuk masuk ke bidang desain dan UI/UX. Seperti Kak Dimas, prosesnya bisa dimulai dari minat, belajar secara terarah, lalu membangun pengalaman sedikit demi sedikit.

Baca Juga: Cara Buat Fake Project UI/UX untuk Portofolio Pemula


Kenapa Kak Dimas Memilih Dibimbing untuk Persiapan Karier?

kenapa-kak-dimas-memilih-dibimbing-untuk-persiapan-karier

Setelah memutuskan untuk serius mendalami desain dan UI/UX, Kak Dimas mulai mencari tempat belajar yang bukan cuma ngasih materi. Ia juga ingin dapat bekal yang benar-benar kepakai saat mulai masuk dunia kerja.


1. Ada Review CV

Salah satu hal yang membantu Kak Dimas adalah adanya review CV. Fasilitas ini membuatnya bisa melihat lagi apakah pengalaman dan skill yang ditulis sudah cukup relevan dengan posisi yang ingin dituju.

Buat seseorang yang sedang switch career, bagian ini cukup penting karena pengalaman sebelumnya belum tentu langsung terlihat nyambung dengan bidang baru.


2. Bisa Latihan Interview

Selain CV, Kak Dimas juga mendapatkan latihan interview. Dari sini, ia bisa belajar bagaimana menjelaskan pengalaman, alasan pindah jalur, sampai menunjukkan kemampuan yang sudah dipelajari.

Latihan seperti ini bikin proses persiapan kerja terasa lebih nyata. Bukan cuma tahu teorinya, tapi juga membiasakan diri menghadapi pertanyaan yang mungkin muncul saat rekrutmen.

Bagi Warga Bimbingan yang lagi menyiapkan switch career, latihan interview juga bisa membantu supaya lebih percaya diri saat mulai melamar kerja.


3. Banyak Praktik Langsung

Kak Dimas juga merasa pembelajarannya tidak cuma berhenti di teori. Ada praktik langsung yang bikin materi lebih mudah dipahami dan lebih terasa kaitannya dengan kebutuhan kerja.

“Mulai dari review CV, latihan interview sampe praktik langsung yang gak cuma teori doang di kelas.”

Buat Kak Dimas, alumni Graphic Design & UI/UX Batch 32+ Dibimbing, pendekatan seperti ini jadi salah satu alasan kenapa proses belajarnya terasa lebih relevan dengan dunia kerja.


4. Bisa Konsultasi dengan Mentor

Selain belajar di kelas, Kak Dimas juga bisa konsultasi dengan mentor yang kompeten di bidangnya. Jadi, ketika ada hal yang masih belum dipahami, ia punya tempat untuk bertanya dan mendapatkan arahan.

Dari sesi tersebut, Kak Dimas juga mendapatkan lebih banyak insight soal persiapan karier. Menurut MinDi, bagian ini bikin proses belajarnya terasa lebih lengkap karena bukan cuma fokus ke skill, tapi juga kesiapan masuk ke dunia kerja.

Baca Juga: Gaji UI/UX Designer: Faktor, Pengalaman, dan Prospek 2026


Dari Belajar UI/UX sampai Berkarier di Dunia Digital

dari-belajar-ui-ux-sampai-berkarier-di-dunia-digital

Setelah mengikuti proses belajar di Dibimbing, Kak Dimas sempat menjalani pengalaman intern sebagai UI/UX Designer. Dari sini, ia mulai mengaplikasikan materi yang sebelumnya dipelajari ke situasi kerja yang lebih nyata.

Perjalanannya kemudian berlanjut hingga Kak Dimas bekerja sebagai E-commerce Web Operation di MAP Active. Meski posisi tersebut bukan UI/UX Designer, beberapa skill yang ia pelajari tetap relevan, terutama dalam mengelola UI web dan memahami kebutuhan konsumen.

“Gak nyangka materi bootcamp-ku kepake banget, dari ngelola UI web sampe mahamin kebutuhan konsumennya.”

Bagi Kak Dimas, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa proses belajar UI/UX tidak berhenti di kelas saja. Skill yang dibangun justru menjadi bekal yang tetap bisa digunakan ketika memasuki dunia kerja digital.

Baca Juga: Nekat Resign Demi Karier UI/UX Design yang Lebih Cerah


Switch Career Bukan Soal dari Mana Kamu Berasal

switch-career-bukan-soal-dari-mana-kamu-berasal

Perjalanan Kak Dimas menunjukkan bahwa switch career tetap bisa dilakukan meski berasal dari bidang yang berbeda. Kuncinya ada pada kemauan belajar, keberanian mencoba, dan konsistensi mengembangkan skill.


1. Latar Belakang Bukan Penghalang

Kak Dimas membuktikan bahwa latar belakang pertanian tidak menutup peluang masuk ke dunia desain dan digital. 

Minat pada desain justru menjadi titik awal untuk membangun arah karier baru. Jadi, jurusan kuliah bukan satu-satunya penentu masa depan karier.


2. Kemauan Belajar Jadi Modal

Switch career membutuhkan kemauan untuk terus belajar dan meningkatkan skill. Kak Dimas memilih memperdalam Graphic Design dan UI/UX agar lebih siap menghadapi kebutuhan industri. Proses belajar inilah yang kemudian membantunya membangun bekal baru untuk dunia kerja.

“Switch career itu bukan soal dari mana kamu berasal, tapi seberapa besar kemauan buat belajar hal baru.”


3. Berani Keluar dari Zona Nyaman

Perubahan karier juga membutuhkan keberanian untuk mencoba jalur yang berbeda. Kak Dimas mulai mencari peluang, belajar lebih serius, hingga akhirnya bisa berkarier di dunia digital. 

Menurut MinDi, keberanian keluar dari zona nyaman sering kali jadi langkah awal untuk menemukan peluang yang lebih sesuai.

Baca Juga: Bootcamp UI/UX dengan Jaminan Kerja 2026 Terbaik


Rekomendasi Bootcamp Graphic Design & UI/UX Terbaik Dibimbing

Kalau kamu ingin serius membangun karier di bidang Graphic Design dan UI/UX, belajar teori saja belum cukup. Kamu juga perlu praktik, portofolio, pendampingan mentor, dan persiapan menghadapi proses rekrutmen.

Melalui Bootcamp Graphic Design & UI/UX Dibimbing, Warga Bimbingan bisa mendapatkan:

  1. 40+ Live Class & 10+ Sesi Praktik bersama mentor ahli.
  2. 20+ Project & Real Case untuk membangun portofolio.
  3. Proyek akhir sesuai standar industri.
  4. Pendampingan fasilitator & mentor 24/7.
  5. Mentoring 1-on-1 tanpa batas dengan instruktur expert.
  6. Program penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan.
  7. Simulasi tes rekrutmen kerja.
  8. Akses komunitas Graphic Design & UI/UX Expert.


Siap Berkarier di Bidang Graphic Design & UI/UX?

Kalau kamu sedang mempertimbangkan switch career ke UI/UX seperti Kak Dimas, bootcamp ini bisa membantu proses belajar jadi lebih terarah sekaligus menyiapkan portofolio dan karier.

Yuk, cek Bootcamp Graphic Design & UI/UX Dibimbing dan mulai langkahmu menuju karier di dunia desain digital.


FAQ

1. Apa Itu Switch Career ke UI/UX?

Switch career ke UI/UX adalah proses berpindah dari bidang pekerjaan sebelumnya ke bidang User Interface dan User Experience. Proses ini biasanya dilakukan dengan mempelajari skill baru, membangun portofolio, dan memahami kebutuhan pengguna.

2. Apakah Bisa Menjadi UI/UX Designer dari Jurusan yang Berbeda?

Bisa. Karier UI/UX Designer tidak selalu mengharuskan kamu berasal dari jurusan desain atau teknologi, selama punya skill yang relevan dan portofolio yang menunjukkan kemampuan.

3. Skill Apa yang Dibutuhkan untuk Menjadi UI/UX Designer?

Beberapa skill yang umum dibutuhkan antara lain riset pengguna, wireframing, prototyping, visual design, dan kemampuan menggunakan tools desain. Kemampuan komunikasi dan problem solving juga penting dalam proses UI/UX.

4. Apakah Bootcamp UI/UX Design Cocok untuk Career Switcher?

Ya, bootcamp UI/UX design bisa menjadi pilihan bagi career switcher yang ingin belajar secara lebih terstruktur. Biasanya, pembelajaran mencakup materi dasar, praktik, proyek portofolio, hingga persiapan karier.

5. Berapa Lama Proses Switch Career Menjadi UI/UX Designer?

Durasi switch career ke UI/UX bisa berbeda untuk setiap orang tergantung waktu belajar, pengalaman, dan kemampuan yang sudah dimiliki. Yang paling penting adalah konsisten belajar, membangun portofolio, dan mulai mencari pengalaman yang relevan.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!