dibimbing.id - Mengenal Software Tester: Tugas, Skill, Gaji, & Tips Sukses

Mengenal Software Tester: Tugas, Skill, Gaji, & Tips Sukses

Farijihan Putri

30 July 2025

924

Image Banner

Software tester adalah salah satu peran penting di balik lancarnya aplikasi yang kamu pakai setiap hari. Makanya, profesi ini punya tanggung jawab yang nggak main-main.

Buat Warga Bimbingan yang lagi cari jalur karier menjanjikan di bidang tech tanpa harus ahli coding dari nol, profesi ini bisa banget menjadi pilihan. Apalagi sekarang makin banyak perusahaan butuh QA tester buat jamin produknya bebas bug dan nyaman dipakai user.

Kamu tertarik menjadi bagian dari tim yang menjaga kualitas produk digital? Di artikel ini, MinDi akan ngenalin kamu sama profesi software tester. Yuk, baca sampai tuntas dan siap-siap mulai kariermu bareng tim QA profesional!

Baca Juga: Rekomendasi Bootcamp Quality Assurance Terbaik Tahun 2025


Apa Itu Software Tester?

Software tester adalah seseorang yang punya peran krusial dalam memastikan software atau aplikasi berjalan sesuai harapan, bebas dari bug atau eror, dan memberikan pengalaman terbaik bagi penggunanya.

Tugas utamanya menguji software secara sistematis serta menemukan kekurangan atau masalah. Lalu melaporkannya ke tim pengembang agar bisa diperbaiki sebelum produk dirilis ke pasar.

Tanpa software tester, kita mungkin bakal sering nemu aplikasi yang tiba-tiba force close, fitur yang nggak jalan, atau bug aneh lainnya. Makanya, profesi ini jadi incaran banyak perusahaan.


Tugas dan Tanggung Jawab Software Tester

Sebagai software tester, kamu nggak cuma ngetes aplikasi doang, ya! Peran ini butuh ketelitian, komunikasi yang oke, dan kemampuan analisis yang tajam. Buat kamu yang tertarik terjun ke QA, yuk kenalan sama tanggung jawab yang bakal kamu emban.

  1. Menganalisis masukan dari pengguna untuk memastikan kelayakan dan kebutuhan produk sesuai target.
  2. Bekerja sama erat bareng tim pengembang, QA, dan divisi lain dalam proses teknis pengembangan software.
  3. Memastikan semua tahap pengujian. Mulai dari sistem, integrasi, sampai regresi, berjalan lancar dan sesuai standar.
  4. Menyusun dan membuat skrip otomatisasi pengujian bila dibutuhkan untuk efisiensi.
  5. Mengidentifikasi serta menentukan letak bug atau inkonsistensi dalam perangkat lunak secara akurat.
  6. Melakukan pengujian di berbagai platform, termasuk media sosial dan jaringan seluler.
  7. Mendokumentasikan serta menganalisis temuan bug dalam setiap tahapan produk.
  8. Mengevaluasi bahasa pemrograman yang digunakan tim developer selama proses development.
  9. Merancang perencanaan sumber daya yang dibutuhkan untuk seluruh proses testing.
  10. Melakukan review terhadap dokumentasi software yang disiapkan oleh tim pengembang.
  11. Menjalankan tugas sesuai deadline proyek dan jadwal tim QA/development.
  12. Menyampaikan laporan perbaikan sistem dan quality assurance secara terstruktur.
  13. Memberikan feedback objektif terkait performa software kepada tim pengembang.
  14. Menguji desain fitur baru untuk meminimalisir potensi error sebelum dirilis ke user.
  15. Menawarkan solusi teknis terhadap setiap masalah yang muncul saat pengujian.
  16. Mengimplementasikan prinsip engineering berkualitas selama siklus hidup produk berbasis Agile.
  17. Membantu tim pengembang dalam menyelesaikan error secara kolaboratif.
  18. Menyusun dokumentasi lengkap mengenai proses pengujian dari awal hingga akhir.
  19. Mempresentasikan hasil pengujian ke stakeholder dan tim produk untuk pengambilan keputusan.
  20. Memberikan pelatihan teknis seputar testing software ke staf ahli di perusahaan.

Baca Juga: 15 Tools Quality Assurance Terbaik untuk Pengujian Kualitas


5 Skill yang Dibutuhkan Software Tester

Sumber: Freepik

Untuk menjadi software tester andal, kamu perlu menguasai beberapa kemampuan teknis maupun soft skill berikut.


1. Pemahaman Tentang Proses Pengembangan Software

Mengetahui setiap tahap dalam siklus hidup software sangat krusial agar kamu bisa menyesuaikan metode pengujian secara tepat. Selain itu, pemahaman ini bikin kamu bisa ikut berkontribusi dari tahap awal pengembangan sampai peluncuran produk.


2. Keterampilan Analisis dan Pemecahan Masalah

Menghadapi bug dan error yang kompleks adalah hal yang biasa. Oleh karena itu, kemampuan menganalisis akar masalah dan memberikan solusi yang tepat sangat dibutuhkan.


3. Kemampuan Komunikasi

Menjelaskan hasil pengujian ke tim developer atau manajemen butuh komunikasi yang jelas. Supaya gak ada miskom, kamu juga perlu menyampaikan masalah teknis secara sederhana dan to the point.


4. Pengetahuan Tentang Alat Uji

Menguasai tools seperti Selenium, JMeter, atau Postman bisa bantu proses testing lebih efisien. Penggunaan tools ini juga bikin kamu lebih siap saat bekerja di perusahaan berbasis teknologi.



5. Pemahaman Tentang Berbagai Jenis Pengujian

Mengetahui kapan harus pakai pengujian fungsional, regresi, hingga pengujian keamanan akan sangat membantu. Selain meningkatkan kualitas produk, kamu juga bisa mencegah bug muncul kembali di masa depan.


Gaji Software Tester

Gaji software tester di Indonesia bervariasi tergantung lokasi, pengalaman, dan level posisi. Rata-rata gaji pokok nasional berada di angka Rp7.465.112 per bulan.

Di Jakarta, angka tersebut bisa lebih tinggi, yakni sekitar Rp8.526.967 per bulan. Angka ini bisa naik signifikan seiring bertambahnya jam terbang dan sertifikasi profesional yang dimiliki.


5 Tips Sukses Menjadi Software Tester

Menjadi software tester yang andal gak cuma soal skill teknis, tapi juga mindset dan cara kerja yang solid. Nah, berikut 5 tips biar kamu makin siap terjun ke dunia QA.


1. Pelajari Dasar-Dasar Pengujian Perangkat Lunak

Pahami dulu konsep dasar seperti Software Development Life Cycle (SDLC), Software Testing Life Cycle (STLC), dan jenis-jenis testing. Pengetahuan ini bakal menjadi pondasi kuat sebelum kamu mendalami tools dan metode pengujian lainnya.


2. Terus Update Skill dan Teknologi Terbaru

Dunia QA selalu berkembang. Makanya, penting buat selalu belajar tools baru seperti Selenium, JMeter, atau Postman. Selain itu, tren agile, DevOps, sampai automation testing juga wajib kamu ikuti biar nggak ketinggalan zaman.


3. Kuasai Kemampuan Analisis dan Problem Solving

Kemampuan menganalisis bug dan mencari akar masalah bisa menjadi nilai tambah di mata developer dan manajer proyek. Jadi, jangan asal lapor error. Kamu juga perlu paham logika di baliknya.


4. Asah Komunikasi yang Jelas dan Efektif

Seorang tester sering menjadi jembatan antara developer, PM, dan user. Makanya, penting buat bisa menyampaikan temuan secara ringkas dan jelas. Pastikan juga kamu bisa kasih feedback yang membangun, bukan sekadar kritik kosong.


5. Bangun Portofolio dari Proyek Nyata

Biar makin standout saat melamar kerja, coba ikutan proyek freelance, kontribusi ke open source, atau gabung bootcamp yang kasih studi kasus nyata. Portofolio ini bisa menunjukkan kemampuanmu bukan cuma teori, tapi juga praktik langsung.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Tools Automation Testing 2025, Wajib Tahu


Siap Berkarier sebagai Software Tester?

Sekarang Warga Bimbingan udah tahu software tester adalah peran penting yang gak cuma ngetes bug, tapi juga menjamin kualitas produk digital. Kalau kamu pengin serius meniti karier di bidang QA, yuk ikut Bootcamp Quality Assurance Dibimbing!

Udah pasti, kamu akan belajar bareng mentor berpengalaman, silabusnya lengkap, bisa praktik langsung buat portofolio, gratis mengulang kelas, dan ada 840+ hiring partner buat bantu penyaluran kerja!

Kamu punya pertanyaan seperti, “Apakah harus punya background IT untuk daftar?” atau “Nanti diajarin automation testing juga nggak?” konsultasi gratis di sini. dibimbing.id siap #BimbingSampeJadi Software Tester profesional!

Share

Author Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!