Pitch Deck Adalah: Fungsi, Isi, dan Cara Membuatnya
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 11 Apr 2025
Diubah pada 25 Sep 2026
2491
Catatan Redaksi:
Artikel ini pertama kali diterbitkan pada April 2025 dan diperbarui pada 12 Agustus 2026 untuk memastikan informasi tetap akurat dan relevan.
Pitch deck adalah presentasi singkat untuk menjelaskan ide atau rencana bisnis kepada investor. Dokumen ini membantu audiens memahami potensi bisnis dengan cepat.
Namun, membuat pitch deck bukan hanya menyusun beberapa slide, lho. Kamu perlu menyajikan data dan alur cerita yang meyakinkan.
Kemampuan tersebut bisa dipelajari melalui Bootcamp Dibimbing. Programnya membantumu menguasai keterampilan industri sekaligus membangun portofolio.
Lantas, apa fungsi, isi, dan cara membuat pitch deck? Yuk, simak penjelasan lengkap dari MinDi!
Baca Juga:
- Cara Membuat Business Plan yang Baik dan Contohnya
- 10 Aplikasi Presentasi Interaktif Online dan Tips Membuatnya
- Apa Itu Tome App? Definisi, Manfaat, Tips, dan Contoh
- 7 Framework Product Market Fit untuk Validasi Produk
Apa Itu Pitch Deck?
Pitch deck adalah kumpulan slide yang menyajikan gambaran sebuah bisnis secara ringkas, terstruktur, dan menarik. Presentasi ini biasanya digunakan ketika menawarkan ide kepada investor, klien, calon mitra, atau pihak internal perusahaan.
Isinya mencakup masalah yang ingin diselesaikan, solusi, target pasar, model bisnis, hingga kebutuhan pendanaan. Dengan begitu, audiens dapat memahami peluang dan arah bisnis dalam waktu relatif singkat.
Sebuah pitch deck juga berfungsi sebagai materi pendukung ketika pendiri bisnis melakukan pitching. Informasinya tidak harus menjelaskan seluruh aspek bisnis, tetapi cukup memberikan alasan kuat agar audiens tertarik melanjutkan pembicaraan.
Apa Perbedaan Pitch Deck dan Business Plan?
Pitch deck dan business plan sama-sama digunakan untuk menjelaskan rencana bisnis. Namun, keduanya memiliki format, tingkat kedalaman informasi, dan tujuan penggunaan yang berbeda.
- Pitch deck: Berbentuk presentasi visual singkat untuk memperkenalkan bisnis kepada investor, mitra, atau klien.
- Business plan: Berbentuk dokumen terperinci yang membahas strategi, operasional, pemasaran, risiko, dan proyeksi keuangan.
- Durasi penggunaan: Pitch deck biasanya dipresentasikan dalam beberapa menit, sedangkan business plan perlu dibaca dan dianalisis lebih mendalam.
- Tujuan utama: Pitch deck membangun ketertarikan awal, sementara business plan memberikan dasar untuk menilai kelayakan bisnis.
Jadi, pitch deck bukan versi lengkap dari rencana bisnis. Dokumen ini lebih menyerupai rangkuman visual yang menampilkan informasi paling penting dan meyakinkan.
Apa Fungsi Pitch Deck?
Pitch deck adalah alat komunikasi yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan bisnis. Berikut beberapa fungsi utamanya.
1. Memperkenalkan Ide Bisnis
Pitch deck membantu kamu memperkenalkan bisnis kepada orang yang belum mengenalnya.
Audiens dapat melihat masalah, solusi, dan nilai utama bisnis dalam satu alur presentasi. Penjelasan yang ringkas juga membuat ide lebih mudah diingat.
2. Menarik Perhatian Investor
Investor perlu mengetahui alasan sebuah bisnis layak mendapatkan pendanaan. Kamu dapat menunjukkan peluang pasar, perkembangan bisnis, dan potensi pertumbuhan melalui pitch deck. Informasi tersebut membantu investor menentukan apakah pembahasan perlu dilanjutkan.
3. Menawarkan Kerja Sama
Pitch deck juga dapat digunakan untuk menawarkan kerja sama kepada klien atau calon mitra.
Isinya perlu menjelaskan bentuk kolaborasi dan manfaat yang akan diterima setiap pihak. Penawaran yang terstruktur dapat meningkatkan kepercayaan calon mitra.
4. Menyamakan Pemahaman Tim
Presentasi ini dapat digunakan untuk menjelaskan strategi kepada tim internal. Setiap anggota tim bisa memahami tujuan, target pasar, dan prioritas perusahaan. Pemahaman yang sama membantu tim menjalankan strategi secara lebih terarah.
5. Mendukung Proses Pitching
Pitch deck memberikan struktur ketika kamu menyampaikan ide secara langsung. Urutan slide membantu pembicaraan tetap fokus dan mudah diikuti. Kamu juga dapat mengatur durasi presentasi dengan lebih baik.
Apa Saja Isi Pitch Deck?
Tidak ada susunan yang benar-benar wajib untuk semua bisnis. Namun, Y Combinator dan Sequoia Capital menekankan pentingnya menjelaskan masalah, solusi, pasar, model bisnis, perkembangan, dan tim secara runtut.
Berikut susunan pitch deck yang dapat kamu jadikan sebagai panduan.
1. Sampul dan Ringkasan Bisnis
Bagian pertama memuat nama bisnis, logo, dan identitas visual perusahaan. Tambahkan satu kalimat singkat yang menjelaskan produk atau layanan utama. Pastikan audiens langsung memahami kegiatan bisnismu sejak slide pertama.
2. Masalah yang Dihadapi Konsumen
Jelaskan masalah nyata yang dialami oleh target konsumen. Gunakan data, hasil riset, atau cerita singkat untuk menunjukkan tingkat urgensinya. Hindari membahas terlalu banyak masalah dalam satu slide.
3. Solusi yang Ditawarkan
Tampilkan cara produk atau layananmu menyelesaikan masalah konsumen. Fokuslah pada manfaat utama, bukan sekadar menyebutkan berbagai fitur. Hubungkan solusi dengan masalah yang telah dijelaskan sebelumnya.
4. Produk atau Layanan
Berikan gambaran mengenai bentuk dan cara kerja produk yang ditawarkan. Kamu dapat menggunakan gambar, mockup, tangkapan layar, atau alur penggunaan. Visual yang jelas membantu audiens membayangkan pengalaman menggunakan produk.
5. Ukuran dan Peluang Pasar
Jelaskan siapa target konsumen dan seberapa besar pasar yang tersedia. Kamu dapat menggunakan konsep TAM, SAM, dan SOM untuk mengukur peluang secara lebih terstruktur. Pastikan angka yang digunakan berasal dari sumber yang dapat dipercaya.
6. Model Bisnis
Model bisnis menjelaskan cara perusahaan memperoleh pendapatan. Sebutkan apakah pendapatan berasal dari penjualan, langganan, komisi, iklan, atau sumber lainnya. Jelaskan pula harga dan pola transaksi apabila informasi tersebut sudah tersedia.
7. Traction atau Pencapaian
Traction menunjukkan bukti bahwa produk mulai diterima oleh pasar. Data ini dapat berupa pertumbuhan pengguna, pendapatan, transaksi, retensi, atau kerja sama. Pilih metrik yang paling relevan untuk menggambarkan perkembangan bisnis.
8. Strategi Go-to-Market
Strategi go-to-market menjelaskan cara bisnis menjangkau dan memperoleh pelanggan. Bagian ini dapat membahas saluran pemasaran, penjualan, kemitraan, dan strategi distribusi. Sertakan perkiraan biaya akuisisi jika datanya sudah tersedia.
9. Analisis Kompetitor
Tunjukkan kompetitor langsung maupun tidak langsung yang berada di pasar. Jelaskan perbedaan produkmu berdasarkan harga, fitur, pengalaman pengguna, atau model bisnis. Hindari mengklaim tidak memiliki kompetitor karena setiap bisnis memiliki alternatif.
10. Tim Pendiri
Investor tidak hanya mempertimbangkan ide, tetapi juga orang yang menjalankannya. Cantumkan pengalaman, keahlian, dan peran setiap anggota inti tim. Tonjolkan pengalaman yang berhubungan dengan masalah atau industri pilihanmu.
11. Proyeksi Keuangan
Tampilkan perkiraan pendapatan, biaya, dan pertumbuhan dalam beberapa tahun ke depan. Gunakan asumsi yang masuk akal serta dapat dijelaskan ketika investor bertanya. Hindari memberikan target berlebihan tanpa dasar perhitungan yang jelas.
12. Kebutuhan Pendanaan
Sebutkan jumlah pendanaan yang sedang dicari oleh perusahaan. Jelaskan rencana penggunaan dana untuk produk, pemasaran, perekrutan, atau ekspansi operasional. Hubungkan pendanaan tersebut dengan target yang ingin dicapai.
13. Penutup dan Call to Action
Akhiri presentasi dengan merangkum alasan bisnis layak dipertimbangkan. Sampaikan tindakan yang kamu harapkan dari audiens setelah presentasi selesai. Kamu bisa mengajak investor mengatur pertemuan lanjutan atau membahas peluang investasi.
Berapa Jumlah Slide Pitch Deck yang Ideal?
Jumlah slide pitch deck perlu disesuaikan dengan tahap bisnis dan kebutuhan audiens. Sebagai acuan, Y Combinator menyarankan sekitar 10–15 slide untuk presentasi pendanaan Seri A, belum termasuk bagian lampiran.
Namun, jumlah slide bukan satu-satunya penentu kualitas presentasi. Presentasi dengan 12 slide yang jelas akan lebih efektif daripada 30 slide yang penuh teks dan informasi berulang.
Jika terdapat data tambahan, letakkan informasi tersebut dalam bagian lampiran. Kamu dapat membukanya ketika investor mengajukan pertanyaan yang lebih mendalam.
Bagaimana Cara Membuat Pitch Deck?
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Setelah memahami susunannya, kamu dapat mulai membuat pitch deck secara bertahap. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu terapkan agar presentasi lebih terarah dan meyakinkan.
1. Tentukan Tujuan Presentasi
Tentukan tujuan utama sebelum mulai menyusun materi dan membuat slide pitch deck. Presentasi untuk mencari investor tentu membutuhkan informasi berbeda dari penawaran kepada klien atau calon mitra.
Tujuan yang jelas akan membantumu memilih data, pesan, dan tindakan yang perlu ditonjolkan.
2. Kenali Audiens
Cari tahu latar belakang, kebutuhan, dan hal yang menjadi perhatian utama audiens presentasimu.
Investor biasanya memperhatikan ukuran pasar, pertumbuhan, tim, risiko, dan potensi keuntungan bisnis. Sementara itu, calon klien atau mitra cenderung tertarik pada manfaat, hasil, dan bentuk kerja sama yang ditawarkan.
3. Susun Alur Cerita
Mulailah presentasi dengan menjelaskan masalah nyata yang sedang dialami oleh target konsumen.
Setelah itu, tampilkan solusi, peluang pasar, model bisnis, perkembangan, tim, dan kebutuhan pendanaan secara runtut. Alur cerita yang saling terhubung akan membantu audiens memahami alasan bisnismu layak dipertimbangkan.
4. Gunakan Data yang Kredibel
Tambahkan data kredibel untuk memperkuat penjelasan mengenai masalah, ukuran pasar, dan perkembangan bisnis.
Gunakan informasi dari laporan industri, hasil survei, lembaga pemerintah, atau data internal yang dapat dipertanggungjawabkan. Cantumkan sumbernya agar audiens dapat memeriksa informasi dan semakin percaya terhadap presentasimu.
5. Buat Desain yang Sederhana
Gunakan kombinasi warna, tipografi, ikon, dan tata letak yang konsisten pada setiap slide. Menurut Y Combinator, desain seharusnya membantu memperjelas ide dan tidak mengalihkan perhatian dari materi utama.
Pastikan ukuran tulisan, grafik, dan elemen visual tetap mudah dibaca ketika dipresentasikan melalui layar.
6. Batasi Informasi Setiap Slide
Setiap slide sebaiknya hanya membahas satu gagasan utama agar audiens lebih mudah mengikuti penjelasan.
Gunakan kalimat pendek, diagram, grafik, atau gambar untuk menyederhanakan informasi yang kompleks. Pindahkan data pendukung dan penjelasan tambahan ke bagian catatan atau lampiran presentasi.
7. Latih Cara Penyampaian
Lakukan latihan beberapa kali untuk mengatur durasi, intonasi, dan perpindahan antartopik selama presentasi.
Mintalah rekan kerja atau anggota tim memberikan masukan mengenai bagian yang masih membingungkan. Siapkan juga jawaban untuk pertanyaan tentang kompetitor, keuangan, risiko, strategi pertumbuhan, dan penggunaan pendanaan.
Apa Saja Kesalahan dalam Membuat Pitch Deck?
Pitch deck yang terlihat menarik belum tentu efektif untuk meyakinkan audiens. Berikut beberapa kesalahan yang perlu kamu hindari.
- Terlalu banyak teks: Audiens akan sibuk membaca dan tidak memperhatikan penjelasan yang kamu sampaikan.
- Tidak menjelaskan masalah: Solusi akan terlihat kurang penting jika audiens tidak memahami masalah yang dihadapi konsumen.
- Menggunakan data tanpa sumber: Angka yang tidak dapat diverifikasi bisa mengurangi kredibilitas presentasi.
- Proyeksi terlalu optimistis: Target pertumbuhan yang tidak realistis dapat menimbulkan keraguan dari investor.
- Mengabaikan kompetitor: Klaim bahwa bisnis tidak memiliki kompetitor justru menunjukkan kurangnya riset pasar.
- Tidak memiliki call to action: Audiens tidak mengetahui langkah yang kamu harapkan setelah presentasi berakhir.
- Desain tidak konsisten: Perubahan warna, jenis huruf, dan tata letak membuat presentasi terlihat kurang profesional.
Contoh Pitch Deck Sederhana
Misalnya, sebuah perusahaan rintisan menawarkan aplikasi pencatatan keuangan untuk pelaku UMKM. Presentasinya dapat dimulai dengan masalah pencatatan transaksi yang masih manual dan risiko kesalahan laporan keuangan.
Selanjutnya, perusahaan menjelaskan aplikasi sebagai solusi, jumlah UMKM yang menjadi target pasar, model langganan, pertumbuhan pengguna, dan strategi akuisisi. Presentasi kemudian ditutup dengan kebutuhan pendanaan untuk pengembangan produk dan ekspansi pemasaran.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa isi pitch deck perlu membentuk satu cerita yang saling terhubung. Setiap slide harus membantu audiens memahami alasan masalah tersebut penting dan solusi memiliki peluang berkembang.
Baca Juga:
- Contoh Perencanaan Usaha dan Tips Membuatnya
- Mengenal Investment Banking Analyst: Tugas, Skill, dan Gaji
- Mengenal Investment Banker: Tugas, Skill, dan Tips Sukses
- Tugas Business Development Berdasarkan Jenjang Karier
Kesimpulan
Pitch deck adalah presentasi singkat yang membantu kamu menjelaskan ide, peluang pasar, model bisnis, dan potensi pertumbuhan kepada investor atau calon mitra. Penyusunannya harus ringkas, runtut, dan didukung data yang kredibel.
Agar lebih meyakinkan, gunakan desain sederhana dan tampilkan satu gagasan utama pada setiap slide. Jangan lupa berlatih menyampaikan materi agar audiens semakin mudah memahami nilai bisnismu.
Kuasai Pitch Deck bersama Bootcamp Terbaik di Indonesia: Dibimbing!
Kemampuan menyusun pitch deck tidak hanya dibutuhkan oleh pendiri bisnis, tetapi juga profesional di bidang business development, produk, dan investasi. Kamu perlu menguasai riset pasar, analisis bisnis, komunikasi, serta visualisasi data agar ide yang disampaikan lebih meyakinkan.
Bootcamp Dibimbing dirancang untuk membantu kamu mengembangkan keterampilan tersebut melalui pembelajaran intensif dan studi kasus. Program ini cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, maupun profesional yang ingin upskill atau beralih karier.
Program Bootcamp Dibimbing:
- Kurikulum: Berbasis kebutuhan industri agar materi yang dipelajari relevan dengan dunia kerja.
- Live Class: Belajar secara langsung bersama mentor ahli melalui kelas interaktif.
- Assignment & Portofolio: Mengerjakan studi kasus dan proyek nyata untuk membangun portofolio profesional.
- Career Preparation: Review CV dan LinkedIn, career class, interview practice, hingga showcase.
- Penyaluran Kerja: Kesempatan terhubung dengan 1.100+ perusahaan mitra melalui program penyaluran kerja.
- Mentoring: Pendampingan bersama mentor dan fasilitator selama proses belajar.
- Sertifikasi: Kesempatan memperoleh sertifikat sebagai bukti kompetensi setelah menyelesaikan program.
Rekomendasi Bootcamp untuk Belajar Pitch Deck dan Strategi Bisnis
Dibimbing menyediakan beberapa pilihan bootcamp yang dapat mendukung kemampuan menyusun pitch deck. Kamu bisa memilihnya sesuai materi yang ingin dikuasai dan target kariermu.
Berikut rekomendasi Bootcamp Dibimbing yang bisa kamu pertimbangkan:
- Bootcamp Business Analyst & Product Strategy: Cocok untuk mempelajari riset pasar, analisis bisnis, strategi produk, dan visualisasi data. Keterampilan ini membantu kamu menyusun pitch deck berdasarkan data dan kebutuhan pasar.
- Bootcamp Investment & Banking: Membantumu memahami analisis investasi, keuangan, dan penyusunan presentasi bisnis. Program ini cocok untuk kamu yang ingin membuat pitch deck untuk investor atau kebutuhan transaksi perusahaan.
- Bootcamp Finance & Accounting: Cocok untuk mempelajari laporan keuangan, penganggaran, dan analisis finansial. Kemampuan tersebut diperlukan saat menyusun proyeksi keuangan dalam pitch deck.
- Bootcamp Data Analytics: Membantumu mengolah, menganalisis, dan memvisualisasikan data bisnis. Hasil analisis dapat digunakan untuk memperkuat informasi pasar dan pencapaian perusahaan.
- Graphic Design & UI/UX: Cocok untuk mempelajari prinsip desain, tata letak, dan komunikasi visual. Keterampilan tersebut membantu kamu membuat tampilan pitch deck yang profesional dan mudah dibaca.
Pilih program yang paling sesuai dengan tujuan karier dan keterampilan yang ingin kamu kembangkan. Yuk, lihat kurikulum dan pilihan kelas melalui All Bootcamp Dibimbing
FAQ
1. Apa Itu Pitch Deck?
Pitch deck adalah presentasi singkat yang digunakan untuk menjelaskan ide, produk, atau rencana bisnis. Presentasi ini biasanya ditujukan kepada investor, klien, maupun calon mitra. Tujuannya adalah membangun ketertarikan agar pembahasan bisnis dapat dilanjutkan.
2. Apa Fungsi Pitch Deck?
Fungsi pitch deck adalah memperkenalkan bisnis dan menjelaskan peluangnya secara ringkas. Dokumen ini juga membantu kamu menawarkan kerja sama atau mencari pendanaan. Selain itu, pitch deck dapat menyamakan pemahaman strategi di dalam tim.
3. Apa Saja Isi Pitch Deck?
Isi pitch deck biasanya mencakup masalah, solusi, produk, target pasar, dan model bisnis. Tambahkan pula traction, kompetitor, tim, proyeksi keuangan, dan kebutuhan pendanaan. Setiap bagian perlu disusun secara runtut agar mudah dipahami audiens.
4. Bagaimana Cara Membuat Pitch Deck Investor?
Cara membuat pitch deck investor dimulai dengan mengenali tujuan dan karakter calon investor. Gunakan data kredibel untuk menjelaskan pasar, perkembangan bisnis, serta potensi pertumbuhan. Susun setiap slide dengan ringkas dan akhiri dengan kebutuhan pendanaan yang jelas.
5. Seperti Apa Contoh Pitch Deck yang Menarik?
Contoh pitch deck yang menarik memiliki alur cerita jelas dan desain yang konsisten. Informasinya tidak terlalu padat serta didukung grafik atau visual yang relevan. Presentasi tersebut juga menunjukkan masalah nyata dan solusi yang mempunyai peluang berkembang.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
