dibimbing.id - Apa Perbedaan Vulnerability Assessment vs Pentest?

Apa Perbedaan Vulnerability Assessment vs Pentest?

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

27 August 2025

67

Image Banner

Warga Bimbingan, kamu mungkin pernah dengar istilah vulnerability assessment vs penetration testing, tapi masih bingung bedanya? Tenang, MinDi bakal bantu jelasin secara sederhana!

Keduanya sama-sama bagian dari keamanan siber, tapi tujuannya beda dan cara kerjanya pun nggak sama. Memahami perbedaannya penting supaya kamu tahu mana yang cocok buat kebutuhanmu.

Di sini MinDi bakal bahas perbedaan keduanya dengan gaya yang mudah dimengerti. Baca sampai akhir, biar kamu bisa lebih siap jaga sistem dari serangan!


Apa Itu Vulnerability Assessment?

Vulnerability assessment adalah proses sistematis untuk mengidentifikasi, mengevaluasi, dan mengklasifikasikan potensi celah keamanan dalam sistem, aplikasi, atau jaringan. 

Tujuan utamanya adalah menemukan kerentanan sebelum penyerang melakukannya, sehingga tim bisa segera mengambil tindakan pencegahan. 

Proses ini biasanya dilakukan secara otomatis menggunakan tools tertentu yang mampu memindai sistem dan memberikan laporan risiko. 

Assessment ini cocok dilakukan secara rutin untuk menjaga sistem tetap aman dan sesuai standar keamanan terkini.

Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Cyber Security yang Tepat


Apa Itu Penetration Testing?

Penetration testing, atau sering disebut pentest, adalah simulasi serangan siber yang dilakukan secara terkontrol untuk menguji seberapa kuat sistem keamanan suatu aplikasi, jaringan, atau infrastruktur. 

Tujuannya bukan hanya menemukan celah keamanan, tapi juga melihat sejauh mana celah tersebut bisa dieksploitasi oleh penyerang. 

Proses ini biasanya dilakukan oleh profesional keamanan dengan teknik dan alat yang menyerupai hacker asli. 

Hasil dari pentest membantu organisasi memahami risiko nyata dan memperkuat titik-titik lemah yang kritis.

Baca juga: Panduan Lengkap Belajar Cyber Security dan Peluang Kerja


Perbedaan Vulnerability Assessment vs Penetration Testing

Sumber: Canva

Warga Bimbingan, vulnerability assessment vs penetration testing memang mirip, tapi beda fungsi dan pendekatannya. Yuk, lihat lima perbedaan utamanya biar makin paham!


1. Tujuan Utama

Vulnerability assessment bertujuan untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin potensi celah keamanan dalam sistem. Fokusnya adalah mendeteksi dan mencatat kelemahan yang ada, tanpa harus mengeksploitasi atau menguji dampaknya.

Sementara penetration testing bertujuan untuk menguji seberapa jauh celah keamanan tersebut bisa dimanfaatkan dalam situasi nyata. 

Dengan pendekatan ini, organisasi bisa tahu risiko nyata dari celah tersebut jika benar-benar diserang.


2. Pendekatan dan Teknik

VA menggunakan pendekatan otomatis dan sistematis—biasanya dilakukan dengan tool scanning yang menyisir sistem dari atas ke bawah. Hasilnya berupa daftar kerentanan yang ditemukan, lengkap dengan tingkat risikonya.

Pentest menggunakan pendekatan manual dan kreatif, dengan teknik mirip hacker untuk masuk ke sistem. 

Proses ini lebih kompleks karena mengandalkan pengalaman analis untuk menembus pertahanan keamanan seperti dalam kondisi dunia nyata.


3. Hasil dan Output

Hasil dari vulnerability assessment biasanya berupa laporan panjang berisi semua potensi celah yang terdeteksi. Laporan ini cocok digunakan sebagai bahan perbaikan awal dan monitoring berkala.

Sebaliknya, pentest menghasilkan laporan eksploitasi yang menunjukkan sejauh mana celah bisa dimanfaatkan untuk membahayakan sistem. 

Laporan ini sering kali disertai rekomendasi teknis untuk menutup celah berdasarkan prioritas risiko tertinggi.


4. Frekuensi Pelaksanaan

Vulnerability assessment idealnya dilakukan secara rutin, seperti bulanan atau setiap kali ada pembaruan sistem. Karena prosesnya cepat dan otomatis, VA bisa dijadikan bagian dari prosedur DevSecOps.

Pentest dilakukan lebih jarang, misalnya setahun sekali atau setelah perubahan besar dalam sistem. Ini karena prosesnya butuh waktu, tenaga ahli, dan simulasi serangan yang lebih kompleks.


5. Tingkat Kedalaman dan Risiko

VA bersifat permukaan—mengidentifikasi apa yang lemah tapi tidak mencoba masuk ke dalamnya. Karena itu, proses ini minim risiko terhadap sistem operasional.

Pentest lebih dalam dan agresif, karena benar-benar mencoba mengeksploitasi celah secara aktif. 

Meskipun terkontrol, jika tidak hati-hati, pentest bisa menyebabkan gangguan sistem jika dijalankan tanpa rencana yang matang.

Berikut tabel perbandingan antara Vulnerability Assessment (VA) dan Penetration Testing (Pentest) yang ringkas dan mudah dipahami:

Aspek

Vulnerability Assessment (VA)

Penetration Testing (Pentest)

Tujuan

Mengidentifikasi dan mencatat celah keamanan

Menguji celah dengan simulasi serangan nyata

Pendekatan

Sistematis dan otomatis menggunakan tools

Manual dan kreatif dengan teknik seperti hacker

Hasil

Daftar kerentanan dan tingkat risikonya

Bukti eksploitasi dan dampak nyata dari celah

Frekuensi

Dilakukan secara berkala, rutin (bulanan/berkala)

Dilakukan saat perubahan besar atau setahun sekali

Tingkat Risiko

Minim risiko karena tidak eksploitasi langsung

Lebih berisiko karena melibatkan eksploitasi aktif

Baca juga: Cyber Security Roadmap: Panduan Lengkap untuk Pemula


Kapan Harus Menggunakan Keduanya?

Sumber: Canva

Warga Bimbingan, meski berbeda, vulnerability assessment vs penetration testing justru saling melengkapi. Berikut empat kondisi saat keduanya sebaiknya digunakan bersama.


1. Sebelum dan Setelah Peluncuran Sistem Baru

VA digunakan untuk mengecek potensi celah selama tahap pengembangan sistem atau aplikasi. 

Setelah sistem siap dan diluncurkan, pentest dilakukan untuk memastikan tidak ada celah kritis yang bisa dieksploitasi. Kombinasi ini membantu mencegah serangan dari awal dan sesudah rilis.


2. Setelah Perubahan Besar pada Infrastruktur

Ketika ada pembaruan sistem, migrasi server, atau penambahan fitur besar, risiko keamanan biasanya ikut meningkat. 

VA akan mendeteksi perubahan celah yang muncul, sementara pentest menguji apakah celah itu bisa disusupi. Ini penting untuk memastikan sistem tetap aman meski banyak berubah.


3. Untuk Kepatuhan terhadap Standar Keamanan

Beberapa standar seperti ISO 27001, PCI-DSS, atau HIPAA mewajibkan organisasi menjalankan assessment dan testing secara rutin. 

VA membantu memenuhi kebutuhan audit teknis, sedangkan pentest membuktikan ketahanan sistem terhadap serangan nyata. Keduanya jadi bagian penting dari dokumentasi dan pelaporan keamanan.


4. Saat Menyusun Strategi Keamanan Jangka Panjang

VA memberikan gambaran berkala tentang celah keamanan yang harus segera ditangani. Sementara itu, pentest memberikan data nyata tentang skenario terburuk yang mungkin terjadi jika celah diabaikan. 

Dengan memakai keduanya, tim keamanan bisa membuat prioritas dan perbaikan yang lebih strategis.

Baca juga: Apa Itu Metasploit? Fungsi, Fitur, dan Cara Menggunakannya


Ingin Jadi Cyber Security Professional?

Setelah memahami perbedaan antara vulnerability assessment vs penetration testing, sekarang saatnya kamu ambil langkah nyata untuk mendalami dunia keamanan siber!

Yuk, ikuti Bootcamp Cyber Security di dibimbing.id! Di sini kamu akan belajar cara mendeteksi celah keamanan, melakukan pentest, memahami threat modeling, hingga menguasai tools populer seperti Burp Suite, Wireshark, dan OWASP ZAP.

Belajar langsung bareng mentor berpengalaman dan kurikulum aplikatif yang dirancang untuk menghadapi tantangan nyata di dunia kerja. Kamu juga akan mendapatkan proyek praktik dan sertifikat kompetensi yang diakui industri.

Dengan dukungan 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluang karier kamu di bidang cyber security makin terbuka lebar!

Jadi, tunggu apa lagi? Daftar sekarang disini dan mulai perjalananmu jadi profesional keamanan siber yang siap diandalkan! #BimbingSampeJadi 


Referensi

  1. Differences between Penetration Testing and Vulnerability Assessments [Buka]

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!