dibimbing.id - 7 Perbedaan IT Quality Assurance dengan QA Non-IT, Wajib Tahu!

7 Perbedaan IT Quality Assurance dengan QA Non-IT, Wajib Tahu!

Farijihan Putri

27 April 2026

62

Image Banner

Memilih karier sebagai quality assurance (QA) memang keputusan yang cerdas nih. Tapi kamu wajib banget paham perbedaan IT Quality Assurance dengan QA non-IT sebelum mengirimkan berkas lamaran kerja.

Sering banget nih, banyak fresh graduate atau Warga Bimbingan yang masih kebingungan membedakan kedua profesi krusial tersebut saat membaca iklan lowongan. Kedua peran tersebut sama-sama bertugas menjaga standar kualitas sebuah produk perusahaan. 

Objek pengawasan beserta perangkat pengujian yang digunakan ternyata sangat berlainan lho. Nah, MinDi akan menjelaskannya di artikel ini secara lengkap. Yuk, baca sampai selesai!

Baca Juga: Rekomendasi Bootcamp Quality Assurance Terbaik Tahun


Apa Itu QA dalam Dunia IT?

Dalam ekosistem teknologi, profesi IT Quality Assurance (QA) atau biasa dikenal sebagai Software QA Engineer merupakan sosok penjaga gawang kualitas aplikasi. Mereka bertugas melakukan serangkaian pengujian secara manual maupun otomatis demi menjamin kenyamanan user saat menggunakan sebuah website

Warga Bimbingan perlu tahu nih, peran penguji sangat vital untuk mencegah kesalahan kecil pada barisan kode pemrograman. 

Berdasarkan The 2026 State of Testing™Report yang dipublikasikan oleh PractiTest, sebanyak 86% tenaga profesional menyatakan bahwa tim IT QA saat ini memegang peranan krusial sebagai pengambil keputusan utama (decision-maker) dalam menentukan layak atau tidaknya sebuah aplikasi dirilis ke publik.

Oleh karena itu, profesi krusial ini amat diburu oleh berbagai perusahaan teknologi masa kini dengan penawaran insentif amat menggiurkan.

Baca Juga: Cek Biaya Bootcamp Quality Assurance Dibimbing & Benefitnya


7 Perbedaan IT Quality Assurance (QA) dan QA Non-IT

Sumber: Pexels

Biar kamu makin paham spesifikasinya, mari kita bedah satu per satu rincian perbedaan kedua profesi pengawasan kualitas tersebut secara mendetail.


1. Fokus dan Objek yang Diuji

Perbedaan paling mendasar adalah fokus dan objek yang diuji. Fokus utama dari seorang IT QA pastinya selalu berpusat pada produk digital seperti aplikasi mobile dan situs web. Para spesialis QA non-IT rutin menangani pemeriksaan kualitas untuk produk fisik berupa barang manufaktur maupun olahan makanan.

Perbedaan wujud barang ini otomatis menuntut pendekatan evaluasi yang amat spesifik bagi masing-masing profesi pengawas tersebut. Seorang IT QA wajib memastikan barisan kode bersih, lalu pengawas fisik murni menyeleksi kelayakan material pabrik.


2. Lingkungan dan Tempat Kerja

Selanjutnya, perbedaan IT Quality Assurance dengan QA non-IT amat terlihat dari kondisi lingkungan tempat mereka bekerja setiap hari. Para Software QA lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar komputer dan sangat gampang bekerja secara remote dari mana saja.

Para staf QA non-IT umumnya wajib terjun langsung ke lapangan atau gudang produksi guna mengecek fisik barang memakai tangan mereka. Kondisi lingkungan kerja tersebut merupakan ciri khas utama yang memisahkan rutinitas harian kedua pakar penjamin mutu ini.


3. Tools dan Alat Bantu Pengujian

Kemudian, alat tempur yang digunakan merupakan indikator kuat untuk melihat rincian keahlian teknis pada lapangan pekerjaan. Seorang penguji perangkat lunak sangat akrab dengan berbagai software otomatisasi canggih seperti Selenium atau Postman untuk menjalankan skenario uji coba.

Para staf QA di bidang manufaktur lebih sering memakai alat ukur fisik bersertifikasi dan mikroskop beresolusi tinggi. Perbedaan penggunaan instrumen teknis ini menunjukkan spesifikasi pelatihan khusus pada masing-masing sektor industri bisnis.


4. Keterampilan Teknis yang Dibutuhkan

Sebagai spesialis IT QA, kamu wajib banget memahami dasar-dasar bahasa pemrograman, skema database, beserta arsitektur software terkini. Bahkan, tim IT QA saat ini amat mengandalkan keahlian otomatisasi untuk mempercepat rilis aplikasi.

Para tenaga QA non-IT dituntut untuk menguasai standar pedoman ISO serta prosedur ketat keselamatan kerja operasional. Kumpulan skill set yang harus kamu persiapkan dari sekarang pasti akan sangat bergantung pada pilihan jalur industri tersebut.


5. Siklus dan Metodologi Kerja

Dalam ekosistem teknologi digital, proses pengujian perangkat lunak selalu mengikuti siklus kerja super cepat menggunakan kerangka metode Agile atau Scrum.

Para IT QA harus siap sedia beradaptasi dengan ritme perubahan fitur aplikasi yang terjadi hampir setiap rilis mingguan.

Sementara para tenaga QA non-IT, bekerja dalam alur produksi linier yang sangat pakem tanpa banyak mengalami perombakan desain mendadak.

Perbedaan ritme kerja tersebut menuntut tingkat fleksibilitas mental yang amat tinggi bagi Warga Bimbingan pencari karier ranah startup.


6. Bentuk Laporan dan Dokumentasi

Melihat bentuk pelaporan hasil kerja juga bisa membantu kamu memahami perbedaan IT Quality Assurance dengan QA non-IT secara gampang.

Seorang Software QA rutin mencatat setiap temuan anomali ke dalam platform pelacakan digital terintegrasi semacam Jira atau Trello. Dokumen pelaporan QA fisik murni berupa berkas pengecekan quality control standar pabrik berisi rincian persentase kecacatan produk massal.

Sistem rekapitulasi digital pada ranah IT pastinya sangat mempermudah proses kolaborasi jarak jauh bersama jajaran pengembang perangkat lunak.


7. Proses Penanganan Masalah

Ketika menemukan sebuah anomali kode, penguji IT tidak sekadar menyerahkan laporan daftar error kepada pihak atasan teknis. Mereka sering ikut menganalisis tumpukan log data virtual guna membedah akar masalah secara presisi pada source code

Di sisi lain, para pengawas QA non-IT biasanya langsung mengkarantina produk cacat fisik untuk kemudian melaporkannya kepada kepala produksi pabrik perakitan. 

Proses investigasi pada ranah digital ini memang cenderung lebih analitis dan sangat mengandalkan pembacaan alur jejak informasi virtual.

Biar kamu makin paham, ini MinDi rangkum perbedaan IT Quality Assurance dengan QA non-IT dalam bentuk tabel:

Aspek Perbandingan

IT Quality Assurance (QA)

QA Non-IT

Objek Pengujian

Produk digital (Aplikasi, Software, Web)

Produk fisik (Barang pabrik, Makanan, Jasa)

Lingkungan Kerja

Di depan komputer, amat fleksibel kerja remote

Pabrik, gudang, atau inspeksi lapangan

Alat Bantu (Tools)

Selenium, Postman, Jira, Katalon

Alat ukur fisik, instrumen lab, standar ISO

Keterampilan Utama

Coding dasar, database, pemahaman algoritma

Standar material, SOP produksi, pedoman K3

Siklus Kerja

Sangat cepat dan dinamis (Agile/Scrum)

Terstruktur, pakem, serta sangat linier

Baca Juga: Quality Assurance Intern: Tugas & Cara Magang Lewat Dibimbing


Siap Berkarier Sebagai Software Tester Andal? Yuk, Mulai Langkahmu Sekarang!

Setelah memahami penuh perbedaan IT Quality Assurance dengan QA non-IT, kini waktunya kamu mengambil langkah konkret untuk terjun ke industri teknologi super prospektif. Yuk, asah kemampuanmu dari nol dengan ikutan Bootcamp Quality Assurance dari Dibimbing bareng mentor berpengalaman!

Kamu bakal menguasai materi melalui silabus terlengkap, mengerjakan praktek nyata buat amunisi portfolio, menikmati 8 Minggu Pengalaman Magang, hingga fasilitas gratis mengulang kelas

Kualitas program ini sudah terbukti nyata, 96% alumni sudah dapat kerja lewat bantuan 1.100+ hiring partner andalan untuk penyaluran kerja.

Kalau ada pertanyaan kayak "Kak, kalau belum ada basic IT sama sekali beneran bisa ikut kah?" atau "Nanti pas magang tugasnya ngapain aja ya?", konsultasi gratis di sini saja! Dibimbing siap #BimbingSampeJadi sampai kamu sukses meraih profesi incaran!


FAQ

1. Apakah jenjang karier IT QA lebih cepat untuk naik posisi?

Industri teknologi yang bergerak amat dinamis umumnya menawarkan peluang promosi jabatan jauh lebih kilat bagi spesialis penguji yang rajin memperbarui keahlian teknisnya.

2. Apakah lulusan non-IT bisa melamar profesi Software QA?

Sangat bisa! Profesi ini sangat terbuka bagi pelamar lintas jurusan asalkan kamu memiliki penalaran logika kuat dan mau mempelajari dasar otomatisasi sistem komputer.

3. Apakah penghasilan seorang IT QA selalu fantastis?

Permintaan talenta yang sangat tinggi dari berbagai perusahaan startup global membikin posisi spesialis perangkat lunak sering kali mendapatkan penawaran kompensasi finansial amat menggiurkan.


Referensi

  1. Software Testing Market (2026 - 2033) [Buka]
  2. The 2026 State of Testing™Report [Buka]

Share

Author Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!