Valuasi Saham Adalah: Fungsi, Metode, dan Contohnya
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
30 December 2025
•
145
Valuasi saham adalah langkah penting yang digunakan investor untuk menilai apakah harga saham sudah sesuai dengan nilai sebenarnya.
Warga Bimbingan perlu memahami valuasi saham agar tidak asal beli saham hanya karena tren atau rekomendasi.
Banyak investor pemula sering terjebak membeli saham yang ternyata terlalu mahal atau justru melewatkan saham potensial.
Di sinilah MinDi akan membantu kamu memahami bagaimana valuasi saham digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan investasi yang lebih rasional.
Tenang, pembahasannya akan dibuat sederhana dan mudah dipahami. Yuk, kita bahas bersama fungsi, metode, dan contoh valuasi saham agar Warga Bimbingan makin siap berinvestasi.
Baca juga: Memahami Skema Merger and Acquisition di Indonesia (Panduan 2026)
Apa Itu Valuasi Saham?
Valuasi saham adalah proses untuk menentukan nilai wajar suatu saham berdasarkan kondisi dan kinerja perusahaan.
Proses ini membantu investor menilai apakah harga saham di pasar tergolong murah, mahal, atau sudah sesuai dengan nilai sebenarnya.
Valuasi saham biasanya dilakukan dengan menganalisis laporan keuangan, prospek bisnis, serta kondisi ekonomi dan industri terkait.
Dengan memahami valuasi saham, investor dapat mengambil keputusan investasi yang lebih terukur dan tidak hanya bergantung pada spekulasi.
Baca juga: Kebijakan & Regulasi Perbankan di Indonesia, Panduan Lengkap
Metode yang Digunakan dalam Valuasi Saham
Sumber: Canva
Berikut adalah empat metode valuasi saham yang paling umum digunakan, dengan penjelasan lebih mendalam di tiap metode.
1. Metode Discounted Cash Flow (DCF)
Metode DCF menghitung nilai saham berdasarkan proyeksi arus kas perusahaan di masa depan yang didiskontokan ke nilai saat ini. Pendekatan ini menekankan bahwa nilai perusahaan berasal dari kemampuan menghasilkan kas secara berkelanjutan.
Metode ini membutuhkan asumsi yang cukup detail, seperti tingkat pertumbuhan dan tingkat diskonto. Karena itu, DCF cocok digunakan untuk perusahaan dengan arus kas yang relatif stabil dan prospek jangka panjang yang jelas.
2. Metode Multiples
Metode multiples menilai saham dengan cara membandingkan rasio keuangan perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis dalam satu industri.
Pendekatan ini populer karena praktis, cepat, dan sering digunakan untuk menilai apakah saham relatif murah atau mahal.
Beberapa rasio atau istilah yang umum digunakan dalam metode multiples antara lain:
- Price to Earnings Ratio (P/E): membandingkan harga saham dengan laba per saham.
- Price to Book Value (PBV): membandingkan harga saham dengan nilai buku perusahaan.
- Price to Sales (P/S): membandingkan harga saham dengan pendapatan perusahaan.
- Price to Operating Profit (Price to OPPS): menilai harga saham berdasarkan laba operasional.
- EV/EBITDA: menilai perusahaan berdasarkan nilai enterprise terhadap laba operasional sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi.
3. Metode Asset Based
Metode asset based menilai saham berdasarkan nilai aset bersih perusahaan, yaitu total aset dikurangi seluruh kewajiban. Pendekatan ini fokus pada kekuatan neraca keuangan dibandingkan potensi laba di masa depan.
Metode ini sering digunakan pada perusahaan dengan aset fisik yang besar, seperti properti atau manufaktur.
Selain itu, asset based juga relevan untuk menilai perusahaan yang sedang mengalami kesulitan atau dalam kondisi likuidasi.
4. Metode Sum of The Parts (SOTP)
Metode SOTP digunakan untuk perusahaan yang memiliki beberapa lini atau unit bisnis yang berbeda. Setiap unit bisnis dinilai secara terpisah sesuai karakteristiknya masing-masing.
Setelah setiap unit dinilai, seluruh nilainya dijumlahkan untuk mendapatkan nilai total perusahaan.
Metode ini membantu investor melihat nilai tersembunyi dari segmen bisnis yang mungkin belum tercermin dalam harga saham pasar.
Baca juga: Panduan Sukses & Strategi Financial Investment Planning 2025
Mengapa Valuasi Saham Penting?
Valuasi saham bukan sekadar teori, tapi alat penting yang membantu investor mengambil keputusan secara lebih rasional.
Dengan memahami valuasi saham, kamu bisa menilai suatu saham berdasarkan data dan analisis, bukan sekadar ikut tren pasar. Berikut alasan utama mengapa valuasi saham sangat penting:
1. Menentukan Harga Saham yang Wajar
Valuasi saham membantu investor mengetahui apakah harga saham saat ini tergolong murah, mahal, atau sudah sesuai dengan nilai sebenarnya.
Dengan mengetahui nilai wajar, kamu bisa menghindari membeli saham yang sudah terlalu mahal. Hal ini membuat keputusan investasi menjadi lebih terukur dan minim spekulasi.
2. Mengurangi Risiko Kerugian Investasi
Dengan melakukan valuasi saham, investor tidak hanya fokus pada potensi keuntungan, tetapi juga mempertimbangkan risiko yang ada.
Valuasi membantu kamu memahami apakah harga saham sudah mencerminkan kondisi bisnis perusahaan atau justru terlalu optimistis. Dengan begitu, keputusan investasi bisa diambil secara lebih hati-hati dan tidak emosional.
3. Membantu Menyusun Strategi Investasi
Valuasi saham dapat menjadi dasar dalam menentukan strategi investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan kamu.
Investor bisa menggunakan hasil valuasi untuk menentukan waktu membeli saham saat undervalued dan menjualnya ketika harga sudah mendekati atau melebihi nilai wajarnya.
Strategi yang berbasis valuasi cenderung lebih konsisten dan tidak mudah terpengaruh fluktuasi pasar jangka pendek.
4. Menjadi Dasar Analisis Fundamental
Valuasi saham merupakan komponen utama dalam analisis fundamental karena berhubungan langsung dengan kinerja dan prospek perusahaan.
Melalui valuasi, investor dapat menilai kesehatan keuangan, kemampuan menghasilkan laba, serta potensi pertumbuhan bisnis di masa depan. Hal ini membantu investor memilih saham yang memiliki fundamental kuat dan berkelanjutan.
Baca juga: Apa Itu Pasar Modal? Panduan Praktis untuk Memahami Investasi
Faktor yang Mempengaruhi Valuasi Saham
Nilai suatu saham tidak terbentuk secara acak, tetapi dipengaruhi oleh berbagai faktor yang saling berkaitan.
Memahami faktor-faktor ini penting agar investor bisa menilai saham secara lebih objektif dan realistis. Berikut faktor utama yang memengaruhi valuasi saham:
1. Kinerja Keuangan Perusahaan
Kinerja keuangan seperti pendapatan, laba bersih, dan arus kas sangat berpengaruh terhadap valuasi saham.
Perusahaan dengan pertumbuhan laba yang stabil cenderung memiliki valuasi lebih tinggi. Laporan keuangan menjadi dasar utama untuk menilai seberapa sehat bisnis perusahaan.
2. Kondisi Industri dan Persaingan
Valuasi saham juga ditentukan oleh kondisi industri tempat perusahaan beroperasi. Industri yang sedang berkembang dengan tingkat persaingan yang sehat cenderung memberikan dukungan terhadap valuasi yang lebih baik.
Sebaliknya, industri yang stagnan atau terlalu kompetitif dapat menekan nilai saham perusahaan.
3. Kondisi Ekonomi dan Pasar
Faktor makroekonomi seperti suku bunga, inflasi, dan kondisi pasar modal memengaruhi valuasi saham secara keseluruhan.
Saat suku bunga rendah, valuasi saham cenderung naik karena biaya modal lebih murah. Sentimen pasar juga dapat membuat valuasi saham naik atau turun dalam jangka pendek.
4. Manajemen dan Tata Kelola Perusahaan
Kualitas manajemen dan tata kelola perusahaan menjadi pertimbangan penting dalam valuasi saham.
Manajemen yang kompeten dan transparan meningkatkan kepercayaan investor terhadap keberlanjutan bisnis. Perusahaan dengan tata kelola yang baik biasanya memiliki valuasi yang lebih stabil dan menarik.
Baca juga: Panduan Lengkap Investment Banking Roadmap untuk Pemula
Cara Menggunakan Hasil Valuasi Saham
Sumber: Canva
Hasil valuasi saham akan lebih berguna jika langsung diterapkan pada kasus nyata di pasar.
Berikut cara menggunakan valuasi saham dengan contoh saham batu bara seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG).
1. Membandingkan dengan Perusahaan Sejenis (Metode Multiples)
Investor dapat membandingkan valuasi PTBA dan ITMG menggunakan rasio seperti P/E, PBV, atau Price to Sales. Perbandingan ini membantu melihat saham mana yang relatif lebih murah dengan kinerja yang sebanding.
Misalnya, jika PTBA dan ITMG sama-sama mencatat laba besar, tetapi PTBA memiliki P/E lebih rendah, maka PTBA bisa dianggap lebih menarik secara valuasi. Langkah ini sering digunakan sebagai screening awal sebelum analisis lanjutan.
2. Menentukan Waktu Beli dan Jual Saham
Saham batu bara dikenal bersifat siklikal karena dipengaruhi harga komoditas global. Saat harga batu bara turun dan valuasi PTBA atau ITMG berada di bawah nilai wajarnya, ini bisa menjadi peluang beli.
Sebaliknya, ketika harga saham melonjak jauh di atas hasil valuasi akibat euforia pasar, investor dapat mempertimbangkan untuk menjual sebagian atau seluruh kepemilikan. Pendekatan ini membantu menghindari beli di harga puncak.
3. Menyusun Strategi Investasi Jangka Panjang
Valuasi membantu investor jangka panjang memilih emiten batu bara dengan fundamental kuat dan biaya produksi rendah. Contohnya, PTBA dikenal memiliki cadangan besar dan struktur biaya yang relatif efisien.
Dengan valuasi yang masuk akal dan bisnis yang solid, saham seperti PTBA atau ITMG dapat disimpan sebagai bagian dari portofolio jangka panjang. Fokusnya bukan hanya pada harga batu bara, tetapi juga kualitas bisnis perusahaan.
4. Mengelola Risiko dan Ekspektasi Keuntungan
Valuasi saham membantu investor memahami risiko sektor batu bara yang sangat bergantung pada siklus komoditas. Ketika valuasi PTBA atau ITMG sudah terlalu tinggi, risiko koreksi harga juga ikut meningkat.
Dengan mengetahui nilai wajar saham, investor bisa menetapkan target keuntungan yang lebih realistis.
Hal ini membantu menjaga disiplin investasi dan menghindari keputusan emosional saat pasar sedang panas.
Ingin Jadi Investment & Banking Analyst Andal?
Setelah memahami dasar valuasi saham dan dunia keuangan, sekarang saatnya kamu naik level dan siap berkarier di industri Investment & Banking.
Yuk, ikuti Bootcamp Investment & Banking di dibimbing.id! Di sini, kamu akan belajar analisis fundamental, valuasi saham, regulasi keuangan, hingga investment path langsung dari mentor berpengalaman dengan kurikulum yang aplikatif dan relevan dengan kebutuhan industri.
Dengan lebih dari 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluang kariermu sebagai Investment & Banking Analyst makin terbuka lebar.
Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi di sini dan daftar sekarang di dibimbing.id untuk mulai perjalanan kariermu di dunia keuangan profesional. #BimbingSampeJadi!
Tags
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
