Mahasiswa Teknik Industri Ini Sukses Magang Supply Chain di GMF AeroAsia
Farijihan Putri
•
19 Juni 2026
•
19
Banyak mahasiswa merasa teori supply chain yang dipelajari di kampus masih terasa abstrak saat dibayangkan di dunia kerja. Hal yang sama juga pernah dirasakan oleh Faiz El Faris, mahasiswa Teknik Industri yang ingin memperdalam pemahaman supply chain secara lebih praktis.
Daripada hanya mengandalkan materi kuliah, Faiz memutuskan mencari pengalaman belajar yang lebih dekat dengan kebutuhan industri. Pilihannya jatuh pada Bootcamp Supply Chain Management Online Dibimbing.
Keputusan tersebut ternyata membawanya hingga berhasil memperoleh kesempatan magang sebagai Supply Chain Management Intern di GMF AeroAsia, salah satu perusahaan MRO (Maintenance, Repair, and Overhaul) terbesar di Indonesia.
Baca Juga: Belajar Supply Chain Management dan Tips Lolos Magang
Siapa Sosok Faiz El Faris?
Perjalanan karier yang menarik biasanya dimulai dari keberanian mengambil langkah pertama. Sejak kuliah di jurusan Teknik Industri, Faiz sudah cukup familiar dengan konsep supply chain management.
Namun, ia menyadari bahwa memahami teori di kelas belum tentu membuat seseorang siap menghadapi dinamika operasional di industri.
Menurut Faiz, supply chain merupakan fungsi yang menghubungkan banyak bagian penting dalam perusahaan. Itulah yang membuatnya tertarik mendalami bidang ini karena perannya sangat berpengaruh terhadap efisiensi operasional bisnis.
Faiz ingin memiliki pengalaman belajar yang tidak hanya berisi teori. Oleh karena itu, ia mulai mencari program yang dapat membantunya memahami proses supply chain dari sudut pandang industri secara langsung.
Mengapa Faiz Memilih Bootcamp Supply Chain Management Dibimbing?
Keputusan mengikuti bootcamp tentu tidak datang begitu saja. Biar Warga Bimbingan juga semakin yakin belajari di bootcamp online, coba deh intip alasan kak Faiz.
1. Kurikulum yang Relevan dengan Industri
Menurut Faiz, salah satu hal yang membuatnya tertarik adalah materi yang mudah dipahami dan dekat dengan praktik kerja nyata. Selain itu, banyak studi kasus yang membantu peserta memahami bagaimana supply chain dijalankan di perusahaan.
2. Belajar Supply Chain Secara End-to-End
Selama bootcamp, Faiz mempelajari berbagai topik penting seperti SCM flow, inventory management, procurement, forecasting, hingga penggunaan tools yang umum digunakan di industri. Materi tersebut membuat gambaran mengenai pekerjaan supply chain menjadi jauh lebih jelas.
3. Mentor dan Diskusi yang Interaktif
Tidak hanya belajar materi, Faiz juga menikmati sesi diskusi dan mentoring bersama mentor praktisi. Melalui proses tersebut, ia memperoleh insight mengenai tantangan yang benar-benar terjadi di dunia kerja.
Sebagai tambahan referensi, kamu juga bisa kepoin Cara Menjadi Supply Chain Manager yang sudah MinDi siapkan untuk kamu memahami peluang karier yang tersedia di bidang ini.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Bootcamp Supply Chain Management
Bagaimana Bootcamp Membantu Faiz Saat Magang di GMF AeroAsia?
Inilah bagian yang paling menarik dari perjalanan Faiz. Yuk, simak bagaimana kak Faiz mendapatkan kesempatan magang di GMF AeroAsia.
1. Lebih Cepat Beradaptasi dengan Lingkungan Kerja
Menurut pengalamannya, materi yang dipelajari selama bootcamp ternyata benar-benar digunakan saat bekerja. Karena sudah memahami konsep inventory, procurement, forecasting, dan alur supply chain dasar, proses adaptasinya terasa lebih cepat.
2. Memahami Alur Material di Industri Penerbangan
Saat menjalani magang di GMF AeroAsia, Faiz terlibat dalam proses supply chain yang berkaitan dengan operasional industri penerbangan. Pengalaman tersebut membuatnya memahami bagaimana pengelolaan material dilakukan secara nyata.
3. Mengenal Operasional SAP dan Workflow Industri
Selain memahami proses bisnis, Faiz juga mulai terbiasa dengan workflow yang digunakan perusahaan. Bekal tersebut membuatnya lebih percaya diri saat berinteraksi dengan proses operasional sehari-hari.
Kalau kamu ingin memahami skill yang dibutuhkan industri saat ini, artikel Prospek Kerja Supply Chain Analyst juga bisa menjadi bacaan yang menarik.
Pelajaran Apa yang Bisa Dipetik dari Perjalanan Faiz?
Cerita Faiz menunjukkan bahwa peluang karier sering datang kepada mereka yang mempersiapkan diri lebih awal.
1. Teori Saja Belum Selalu Cukup
Materi kuliah memberikan fondasi yang penting. Namun, pengalaman belajar berbasis praktik membantu mempercepat proses memahami kebutuhan dunia kerja.
2. Skill yang Relevan Membantu Adaptasi Lebih Cepat
Ketika seseorang sudah memahami konsep yang digunakan industri, proses onboarding biasanya menjadi lebih mudah. Itulah yang dirasakan Faiz saat mulai menjalani program magang.
3. Supply Chain Dibutuhkan di Banyak Industri
Mulai dari manufaktur, logistik, retail, FMCG, hingga penerbangan membutuhkan profesional supply chain. Tidak heran jika bidang ini terus menjadi salah satu jalur karier yang menarik untuk dipertimbangkan.
Kamu juga bisa memperdalam wawasan melalui artikel Sertifikasi Supply Chain Management untuk mengetahui sertifikasi yang relevan bagi profesional SCM.
Baca Juga: Berapa Biaya Bootcamp Supply Chain Management?
Ingin Mengikuti Jejak Faiz dan Berkarier di Bidang Supply Chain?
Perjalanan Faiz menunjukkan bahwa pemahaman supply chain tidak cukup berhenti di teori. Saat skill praktis bertemu dengan pengalaman nyata, peluang karier yang sebelumnya terlihat jauh bisa menjadi lebih dekat dan realistis untuk dicapai.
Kalau kamu ingin membangun karier di bidang supply chain, logistik, procurement, inventory, hingga demand planning, Bootcamp Supply Chain Management Online Dibimbing bisa menjadi langkah awal yang tepat.
Kamu akan belajar langsung dari praktisi industri melalui 40+ Live Class Bersama Praktisi Ahli, mengerjakan 9+ Project & Final Project untuk Portfolio Building, serta memperoleh pengalaman nyata melalui 2,5 Bulan Praktik Magang di Hiring Company Dibimbing.
Tidak hanya itu, peserta juga mendapatkan Exam Penyaluran Kerja untuk Persiapan Karier, Company Visit Eksklusif untuk Insight Industri Terkini, serta Konsultasi 1-on-1 Tanpa Batas Bersama Instruktur Expert.
Selama proses belajar, kamu juga akan didampingi oleh fasilitator dan mentor yang tersedia 24/7, sehingga proses belajar terasa lebih terarah.
Menariknya lagi, tersedia Program Graduation & Penyaluran Kerja ke 1.100+ Perusahaan, didukung jaringan hiring partner yang terus berkembang.
Dengan kombinasi kurikulum praktis, project nyata, magang industri, dan dukungan karier yang lengkap, investasi belajar yang kamu keluarkan akan jauh lebih sebanding dengan peluang karier yang bisa dibuka setelah lulus.
Kalau masih punya pertanyaan seperti:
- "Apakah saya bisa mengikuti bootcamp meskipun belum memiliki pengalaman kerja di bidang supply chain?"
- "Apakah portfolio dan pengalaman magang dari bootcamp cukup membantu saat melamar kerja?"
Konsultasi gratis saja di sini! Dibimbing siap #BimbingSampeJadi Supply Chain Professional andal.
FAQ
1. Apakah supply chain management hanya dibutuhkan di perusahaan logistik?
Tidak. Supply chain management dibutuhkan di berbagai industri seperti manufaktur, FMCG, retail, e-commerce, kesehatan, energi, hingga penerbangan.
2. Skill apa yang paling penting untuk memulai karier di supply chain?
Beberapa skill dasar yang banyak dicari adalah inventory management, procurement, demand forecasting, analisis data, serta kemampuan problem solving.
3. Apakah lulusan non-teknik bisa berkarier di bidang supply chain?
Bisa. Banyak posisi supply chain terbuka untuk berbagai latar belakang pendidikan selama memiliki pemahaman bisnis, operasional, dan kemampuan analisis yang baik.
Tags
