Dibimbing - Apa Itu Raw Material? Pengertian, Jenis, dan Contohnya
Blog
Supply Chain Management

Apa Itu Raw Material? Pengertian, Jenis, dan Contohnya

Author

DITULIS OLEH 

Farijihan Putri

Reviewer

DIREVIEW OLEH 

Sudah Direview Oleh Expert

Dibuat pada 13 Okt 2026

Diubah pada 13 Okt 2026

6

Image Thumbnail

Raw material adalah bahan mentah yang menjadi titik awal sebelum sebuah produk sampai ke tangan konsumen. Sedikit saja pasokannya terganggu, proses produksi bisa ikut tersendat. 

Buat Warga Bimbingan yang tertarik berkarier di bidang supply chain, pemahaman ini juga bisa jadi bekal awal sebelum belajar lebih jauh lewat bootcamp Supply Chain terbaik Indonesia.


Apa Itu Raw Material?

Raw material adalah bahan dasar yang digunakan untuk menghasilkan produk jadi atau produk setengah jadi. Bentuknya bisa sangat beragam, mulai dari kayu, kapas, bijih besi, minyak mentah, sampai bahan hasil pertanian.

Jadi, raw material adalah sesuatu yang masih membutuhkan proses sebelum punya bentuk dan nilai seperti produk yang kita gunakan sehari-hari.

Dalam praktiknya, bahan baku bisa dibedakan berdasarkan perannya:

  1. Direct material, yaitu bahan yang menjadi bagian utama dari produk jadi.
  2. Indirect material, yaitu bahan pendukung proses produksi yang tidak selalu terlihat pada produk akhir.

Misalnya kamu membuat meja. Kayu termasuk direct material karena menjadi bagian utama meja, sedangkan lem atau bahan pendukung lainnya dapat masuk kategori indirect material.

Baca Juga: Lulusan IT Switch Career ke Supply Chain, Ini Cerita Hadi


Apa Saja Karakteristik Bahan Mentah?

Bahan mentah punya karakteristik yang perlu diperhatikan sejak proses pengadaan. Bukan cuma soal jumlah, tetapi juga kualitas, harga, lokasi pemasok, hingga masa penyimpanannya.

Karakteristik bahan mentah yang penting antara lain:

  1. Mempengaruhi kualitas produk, sehingga spesifikasinya harus sesuai standar.
  2. Memiliki nilai ekonomis, sebab harga bahan baku ikut membentuk biaya produksi.
  3. Membutuhkan pengelolaan stok, terutama untuk bahan yang mudah rusak atau punya masa simpan terbatas.
  4. Bergantung pada pemasok, sehingga keterlambatan pengiriman bisa mengganggu produksi.
  5. Berhubungan dengan rantai pasok, dari sumber bahan, transportasi, gudang, sampai akhirnya masuk ke fasilitas produksi.

Di sinilah manajemen persediaan mulai punya peran penting. Perusahaan perlu mencari titik yang pas: stok jangan sampai kosong, tetapi jangan pula menumpuk dan akhirnya meningkatkan biaya penyimpanan.

Baca Juga: Kelas Supply Chain Management, Bisa Magang & Praktek Langsung!


Apa Saja Jenis-Jenis Bahan Mentah Berdasarkan Sumbernya?

Kalau dilihat dari sumbernya, bahan mentah bisa berasal dari beberapa kelompok besar.

  1. Bahan nabati berasal dari tumbuhan, seperti kayu, kapas, karet, kelapa sawit, kopi, dan berbagai hasil pertanian.
  2. Bahan hewani berasal dari hewan atau hasil turunannya, misalnya kulit, wol, susu, dan bahan pangan tertentu.
  3. Bahan mineral berasal dari sumber daya pertambangan, seperti nikel, tembaga, aluminium, batu bara, dan bijih besi.

Ada juga bahan yang diperoleh melalui proses daur ulang. Logam, plastik, dan kertas bekas, misalnya, dapat diproses kembali menjadi material yang bisa digunakan dalam produksi.

Pengelompokan ini penting karena setiap sumber memiliki risiko pasokan berbeda. Bahan pertanian bisa dipengaruhi musim, sedangkan bahan tambang dapat dipengaruhi kebijakan, kondisi geopolitik, dan kapasitas produksi.

Baca Juga: Dari Bootcamp ke MT Logistik, Ini Cerita Kak Dwiki


Bagaimana Contoh Proses Bahan Mentah Menjadi Produk Jadi?

Supaya lebih gampang dibayangkan, coba lihat prosesnya dari industri makanan.

bagaimana-contoh-proses-bahan-mentah-menjadi-produk-jadi

Kelihatannya sederhana, padahal ada banyak aktivitas supply chain di belakangnya. Perusahaan harus memastikan bahan tersedia saat dibutuhkan, kualitasnya sesuai standar, pengiriman tepat waktu, dan biaya tetap terkendali.

Makanya, belajar supply chain bukan cuma soal memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain. Kamu juga akan berhadapan dengan forecasting, procurement, inventory, warehouse, sampai distribusi.

Kalau kamu sedang mencari kursus supply chain dengan penyaluran kerja, bagian ini justru penting dipahami sejak awal. 

Dunia kerja membutuhkan orang yang bukan sekadar hafal istilah, tetapi mampu melihat hubungan antara pengadaan bahan, persediaan, produksi, dan kebutuhan pelanggan.


Apa Saja Tantangan Terkait Bahan Mentah?

Dalam praktiknya, pengelolaan bahan mentah bisa menghadapi banyak masalah. Beberapa yang paling sering muncul yaitu:

  1. Harga bahan baku berubah-ubah.
  2. Lead time pemasok tidak selalu konsisten.
  3. Kualitas bahan yang datang tidak sesuai spesifikasi.
  4. Stok terlalu sedikit sehingga produksi terhenti.
  5. Stok terlalu banyak sehingga biaya penyimpanan membengkak.
  6. Ketergantungan pada satu pemasok atau wilayah tertentu.
  7. Gangguan transportasi dan distribusi.

Oleh karena itu, raw material adalah bagian yang perlu dipikirkan sejak awal ketika perusahaan menyusun strategi produksi dan rantai pasok.

Buat kamu yang ingin masuk ke bidang ini, kemampuan membaca data, memahami proses pengadaan, mengelola inventory, dan melihat risiko supply chain bisa menjadi nilai tambah yang cukup penting.

Baca Juga: Mahasiswa Teknik Industri Ini Tembus Magang Supply Chain di GMF AeroAsia


Rekomendasi Bootcamp Supply Chain Management dengan Penyaluran Kerja Terbaik di Indonesia

Nah, kalau setelah memahami raw material adalah bahan awal produksi kamu mulai tertarik mendalami bidang supply chain, MinDi menyarankan kamu nggak berhenti di teori saja.

Kamu bisa belajar lewat Bootcamp Supply Chain Management Online Dibimbing yang dirancang supaya kamu punya pemahaman sekaligus pengalaman praktik yang lebih dekat dengan kebutuhan kerja.

Benefit yang bisa kamu dapatkan:

  1. 40+ Live Class Bersama Praktisi Ahli
  2. Exam Penyaluran Kerja untuk Persiapan Karier
  3. 9+ Project & Final Project untuk Portfolio Building
  4. 2.5 Bulan Praktik Magang di Hiring Company dibimbing.id
  5. Dampingan Fasilitator dan Mentor Berdedikasi yang Tersedia 24/7
  6. Program Graduation & Penyaluran Kerja ke 1.100+ Perusahaan
  7. Konsultasi 1-on-1 Tanpa Batas Bersama Instruktur Expert
  8. Company Visit Eksklusif untuk Insight Industri Terkini

Kalau Warga Bimbingan punya pertanyaan seputar project dan penyaluran kerja, boleh banget konsultasi Bootcamp Supply Chain bersama tim Dibimbing yang pasti #BimbingSampeJadi karier impianmu!


FAQ

Sebelum lanjut belajar supply chain, ada beberapa pertanyaan yang juga sering bikin penasaran.

1. Apakah raw material sama dengan bahan baku?

Secara umum, iya. Raw material merupakan istilah bahasa Inggris yang digunakan untuk menyebut bahan mentah atau bahan baku yang menjadi input dalam proses produksi.

2. Apakah semua bahan baku harus berasal dari alam?

Nggak selalu. Selain berasal dari tumbuhan, hewan, atau mineral, bahan baku juga bisa berasal dari material hasil daur ulang yang sudah diproses kembali.

3. Siapa yang bertanggung jawab mengelola raw material?

Tergantung struktur perusahaan. Biasanya pengelolaannya melibatkan beberapa fungsi seperti procurement, warehouse, inventory, production, hingga supply chain karena seluruh prosesnya saling berkaitan.

Share:

Penulis

Penulis Image

Farijihan Putri

Farijihan Putri adalah SEO Content Writer dengan pengalaman 4+ tahun menulis dan mengoptimalkan konten untuk berbagai topik. Di Dibimbing, ia mengolah beragam insight seputar karier dan industri, mulai dari digital marketing, HR, data, finance, business, hingga technology. Melalui tulisannya, Jihan membantu pembaca memahami skill yang dibutuhkan di dunia kerja serta menemukan informasi yang relevan untuk mendukung perkembangan karier mereka.

Reviewer

Reviewer Image

Sudah Direview Oleh Expert

Setiap artikel yang berlabel "Sudah Direview Oleh Expert" telah melalui proses peninjauan oleh praktisi atau mentor yang berpengalaman di bidangnya untuk memastikan informasi yang disajikan berkualitas, akurat, dan relevan bagi pembaca.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!