Dibimbing - Apa Itu Energi Terbarukan? Pengertian, Jenis, hingga Prospeknya
Blog
ESG

Apa Itu Energi Terbarukan? Pengertian, Jenis, hingga Prospeknya

Author

DITULIS OLEH 

Farijihan Putri

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 15 Okt 2026

Diubah pada 21 Okt 2026

23

Image Thumbnail

Apa itu energi terbarukan dan kenapa sumber energi ini semakin dibutuhkan? Kebutuhan listrik terus meningkat, sementara penggunaan batu bara dan minyak bumi masih menimbulkan masalah emisi serta ketergantungan energi.

Nah, energi terbarukan hadir sebagai salah satu solusi dengan dampak lingkungan yang lebih rendah.

Yuk, Warga Bimbingan, pahami jenis dan prospek energi terbarukan sekaligus kenali peluang karier di bidang keberlanjutan melalui Bootcamp ESG dengan penyaluran kerja!

Baca Juga: 

  1. Rekomendasi Bootcamp ESG & Sustainability Management
  2. Panduan Sukses Switch Career ke ESG: Skill & Cara Belajar
  3. Peluang Karier ESG: Peran, Skill, hingga Prospeknya


Apa Itu Energi Terbarukan?

Energi terbarukan adalah energi yang berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbarui secara alami, seperti matahari, angin, air, panas bumi, dan biomassa.

Sumber energi ini dimanfaatkan menggunakan teknologi tertentu untuk menghasilkan listrik, panas, maupun bahan bakar. Contohnya, panel surya mengubah cahaya matahari menjadi listrik untuk kebutuhan rumah atau industri.

Berbeda dengan batu bara dan minyak bumi yang membutuhkan jutaan tahun untuk terbentuk, sumber energi terbarukan dapat tersedia kembali melalui proses alam. Meski begitu, ketersediaannya tetap dipengaruhi kondisi lingkungan dan lokasi.

Jadi, memahami apa itu energi terbarukan juga berarti memahami bagaimana sumber daya alam dikelola agar pemanfaatannya tetap berkelanjutan.


Apa Saja Karakteristik Energi Terbarukan?

Energi terbarukan memiliki karakteristik yang membedakannya dari sumber energi konvensional, yaitu:

  1. Sumber Dapat Diperbarui: Berasal dari proses alam yang terus berlangsung.
  2. Bergantung Kondisi Alam: Produksi energi dipengaruhi cuaca, musim, dan lokasi.
  3. Emisi Relatif Rendah: Umumnya menghasilkan emisi operasional lebih kecil dibandingkan bahan bakar fosil.
  4. Membutuhkan Teknologi: Pemanfaatannya memerlukan panel, turbin, atau infrastruktur pembangkit.


Jenis-Jenis Energi Terbarukan?

jenis-jenis-energi-terbarukan

Sumber: Pexels

Ada enam jenis energi terbarukan yang banyak dikembangkan dengan keunggulan dan keterbatasan masing-masing.


1. Energi Surya

Energi surya memanfaatkan cahaya matahari melalui panel fotovoltaik untuk menghasilkan listrik. Teknologi ini bisa dipasang di atap rumah, gedung perkantoran, hingga kawasan industri.

Kelebihannya adalah fleksibel dan tidak membutuhkan bahan bakar, tetapi produksinya menurun saat cuaca mendung atau malam hari.


2. Energi Angin

Energi angin menggunakan turbin untuk mengubah gerakan udara menjadi listrik. Pembangkitnya cocok dikembangkan di wilayah pesisir atau dataran dengan kecepatan angin memadai. 

Keunggulannya adalah emisi operasional rendah, sedangkan tantangannya meliputi perubahan kecepatan angin dan kebutuhan lokasi yang sesuai.


3. Energi Hidroelektrik

Energi hidroelektrik memanfaatkan aliran air untuk menggerakkan turbin pembangkit listrik. Sumber ini banyak digunakan pada bendungan maupun pembangkit listrik tenaga mikrohidro. 

Keunggulannya adalah produksi listrik relatif stabil, tetapi pembangunan bendungan dapat memengaruhi ekosistem sungai. 

Nah, menariknya menurut IEA Global Energy Review 2025, tenaga air menyumbang sekitar 14% pembangkitan listrik global pada 2024.


4. Energi Geotermal

Energi geotermal berasal dari panas bumi yang dimanfaatkan untuk menghasilkan listrik. Berbeda dari surya dan angin, pembangkit panas bumi dapat beroperasi secara relatif stabil sepanjang hari. Namun, eksplorasi membutuhkan biaya besar dan kondisi geologi yang sesuai.


5. Energi Biomassa

Biomassa memanfaatkan bahan organik seperti limbah pertanian, kayu, dan sisa makanan sebagai sumber energi. Bahan tersebut dapat diolah menjadi listrik, panas, biogas, atau biofuel untuk transportasi. 

Keunggulannya adalah pemanfaatan limbah, tetapi pengelolaan bahan baku harus diperhatikan agar tidak menimbulkan masalah lingkungan. 

Sebagai gambaran, IEA Renewables 2024 mencatat biofuel cair menyumbang sekitar 20% permintaan bahan bakar terbarukan global pada 2023.


6. Energi Laut

Energi laut memanfaatkan gelombang, arus, dan pasang surut untuk menghasilkan listrik. Teknologi ini berpotensi dikembangkan di negara kepulauan seperti Indonesia.

Kelebihannya adalah sumber energi melimpah, sedangkan tantangannya berupa biaya teknologi dan kondisi lingkungan laut. Contohnya adalah Pembangkit La Rance di Prancis, yang memanfaatkan perbedaan ketinggian air saat pasang dan surut.


Manfaat Energi Terbarukan?

Pemanfaatan energi terbarukan memberikan manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan industri, seperti:

  1. Mengurangi ketergantungan pada energi fosil melalui diversifikasi sumber listrik.
  2. Menekan emisi karbon dan mendukung pengurangan gas rumah kaca.
  3. Meningkatkan ketahanan energi dengan memanfaatkan sumber daya lokal.
  4. Membuka peluang kerja baru di bidang energi bersih dan keberlanjutan.


Tantangan Pengembangan Energi Terbarukan?

Meski potensinya besar, pengembangan energi terbarukan masih menghadapi tantangan berikut:

  1. Biaya investasi awal yang besar untuk pembangunan pembangkit dan infrastruktur pendukung.
  2. Ketergantungan pada kondisi cuaca yang membuat produksi energi surya dan angin tidak selalu stabil.
  3. Kebutuhan teknologi penyimpanan energi dan jaringan listrik yang memadai untuk menjaga kestabilan pasokan.
  4. Keterbatasan tenaga ahli yang menguasai teknologi energi terbarukan dan prinsip keberlanjutan.

Menariknya, tantangan tersebut juga berkaitan dengan pengelolaan dampak lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. 

Kalau Warga Bimbingan tertarik mendalami penerapannya dalam bisnis, Bootcamp ESG bisa menjadi pilihan untuk mengembangkan kompetensi keberlanjutan.


Bagaimana Prospek Masa Depan Energi Terbarukan?

Prospek energi terbarukan semakin terbuka seiring meningkatnya kebutuhan listrik dan target pengurangan emisi. Berdasarkan IRENA Renewable Capacity Statistics 2026, kapasitas listrik terbarukan global mencapai 5.149 GW pada akhir 2025. 

Pertumbuhan ini turut mendorong kebutuhan tenaga profesional untuk mengembangkan proyek energi bersih dan memastikan operasional bisnis berjalan secara berkelanjutan.

Posisi yang bisa Warga Bimbingan pertimbangkan di sektor ini antara lain:

  1. Renewable Energy Engineer: Merancang dan mengembangkan sistem pembangkit energi terbarukan.
  2. Environmental Specialist: Menilai dampak lingkungan dari proyek energi.
  3. ESG Specialist: Memantau kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan.
  4. Sustainability Analyst: Menganalisis data dan menyusun laporan keberlanjutan.
  5. Sustainability Consultant: Membantu perusahaan menyusun strategi dan target keberlanjutan.

Jadi, peluang karier di sektor energi terbarukan tidak terbatas pada bidang teknik. Kamu juga bisa menjajaki posisi ESG dan sustainability yang berfokus pada pengelolaan dampak lingkungan, strategi bisnis, serta pelaporan keberlanjutan.

Baca Juga:

  1. Contoh Portofolio Student Bootcamp ESG & Sustainability Management Dibimbing
  2. 6 Contoh Sustainability Report dan Cara Membuatnya
  3. Penerapan ESG di Indonesia: Regulasi, Tantangan, dan Solusi


Rekomendasi Bootcamp ESG & Sustainability Management dengan Penyaluran Kerja Terbaik di Indonesia!

Warga Bimbingan, pemahaman tentang energi terbarukan bisa menjadi langkah awal untuk mengenal peluang karier di bidang keberlanjutan.

Perusahaan kini membutuhkan profesional yang mampu mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) dalam strategi bisnisnya. 

Yuk, persiapkan dirimu untuk berkarier di bidang ini melalui Bootcamp ESG & Sustainability Management Online Dibimbing dengan fasilitas:

  1. 40+ live class bersama praktisi ahli.
  2. 20+ weekly assignment untuk membangun portofolio.
  3. Studi kasus ESG dari berbagai industri.
  4. Pendampingan fasilitator dan mentor 24/7.
  5. Konsultasi 1-on-1 tanpa batas bersama instruktur.
  6. Final project dan exam penyaluran kerja.
  7. Penyaluran kerja ke 1.100+ perusahaan.
  8. Career preparation, termasuk review CV dan LinkedIn.
  9. Komunitas expert ESG & Sustainability Management.

Kamu masih punya pertanyaan seputar studi kasus, career preparation, maupun penyaluran kerja, yuk konsultasi Bootcamp ESG sekarang yang pasti #BimbingSampeJadi karier impianmu!


FAQ

1. Apakah energi terbarukan sama dengan energi bersih?

Tidak sepenuhnya. Energi terbarukan mengacu pada sumber yang dapat diperbarui, sedangkan energi bersih menekankan rendahnya emisi atau polusi.

2. Apakah semua negara cocok menggunakan energi terbarukan yang sama?

Tidak, karena setiap negara memiliki kondisi geografis dan sumber daya berbeda. Pemilihan teknologi perlu mempertimbangkan potensi alam dan kebutuhan energi setempat.

3. Apakah energi terbarukan bisa digunakan untuk industri besar?

Bisa. Industri dapat memanfaatkan listrik dari pembangkit terbarukan maupun menggunakan energi terbarukan untuk kebutuhan operasional tertentu.


Referensi

  1. Global Energy Review 2025 Electricity [Buka]

Kategori:

ESG

Share:

Penulis

Penulis Image

Farijihan Putri

Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun menulis dan mengoptimalkan konten untuk berbagai topik. Di Dibimbing, ia mengolah beragam insight seputar karier dan industri, mulai dari digital marketing, HR, data, finance, business, hingga technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu pembaca memahami skill yang dibutuhkan di dunia kerja serta menemukan informasi yang relevan untuk mendukung perkembangan karier mereka.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!