Dibimbing - Market Value: Pengertian, Cara Menghitung, & Contohnya
Blog
Investment Banking

Market Value: Pengertian, Cara Menghitung, & Contohnya

Author

DITULIS OLEH 

Farijihan Putri

Dibuat pada 6 Jul 2026

Diubah pada 10 Jul 2026

24

Image Thumbnail

Kalau kamu ingin mulai berkarier di bidang investasi, memahami market value menjadi langkah yang nggak boleh dilewatkan. Melalui Bootcamp Investment & Banking Online dari Dibimbing, Warga Bimbingan bisa belajar cara menilai nilai perusahaan secara lebih objektif.

Sayangnya, masih banyak investor pemula yang hanya melihat harga saham tanpa memahami faktor di balik pergerakannya. Akibatnya, keputusan investasi kurang tepat karena tidak didasarkan pada analisis yang menyeluruh. 

Nah, artikel ini MinDi tulis untuk membahas pengertian, cara menghitung, hingga pentingnya market value dalam analisis saham.


Apa Itu Market Value?

apa-itu-market-value-?

Sumber: Magnific

Market value adalah nilai suatu aset atau perusahaan berdasarkan harga yang terbentuk di pasar pada waktu tertentu. Dalam dunia saham, nilai ini biasanya mencerminkan persepsi investor terhadap prospek dan kinerja perusahaan. Karena dipengaruhi mekanisme permintaan dan penawaran, nilainya dapat berubah setiap hari mengikuti kondisi pasar. 

Oleh sebab itu, memahami market value saham adalah salah satu bekal penting sebelum membeli atau menjual saham. Dengan memahami konsep ini, kamu bisa menilai apakah harga saham berada di level yang wajar atau tidak.

Baca Juga: Rekomendasi Bootcamp Investment & Banking Terbaik


Bagaimana Cara Menghitung Market Value?

Cara menghitung market value sebenarnya cukup sederhana, terutama jika yang dihitung adalah nilai pasar perusahaan (market capitalization). Rumus yang digunakan adalah:

Market Value = Harga Saham × Jumlah Saham Beredar

Misalnya, sebuah perusahaan memiliki harga saham Rp4.500 per lembar dengan total 2 miliar lembar saham yang beredar. Maka, market value perusahaan tersebut adalah:

Rp4.500 × 2.000.000.000 = Rp9.000.000.000.000

Artinya, nilai pasar perusahaan tersebut mencapai Rp9 triliun.


1. Tentukan Harga Saham Terbaru

Gunakan harga saham yang berlaku di bursa pada hari perhitungan karena nilainya selalu berubah mengikuti aktivitas perdagangan. Semakin tinggi harga saham, semakin besar pula nilai pasar perusahaan apabila jumlah saham beredar tetap.


2. Cari Jumlah Saham yang Beredar

Informasi jumlah saham beredar dapat ditemukan pada laporan tahunan perusahaan atau keterbukaan informasi di bursa. Data ini menjadi komponen utama dalam menghitung kapitalisasi pasar secara akurat.


3. Kalikan Kedua Komponen Tersebut

Kalikan harga saham dengan jumlah saham beredar untuk memperoleh nilai pasar perusahaan. Hasil perhitungan inilah yang sering dijadikan contoh market value dalam berbagai analisis investasi maupun pembelajaran valuasi perusahaan.

Baca Juga: Portofolio Investment: Komponen Aset & Cara Membuatnya


Mengapa Market Value Penting dalam Analisis Saham?

Sebelum membeli saham, investor sebaiknya tidak hanya melihat harga per lembar saham saja. Sebaliknya, memahami nilai pasar perusahaan akan membantu kamu melihat ukuran, prospek, dan tingkat kepercayaan investor terhadap perusahaan tersebut.

  1. Menentukan ukuran perusahaan
  2. Membandingkan emiten
  3. Membantu mengukur potensi investasi
  4. Menggambarkan kepercayaan investor
  5. Mendukung analisis valuasi


Bagaimana Faktor Fundamental Mempengaruhi Market Value?

Pergerakan market value memang dipengaruhi harga saham. Namun, harga saham sendiri terbentuk dari banyak faktor. Yuk, simak!


1. Harga Saham, Profitabilitas, dan Kebijakan Utang Mempengaruhi Nilai Perusahaan

Harga saham menjadi salah satu komponen utama dalam menentukan market value. Meski begitu, kenaikan harga saham biasanya tidak terjadi begitu saja. Ada faktor fundamental yang membuat investor semakin percaya terhadap prospek perusahaan.

Penelitian Martini (2024) terhadap perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2019–2023 menunjukkan harga saham, profitabilitas, dan kebijakan utang berpengaruh positif serta signifikan terhadap enterprise value ketika diukur menggunakan Price to Book Value (PBV).

Artinya, perusahaan yang mampu menghasilkan laba dengan baik sekaligus mengelola struktur utangnya secara sehat cenderung memperoleh penilaian pasar yang lebih tinggi.

Menariknya, penelitian tersebut juga menemukan ketika enterprise value diukur menggunakan Tobin's Q, harga saham dan kebijakan utang tetap memberikan pengaruh positif. Sementara itu, profitabilitas tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan.

Temuan tersebut memperlihatkan metode investment analysis perusahaan dapat menghasilkan perspektif yang berbeda terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi nilai pasar.

Bagi investor, hasil penelitian tersebut menjadi pengingat market value tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen pasar. Kondisi fundamental perusahaan tetap menjadi faktor penting yang membentuk persepsi investor terhadap prospek bisnis di masa depan.


2. EPS, PBV, dan Suku Bunga Turut Mempengaruhi Harga Saham

Selain profitabilitas, investor juga sering memperhatikan indikator fundamental lain seperti Earning per Share (EPS) dan Price to Book Value (PBV). Kedua rasio tersebut membantu menggambarkan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan sekaligus menunjukkan bagaimana pasar memberikan valuasi terhadap perusahaan.

Penelitian Rohimah dan Madyasari (2026) terhadap perusahaan sektor keuangan yang tergabung dalam Indeks Kompas 100 periode 2020–2024 menemukan EPS, PBV, dan tingkat suku bunga secara simultan berpengaruh signifikan terhadap harga saham.

Secara parsial, EPS dan PBV memberikan pengaruh positif, sedangkan kenaikan suku bunga justru berdampak negatif terhadap harga saham.

Temuan tersebut cukup masuk akal. Ketika perusahaan mampu menghasilkan laba yang lebih tinggi, investor biasanya memberikan apresiasi melalui kenaikan harga saham.

Sebaliknya, kenaikan suku bunga sering membuat investor lebih berhati-hati karena biaya pendanaan perusahaan ikut meningkat dan instrumen investasi lain menjadi lebih menarik.

Artinya, memahami market value saja belum cukup. Investor juga perlu melihat berbagai indikator fundamental yang mempengaruhi pembentukan nilai pasar perusahaan agar keputusan investasi menjadi lebih objektif.

Baca Juga: Sertifikasi Investment Banking: Jenis, Manfaat, & Cara Mendapatkannya


Apa Perbedaan Market Value dan Book Value?

apa-perbedaan-market-value-dan-book-value-?

Sumber: Magnific

Meskipun sama-sama digunakan untuk menilai perusahaan, market value dan book value memiliki dasar perhitungan yang berbeda. Agar tidak keliru saat menganalisis saham, yuk pahami perbedaannya berikut ini.

Aspek

Market Value

Book Value

Pengertian

Nilai perusahaan berdasarkan harga pasar saat ini.

Nilai perusahaan berdasarkan aset bersih yang tercatat dalam laporan keuangan.

Dasar Perhitungan

Harga saham × jumlah saham beredar.

Total aset dikurangi total liabilitas.

Sifat Nilai

Dinamis karena berubah mengikuti kondisi pasar.

Cenderung lebih stabil karena berasal dari laporan keuangan.

Dipengaruhi Oleh

Sentimen investor, kinerja perusahaan, kondisi ekonomi, dan prospek bisnis.

Nilai aset dan kewajiban perusahaan.

Tujuan Analisis

Mengukur valuasi perusahaan menurut pasar.

Mengetahui nilai bersih perusahaan secara akuntansi.


Bagaimana Memahami Market Value untuk Analisis Investasi?

Memahami nilai pasar perusahaan akan membantu kamu mengambil keputusan investasi secara lebih rasional. Nah, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan agar analisis menjadi lebih akurat.


1. Jangan Hanya Melihat Harga Saham

Harga saham yang rendah belum tentu berarti perusahaan tersebut murah untuk dibeli. Sebaliknya, lihat juga market value agar kamu mengetahui ukuran perusahaan secara keseluruhan.


2. Bandingkan dengan Perusahaan Sejenis

Perbandingan akan lebih relevan jika dilakukan pada perusahaan dalam sektor industri yang sama. Cara ini membantu kamu menilai apakah valuasi suatu emiten sudah sesuai dengan kompetitornya.


3. Gunakan Bersama Rasio Keuangan

Market value sebaiknya dianalisis bersamaan dengan PBV, PER, ROE, atau EPS agar hasilnya lebih komprehensif. Dengan begitu, keputusan investasi tidak hanya bergantung pada satu indikator saja.


4. Perhatikan Kondisi Ekonomi

Kondisi suku bunga, inflasi, maupun kebijakan pemerintah dapat mempengaruhi pergerakan harga saham. Oleh karena itu, analisis makroekonomi juga penting saat mengevaluasi market value perusahaan.


5. Evaluasi Secara Berkala

Nilai pasar perusahaan dapat berubah setiap hari mengikuti aktivitas perdagangan saham. Karena itu, lakukan evaluasi portofolio secara rutin agar strategi investasi tetap relevan.


Bagaimana Cara Belajar Valuasi Perusahaan dan Analisis Investasi Secara Praktis?

Kalau ingin memahami valuasi perusahaan secara lebih mendalam, belajar secara terstruktur tentu akan jauh lebih efektif. 

Melalui Bootcamp Investment & Banking Online dari Dibimbing, Warga Bimbingan akan mempelajari materi yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus praktik langsung bersama mentor berpengalaman.

Materi yang akan dipelajari meliputi:

  1. Fundamental of Banking
  2. Banking Cycle & Regulation
  3. Fundamental of Investment
  4. Investment Path
  5. Regulasi Investasi & ERP System
  6. Final Project
  7. Soft Skill & Career Preparation

Baca Juga: Kurikulum Terlengkap Bootcamp Investment Banking Dibimbing


Kesimpulan

Market value merupakan indikator penting untuk mengetahui bagaimana pasar menilai suatu perusahaan. Nilai ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari harga saham, fundamental perusahaan, hingga kondisi ekonomi. 

Memahami perbedaannya dengan book value juga akan membantu kamu melakukan analisis investasi yang lebih tepat. Dengan bekal pengetahuan yang baik, Warga Bimbingan bisa berkarier di bidang investasi secara lebih percaya diri.


Bootcamp Investment & Banking Online Terbaik di Indonesia dari Dibimbing

Kalau kamu ingin memahami valuasi perusahaan, analisis saham, hingga dunia perbankan secara lebih mendalam, Bootcamp Investment & Banking Online dari Dibimbing bisa menjadi pilihan yang tepat. 

Program ini dirancang khusus agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya melalui praktik dan studi kasus nyata.

Keuntungan yang akan kamu dapatkan antara lain:

  1. Durasi Kelas: 50+ live class dan 7 sesi praktik bersama mentor ahli.
  2. Metode Pembelajaran: Online live class, video learning, dan akses recording selama program.
  3. Kurikulum Sesuai Kebutuhan Industri : Analisis laporan keuangan, valuasi perusahaan, IPO, equity research, investment banking, hingga studi kasus nyata.
  4. Project & Portofolio: Weekly assignment dan final project berbasis kasus riil untuk membangun portofolio.
  5. Dukungan Karier: Review CV & LinkedIn, career class, interview practice, konsultasi 1-on-1 mentor, serta penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan.
  6. Benefit Tambahan: Bergabung dengan komunitas Investment & Banking dan memperoleh sertifikat penyelesaian bootcamp.

Selain itu, kamu juga bisa mengulang kelas secara gratis apabila masih ingin memperdalam materi yang telah dipelajari. Menariknya lagi, 96% alumni Dibimbing telah berhasil bekerja, sehingga proses belajar terasa lebih terarah menuju dunia kerja.

Masih punya pertanyaan seputar programnya atau ingin tahu kelas yang paling sesuai dengan tujuan kariermu? Yuk, konsultasi gratis dengan tim Dibimbing sekarang!


FAQ

1. Apakah market value selalu sama dengan harga perusahaan jika dijual?

Tidak. Market value hanya mencerminkan penilaian pasar berdasarkan harga saham saat ini, sedangkan nilai transaksi perusahaan bisa berbeda karena dipengaruhi proses negosiasi dan faktor lainnya.

2. Apakah perusahaan dengan market value besar selalu lebih aman untuk investasi?

Belum tentu. Perusahaan dengan nilai pasar besar umumnya lebih stabil, tetapi investor tetap perlu menganalisis fundamental, prospek bisnis, serta risiko industrinya.

3. Seberapa sering investor perlu mengecek market value perusahaan?

Idealnya dilakukan secara berkala, terutama ketika akan membeli, menjual, atau mengevaluasi portofolio investasi. Dengan begitu, keputusan investasi dapat disesuaikan dengan kondisi pasar terbaru.


Referensi

  1. Pengaruh Earning Per Share (EPS), Price To Book Value (PBV) dan Suku Bunga Terhadap Harga Saham Di Bursa Efek Indonesia (BEI) [Buka]
  2. Determinant Factors of Enterprise Value from PBV and Tobin’s Q Perspectives [Buka]

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!