Dibimbing - Cara Membuat Latar Belakang Skripsi, Lengkap dengan Contoh
Blog
Bootcamp

Cara Membuat Latar Belakang Skripsi, Lengkap dengan Contoh

Author

DITULIS OLEH 

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 9 Okt 2026

Diubah pada 10 Okt 2026

13

Image Thumbnail

Cara membuat latar belakang skripsi sering bikin bingung karena kamu harus menjelaskan topik, masalah, data, hingga alasan penelitian secara runtut. Kalau alurnya nggak jelas, latar belakang bisa terasa panjang tapi sulit dipahami.

Warga Bimbingan, MinDi bakal bantu kamu memahami struktur, langkah penulisan, hingga contoh latar belakang skripsi yang bisa dijadikan referensi. Jadi, kamu bisa lebih mudah menyusun bagian ini dengan alur yang jelas.

Selain menyelesaikan skripsi, kamu juga bisa menyiapkan skill untuk dunia kerja melalui Bootcamp Dibimbing. Yuk, baca sampai akhir!

Baca Juga: 10 Struktur Karya Ilmiah yang Tepat, Mahasiswa Wajib Tahu!


Apa Itu Latar Belakang Skripsi?

Latar belakang skripsi adalah bagian yang menjelaskan alasan suatu penelitian perlu dilakukan. Bagian ini membantu pembaca memahami konteks, fenomena, serta masalah yang menjadi dasar penelitian.

Dalam penulisannya, latar belakang biasanya memuat kondisi ideal, kondisi aktual, data pendukung, hingga research gap. Semua elemen tersebut disusun secara runtut agar pembaca bisa melihat hubungan antara masalah dan tujuan penelitian.

Karena itu, latar belakang nggak seharusnya hanya berisi teori atau definisi. Kamu perlu menunjukkan mengapa topik tersebut penting diteliti dan bagaimana penelitianmu dapat memberikan jawaban terhadap masalah yang ditemukan.

Baca Juga: 7 Contoh Abstrak Karya Ilmiah Berbagai Bidang, Yuk Simak!


Apa Fungsi Latar Belakang dalam Skripsi?

Latar belakang bukan sekadar bagian pembuka sebelum rumusan masalah. Bagian ini berfungsi membangun argumentasi mengapa penelitianmu relevan dan perlu dilakukan.

Beberapa fungsi utama latar belakang skripsi antara lain:

  1. Menjelaskan konteks penelitian. Pembaca dapat memahami topik dan fenomena yang menjadi dasar penelitian.
  2. Menunjukkan masalah penelitian. Kamu dapat memperlihatkan kesenjangan antara kondisi ideal dan kondisi aktual.
  3. Memperkuat masalah dengan data. Statistik, laporan, atau penelitian sebelumnya membuat argumentasi lebih kredibel.
  4. Menunjukkan urgensi penelitian. Pembaca bisa memahami mengapa permasalahan tersebut perlu dianalisis.
  5. Mengarah ke rumusan masalah. Pembahasan latar belakang seharusnya membawa pembaca menuju fokus penelitian secara natural.

Dengan fungsi tersebut, latar belakang sebaiknya nggak hanya berisi teori atau definisi. Setiap informasi yang kamu masukkan perlu membantu menjelaskan alasan penelitian dilakukan.

Baca Juga: 5 Cara Merumuskan Hipotesis Penelitian: Panduan & Contohnya


Bagaimana Struktur Latar Belakang Skripsi?

bagaimana-struktur-latar-belakang-skripsi

Sumber: Desain oleh Dibimbing

Struktur latar belakang skripsi dapat berbeda tergantung pedoman kampus dan karakter penelitian. Namun, secara umum kamu bisa menyusunnya dari pembahasan yang luas menuju masalah yang semakin spesifik.

Berikut struktur latar belakang skripsi beserta contoh singkatnya.


1. Gambaran Umum Topik

Awali dengan konteks besar dari topik penelitian. Bagian ini membantu pembaca memahami bidang yang sedang dibahas sebelum masuk ke masalah tertentu.

Contoh:

“Perkembangan teknologi digital mendorong pemerintah menyediakan berbagai pelayanan publik berbasis aplikasi. Digitalisasi tersebut diharapkan dapat membuat pelayanan menjadi lebih cepat dan mudah diakses masyarakat.”


2. Kondisi Ideal

Jelaskan bagaimana kondisi seharusnya terjadi berdasarkan teori, standar, kebijakan, atau penelitian terdahulu. Kondisi ideal nantinya akan dibandingkan dengan keadaan aktual.

Contoh:

“Layanan publik digital idealnya dapat diakses dengan mudah, memiliki informasi yang jelas, dan memberikan respons yang cepat kepada pengguna. Kualitas layanan yang baik juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan pemerintah.”


3. Fenomena atau Kondisi Aktual

Setelah kondisi ideal dijelaskan, tunjukkan apa yang sebenarnya terjadi pada objek penelitian. Gunakan hasil observasi, data, laporan resmi, maupun penelitian sebelumnya.

Contoh:

“Namun, dalam penggunaannya masih ditemukan keluhan terkait kecepatan aplikasi dan kegagalan mengakses fitur tertentu. Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan antara kualitas layanan yang diharapkan dengan pengalaman pengguna.”


4. Masalah Penelitian

Identifikasi masalah utama dari perbedaan antara kondisi ideal dan aktual. Pastikan masalah tersebut tetap sesuai dengan objek dan tujuan penelitian.

Contoh:

“Permasalahan tersebut menunjukkan bahwa kualitas layanan aplikasi masih perlu dievaluasi. Evaluasi diperlukan untuk mengetahui aspek yang telah memenuhi harapan pengguna maupun bagian yang masih membutuhkan perbaikan.”


5. Research Gap

Research gap merupakan celah dari penelitian terdahulu yang dapat menjadi alasan penelitianmu tetap dibutuhkan. Celahnya dapat berasal dari objek, metode, variabel, periode, maupun temuan yang berbeda.

Contoh:

“Penelitian sebelumnya lebih banyak membahas penerimaan teknologi dan kepuasan pengguna. Sementara itu, evaluasi kualitas layanan secara spesifik pada aplikasi Kabupaten X masih terbatas.”


6. Urgensi Penelitian

Selanjutnya, jelaskan mengapa masalah tersebut penting untuk diteliti. Kamu bisa menghubungkannya dengan dampak masalah maupun manfaat hasil penelitian.

Contoh:

“Evaluasi diperlukan karena kualitas layanan dapat memengaruhi pengalaman dan keberlanjutan penggunaan aplikasi. Hasil penelitian juga dapat membantu pengelola menentukan aspek layanan yang perlu diprioritaskan.”


7. Arah Penelitian

Paragraf terakhir dapat mengarahkan pembaca menuju fokus penelitian. Sebutkan secara singkat apa yang akan dianalisis dan tujuan utamanya.

Contoh:

“Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini dilakukan untuk mengevaluasi kualitas layanan aplikasi pelayanan publik dan menentukan aspek yang menjadi prioritas perbaikan.”

Baca Juga: Kisah Switch Career Kak Robby lewat Bootcamp Dibimbing


Bagaimana Cara Membuat Latar Belakang Skripsi?

Setelah mengetahui strukturnya, kamu bisa mulai menyusun latar belakang secara bertahap. Cara membuat latar belakang skripsi yang baik bukan dimulai dari menulis sebanyak mungkin, tetapi dari mengumpulkan informasi yang memang dibutuhkan.


1. Tentukan Topik Penelitian

Mulailah dari topik yang ingin kamu teliti dan pastikan cakupannya nggak terlalu luas. Topik yang spesifik akan memudahkan kamu menentukan fenomena, objek, serta referensi.

Misalnya, daripada hanya menggunakan topik “media sosial”, kamu bisa mempersempitnya menjadi “pengaruh penggunaan TikTok terhadap keputusan pembelian mahasiswa”. Fokus tersebut membuat arah penelitian lebih jelas.


2. Cari Fenomena yang Relevan

Selanjutnya, identifikasi kondisi atau fenomena yang berkaitan dengan topik penelitianmu. Fenomena dapat berasal dari hasil observasi, laporan resmi, berita, maupun penelitian terdahulu.

Hindari langsung menyebut sesuatu sebagai masalah tanpa dasar. Kamu perlu menunjukkan bukti bahwa kondisi tersebut memang layak dianalisis.


3. Kumpulkan Data Pendukung

Gunakan data untuk menunjukkan bahwa fenomena yang dibahas benar-benar terjadi. Kamu dapat menggunakan statistik, laporan pemerintah, hasil survei, maupun jurnal ilmiah.

Nggak semua data harus dimasukkan ke latar belakang. Pilih informasi yang paling relevan untuk memperkuat argumentasi penelitian.


4. Bandingkan Kondisi Ideal dan Aktual

Jelaskan terlebih dahulu bagaimana kondisi seharusnya terjadi, kemudian bandingkan dengan fenomena sebenarnya. Perbedaan dari keduanya dapat membantu kamu menentukan masalah penelitian.

Misalnya, aplikasi seharusnya memiliki layanan cepat, tetapi pengguna justru banyak mengeluhkan waktu pemuatan yang lambat. Kondisi tersebut dapat menjadi dasar untuk melakukan evaluasi.


5. Cari Research Gap

Baca beberapa penelitian terdahulu yang memiliki topik serupa. Perhatikan apa yang sudah diteliti dan bagian mana yang masih memiliki ruang untuk dikembangkan.

Gap bisa berasal dari objek berbeda, metode baru, periode penelitian terbaru, atau hasil penelitian sebelumnya yang belum konsisten. Jelaskan secara spesifik agar alasan penelitianmu semakin kuat.


6. Jelaskan Urgensi Penelitian

Setelah masalah dan research gap ditemukan, jelaskan mengapa penelitian perlu dilakukan. Kamu dapat membahas dampak apabila masalah tidak dievaluasi atau manfaat yang bisa dihasilkan.

Urgensi tetap harus berkaitan langsung dengan fokus penelitian. Hindari memperbesar dampaknya kalau tidak memiliki data pendukung.


7. Arahkan ke Fokus Penelitian

Bagian akhir latar belakang perlu mempersempit pembahasan menuju penelitian yang kamu lakukan. Jelaskan objek, masalah utama, dan tujuan secara singkat.

Dengan begitu, pembaca dapat melihat hubungan antara seluruh pembahasan sebelumnya dengan rumusan masalah. Alurnya pun terasa lebih runtut.

Baca Juga: Alumni Dibimbing Sukses Switch Career dari Astronomi ITB ke IT


Contoh Latar Belakang Skripsi

Bagian struktur akan lebih mudah dipahami kalau kamu melihat penerapannya dalam satu contoh utuh. Dengan begitu, alur dari konteks, data, masalah, hingga arah penelitian jadi lebih jelas.

Berikut ini adalah contoh latar belakang skripsi dengan topik evaluasi kualitas layanan aplikasi pelayanan publik. Angka dan objeknya bersifat ilustratif, jadi tetap sesuaikan dengan penelitianmu.


Contoh Latar Belakang Skripsi

Perkembangan teknologi informasi mendorong pemerintah menyediakan berbagai pelayanan publik berbasis digital. Penggunaan aplikasi diharapkan dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mempermudah masyarakat memperoleh layanan tanpa harus datang langsung ke kantor pelayanan.

Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten X tahun 2025, aplikasi pelayanan publik daerah memiliki sekitar 48.000 pengguna terdaftar dengan rata-rata 12.500 pengguna aktif setiap bulan. Jumlah tersebut menunjukkan bahwa aplikasi telah menjadi salah satu saluran pelayanan yang cukup banyak digunakan oleh masyarakat.

Namun, kualitas layanan masih belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pengguna. Dari 320 keluhan yang tercatat selama Januari–Juni 2025, sekitar 34% berkaitan dengan waktu pemuatan aplikasi, 27% mengenai kegagalan mengakses fitur, dan 18% mengenai lambatnya respons bantuan pengguna.

Beberapa penelitian sebelumnya telah membahas penggunaan teknologi dalam pelayanan pemerintah, tetapi mayoritas berfokus pada penerimaan teknologi dan kepuasan pengguna. Sementara itu, penelitian yang secara khusus mengevaluasi kualitas layanan aplikasi Kabupaten X serta menentukan aspek yang perlu diprioritaskan untuk diperbaiki masih terbatas.

Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian perlu dilakukan untuk mengevaluasi kualitas layanan aplikasi berdasarkan persepsi pengguna serta menentukan aspek yang membutuhkan peningkatan. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu pengelola menyusun prioritas perbaikan sehingga kualitas layanan dan pengalaman masyarakat dapat ditingkatkan.

Baca Juga: Switch Career dari Pertanian, Sukses Jadi UI/UX Designer


Apa Kesalahan dalam Membuat Latar Belakang Skripsi?

Latar belakang yang panjang belum tentu menunjukkan argumentasi yang kuat. Beberapa kesalahan justru membuat pembahasannya berputar-putar dan sulit mengarah ke fokus penelitian.

Beberapa kesalahan yang perlu dihindari antara lain:

  1. Terlalu banyak teori. Latar belakang bukan tempat untuk menguraikan seluruh teori penelitian.
  2. Tidak menggunakan data. Masalah tanpa bukti berpotensi terlihat seperti asumsi pribadi.
  3. Pembahasannya terlalu luas. Konteks yang terlalu panjang membuat pembaca sulit menemukan masalah utama.
  4. Tidak menunjukkan research gap. Pembaca menjadi sulit memahami alasan penelitian baru masih diperlukan.
  5. Tidak mengarah ke fokus penelitian. Bagian akhir seharusnya membawa pembaca menuju rumusan masalah dan tujuan penelitian.

Baca Juga: Nekat Switch Career, Anak Teknik Ini Jadi Data Analyst Dalam 4 Bulan


Tips Menulis Latar Belakang Skripsi agar Lebih Mudah

Menulis latar belakang akan terasa lebih mudah kalau kamu nggak langsung memaksakan semuanya selesai dalam satu waktu. Buat kerangka terlebih dahulu, lalu kembangkan setiap poin berdasarkan data dan referensi yang sudah dikumpulkan.


1. Gunakan Pola Umum ke Khusus

Mulailah pembahasan dari konteks yang lebih luas agar pembaca memahami topik penelitian sebelum masuk ke objek dan masalah yang lebih spesifik. 

Setelah itu, arahkan pembahasan secara bertahap menuju fokus penelitian. Pastikan setiap paragraf semakin memperjelas masalah yang ingin dianalisis.


2. Buat Kerangka Sebelum Menulis

Susun terlebih dahulu poin penting seperti fenomena, kondisi ideal, data, masalah, research gap, dan urgensi agar alur penulisan lebih terarah. 

Kerangka membantu kamu melihat hubungan antarbagian sebelum dikembangkan menjadi paragraf. Setelah itu, kembangkan setiap poin secara runtut.


3. Gunakan Data yang Relevan

Tambahkan statistik, hasil survei, laporan resmi, atau penelitian terdahulu yang benar-benar berkaitan dengan fenomena dan masalah penelitianmu. 

Data yang tepat dapat memperkuat argumentasi dalam latar belakang. Hindari terlalu banyak angka jika nggak membantu memperjelas masalah.


4. Gunakan Referensi Terpercaya

Prioritaskan jurnal ilmiah, buku akademik, laporan pemerintah, atau sumber resmi yang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan. 

Referensi terpercaya membantu memperkuat setiap pernyataan yang kamu tulis. Pastikan sumbernya juga sesuai dengan konteks penelitian.


5. Tunjukkan Masalah dan Research Gap

Bandingkan kondisi ideal dengan kondisi aktual untuk menunjukkan adanya masalah atau kesenjangan yang layak diteliti lebih lanjut. 

Setelah itu, cari bagian yang belum banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya. Masalah dan research gap yang jelas akan memperkuat alasan penelitianmu dilakukan.

Baca Juga: Testimoni Kisah Sukses Career Switch Jadi Data Analyst FMCG


Kesimpulan

Cara membuat latar belakang skripsi perlu dimulai dari memahami topik, menemukan fenomena, menggunakan data, hingga menunjukkan masalah dan research gap. Dengan alur yang runtut, pembaca akan lebih mudah memahami alasan penelitian perlu dilakukan.

Pastikan setiap paragraf saling terhubung dan mengarah pada fokus penelitian. Dengan begitu, latar belakang skripsi nggak hanya panjang, tetapi juga memiliki argumentasi yang jelas dan kuat.


Sudah Paham Cara Membuat Latar Belakang Skripsi? Saatnya Upgrade Skill untuk Karier

Setelah memahami cara membuat latar belakang skripsi, kamu juga bisa mulai mempersiapkan kemampuan untuk memasuki dunia kerja. Melalui Bootcamp Dibimbing, kamu bisa belajar secara praktis, mengerjakan proyek, membangun portofolio, hingga mendapatkan dukungan persiapan karier.

Programnya tersedia untuk berbagai bidang, mulai dari teknologi, data, bisnis, hingga sustainability. Jadi, kamu bisa memilih bootcamp sesuai minat, skill yang ingin dikembangkan, dan target karier setelah lulus.


Benefit Bootcamp Dibimbing

  1. Live Class: Belajar langsung bersama mentor dan praktisi berpengalaman.
  2. Assignment & Portfolio: Kerjakan tugas dan proyek untuk melatih skill sekaligus membangun portofolio.
  3. Career Preparation: Dapatkan dukungan untuk CV, LinkedIn, konsultasi karier, hingga latihan interview.
  4. Mentoring: Dapatkan pendampingan selama proses pembelajaran.
  5. Penyaluran Kerja: Akses peluang karier melalui jaringan hiring partner Dibimbing.
  6. Materi Pembelajaran: Pelajari materi sesuai kurikulum dan fasilitas dari program yang dipilih.


Pilihan Bootcamp Dibimbing

Kamu bisa memilih program sesuai bidang yang ingin dipelajari, seperti:

  1. Bootcamp Backend Development
  2. Bootcamp Data Engineering
  3. Bootcamp DevOps Engineering
  4. Bootcamp Quality Assurance
  5. Bootcamp ESG & Sustainability Management
  6. Bootcamp Supply Chain Management
  7. Bootcamp Data Analytics


Masih Bingung Pilih Bootcamp yang Cocok?

Setiap program memiliki fokus skill dan jalur karier yang berbeda. Kamu bisa menyesuaikannya dengan latar belakang, minat, serta pekerjaan yang ingin dituju setelah menyelesaikan kuliah.

Yuk, hubungi tim Dibimbing untuk konsultasi dan temukan Bootcamp Dibimbing yang paling sesuai dengan target kariermu.


FAQ

1. Bagaimana Cara Membuat Latar Belakang Skripsi yang Benar?

Cara membuat latar belakang skripsi dapat dimulai dengan menjelaskan topik secara umum, kemudian masuk ke fenomena, data, masalah, dan research gap. Setelah itu, arahkan pembahasan menuju alasan penelitian perlu dilakukan.

2. Apa yang Dimaksud dengan Latar Belakang Skripsi?

Latar belakang skripsi adalah bagian yang menjelaskan konteks, fenomena, dan masalah yang menjadi dasar penelitian. Bagian ini membantu pembaca memahami mengapa suatu topik layak untuk diteliti.

3. Seperti Apa Contoh Latar Belakang Skripsi yang Baik?

Contoh latar belakang skripsi yang baik biasanya memiliki alur dari kondisi umum, data pendukung, masalah, penelitian terdahulu, hingga tujuan penelitian. Setiap paragraf juga saling terhubung dan mengarah pada fokus penelitian.

4. Bagaimana Struktur Latar Belakang Skripsi?

Struktur latar belakang skripsi umumnya terdiri dari gambaran umum topik, kondisi ideal, kondisi aktual, masalah penelitian, research gap, urgensi, dan arah penelitian. Susunan ini dapat disesuaikan dengan pedoman kampus dan kebutuhan penelitian.

5. Apa Itu Research Gap dalam Latar Belakang Skripsi?

Research gap adalah celah atau bagian yang belum banyak dibahas dalam penelitian sebelumnya. Celah tersebut dapat berasal dari perbedaan objek, metode, variabel, periode penelitian, atau hasil yang belum konsisten.

Kategori:

Share:

Penulis

Penulis Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!