Dibimbing - Apa Itu Green Jobs? Contoh hingga Peluang Kerja di Indonesia
Blog
ESG

Apa Itu Green Jobs? Contoh hingga Peluang Kerja di Indonesia

Author

DITULIS OLEH 

Farijihan Putri

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 31 Jul 2026

Diubah pada 31 Jul 2026

13

Image Thumbnail

Buat kamu yang tertarik berkarier di bidang lingkungan atau pengen upskilling, pasti penasaran apa itu green jobs dan kenapa posisi ini makin banyak dicari HRD.

Sayangnya, banyak Warga Bimbingan masih ragu terjun karena mengira lowongannya cuma sementara atau butuh kualifikasi teknis yang super rumit.

Padahal, industri hijau saat ini sedang mengalami talent gap yang bikin peluang masuknya makin gampang asal kamu punya skill set yang tepat. 

Biar kamu nggak ketinggalan tren, MinDi akan bedah prospeknya sekaligus rekomendasiin kamu buat belajar di Bootcamp ESG & Sustainability Management Dibimbing biar siap bersaing!

Baca Juga: Contoh Portofolio Student Bootcamp ESG & Sustainability Management Dibimbing


Mengapa Green Jobs Menjadi Tren Karier Masa Depan?

Tren pekerjaan di bidang lingkungan meledak bukan tanpa alasan. Hal ini dibuktikan oleh data World Economic Forum dan LinkedIn yang menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja untuk pekerjaan ramah lingkungan tumbuh dua kali lebih cepat dibandingkan jumlah pencari kerja yang punya green skills yang sesuai. 

Bahkan, prospek karier hijau ini diprediksi makin masif karena Pemerintah Indonesia sudah menargetkan proporsi tenaga kerja di sektor ini mencapai angka 2,96% hingga 3,14% dari total pekerja nasional pada tahun 2029 mendatang. 

Ledakan kebutuhan ini sebenarnya bukan cuma fenomena lokal, karena dilansir dari Kompas.com, jumlah lapangan kerja di sektor ekonomi hijau di Inggris juga dilaporkan meningkat drastis hingga 27,8% selama 10 tahun terakhir.

  1. Tuntutan regulasi bagi perusahaan dan BUMN untuk merilis laporan keberlanjutan (Sustainability Report) setiap tahunnya
  2. Minat investor global semakin tinggi pada perusahaan yang menerapkan tata kelola bisnis ramah lingkungan
  3. Terjadi talent gap karena jumlah pelatihan formal yang mencetak praktisi di bidang ini masih sangat terbatas
  4. Stabilitas karier jangka panjang dengan standar gaji yang sangat kompetitif di atas rata-rata industri konvensional
  5. Kepuasan batin karena profesimu memberikan dampak nyata dalam menjaga lingkungan dan membantu masyarakat luas


5 Contoh Green Jobs di Indonesia

contoh-green-jobs-di-indonesia

Sumber: Pexels

Buat kamu yang penasaran apa saja posisi nyata yang saat ini sedang jadi rebutan perusahaan, berikut contoh green jobs di Indonesia dengan prospek paling cerah.


1. ESG / Sustainability Specialist

ESG specialist bertugas merancang strategi dan memastikan operasional perusahaan berjalan sesuai dengan standar keberlanjutan lingkungan, sosial, dan tata kelola. Selain merancang kebijakan, posisi ini juga bertanggung jawab menyusun Sustainability Report yang nantinya akan dilampirkan kepada para investor dan publik.

Saat ini, posisi tersebut menjadi salah satu contoh green jobs di Indonesia dengan permintaan paling tinggi di korporat besar maupun bisnis BUMN.

Pasalnya, keahlian dalam memetakan risiko ESG sangat dibutuhkan agar bisnis bisa terhindar dari sanksi hukum sekaligus meningkatkan citra positif merek di mata dunia.


2. Environmental Consultant

Selanjutnya, ada posisi konsultan lingkungan yang biasanya bekerja di agensi eksternal untuk membantu berbagai perusahaan menyelesaikan persoalan dampak lingkungan mereka.

Tugas utama dari peran ini adalah melakukan riset, mengevaluasi lahan atau proyek operasional, dan memberikan rekomendasi solusi pemulihan alam yang paling efektif.

Melalui bimbingan konsultan, perusahaan klien bisa memahami langkah-langkah mitigasi bencana lingkungan yang sesuai dengan regulasi standar internasional maupun lokal. Pekerjaan ini sangat cocok buat Warga Bimbingan yang menyukai analisis lapangan dan dinamika penyelesaian masalah kasus demi kasus.


3. Carbon Auditor & Analyst

Beralih ke bidang pengkodean data lingkungan, posisi profesi analis karbon ini bertanggung jawab penuh untuk menghitung jejak karbon (carbon footprint) yang dihasilkan dari seluruh rantai bisnis perusahaan.

Setelah data emisi terkumpul, mereka akan menganalisis titik mana saja yang paling banyak membuang energi lalu merancang skema pengurangan atau perimbangan karbon (carbon offsetting).

Di era pasar perdagangan karbon saat ini, peran analis ini menjadi posisi strategis yang sangat menentukan efisiensi biaya operasional perusahaan manufaktur dan teknologi.


4. Renewable Energy Project Coordinator

Berikutnya, kamu bisa mempertimbangkan karier sebagai koordinator proyek yang fokus mengelola transisi energi dari bahan bakar fosil ke sumber energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, atau bioenergi.

Peran Renewable Energy Project Coordinator ini bertugas sebagai manajer proyek yang mengatur alur jadwal pembangunan, anggaran biaya operasional, serta kelancaran distribusi logistik komponen pembangkit listrik hijau.

Tentu saja, koordinator juga harus menjembatani komunikasi antar tim teknis di lapangan dengan pihak manajemen perusahaan agar target masa transisi energi berjalan tepat waktu.


5. Corporate Social Responsibility (CSR) Manager

Ada posisi manajer CSR yang memegang kendali utama pada aspek Social dari prinsip ESG untuk menjaga keharmonisan hubungan antara bisnis dan masyarakat sekitar. 

Posisi ini berfokus merancang program pemberdayaan masyarakat, seperti pelatihan keterampilan lokal, bantuan fasilitas pendidikan, hingga konservasi alam di area sekitar pabrik beroperasi.

Selain mendistribusikan dana bantuan sosial, mereka juga wajib mengevaluasi apakah program yang dijalankan benar-benar memberikan dampak perbaikan ekonomi jangka panjang atau tidak.

Lewat strategi komunikasi dan pendekatan empati yang tinggi, peran CSR manager adalah benteng utama dalam menjaga reputasi sosial dan keberlanjutan izin operasi bisnis perusahaan di tengah masyarakat.

Baca Juga: Bootcamp ESG vs Belajar Mandiri: Mana Lebih Worth It?


Apakah Green Jobs Cuma untuk Lulusan Teknik Lingkungan?

Jawabannya adalah tidak, karena standar ekosistem keberlanjutan modern juga sangat membutuhkan keahlian analisis dari jurusan sosial, hukum, komunikasi, manajemen, hingga akuntansi keuangan.

Bahkan, prospek karier hijau ini terbuka lebar bagi siapa saja karena yang dinilai oleh HRD bukanlah latar belakang nama jurusan kampus, melainkan penguasaan terhadap framework pelaporan dan pemahaman regulasi terkini.

  1. Lulusan Akuntansi & Keuangan: Sangat dibutuhkan untuk menangani audit data ESG, penghitungan carbon accounting, serta skema pembiayaan hijau (green finance).
  2. Lulusan Hukum & Legal: Memegang peran krusial dalam menganalisis kepatuhan regulasi lingkungan hidup, izin operasional, dan standar PROPER dari pemerintah.
  3. Lulusan Komunikasi & PR: Bertugas merancang narasi Sustainability Report dan komunikasi kampanye ESG agar mudah dipahami oleh publik dan investor tanpa terjebak greenwashing.
  4. Lulusan Manajemen & Bisnis: Dibutuhkan sebagai ESG Specialist untuk merangkai seluruh inisiatif ramah lingkungan agar tetap selaras dengan target profitabilitas dan efisiensi bisnis.

Baca Juga: Cara Mendapat Sertifikasi ESG untuk Tingkatkan Karier


Cara Mempersiapkan Diri Mengambil Peluang Karier Green Jobs

cara-mempersiapkan-diri-mengambil-peluang-karier-green-jobs

Sumber: Pexels

Supaya proses transisi kariermu berjalan mulus dan kamu nggak bingung harus mulai belajar dari mana, berikut tiga langkah persiapan strategis yang wajib kamu lakukan.


1. Pahami Framework Pelaporan dan Regulasi ESG

Langkah awal paling penting adalah mempelajari standar pelaporan global yang dipakai oleh perusahaan besar, seperti GRI (Global Reporting Initiative), TCFD, dan standar PROPER dari pemerintah Indonesia. 

Menguasai bahasa standar ini akan bikin kualifikasi langsung menonjol karena HRD tahu kamu sudah siap terjun membantu penyusunan laporan keberlanjutan di kantor mereka.


2. Bangun Portofolio dari Studi Kasus Nyata

Teori saja tidak cukup jika kamu tidak bisa membuktikan kemampuanmu dalam membaca dan menganalisis data dampak lingkungan sebuah perusahaan secara praktikal.

Cobalah untuk mengerjakan proyek mandiri dengan menganalisis laporan ESG dari perusahaan BUMN atau swasta, lalu susun rekomendasi perbaikannya sebagai portofolio kerjamu.


3. Ikuti Pelatihan Intensif Terstruktur di Bootcamp

Belajar sendiri sering memakan waktu lama karena materi tentang regulasi dan analisis data keberlanjutan sangat padat dan terus mengalami pembaruan tiap tahunnya. Cara paling efisien dan cepat adalah dengan mendaftar ke program bootcamp ESG terbaik agar kamu bisa membedah studi kasus nyata.


Kesimpulan

Memahami pentingnya peran green jobs di era sekarang jadi langkah awal yang berharga untuk menjamin stabilitas dan kesuksesan karier di masa depan. Selagi kompetisinya belum terlalu padat dan perusahaan sedang berlomba-lomba mencari talenta di bidang ini, sekaranglah momen paling tepat untuk menguasai green skills yang sesuai standar industri!

Baca Juga: Kurikulum Bootcamp ESG & Sustainability untuk Pemula


Bootcamp ESG & Sustainability Management Terbaik di Indonesia!

Nggak mau kan peluang berkarier di pekerjaan ramah lingkungan yang gajinya tinggi ini cuma terlewat begitu saja karena kamu bingung cara memulainya? Biar kamu siap bersaing dan punya portofolio yang relevan dengan standar industri, yuk langsung amankan tempatmu di Bootcamp ESG & Sustainability Management Dibimbing

Sebagai bootcamp ESG terbaik di Indonesia, program Dibimbing dirancang super komprehensif dan sudah terbukti sukses mengantarkan 96% alumninya berhasil mendapatkan pekerjaan lewat berbagai fasilitas unggulan berikut:

  1. 40+ Live Class & 20+ Assignment bareng praktisi ahli
  2. Studi kasus nyata dari berbagai industri ESG & Sustainability
  3. Pendampingan mentor 24/7 yang siap membantu kendalamu
  4. Konsultasi 1-on-1 tanpa batas bersama instruktur expert
  5. Final Project & Exam sebagai simulasi persiapan karier
  6. Penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan mitra (Job Placement)
  7. Career Preparation lengkap (Review CV ATS, LinkedIn, & Career Class)
  8. Akses komunitas eksklusif praktisi dan alumni ESG

Kalau ada pertanyaan seperti apakah pemula dari jurusan non-lingkungan bisa ikut kelas ini atau bagaimana skema pembayarannya, konsultasi gratis aja bareng tim Dibimbing yang pasti #BimbingSampeJadi karier impianmu!


FAQ

1. Apakah lowongan pekerjaan hijau di Indonesia sudah banyak tersedia saat ini?

Sangat banyak, terutama di sektor korporat besar, BUMN, pertambangan, F&B, dan manufaktur yang diwajibkan oleh regulasi pemerintah untuk merilis Sustainability Report setiap tahunnya.

2. Apa perbedaan utama antara posisi ESG Specialist dengan staff HSSE (Health, Safety, Security, & Environment) biasa?

Staff HSSE umumnya fokus pada keselamatan kerja operasional fisik di lapangan, sedangkan posisi spesialis ESG berfokus pada analisis tata kelola standar berkelanjutan secara korporat, pelaporan data emisi, dan strategi investasi hijau perusahaan.

3. Berapa kisaran rata-rata gaji untuk pemula yang masuk ke industri pekerjaan hijau?

Karena terjadi kelangkaan talenta (talent gap) saat ini, kisaran gaji untuk level pemula (entry-level) atau staf ESG di berbagai perusahaan swasta besar dan multinasional cenderung jauh lebih tinggi di atas rata-rata standar gaji staf admin konvensional.


Referensi

  1. Green job vacancies are on the rise – but workers with green skills are in short supply [Buka]
  2. Peta Jalan Pengembangan Tenaga Kerja Hijau Indonesia [Buka]
  3. Lapangan Kerja Green Jobs Meningkat hingga 27 Persen [Buka]

Kategori:

ESG

Share:

Penulis

Penulis Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!