Panduan Golang Array: Konsep, Implementasi & Contoh Script

Farijihan Putri
•
27 February 2025
•
209

Panduan Golang Array ini bakal membantu Warga Bimbingan memahami salah satu struktur data paling dasar dalam pemrograman Go. Array digunakan untuk menyimpan sekumpulan elemen dengan tipe data yang sama dalam satu variabel.
Meskipun konsepnya sederhana, penggunaan array yang tepat bisa bikin kode lebih efisien dan mudah dikelola. Tapi, gimana cara mendeklarasikan array, mengakses elemennya, dan menggunakannya dalam program nyata?
Warga Bimbingan, kalau kamu lagi mulai belajar Golang atau ingin memperdalam pemahaman tentang array, artikel ini cocok banget buat kamu.
Banyak pemula yang masih kesulitan membedakan array dengan slice, atau bingung cara memanipulasi datanya dengan efektif.
Makanya, kali ini MinDi mau jelasin konsep dasar array, cara deklarasi, perbedaan array dan slice, serta contoh script yang bisa langsung kamu praktikkan. Yuk, langsung mulai!
Apa Itu Array di Golang?
Array di Golang adalah struktur data yang digunakan untuk menyimpan sekumpulan elemen dengan tipe data yang sama dalam satu variabel. Setiap elemen dalam array memiliki indeks, dimulai dari 0 yang bisa digunakan untuk mengakses atau mengubah nilainya.
Berbeda dengan slice, ukuran array di Golang bersifat tetap dan harus ditentukan saat deklarasi. Misalnya, kalau kamu mendeklarasikan array dengan panjang 5, jumlah elemennya nggak bisa diubah.
Sifatnya yang tetap, membuat array cocok digunakan untuk menyimpan data yang jumlahnya sudah diketahui dari awal, seperti daftar nilai ujian atau koordinat dalam game.
Panduan Lengkap Golang Array
Sumber: Freepik
Golang array adalah struktur data yang digunakan untuk menyimpan sekumpulan elemen dengan tipe data yang sama dalam satu variabel. Berikut 4 hal yang perlu Warga Bimbingan tahu soal!
1. Deklarasi dan Inisialisasi Array
Dalam Golang array, kamu harus menentukan ukuran dan tipe data saat deklarasi. Kalau tidak diisi langsung, elemen dalam array bakal punya nilai default sesuai tipe datanya (misalnya 0 untuk integer atau "" untuk string).
Ada beberapa cara buat mendeklarasikan array di Golang:
- Tanpa inisialisasi → Array dibuat tapi belum diisi nilai apa pun.
- Dengan inisialisasi langsung → Array langsung diisi nilai saat deklarasi.
- Dengan ukuran otomatis → Golang akan menentukan ukuran array berdasarkan jumlah elemen yang diberikan.
Array ini berguna kalau kamu butuh penyimpanan data yang tetap, tapi kalau ingin lebih fleksibel, lebih baik pakai slice.
2. Mengakses dan Memodifikasi Elemen Array
Setiap elemen dalam Golang array bisa diakses lewat indeks, yang selalu dimulai dari 0. Mau mengambil atau mengubah nilai dalam array? Tinggal panggil indeks yang sesuai!
Misalnya, kalau punya array var colors = [3]string{"Red", "Green", "Blue"}, kamu bisa akses colors[1] buat ambil nilai "Green" atau ubah colors[1] = "Yellow" buat menggantinya jadi "Yellow".
Selain akses langsung, kamu juga bisa pakai loop buat menampilkan semua elemen dalam array, baik dengan perulangan for biasa atau pakai range biar lebih ringkas.
3. Panjang Array
Array di Golang punya ukuran tetap. Kamu bisa cek jumlah elemennya pakai fungsi len(). Cara ini berguna buat memastikan berapa banyak data yang tersimpan tanpa perlu menghitung manual.
Misalnya, kalau punya var numbers = [5]int{10, 20, 30, 40, 50}, tinggal panggil len(numbers) dan hasilnya pasti 5, sesuai jumlah elemen yang dideklarasikan.
Tapi ingat, ukuran array ini nggak bisa berubah di tengah jalan. Kalau butuh lebih fleksibel, lagi-lagi slice adalah alternatif yang lebih baik.
4. Array Multidimensi
Kalau array biasa menyimpan data dalam satu baris, array multidimensi memungkinkan kamu menyimpan data dalam bentuk tabel atau grid. Nah, ini sering dipakai buat data yang punya lebih dari satu dimensi, misalnya matriks atau koordinat dalam game.
Dalam Golang array, array dua dimensi bisa dideklarasikan seperti ini:
var matrix = [2][3]int{{1, 2, 3}, {4, 5, 6}}, yang artinya punya 2 baris dan 3 kolom. Kamu bisa akses elemennya dengan indeks ganda, misalnya matrix[1][2] buat ambil angka 6.
Array ini cocok buat data yang terstruktur, tapi kalau butuh lebih dinamis, kamu bisa pakai slice multidimensi buat kemudahan pengelolaan.
Baca Juga: Cara Membuat Aplikasi dengan Golang: Panduan untuk Pemula!
Contoh Implementasi Penggunaan Array dalam Program Sederhana
Sumber: Freepik
Untuk memahami cara kerja Golang array dalam program nyata, berikut 5 contoh implementasi yang bisa langsung kamu coba!
1. Menyimpan dan Menampilkan Data dalam Array
Contoh sederhana ini menunjukkan bagaimana menyimpan data dalam array dan menampilkannya menggunakan loop.
package main import "fmt" func main() { // Deklarasi array dengan 5 elemen var fruits = [5]string{"Apple", "Banana", "Orange", "Grape", "Mango"} fmt.Println("Daftar Buah:") for i := 0; i < len(fruits); i++ { fmt.Println("-", fruits[i]) } } |
Output:
Daftar Buah:
- Apple
- Banana
- Orange
- Grape
- Mango
2. Menghitung Rata-Rata Nilai dalam Array
Program ini menghitung rata-rata dari sekumpulan nilai ujian yang disimpan dalam array.
package main import "fmt" func main() { var scores = [5]float64{85.5, 90.0, 78.0, 88.5, 92.0} var total float64 = 0 // Menjumlahkan semua nilai dalam array for _, value := range scores { total += value } // Menghitung rata-rata average := total / float64(len(scores)) fmt.Println("Rata-rata nilai:", average) } |
Output:
Rata-rata nilai: 86.8
3. Menemukan Angka Terbesar dalam Array
Program ini mencari nilai terbesar dalam array angka.
package main import "fmt" func main() { var numbers = [6]int{45, 78, 23, 89, 56, 91} max := numbers[0] for _, num := range numbers { if num > max { max = num } } fmt.Println("Angka terbesar:", max) } |
Output:
Angka terbesar: 91
4. Array Multidimensi: Menampilkan Matriks
Program ini menggunakan array dua dimensi untuk menampilkan matriks angka.
package main import "fmt" func main() { var matrix = [2][3]int{ {1, 2, 3}, {4, 5, 6}, } fmt.Println("Matriks:") for i := 0; i < len(matrix); i++ { for j := 0; j < len(matrix[i]); j++ { fmt.Print(matrix[i][j], " ") } fmt.Println() // Pindah ke baris berikutnya } } |
Output:
Matriks:
1 2 3
4 5 6
5. Mengurutkan Array (Bubble Sort Sederhana)
Program ini mengurutkan array angka dari kecil ke besar menggunakan bubble sort.
package main import "fmt" func main() { numbers := [5]int{64, 34, 25, 12, 22} // Algoritma Bubble Sort for i := 0; i < len(numbers)-1; i++ { for j := 0; j < len(numbers)-1-i; j++ { if numbers[j] > numbers[j+1] { numbers[j], numbers[j+1] = numbers[j+1], numbers[j] // Swap } } } fmt.Println("Array setelah diurutkan:", numbers) } |
Output:
Array setelah diurutkan: [12 22 25 34 64]
Baca Juga: Panduan Belajar Golang untuk Pemula Sampai Mahir 2025
Siap Kuasai Golang Array dan Struktur Data Lainnya?
Sekarang Warga Bimbingan sudah paham dasar-dasar Golang array, mulai dari deklarasi, akses elemen, hingga implementasi dalam program nyata.
Tapi, untuk menjadi Back-End Developer yang andal, kamu juga perlu memahami struktur data lainnya, optimasi kode, dan praktik terbaik dalam pengembangan aplikasi. Yuk, gabung di Bootcamp Golang Back-End Development dibimbing.id!
Belajar langsung dari mentor berpengalaman dengan silabus terlengkap, praktik nyata buat portfolio, serta kesempatan gratis mengulang kelas. Sudah terbukti, 96% alumni berhasil dapat kerja, dan ada 840+ hiring partner yang siap membantu penyaluran karir kamu!
Punya pertanyaan seperti "Bagaimana cara mengoptimalkan penggunaan array dalam sistem skala besar?" atau "Kapan harus memilih array dibanding slice dalam Golang?" Jangan ragu konsultasi gratis di sini! dibimbing.id siap #BimbingSampeJadi.
Referensi
Tags