Contoh Bug Report: Arti, Elemen, dan Tips Menulis Efektif
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
DIREVIEW OLEH
Sudah Direview Oleh Expert
Dibuat pada 29 Mar 2025
Diubah pada 10 Okt 2026
3650
Pernah menemukan bug di aplikasi tetapi bingung bagaimana cara melaporkannya dengan jelas? Melihat contoh bug report bisa membantu kamu memahami cara mendokumentasikan masalah agar tim developer lebih mudah melakukan perbaikan.
Laporan yang baik biasanya berisi judul, langkah reproduksi, hasil aktual, hasil yang diharapkan, hingga informasi sistem. Kalau Warga Bimbingan ingin mempelajari proses software testing lebih dalam, kamu bisa mengikuti Bootcamp Quality Assurance Dibimbing.
Dengan bug report yang jelas, proses identifikasi dan perbaikan masalah bisa dilakukan lebih efektif. Yuk, pelajari pengertian, elemen, contoh, dan tips membuat bug report yang baik!
Apa Itu Bug Report?
Bug report adalah sebuah laporan yang digunakan untuk mendokumentasikan masalah atau kesalahan (bug) yang ditemukan dalam perangkat lunak.
Laporan ini berfungsi untuk memberi informasi yang jelas kepada tim pengembang agar mereka bisa mengidentifikasi dan memperbaiki masalah tersebut.
Sebuah bug report yang baik harus mencakup deskripsi yang detail tentang masalah, langkah-langkah yang diambil untuk mereproduksi bug, dan hasil yang diharapkan versus yang sebenarnya terjadi.
Dengan adanya bug report, pengembang dapat memperbaiki perangkat lunak secara lebih efisien dan meningkatkan kualitas produk akhir.
Baca juga : Panduan Memilih Bootcamp Quality Assurance Terbaik
Elemen Utama dalam Bug Report
Warga Bimbingan,. Berikut adalah elemen-elemen penting dalam bug report yang harus kamu sertakan:
1. Title (Judul)
Judul bug report harus singkat namun jelas menggambarkan masalah yang ditemukan. Ini akan memudahkan tim pengembang untuk segera memahami masalah yang harus diatasi.
Sebagai contoh, gunakan judul seperti “Tombol Submit Tidak Berfungsi di Halaman Login” untuk memberikan gambaran yang langsung ke inti masalah.
2. Steps to Reproduce
Bagian ini sangat penting karena memberikan instruksi yang jelas tentang cara mengulang masalah tersebut.
Dengan langkah-langkah yang rinci, pengembang dapat dengan mudah mengidentifikasi dan memahami masalah yang dilaporkan.
Sebagai contoh, “1. Buka halaman login, 2. Masukkan username dan password, 3. Klik tombol ‘Submit’ dan perhatikan bahwa tidak ada respon.”
3. Actual Results and Expected Behavior
Jelaskan apa yang terjadi sebenarnya setelah mengikuti langkah-langkah tersebut, dan bagaimana seharusnya aplikasi berperilaku.
Ini membantu pengembang mengetahui perbedaan antara apa yang diinginkan dan kenyataan yang terjadi.
Misalnya, “Tombol Submit tidak merespons setelah diklik, padahal seharusnya halaman beralih ke dashboard pengguna.”
4. Screen Recording or Screenshot
Jika memungkinkan, sertakan rekaman layar atau tangkapan layar yang menunjukkan masalah yang terjadi.
Ini akan memberikan bukti visual yang sangat membantu untuk memahami konteks bug dengan lebih jelas. Sebuah gambar atau video bisa lebih efektif daripada penjelasan tertulis.
5. Information Systems
Menyertakan informasi tentang sistem tempat bug ditemukan, seperti versi perangkat lunak, perangkat keras yang digunakan, dan browser yang terlibat.
Ini penting untuk memastikan tim pengembang dapat mereplikasi masalah dalam kondisi yang sama. Sebagai contoh, “Windows 10, Google Chrome versi 90.0.”
6. Impact
Menjelaskan seberapa besar dampak bug terhadap aplikasi atau pengguna. Hal ini membantu tim pengembang untuk memprioritaskan perbaikan sesuai dengan tingkat keparahan masalah.
Misalnya, “Bug ini menyebabkan pengguna tidak dapat login, yang mempengaruhi akses ke seluruh aplikasi.”
Baca juga : Software Quality Assurance Adalah: Arti, Tujuan, dan Proses
Contoh Bug Report yang Baik
Warga Bimbingan, agar bug report yang kamu buat efektif dan bisa langsung digunakan oleh tim pengembang, berikut adalah dua contoh bug report yang baik.
Setiap contoh mencakup elemen-elemen penting yang sudah dibahas sebelumnya, sehingga laporan yang dibuat jelas dan mudah dipahami.
1. Contoh Masalah Tombol Submit pada Halaman Login
Berikut ini adalah contoh bug report untuk masalah tombol submit pada halaman login, yaitu:
Title: Tombol Submit Tidak Berfungsi di Halaman Login Steps to Reproduce: 1. Buka aplikasi dan arahkan ke halaman login. 2. Masukkan username dan password yang valid. 3. Klik tombol “Submit” untuk masuk. Actual Results and Expected Behavior: Actual Results: Tombol “Submit” tidak merespons saat diklik, dan pengguna tetap berada di halaman login. Expected Behavior: Setelah mengklik tombol “Submit”, pengguna seharusnya diarahkan ke halaman dashboard. Screen Recording or Screenshot: [Tangkapan layar yang menunjukkan tombol tidak berfungsi] Information Systems: - Sistem Operasi: Windows 10 - Browser: Google Chrome versi 90.0 - Aplikasi: v1.3.5 Impact: Pengguna tidak dapat login, yang menghalangi akses ke fitur utama aplikasi. Bug ini sangat kritis karena mempengaruhi seluruh pengguna |
2. Contoh Bug Report Masalah Tampilan Gambar
Berikut ini adalah contoh bug report untuk masalah tampilan gambar yang tidak muncul pada beranda, yaitu:
Title: Gambar Produk Tidak Muncul di Halaman Beranda Steps to Reproduce: 1. Kunjungi halaman beranda situs e-commerce. 2. Perhatikan bagian gambar produk di bawah kategori “Best Sellers”. 3. Gambar produk tidak tampil meskipun teks dan harga terlihat normal. Actual Results and Expected Behavior: Actual Results: Gambar produk tidak muncul, hanya tampilan kotak kosong dengan teks dan harga yang terlihat. Expected Behavior: Gambar produk seharusnya muncul di sebelah teks dan harga sesuai dengan desain halaman. Screen Recording or Screenshot: [Tangkapan layar menunjukkan kotak kosong di tempat gambar produk] Information Systems: - Sistem Operasi: macOS Catalina - Browser: Safari versi 14.0 - Aplikasi: v2.1.1 Impact: Pengguna tidak dapat melihat gambar produk, yang dapat mengurangi pengalaman berbelanja. Meskipun tidak memengaruhi fungsionalitas utama, ini menurunkan kualitas tampilan situs. |
Dengan menyertakan elemen-elemen seperti yang tercantum dalam contoh-contoh di atas, Warga Bimbingan, bug report yang kamu buat akan lebih mudah dimengerti dan dapat membantu tim pengembang untuk mengatasi masalah dengan lebih cepat dan efektif.
Baca juga : Software Testing Automation: Manfaat, Cara Kerja, & Tools
Tips untuk Menulis Bug Report yang Efektif
Warga Bimbingan, Berikut adalah tiga tips utama yang dapat meningkatkan kualitas bug report yang kamu buat:
1. Sertakan Langkah-langkah yang Rinci dan Jelas
Pastikan kamu menyertakan langkah-langkah yang jelas dan mudah diikuti untuk mereproduksi bug.
Semakin detail langkah-langkahnya, semakin mudah bagi tim pengembang untuk memahami dan menemukan masalah.
Misalnya, jika bug terjadi setelah mengklik tombol tertentu, jelaskan dengan tepat tombol mana yang diklik dan apa yang seharusnya terjadi.
2. Gunakan Judul yang Deskriptif
Judul yang deskriptif membantu tim pengembang untuk segera memahami masalah yang kamu laporkan.
Judul yang singkat dan jelas akan memberi gambaran umum tentang bug tersebut tanpa perlu membuka seluruh laporan.
Misalnya, “Tombol ‘Kirim’ Tidak Berfungsi pada Halaman Kontak” lebih jelas daripada hanya menulis “Bug pada Halaman Kontak”.
3. Prioritaskan Dampaknya
Jelaskan seberapa besar dampak bug terhadap aplikasi atau pengguna. Hal ini membantu tim pengembang untuk memprioritaskan perbaikan bug berdasarkan tingkat keparahannya.
Jika bug menghalangi fungsionalitas utama aplikasi, seperti login, beri tahu tim bahwa ini harus segera diperbaiki untuk memastikan pengalaman pengguna yang baik.
Baca juga : Sertifikat QA: Jenis, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya
Kesimpulan:
Bug report membantu tim QA dan developer mendokumentasikan masalah secara terstruktur agar proses identifikasi dan perbaikan bug lebih efektif. Elemen pentingnya mencakup judul, steps to reproduce, hasil aktual dan yang diharapkan, bukti visual, informasi sistem, serta dampak bug.
Saat membuat laporan, gunakan informasi yang jelas, mudah direproduksi, dan sesuai kondisi saat bug ditemukan. Dengan begitu, tim developer dapat memahami masalah lebih cepat dan menentukan prioritas perbaikannya.
Rekomendasi Bootcamp Quality Assurance Terbaik di Indonesia: Dibimbing
Kalau kamu ingin berkarier sebagai Quality Assurance, kemampuan menulis bug report merupakan salah satu skill dasar yang perlu dikuasai. Namun, kamu juga perlu memahami manual testing, automation testing, API testing, hingga penggunaan berbagai tools QA yang umum digunakan di industri.
Bootcamp Quality Assurance Dibimbing dirancang untuk membantu kamu belajar QA melalui kelas interaktif, proyek, praktik tools, hingga pengalaman magang. Kurikulumnya mencakup pengujian manual, automation, API, mobile, performance, hingga security testing.
Program Bootcamp Quality Assurance Dibimbing:
- 45+ Live Class: Ikuti kelas interaktif dan 8+ extra live session bersama praktisi ahli.
- 20+ Project: Kerjakan proyek dan final project untuk membangun portofolio Quality Assurance.
- Tools Industri: Praktik menggunakan Selenium, Appium, REST Assured, Katalon, Postman, GIT, dan tools QA lainnya.
- Konsultasi 1-on-1: Dapatkan sesi personal tanpa batas bersama instruktur ahli.
- Pengalaman Magang: Dapatkan kesempatan menjalani 8 minggu pengalaman magang di perusahaan mitra.
- Pendampingan: Dapatkan dukungan mentor dan fasilitator selama proses pembelajaran.
- Penyaluran Kerja: Dapatkan layanan persiapan karier dan akses peluang kerja ke 1.100+ perusahaan.
Siap Berkarier sebagai Quality Assurance?
Kalau kamu ingin menguasai cara menemukan, menguji, dan melaporkan bug sekaligus membangun portofolio QA, Bootcamp Quality Assurance Dibimbing bisa membantu proses belajarmu lebih terstruktur.
Yuk, tingkatkan keterampilan dan mulai persiapkan kariermu sebagai Quality Assurance bersama Dibimbing!
FAQ:
1. Apa Itu Bug Report?
Bug report adalah laporan yang digunakan untuk mendokumentasikan kesalahan atau masalah yang ditemukan pada perangkat lunak agar dapat diperiksa dan diperbaiki oleh tim developer.
2. Apa Saja Isi Bug Report?
Isi bug report biasanya mencakup judul, steps to reproduce, hasil aktual, hasil yang diharapkan, bukti berupa screenshot atau rekaman layar, informasi sistem, dan dampak bug.
3. Siapa yang Membuat Bug Report?
Bug report umumnya dibuat oleh Quality Assurance atau software tester setelah menemukan masalah saat proses pengujian. Namun, developer maupun pengguna juga dapat melaporkan bug tergantung alur kerja perusahaan.
4. Mengapa Steps to Reproduce Penting dalam Bug Report?
Steps to reproduce membantu developer mengulangi kondisi saat bug muncul. Dengan begitu, penyebab masalah dapat dianalisis dengan lebih mudah.
5. Apa Ciri Bug Report yang Baik?
Bug report yang baik harus jelas, spesifik, mudah direproduksi, dan memberikan informasi yang cukup mengenai masalah serta dampaknya.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
