Menguasai skill baru di tengah perkembangan teknologi yang sangat pesat sering menjadi tantangan besar, terutama bagi fresh graduate dan mereka yang ingin career switch ke dunia web development atau tech. Mungkin kamu menyadari industri kini tidak hanya mencari kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman akan isu keberlanjutan atau sustainability.
Keahlian di bidang Environmental, Social, and Governance (ESG) dan green business menjadi nilai tambah yang sangat dicari oleh perusahaan-perusahaan terdepan. Tanpa pemahaman ini, peluang karier kamu di perusahaan inovatif bisa terlewatkan.
Mempelajari praktik bisnis ramah lingkungan kini merupakan investasi penting untuk masa depan profesional yang cerah. Kabar baiknya, kamu bisa belajar intensif dalam 6 bulan tentang semua ini dengan mengikuti Bootcamp ESG & Sustainability dibimbing.id!
Baca Juga: Biaya Bootcamp ESG & Sustainability Management? Cek Di Sini
15 Perusahaan Green Business
Berikut adalah 15 contoh perusahaan green business yang menunjukkan komitmen nyata terhadap keberlanjutan dan ekonomi hijau.
1. Perusahaan Listrik Negara (PLN)
PLN menerapkan teknik Co-Firing, yaitu substitusi batubara dengan biomassa yang bersumber dari limbah perkebunan, pertanian, hingga sampah domestik. Pencapaian Co-Firing biomassa pada tahun 2021 mencapai 296% dari target awal, menunjukkan komitmen PLN mengurangi penggunaan batu bara dan beralih ke biomassa ramah lingkungan.
2. Bank Mandiri
Di sektor perbankan, Bank Mandiri mengurangi emisi gas rumah kaca dengan menerapkan Energi Baru Terbarukan (EBT) dan meluncurkan kartu dari plastik daur ulang (R-PVC) serta cardless credit card.
Inisiatif ini berpotensi mengurangi emisi sebesar 2.250 ton CO2 eq per tahun dan juga menjadi contoh perusahaan green business yang berhasil mengurangi penggunaan kertas sampai 1.000 ton.
3. PT Perkebunan Nusantara III (PTPN)
Perusahaan berikutnya, PTPN yang fokus pada kegiatan berkelanjutan dengan memperhatikan aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial dalam operasionalnya. PTPN mengelola limbah cair dan padat, baik B3 maupun non B3, dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan menggunakan 10 unit pembangkit EBT berbasis tenaga air/hidro dengan total kapasitas 17,14 MW.
Baca Juga: Mengenal ESG Consultant: Tugas, Gaji, dan Tips Sukses
4. PT Pertamina (Persero)
Sumber: IDN Times
Sebagai perusahaan migas terbesar, Pertamina berkomitmen pada lingkungan hijau melalui delapan inisiatif pengembangan EBT, termasuk peningkatan pemanfaatan energi panas bumi hingga 1.128 MW pada tahun 2020. Mereka juga mengembangkan green hydrogen di wilayah geothermal dan proyek gasifikasi untuk pabrik metanol.
5. PT Adaro Energy Indonesia Tbk
Adaro sebagai perusahaan energi terintegrasi bertujuan mencapai ekonomi hijau dengan mendirikan smelter aluminium berkapasitas 500 ribu ton untuk mendukung industri hilirisasi EBT, seperti kendaraan listrik dan pembangkit surya/angin. Adaro juga menginisiasi Proyek EBT melalui Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berkapasitas 70 MW di Kalimantan Selatan.
6. PT Bank Central Asia Tbk (BCA)
BCA mengambil inisiatif green melalui transformasi digital, penggunaan gedung ramah lingkungan, dan upaya pelestarian.
Melalui kerjasama daur ulang sampah, BCA berhasil mengelola 518,1 ton limbah, yang mampu menyelamatkan 29 ribu pohon, menjadikannya contoh perusahaan green business yang sukses mengurangi emisi karbon hingga 1.995,8 ton CO2.
7. Nike
Nike adalah pemimpin global dalam corporate sustainability melalui inisiatif Move to Zero yang bertujuan mencapai nol karbon dan nol limbah di seluruh rantai pasokannya. Strategi utamanya melibatkan penggunaan bahan daur ulang (seperti recycled polyester dan Nike Grind) dan transisi ke 100 % energi terbarukan di fasilitas AS dan Eropa.
Baca Juga: Cara Mendapat Sertifikasi ESG untuk Tingkatkan Karier
8. Apple
Perusahaan besar seperti Apple menetapkan standar baru dalam keberlanjutan korporat dengan fokus pada pengurangan dampak iklim dan konservasi sumber daya. Semua toko, kantor, dan pusat data Apple di seluruh dunia kini beroperasi menggunakan 100\% listrik terbarukan.
9. Patagonia
Perusahaan selanjutnya ada Patagonia yang diakui sebagai pelopor bisnis eco-conscious dengan misi inti "Kami berbisnis untuk menyelamatkan planet rumah kami". Perusahaan ini mendorong ekonomi sirkular melalui pusat perbaikan global, program penjualan perlengkapan bekas (Worn Wear), dan investasi dalam pertanian regeneratif.
10. Unilever
Sumber: CNBC Unilever
Selain perusahaan di atas, ada juga Unilever yang berkomitmen untuk membuat kehidupan berkelanjutan menjadi hal yang umum, dengan mengurangi jejak lingkungan mereka melalui produknya.
Perusahaan tersebut terus berinvestasi dalam inovasi kemasan plastik daur ulang dan telah menetapkan tujuan ambisius untuk memotong setengah emisi gas rumah kaca di seluruh rantai nilai mereka, menunjukkan komitmen sebagai contoh perusahaan green business yang global.
11. Tesla
Tesla bukan sekadar produsen mobil listrik, tetapi juga perusahaan energi bersih yang mengembangkan penyimpanan energi baterai (Powerwall) dan panel surya. Bisnis intinya berfokus pada transisi global menuju energi berkelanjutan, memberikan alternatif nyata pengganti bahan bakar fosil.
12. Interface
Interface, produsen karpet modular, dikenal sebagai salah satu perusahaan pertama yang beroperasi dengan tujuan Mission Zero, yakni menghilangkan dampak negatif terhadap lingkungan. Mereka kini fokus pada Climate Take Back dengan tujuan menciptakan dampak positif, termasuk melalui penggunaan bahan daur ulang dari jaring ikan bekas.
13. Starbucks
Starbucks berupaya mengurangi jejak lingkungan melalui inovasi kemasan dan konservasi air. Mereka telah berkomitmen untuk mengurangi limbah, menggunakan cangkir yang dapat didaur ulang dan dikomposkan, serta beralih ke energi terbarukan di operasional mereka.
14. Google
Tak ketinggalan, perusahaan raksasa seperti Google berkomitmen menjadi perusahaan yang beroperasi tanpa karbon pada tahun 2030, dan telah mencapai operasi 100% listrik terbarukan sejak 2017.
Mereka menggunakan teknologi artificial intelligence (AI) untuk mengoptimalkan penggunaan energi di pusat data mereka, memberikan contoh perusahaan green business dalam sektor teknologi.
15. Danone
Terakhir, perusahaan Danone fokus pada pangan yang berkelanjutan dan penggunaan air yang bertanggung jawab. Mereka memiliki target ambisius untuk menjadi perusahaan dengan emisi karbon nol bersih di seluruh rantai pasokan mereka, menekankan pada kesehatan planet dan manusia.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Bootcamp ESG & Sustainability Management
Mulai Karier Impianmu di ESG & Sustainability bareng Dibimbing!
Warga Bimbingan, melihat banyaknya contoh perusahaan green business di atas, peluang karier di bidang ESG dan Sustainability kini terbuka sangat lebar. Jika kamu ingin menjadi bagian dari masa depan yang lebih hijau dan membangun karier di sektor strategis, sekarang adalah waktu yang tepat.
Ikuti Bootcamp ESG & Sustainability Management Dibimbing sekarang. Kamu akan belajar bersama mentor berpengalaman dengan silabus terlengkap, termasuk studi kasus dari perusahaan-perusahaan terkemuka.
Kamu akan mendapatkan praktek nyata untuk portofolio yang relevan dengan kebutuhan industri. Kami juga menawarkan gratis mengulang kelas, dengan 96% alumni sudah berhasil dapat kerja, dan dukungan 840+ hiring partner untuk penyaluran kerja.
Kalo ada pertanyaan seperti:
- "Apakah kurikulum bootcamp ini membahas standar pelaporan ESG global seperti GRI dan SASB?"
- "Bagaimana Dibimbing.id membantu saya mengaplikasikan praktik green business ke dalam peran web development atau tech?"
Konsultasi gratis di sini karena dibimbing.id siap #BimbingSampeJadi impianmu!
Referensi
Tags
