dibimbing.id - Mengenal PROPER Hijau, Kriteria Penilaian, & Syarat Dokumen

ESG

Mengenal PROPER Hijau, Kriteria Penilaian, & Syarat Dokumen

Farijihan Putri

18 September 2025

467

Image Banner

PROPER hijau sering menjadi topik hangat buat perusahaan yang serius menjaga lingkungan, tapi masih banyak Warga Bimbingan yang bingung apa maksudnya.

Kalau kamu kerja di dunia industri atau lagi mendalami isu keberlanjutan, pasti sadar betapa ribetnya memenuhi standar lingkungan yang ketat. Apalagi kalau dokumen dan kriteria penilaian nggak jelas, bisa bikin prosesnya tambah bikin pusing.

Nah, lewat artikel ini MinDi bakal ngenalin kamu lebih dekat sama PROPER hijau, manfaatnya, kriteria penilaian, sampai syarat dokumen yang perlu disiapkan.

Kalau kamu pengen upgrade skill biar lebih pede masuk ke ranah sustainability, jangan ragu ikutan Bootcamp ESG & Sustainability Management dibimbing.id.


Apa Itu PROPER Hijau?

Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (PROPER) Hijau adalah kategori penilaian yang menunjukkan perusahaan tidak hanya patuh pada aturan lingkungan yang berlaku, tetapi juga mampu melangkah lebih jauh dari sekadar kepatuhan.

Perusahaan dinilai berkontribusi melalui penggunaan sumber daya alam yang lebih efisien, penerapan program konservasi energi yang berkelanjutan, serta pengembangan sosial yang memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Baca Juga: Biaya Bootcamp ESG & Sustainability Management? Cek Di Sini


Mengapa PROPER Hijau Penting?

Setelah tahu definisinya, sekarang kamu juga perlu paham alasan mengapa PROPER Hijau begitu krusial bagi perusahaan. 

PROPER memiliki peran penting secara legal bagi perusahaan, karena pelaksanaannya sudah diatur dalam Peraturan Menteri LHK RI Nomor 1 Tahun 2021 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Inilah 4 alasan penting lainnya. 

  1. Pengakuan resmi membuktikan perusahaan benar-benar serius menjalankan praktik keberlanjutan, bukan sekadar formalitas.
  2. PROPER hijau memberikan bukti nyata yang mampu meningkatkan citra positif perusahaan di mata publik dan memperkuat kepercayaan mitra bisnis.
  3. Efisiensi operasional tercipta lewat inovasi ramah lingkungan yang mendorong penghematan energi serta sumber daya, sehingga biaya perusahaan menjadi lebih terkendali.
  4. Daya saing perusahaan ikut terdongkrak karena keberhasilan meraih PROPER Hijau memberi nilai plus, apalagi di tengah tren global yang semakin menekankan isu keberlanjutan.


Kriteria Penilaian PROPER Hijau untuk Perusahaan

Setelah memahami pentingnya PROPER, sekarang MinDi akan jelasin lebih detail apa saja kriteria yang digunakan untuk menilai perusahaan. Berikut kriterianya. 


1. Keanekaragaman Hayati

Keanekaragaman hayati mencakup berbagai makhluk hidup dari manusia, hewan, tumbuhan, hingga mikroorganisme dalam ekosistem tertentu.

Tekanan akibat aktivitas perusahaan bisa memicu kerusakan ekosistem atau menurunnya populasi spesies. Makanya, pengelolaan biodiversitas menjadi bagian penting dalam kriteria penilaian PROPER Hijau.


2. Sistem Manajemen Lingkungan

Sistem manajemen lingkungan dibutuhkan agar perusahaan bisa menjaga kinerjanya secara berkelanjutan.

Penerapan standar ISO 14001:2015 juga menjadi salah satu aspek penting yang mendukung capaian PROPER hijau.

Standar ini menekankan kepemimpinan manajemen, proteksi lingkungan, serta komunikasi yang lebih efektif di dalam dan luar perusahaan.


3. 3R Limbah Padat

Pengelolaan limbah padat harus memperhatikan prinsip 3R: Reduce, Reuse, Recycle untuk mengurangi dampak negatifnya. 

Pendekatan ini bukan sekadar soal pembuangan sampah, melainkan juga upaya daur ulang agar lebih berkelanjutan. Maka, penilaian PROPER menempatkan aspek 3R limbah padat sebagai salah satu indikator penting.


4. 3R Limbah B3

Pengelolaan limbah B3 diatur secara ketat karena dampaknya bisa merusak ekosistem dan berdampak hukum.

PROPER Hijau menetapkan bahwa setiap perusahaan wajib mengelola limbah B3 secara terpadu agar tidak menimbulkan kerugian lingkungan.

Ketaatan pada regulasi ini juga menjadi bukti keseriusan perusahaan dalam menjaga keberlanjutan.


5. Konservasi Penurunan Beban Pencemaran Air

Air merupakan sumber daya vital yang harus digunakan secara efisien oleh perusahaan. Jika tidak dikelola, limbah cair bisa menimbulkan pencemaran di sungai atau laut.

Maka, proper hijau artinya juga menuntut perusahaan memiliki sistem pengelolaan air limbah yang efektif.


6. Penurunan Emisi

Emisi gas rumah kaca menjadi salah satu fokus utama dalam penilaian PROPER. Perusahaan dituntut untuk memahami jenis, karakteristik, serta sumber emisi agar bisa mengurangi dampaknya. Langkah ini sekaligus mendukung upaya global dalam mengatasi pemanasan iklim.


7. Efisiensi Energi

Setiap aktivitas ekonomi membutuhkan energi, sehingga efisiensi pemakaian jadi kunci penting bagi perusahaan.

Intensitas penggunaan energi yang tinggi bisa meningkatkan emisi gas rumah kaca dari proses produksi. Nah, strategi efisiensi energi masuk dalam kriteria penilaian PROPER.

Baca Juga: Cara Mendapat Sertifikasi ESG untuk Tingkatkan Karier


Dokumen Lingkungan yang Wajib Dimiliki

Sumber: Freepik

Selain memenuhi kriteria penilaian, perusahaan juga harus menyiapkan berbagai dokumen penting agar aktivitasnya sesuai regulasi lingkungan.


1. Dokumen AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)

AMDAL menjadi dokumen dasar yang menjelaskan potensi dampak aktivitas perusahaan terhadap lingkungan. Dari hasil kajian tersebut, perusahaan bisa merancang langkah mitigasi agar risiko kerusakan ekosistem bisa diminimalisir.


2. RKL/RPL (Rencana Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan)

RKL dan RPL disusun sebagai pelengkap AMDAL untuk memastikan perusahaan konsisten menjaga lingkungannya.

Penerapan kedua dokumen ini juga menjadi syarat penting dalam program PROPER hijau karena menunjukkan komitmen nyata terhadap keberlanjutan.


3. Dokumen Izin Lingkungan

Setiap perusahaan wajib memiliki izin lingkungan sebagai bukti legalitas operasional. Kepemilikan dokumen tersebut juga mendukung kelancaran penilaian PROPER karena menunjukkan kepatuhan pada aturan yang berlaku.


4. Dokumen Pengelolaan Limbah

Pengelolaan limbah B3 harus terdokumentasi mulai dari pengumpulan, penyimpanan, hingga pemusnahan sesuai regulasi yang berlaku.

Untuk limbah non-B3, perusahaan tetap wajib mencatat tata kelola agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.


5. Dokumen Pengendalian Emisi

Perusahaan yang menghasilkan emisi udara perlu memiliki catatan resmi mengenai strategi pengendaliannya.

Hal ini juga menegaskan bahwa proper hijau artinya perusahaan berusaha menekan polusi udara melalui teknologi filtrasi maupun efisiensi energi.


Contoh Perusahaan yang Mendapatkan PROPER Hijau

Berdasarkan laporan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), pada periode 2021–2022 ada sekitar 3.200 perusahaan yang ikut serta dalam program PROPER. Dari jumlah tersebut, tercatat kurang lebih 170 perusahaan berhasil meraih peringkat PROPER Hijau.

Beberapa perusahaan yang masuk kategori tersebut antara lain PT Solusi Bangun Andalas dari sektor semen, PT Pupuk Iskandar Muda di bidang pupuk, PT Asahimas Chemical pada sektor kimia, serta PT United Tractors Tbk. yang bergerak di perdagangan dan layanan alat berat.

Keberhasilan beragam perusahaan ini menunjukkan bahwa pencapaian PROPER Hijau tidak terbatas pada sektor yang langsung bersinggungan dengan lingkungan saja, tetapi juga bisa dicapai oleh berbagai jenis industri yang berkomitmen pada keberlanjutan.

Baca Juga: Sustainability Management: Definisi, Fungsi, Prinsip, hingga Strategi


Siap Berkontribusi Lewat PROPER Hijau?

Sekarang kamu sudah paham PROPER hijau bukan sekadar penghargaan, tapi bukti nyata komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan.

Kalau kamu pengen serius meniti karier di bidang ESG & Sustainability, saatnya ikut Bootcamp ESG & Sustainability Management dibimbing.id. Kamu bisa gratis mengulang kelas, ada 840+ hiring partner siap menyalurkan kerja, dan 96% alumni sudah bekerja.

Kalau masih ada pertanyaan seperti “Apakah saya harus punya latar belakang lingkungan untuk ikut bootcamp ini?” atau “Bagaimana cara bootcamp membantu saya dapat kerja di bidang ESG?, konsultasi gratis di sini. dibimbing.id siap #BimbingSampeJadi impianmu!

Tags

ESG

Share

Author Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!