Cara Buat Fake Project UI/UX untuk Portofolio Pemula
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
30 January 2026
•
277
Kalau kamu belum punya pengalaman kerja, cara buat fake project UI/UX bisa jadi solusi untuk mengisi portofolio. Warga Bimbingan, fake project ini cocok banget buat pemula yang ingin terlihat siap kerja.
Fake project bukan berarti asal bikin desain, tapi tetap harus punya problem dan solusi yang jelas. Dengan project yang realistis, kamu bisa menunjukkan skill UI/UX mulai dari riset sampai desain final.
Di artikel ini, kamu akan belajar langkah-langkah membuat fake project UI/UX dari nol. Yuk, simak sampai habis supaya portofoliomu makin rapi dan dilirik recruiter!
Baca juga: Apa Itu User Flow UI/UX? Fungsi dan Cara Membuatnya
Apa Itu Fake Project?
Fake project adalah proyek latihan yang kamu buat sendiri seolah-olah berasal dari kebutuhan klien atau perusahaan, meskipun sebenarnya tidak dikerjakan secara resmi.
Biasanya fake project digunakan untuk mengisi portofolio ketika kamu belum punya pengalaman kerja atau belum pernah menangani proyek nyata.
Walaupun “fake”, proyek ini tetap harus dibuat serius dengan problem statement, solusi, dan proses desain yang jelas agar terlihat profesional.
Jadi, fake project bukan sekadar desain asal jadi, tetapi latihan nyata untuk membuktikan kemampuan kamu di bidang UI/UX.
Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp UI/UX yang Tepat untuk Karier 2025
Bagaimana Cara Membuat Fake Project UI/UX?
Kalau kamu ingin portofolio terlihat lebih kuat meski belum punya pengalaman kerja, fake project UI/UX bisa jadi solusi yang tepat.
Berikut 5 cara membuat fake project UI/UX agar hasilnya tetap realistis dan profesional:
1. Tentukan Ide Project yang Relevan
Langkah pertama yang perlu kamu lakukan adalah memilih ide project yang dekat dengan kehidupan sehari-hari supaya lebih mudah dibuat alurnya.
Contohnya seperti aplikasi booking klinik, pesan makanan, atau reminder belajar. Ide yang realistis bikin case study kamu lebih masuk akal di mata recruiter.
2. Tulis Problem Statement yang Jelas
Sebelum mulai desain, kamu wajib menentukan problem statement yang spesifik agar desain kamu punya tujuan yang jelas.
Misalnya pengguna kesulitan mencari jadwal dokter atau proses checkout terlalu ribet. Bagian ini penting supaya desain kamu tidak terlihat asal jadi dan punya alasan yang kuat.
3. Buat User Persona dan User Flow
Agar desain terasa lebih nyata, kamu perlu membuat user persona dan menyusun user flow yang menggambarkan alur pengguna dari awal sampai tujuan.
Persona membantu kamu memahami kebutuhan dan pain point pengguna utama. Dengan user flow, desain fitur jadi lebih terarah dan tidak random.
4. Mulai dari Wireframe ke High Fidelity Design
Untuk membuat desain lebih rapi, kamu sebaiknya memulai dari wireframe dulu sebelum masuk ke tampilan visual final.
Wireframe membantu menyusun struktur layout dan prioritas informasi di setiap halaman. Setelah itu, lanjutkan ke high fidelity dengan warna, font, icon, dan komponen UI yang lebih profesional.
5. Buat Prototype dan Dokumentasikan Case Study
Supaya fake project kamu terlihat seperti produk sungguhan, buat prototype yang bisa diklik dan tunjukkan alurnya secara jelas.
Prototype ini membantu kamu memperlihatkan pengalaman pengguna dari screen ke screen. Terakhir, dokumentasikan semuanya dalam case study agar recruiter bisa melihat proses berpikir dan solusi desain kamu.
Baca juga: Panduan Switch Career ke UI/UX Design dengan Cepat 2026
Website untuk Membuat Fake Project UI/UX
Sumber: Canva
Kalau kamu ingin membuat fake project UI/UX yang terlihat realistis, kamu bisa memanfaatkan beberapa website yang menyediakan referensi desain, inspirasi studi kasus, sampai bahan riset.
Berikut 4 website yang bisa kamu gunakan untuk membuat fake project UI/UX dari nol:
1. Mobbin
Website ini cocok banget kalau kamu ingin melihat contoh tampilan dan alur aplikasi populer secara lengkap untuk dijadikan referensi desain.
Mobbin berisi kumpulan UI screen dari banyak aplikasi besar, mulai dari login sampai checkout. Ini membantu kamu membuat user flow yang lebih realistis karena mengikuti pola desain produk nyata.
2. Dribbble
Kalau kamu ingin mencari inspirasi desain yang modern dan estetik, Dribbble bisa jadi tempat terbaik untuk mulai eksplorasi ide.
Kamu bisa menemukan banyak referensi layout, warna, dan komponen UI dari desainer global. Tapi ingat, gunakan sebagai inspirasi saja dan tetap buat versi desain kamu sendiri biar lebih original.
3. Behance
Untuk kamu yang ingin membuat fake project yang bentuknya case study lengkap, Behance bisa jadi referensi yang sangat membantu.
Banyak portfolio UI/UX di Behance yang sudah rapi, mulai dari problem statement sampai high fidelity design. Dari sini, kamu bisa belajar storytelling dan struktur presentasi portofolio yang dilirik recruiter.
4. Kaggle
Jika kamu ingin fake project yang lebih kuat karena punya insight berbasis data, Kaggle bisa jadi pilihan yang tepat.
Website ini menyediakan dataset gratis yang bisa kamu pakai untuk membuat riset sederhana atau menemukan masalah yang relevan.
Dengan dukungan data, case study UI/UX kamu akan terlihat lebih meyakinkan dan tidak sekadar asumsi.
Baca juga: Apa Itu Mobile UI/UX Design? Elemen, Tools, Tren 2026
Ingin Jadi UI/UX Designer Profesional?
Setelah tahu cara buat fake project UI/UX dan website yang bisa kamu gunakan untuk latihan, sekarang saatnya upgrade skill kamu biar portofolio makin rapi dan siap dilirik recruiter.
Belajar sendiri memang bisa, tapi hasilnya akan lebih cepat kalau kamu punya arahan yang jelas dan mentor yang bantu evaluasi.
Yuk, ikuti Bootcamp UI/UX & Desainer Grafis di dibimbing.id! Di sini, kamu akan belajar proses UI/UX dari dasar sampai praktik, mulai dari riset, wireframe, prototyping, sampai desain final yang siap masuk portofolio.
Belajar langsung dari mentor berpengalaman dengan kurikulum aplikatif dan praktis yang membantumu memahami cara menciptakan desain produk digital yang menarik dan user-friendly. Kamu juga akan mengerjakan project nyata yang bikin skill kamu makin siap untuk dunia kerja.
Dengan lebih dari 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluang kariermu di dunia UI/UX dan industri digital makin terbuka lebar!
Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi di sini dan Daftar sekarang di dibimbing.id untuk mulai perjalananmu menjadi UI/UX Designer profesional. #BimbingSampeJadi!
Tags
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
