dibimbing.id - Lulusan IT Sukses Tembus Supply Chain, Ini Cerita Kak Hadi

Lulusan IT Sukses Tembus Supply Chain, Ini Cerita Kak Hadi

Farijihan Putri

12 Mei 2026

99

Image Banner

Warga Bimbingan, siapa bilang lulusan IT cuma bisa kerja di depan layar sambil coding? Kenalin Kak Hadi Dharma Nusantara, alumni Bootcamp Supply Chain Management Dibimbing Batch 2 yang sekarang sukses berkarier sebagai Digital Logistics Administrator di Rotaryana Engineering. 

Kisahnya membuktikan bahwa eksplorasi skill itu nggak ada batasnya—bahkan anak IT pun bisa menyelami dunia logistik dan operasional yang ternyata jadi jantungnya bisnis!

Penasaran gimana perjalanannya dari sekadar kepo soal inventory sampai akhirnya makin pede dan terstruktur di tempat kerja? Yuk, simak cerita lengkapnya yang sudah MinDi rangkum khusus buat kamu!

Baca Juga: Bootcamp Supply Chain Management dengan AI Terbaik


Lulusan Informatika yang Berani Eksplorasi Dunia Logistik

Kak Hadi adalah lulusan Informatika yang kesehariannya akrab sama dunia coding dan teknologi. Tapi siapa sangka, pas mulai kerja, ia justru banyak bersentuhan sama logistik dan operasional.

Sayangnya, waktu itu ia merasa masih "cuma tahu kulitnya aja." Setelah makin sering ngurusin inventory, distribusi, dan data barang, Kak Hadi mulai sadar kalau urusan logistik dan operasional itu krusial banget buat bisnis—ini jantungnya perusahaan, bukan sekadar support function biasa. Dari rasa penasaran itulah, ia mulai mencari cara buat belajar lebih dalam.

"Aku mau tahu gimana alur gedenya biar tiap task yang aku pegang beneran ada impactnya. Gak mau cuma kerja yang asal beres!" ungkapnya penuh semangat.

Hal yang menurut banyak orang pusing dan rumit, buat Kak Hadi malah seru dan menantang. Justru dari situlah ia makin yakin buat ambil langkah lebih serius: ikut bootcamp. Ia pun memutuskan belajar strategi supply chain di Dibimbing biar nggak cuma sekadar jalanin task aja.


Kenapa Pilih Bootcamp? Fokus ke Praktik Industri!

MinDi sempat ngobrol dan tanya-tanya, apa sih yang bikin Kak Hadi yakin pilih Bootcamp Supply Chain Management di Dibimbing? Ternyata ada 3 alasan kuat yang bikin pengalaman belajarnya beda dari yang lain. Berikut 3 alasan utamanya:


1. Kurikulum Fokus ke Praktik, Bukan Cuma Teori

Kak Hadi mengaku pilih Dibimbing karena kurikulumnya fokus ke praktik, bukan cuma teori doang. "Apalagi ada career support yang bikin investasiku berasa lebih worth it," tambahnya.

Vibes belajarnya juga santai tapi tetap serius progresnya—cocok banget buat Kak Hadi yang ingin berkembang di lingkungan yang suportif dan nggak ngebosenin.


2. Real Case Study yang Mirip Kondisi di Kantor

Nggak cuma duduk dengerin materi, di bootcamp Kak Hadi dan teman-temannya beneran nyemplung ke real case. Yang paling berkesan buatnya adalah pas ngerjain studi kasus yang mirip banget sama kondisi di kantor.

Mereka dilatih buat cari solusi dari masalah yang nyata—mulai dari Warehouse Management System, Fire Exits & Evacuation Routes lengkap dengan detail komponen "Golden Zone" dan emergency lighting, sampai Typology of Shipping Carriers yang mencakup General Cargo, Liquid Bulk, hingga Dry Bulk. Semuanya dibahas lengkap dan detail!


3. Mentor Helpful dan Cara Jelasinnya Gampang Masuk

Salah satu yang paling Kak Hadi syukuri adalah kualitas mentornya. "Untungnya, mentor di sini helpful banget dan cara jelasinnya gampang masuk. Soo, materi yang terasa berat tetap mudah buat dipahami," katanya. Turns out, ilmu yang ia dapat selama bootcamp kepake banget di kantor sekarang!

Baca Juga: Kelas Supply Chain Management, Bisa Magang & Praktek Langsung!


Hasilnya? Kerja Jadi Lebih Teratur dan Makin Percaya Diri

Kak Hadi merasa bersyukur banget bisa ketemu Dibimbing. Ilmu soal inventory management beneran dipraktikkan di kantor, dan sekarang ia menjadi lebih paham alur kerjanya secara keseluruhan. Kerja jadi lebih teratur dan nggak gampang bingung lagi kalau ada perubahan atau lonjakan data.

Adaptasi di tempat baru pun menjadi jauh lebih gampang karena ia udah pegang fundamentalnya. "Aku makin pede buat koordinasi dengan tim warehouse, procurement, bahkan manajemen—semua menjadi lebih smooth karena sekarang aku ngerti bahasa mereka," jelasnya.

Niatnya join bootcamp buat belajar doang. Plot twist banget, anak IT ini malah langsung tembus kerja di industri supply chain! Siapa sangka, ya?

Baca Juga: Apa Saja Kurikulum Bootcamp Supply Chain Management Dibimbing?