Pengertian 1 Lot Saham: Jumlah Lembar, Harga, dan Modal
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 29 Okt 2026
Diubah pada 30 Okt 2026
10
Pernah melihat harga saham Rp1.000, tetapi bingung berapa modal untuk membelinya? Di Bursa Efek Indonesia (BEI), pembelian saham menggunakan satuan lot, dengan 1 lot setara 100 lembar saham.
Warga Bimbingan, memahami jumlah lot penting agar kamu bisa memperkirakan modal dan potensi keuntungan. Tanpa perhitungan yang tepat, risiko kerugian juga bisa meningkat, lho!
Nah, artikel ini akan membahas pengertian 1 lot saham, harga, hingga cara menghitungnya. Kamu juga bisa mendalami pengelolaan risiko melalui Bootcamp Risk Management Dibimbing. Yuk, baca sampai akhir!
Baca Juga: Istilah dalam Saham yang Wajib Dipahami Investor Pemula
Apa Itu Lot Saham?
Lot saham adalah satuan standar untuk menentukan jumlah lembar saham dalam transaksi di bursa. Di Indonesia, 1 lot setara dengan 100 lembar saham untuk perdagangan di pasar reguler dan pasar tunai.
Sistem lot menyeragamkan satuan transaksi agar proses jual beli lebih terstruktur. Untuk memahami penggunaannya, perhatikan poin berikut:
- Jumlah kepemilikan: Membeli 1 lot saham perusahaan ABC berarti kamu memiliki 100 lembar saham perusahaan tersebut.
- Nilai pembelian: Jumlah lot tidak langsung menunjukkan nominal uang karena harga setiap saham berbeda.
- Perhitungan modal: Kalikan jumlah lot × 100 lembar × harga per lembar, lalu tambahkan biaya transaksi.
1 Lot Saham Berapa Lembar?
Satu lot saham sama dengan 100 lembar saham di pasar reguler BEI. Ketentuan tersebut berlaku secara seragam, sehingga investor tidak perlu menggunakan konversi berbeda untuk setiap perusahaan.
Apabila kamu membeli lebih dari satu lot, jumlah lembar saham tinggal dikalikan dengan 100.
Berikut tabel konversinya.
Jumlah Lot | Jumlah Lembar Saham |
1 lot | 100 lembar |
2 lot | 200 lembar |
5 lot | 500 lembar |
10 lot | 1.000 lembar |
20 lot | 2.000 lembar |
50 lot | 5.000 lembar |
100 lot | 10.000 lembar |
Rumus perhitungan jumlah lembar saham adalah:
Jumlah Lembar Saham = Jumlah Lot × 100
Misalnya, kamu membeli saham sebanyak 15 lot. Artinya, jumlah saham yang dimiliki adalah 15 × 100 = 1.500 lembar. Jumlah lembar tersebut nantinya digunakan untuk menghitung nilai investasi, keuntungan penjualan, pembagian dividen, serta potensi kerugian.
Berapa Harga 1 Lot Saham?
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Harga 1 lot saham tidak memiliki nominal tetap karena bergantung pada harga saham per lembar di pasar.
Sebagai contoh, saham dengan harga Rp500 per lembar mempunyai nilai Rp50.000 untuk satu lot. Sementara itu, saham seharga Rp5.000 per lembar membutuhkan Rp500.000 untuk satu lot.
Berikut simulasi harga saham dengan nominal berbeda.
Harga per Lembar | Harga 1 Lot | Harga 10 Lot |
Rp100 | Rp10.000 | Rp100.000 |
Rp500 | Rp50.000 | Rp500.000 |
Rp1.000 | Rp100.000 | Rp1.000.000 |
Rp2.500 | Rp250.000 | Rp2.500.000 |
Rp5.000 | Rp500.000 | Rp5.000.000 |
Rp10.000 | Rp1.000.000 | Rp10.000.000 |
Seluruh harga merupakan ilustrasi dan belum termasuk biaya transaksi.
Dari tabel tersebut, terlihat bahwa jumlah saham dalam setiap lot selalu sama, tetapi nilai pembeliannya berbeda.
Karena itu, saham dengan harga per lembar lebih rendah belum tentu memiliki valuasi yang lebih murah. Investor tetap perlu mempertimbangkan fundamental perusahaan, jumlah saham beredar, dan prospek bisnis.
Baca Juga: 4 Cara Menghitung Valuasi Saham: Rumus dan Contohnya
Bagaimana Cara Menghitung Modal Beli Saham?
Menghitung modal pembelian saham dilakukan dengan mengalikan harga per lembar, jumlah saham dalam satu lot, dan jumlah lot yang ingin dibeli.
Rumusnya adalah:
- Modal Pembelian = Harga Saham × 100 × Jumlah Lot
Agar lebih mudah, berikut simulasi pembelian saham menggunakan harga Rp1.200 per lembar.
1. Hitung Nilai Pembelian Saham
Misalnya, kamu ingin membeli 5 lot saham ABC dengan harga Rp1.200 per lembar.
Jumlah saham yang dibeli:
5 × 100 = 500 lembar
Kemudian, nilai pembeliannya:
500 × Rp1.200 = Rp600.000
Artinya, dana untuk membeli 5 lot saham tersebut adalah Rp600.000 sebelum biaya transaksi.
2. Tambahkan Biaya Transaksi Sekuritas
Ketika membeli saham, investor biasanya dikenakan biaya transaksi oleh perusahaan sekuritas. Sebagai ilustrasi, anggap biaya pembelian sebesar 0,15% dari nilai transaksi.
Perhitungannya:
Rp600.000 × 0,15% = Rp900
Berikut rincian dana yang dibutuhkan.
Komponen | Nilai |
Harga saham | Rp1.200 |
Jumlah pembelian | 5 lot |
Total lembar | 500 |
Nilai pembelian | Rp600.000 |
Biaya beli 0,15% | Rp900 |
Total dana | Rp600.900 |
Jadi, investor perlu menyiapkan sekitar Rp600.900 untuk menyelesaikan pembelian tersebut. Besaran biaya 0,15% hanya digunakan sebagai simulasi. Tarif sebenarnya mengikuti ketentuan sekuritas yang digunakan.
Baca Juga: Cara Investasi Saham untuk Pemula dengan Modal Kecil
Berapa Minimal Lot untuk Membeli Saham?
Minimal pembelian saham di pasar reguler BEI adalah 1 lot atau 100 lembar saham. Investor dapat membeli dalam kelipatan lot, seperti 2, 3, atau 10 lot sesuai dana yang tersedia.
Namun, jumlah minimal tersebut berbeda dari nominal modal minimum karena harga setiap saham tidak sama. Misalnya, kamu memiliki dana Rp500.000 dan ingin membeli saham dengan harga Rp1.200 per lembar.
Harga satu lot adalah:
- Rp1.200 × 100 = Rp120.000
Dengan biaya pembelian asumsi 0,15%, kebutuhan dana per lot menjadi Rp120.180. Berikut alternatif pembeliannya.
Jumlah Lot | Total Biaya Beli |
1 lot | Rp120.180 |
2 lot | Rp240.360 |
3 lot | Rp360.540 |
4 lot | Rp480.720 |
5 lot | Rp600.900 |
Dengan dana Rp500.000, investor dalam simulasi tersebut dapat membeli maksimal 4 lot.
Perlu diketahui, transaksi di pasar negosiasi memiliki mekanisme berbeda karena tidak diwajibkan menggunakan satuan perdagangan kelipatan 100 lembar.
Apa Perbedaan Lot, Lembar Saham, dan Fraksi Harga?
Istilah lot, lembar saham, dan fraksi harga sering muncul dalam aplikasi perdagangan. Ketiganya memiliki fungsi berbeda.
Istilah | Pengertian | Contoh |
Lot | Satuan jumlah perdagangan | 1 lot = 100 lembar |
Lembar saham | Unit kepemilikan saham | 500 lembar = 5 lot |
Fraksi harga | Satuan perubahan harga yang diizinkan bursa | Harga Rp1.000 memiliki fraksi Rp5 |
Fraksi harga tidak menentukan jumlah saham yang dimiliki, melainkan mengatur kelipatan harga dalam pemasangan pesanan transaksi.
Sebagai contoh, saham pada rentang harga Rp500 hingga di bawah Rp2.000 menggunakan fraksi Rp5 berdasarkan ketentuan perdagangan BEI pada Oktober 2026.
Dengan demikian, investor dapat memasukkan harga Rp1.000, Rp1.005, atau Rp1.010 sesuai ketentuan yang berlaku.
Sementara itu, jumlah pembeliannya tetap dinyatakan dalam lot. Memahami perbedaan tersebut membantu investor menghindari kesalahan saat memasukkan harga maupun volume pesanan.
Bagaimana Cara Menghitung Keuntungan dari Lot Saham?
Keuntungan investasi saham dapat berasal dari kenaikan harga yang direalisasikan saat penjualan atau pembagian dividen perusahaan.
Besarnya keuntungan dipengaruhi jumlah saham yang dimiliki, sehingga perhitungan lot menjadi bagian penting dalam memperkirakan hasil investasi.
1. Keuntungan dari Capital Gain
Capital gain adalah keuntungan yang diperoleh ketika saham dijual dengan harga lebih tinggi daripada harga pembeliannya.
Misalnya, investor membeli 5 lot saham ABC pada harga Rp1.200, kemudian menjual seluruhnya pada harga Rp1.300 per lembar.
Berikut perhitungannya.
Komponen | Nilai |
Jumlah saham | 500 lembar |
Harga beli | Rp1.200 |
Harga jual | Rp1.300 |
Nilai pembelian | Rp600.000 |
Nilai penjualan | Rp650.000 |
Keuntungan kotor | Rp50.000 |
Biaya beli 0,15% | Rp900 |
Biaya jual 0,25% | Rp1.625 |
Keuntungan bersih | Rp47.475 |
Dengan asumsi biaya tersebut, keuntungan bersih yang diperoleh adalah Rp47.475.
Hasil ini memperlihatkan bahwa kenaikan harga saham perlu dihitung bersama biaya transaksi untuk mengetahui keuntungan sebenarnya.
Baca Juga: Capital Gain Adalah: Pengertian, Rumus, dan Contohnya
2. Keuntungan dari Dividen
Selain capital gain, pemegang saham berpotensi menerima dividen apabila perusahaan memutuskan membagikannya.
Dividen biasanya dihitung berdasarkan jumlah lembar saham yang berhak menerima pembayaran, bukan berdasarkan nominal modal awal.
Misalnya, perusahaan membagikan dividen Rp50 per lembar dan investor memiliki 5 lot atau 500 lembar saham.
Perhitungannya:
- 500 × Rp50 = Rp25.000
Artinya, investor berhak memperoleh dividen bruto Rp25.000 apabila memenuhi ketentuan tanggal kepemilikan saham yang ditetapkan.
Namun, pembagian dividen tidak dijamin berlangsung setiap tahun karena bergantung pada keputusan dan kondisi keuangan perusahaan.
Baca Juga: Apa Itu Risiko Investasi dan Contohnya? Kenali Strategi Meminimalisirnya
Apa Hubungan Jumlah Lot dengan Risiko Investasi Saham?
Jumlah lot menentukan besarnya eksposur modal investor terhadap perubahan harga. Semakin banyak lembar saham yang dimiliki, semakin besar perubahan nilai rupiah portofolio untuk setiap perubahan harga per lembar.
Sebagai contoh, investor membeli saham seharga Rp1.000 per lembar dan harga kemudian turun menjadi Rp975.
Berikut potensi penurunan nilainya.
Jumlah Lot | Nilai Pembelian | Penurunan Nilai |
1 lot | Rp100.000 | Rp2.500 |
5 lot | Rp500.000 | Rp12.500 |
10 lot | Rp1.000.000 | Rp25.000 |
20 lot | Rp2.000.000 | Rp50.000 |
Dari contoh tersebut, penurunan harga Rp25 per lembar menghasilkan nominal kerugian yang berbeda sesuai ukuran posisi.
Karena itu, investor tidak sebaiknya menentukan jumlah lot hanya berdasarkan banyaknya dana yang tersedia.
Baca Juga: Risk Management Trading: Skill Penting yang Perlu Dipahami Calon Risk Analyst
Cara Menentukan Jumlah Lot Berdasarkan Batas Risiko
Salah satu pendekatan pengelolaan risiko adalah position sizing, yaitu menentukan ukuran posisi berdasarkan anggaran kerugian yang direncanakan.
Misalnya, investor memiliki modal Rp5.000.000 dan menetapkan anggaran risiko 1% untuk satu transaksi.
Berikut langkah perhitungannya.
- Anggaran risiko: Rp5.000.000 × 1% = Rp50.000.
- Harga pembelian: Rp1.000 per lembar.
- Harga batas kerugian: Rp975 per lembar.
- Risiko per lembar: Rp1.000 − Rp975 = Rp25.
- Ukuran posisi teoritis: Rp50.000 ÷ Rp25 = 2.000 lembar atau 20 lot.
Jadi, ukuran posisi teoritis berdasarkan asumsi tersebut adalah 20 lot.
Namun, perhitungan ini belum mencakup biaya transaksi, slippage, dan kemungkinan harga bergerak melewati batas kerugian yang direncanakan.
Untuk menjaga anggaran risiko, investor perlu mempertimbangkan faktor tambahan tersebut sebelum menentukan jumlah pembelian.
Baca Juga: Value at Risk: Pengertian, Metode, dan Cara Menghitungnya
Apa Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Membeli Lot Saham?
Memahami perhitungan lot belum cukup untuk membuat keputusan investasi yang baik. Investor juga perlu menghindari beberapa kesalahan yang dapat meningkatkan risiko kerugian.
Berikut empat kesalahan yang sering perlu diwaspadai.
- Mengabaikan biaya transaksi. Dana yang dibutuhkan bukan hanya harga saham dikalikan jumlah lembar, tetapi juga mencakup biaya sekuritas.
- Membeli terlalu banyak lot. Ukuran posisi yang tidak sesuai profil risiko dapat menyebabkan kerugian besar ketika harga saham turun.
- Menganggap harga saham rendah pasti murah. Harga per lembar tidak otomatis mencerminkan valuasi atau kualitas perusahaan.
- Mengikuti rekomendasi tanpa analisis. Keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada kondisi fundamental, likuiditas, dan tujuan keuangan.
Baca Juga: Cara Membaca Laporan Keuangan Saham untuk Pemula
Dengan menghindari kesalahan tersebut, investor dapat merencanakan jumlah pembelian saham secara lebih terukur.
Rekomendasi Bootcamp Risk Management untuk Tingkatkan Skill
Memahami lot saham dan cara menghitung nilainya menjadi dasar dalam mengenali eksposur risiko investasi. Namun, untuk berkarier di bidang manajemen risiko, kamu juga perlu menguasai analisis risiko pasar, pengukuran kerugian, dan strategi mitigasi melalui praktik langsung.
Melalui Bootcamp Risk Management Dibimbing, kamu bisa belajar bersama mentor berpengalaman melalui kelas interaktif, proyek portofolio, dan studi kasus industri. Program ini cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, profesional, maupun career switcher yang ingin mengembangkan karier di bidang manajemen risiko.
Program Bootcamp Risk Management Dibimbing:
- Live Class dan Praktik: Ikuti 55+ live class dan 45+ sesi praktik bersama mentor ahli.
- Portofolio: Bangun portofolio melalui 25+ proyek pada pilihan program yang menyediakan fasilitas tersebut.
- Materi Komprehensif: Pelajari Credit Risk, Market Risk, Operational Risk, serta Liquidity & Treasury.
- Final Project: Kerjakan proyek akhir berdasarkan studi kasus dan standar industri.
- Pendampingan: Akses dukungan fasilitator dan mentor selama pembelajaran.
- Mentoring: Dapatkan konsultasi 1-on-1 tanpa batas, khusus program Job Connect.
- Penyaluran Kerja: Akses dukungan persiapan dan penyaluran kerja melalui program Job Connect.
- Komunitas: Bergabung dengan komunitas Risk Management untuk memperluas relasi profesional.
Siap Memulai Karier di Bidang Risk Management?
Kalau kamu ingin mendalami analisis risiko pasar, kredit, hingga operasional, Bootcamp Risk Management Dibimbing bisa menjadi langkah awal untuk meningkatkan keterampilan sekaligus membangun portofolio profesional.
Yuk, konsultasikan rencana kariermu bersama tim Dibimbing dan cari tahu pilihan program yang sesuai dengan tujuanmu!
FAQ:
1. Apakah 1 lot saham sama dengan 100 lembar?
Ya. Di Bursa Efek Indonesia, 1 lot saham setara dengan 100 lembar untuk perdagangan di pasar reguler dan pasar tunai. Artinya, membeli 10 lot sama dengan memiliki 1.000 lembar saham.
2. Berapa harga 1 lot saham BBRI?
Harga 1 lot saham BBRI bergantung pada harga per lembar saat transaksi dilakukan. Misalnya, jika harga BBRI Rp4.000 per lembar, nilai 1 lot adalah Rp400.000 sebelum biaya pembelian. Angka tersebut hanya ilustrasi, bukan harga pasar terkini.
3. Apakah bisa membeli saham kurang dari 1 lot?
Di pasar reguler BEI, pembelian saham dilakukan minimal 1 lot atau 100 lembar. Namun, pasar negosiasi tidak menggunakan kewajiban satuan perdagangan kelipatan 100 lembar.
4. Berapa keuntungan dari 1 lot saham?
Keuntungan bergantung pada perubahan harga dan biaya transaksi. Misalnya, saham dibeli Rp1.000 dan dijual Rp1.100 per lembar. Keuntungan kotornya adalah Rp10.000 untuk satu lot sebelum biaya dan pajak.
5. Apakah semakin banyak lot saham semakin besar keuntungan?
Jumlah lot yang lebih besar dapat memperbesar keuntungan nominal ketika harga naik. Namun, potensi kerugiannya juga meningkat apabila harga turun. Karena itu, jumlah lot perlu disesuaikan dengan modal dan toleransi risiko.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
