dibimbing.id - 10 Tugas Quality Assurance Lengkap Beserta Contoh

10 Tugas Quality Assurance Lengkap Beserta Contoh

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

18 Maret 2026

72

Image Banner

Quality Assurance memiliki peran penting dalam memastikan software berjalan sesuai kebutuhan sebelum digunakan oleh user. Tanpa QA, risiko bug dan error saat aplikasi dirilis bisa semakin besar.

Dalam praktiknya, tugas Quality Assurance tidak hanya sekadar melakukan testing. QA juga terlibat dalam proses perencanaan, dokumentasi, hingga kolaborasi dengan tim developer.

Melalui pembahasan ini, warga bimbingan akan mengenal 10 tugas Quality Assurance lengkap beserta contohnya. Yuk simak penjelasan berikut agar kamu semakin paham peran dan tanggung jawab seorang QA.

Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Quality Assurance Terbaik 2025


Apa Itu Tugas Quality Assurance?

Tugas Quality Assurance adalah rangkaian tanggung jawab yang dilakukan untuk memastikan kualitas software tetap sesuai dengan standar dan kebutuhan pengguna. 

QA tidak hanya bertugas menemukan bug, tetapi juga mencegah terjadinya kesalahan sejak awal proses pengembangan. 

Dalam menjalankan tugasnya, Quality Assurance melakukan pengujian, dokumentasi, serta evaluasi terhadap setiap fitur aplikasi. 

Dengan menjalankan tugas QA secara konsisten, software yang dihasilkan menjadi lebih stabil, aman, dan siap digunakan.

Baca juga: Panduan Lengkap Roadmap QA Engineer dari Nol Sampai Ahli


10 Tugas Quality Assurance

Sumber: Canva

Tugas Quality Assurance sangat berperan dalam menjaga kualitas software agar sesuai standar dan kebutuhan pengguna. 

QA tidak hanya berfokus pada menemukan bug, tetapi juga memastikan seluruh proses pengujian berjalan terencana dan terdokumentasi dengan baik. Berikut 10 tugas Quality Assurance lengkap beserta penjelasan dan contoh terpisah.


1. Menyusun Test Plan

Quality Assurance menyusun test plan sebagai dokumen utama yang menjadi acuan seluruh proses pengujian software. 

Di dalam test plan, QA menentukan ruang lingkup testing, strategi pengujian, jadwal, serta tools yang akan digunakan agar proses testing berjalan terarah.

Dengan test plan yang jelas, QA dan tim dapat memahami apa saja yang diuji dan bagaimana cara pengujiannya. Hal ini membantu mengurangi kesalahan pengujian dan memastikan kualitas aplikasi sejak awal.

Contoh:

QA menyusun test plan untuk aplikasi e-commerce yang mencakup pengujian login, checkout, pembayaran, jenis testing yang digunakan, serta estimasi waktu pengujian selama dua minggu.

Baca juga: 7 Perbedaan QA dan QC demi Proses Bisnis yang Efektif


2. Membuat Test Case

QA bertugas membuat test case berdasarkan requirement atau PRD yang telah ditentukan. Test case berisi langkah-langkah pengujian, data uji, serta hasil yang diharapkan agar testing dilakukan secara sistematis.

Test case membantu QA melakukan pengujian dengan cara yang konsisten dan terstruktur. Dokumen ini juga memudahkan pengujian ulang ketika ada perubahan fitur.

Contoh:

QA membuat test case login dengan skenario memasukkan email dan password valid serta memastikan pengguna berhasil masuk ke halaman dashboard.


3. Melakukan Manual Testing

Quality Assurance melakukan manual testing dengan mencoba langsung fitur aplikasi seperti pengguna biasa. Pengujian ini bertujuan memastikan setiap fungsi berjalan sesuai alur yang diharapkan.

Manual testing membantu QA menemukan bug yang berkaitan dengan tampilan, alur, dan pengalaman pengguna. Metode ini sangat penting terutama untuk pengujian UI dan usability.

Contoh:

QA mencoba mengisi form pendaftaran dengan data kosong untuk memastikan sistem menampilkan pesan validasi yang sesuai.


4. Menjalankan Automation Testing

QA menjalankan automation testing untuk pengujian yang dilakukan secara berulang, seperti regression testing. Automation membantu mempercepat proses testing dan menjaga konsistensi hasil pengujian.

Automation testing biasanya digunakan pada aplikasi berskala besar agar proses testing lebih efisien. QA menggunakan tools tertentu sesuai kebutuhan proyek.

Contoh:

QA membuat script automation menggunakan Selenium untuk menguji fitur login setiap kali ada update kode.

Baca juga: Contoh Bug Report: Arti, Elemen, dan Tips Menulis Efektif


5. Menemukan dan Melaporkan Bug

QA bertugas menemukan bug atau defect selama proses testing berlangsung. Setiap bug yang ditemukan harus dicatat dan dilaporkan secara jelas dan detail.

Laporan bug yang baik membantu developer memahami masalah dengan cepat. Informasi yang lengkap akan mempercepat proses perbaikan.

Contoh:

QA melaporkan bug tombol pembayaran tidak berfungsi dengan menyertakan langkah reproduksi, hasil aktual, dan screenshot di Jira.


6. Melakukan Regression Testing

QA melakukan regression testing setelah adanya perubahan atau perbaikan fitur. Tujuannya memastikan fitur lama tetap berjalan normal dan tidak terdampak perubahan baru.

Regression testing sangat penting untuk menjaga stabilitas aplikasi secara keseluruhan. Proses ini bisa dilakukan secara manual maupun otomatis.

Contoh:

Setelah update sistem pembayaran, QA menguji ulang fitur login, register, dan checkout.


7. Memastikan Kesesuaian dengan Requirement

QA memastikan setiap fitur yang diuji sesuai dengan requirement dan kebutuhan bisnis. Proses ini dilakukan dengan mencocokkan hasil testing dengan dokumen PRD.

Dengan memastikan kesesuaian requirement, QA membantu mencegah kesalahan implementasi fitur. Hal ini menjaga kualitas produk tetap sesuai tujuan awal.

Contoh:

QA memeriksa apakah sistem diskon otomatis aktif sesuai ketentuan minimal pembelian yang tertulis di PRD.


8. Mendokumentasikan Hasil Pengujian

QA bertugas membuat dokumentasi hasil pengujian sebagai laporan resmi. Dokumentasi ini mencakup status test case, bug, dan catatan penting selama testing.

Dokumen hasil testing berguna sebagai referensi untuk evaluasi dan audit. Dokumentasi juga memudahkan QA lain memahami kondisi aplikasi.

Contoh:

QA membuat laporan testing mingguan berisi jumlah test case pass, fail, dan bug yang ditemukan.


9. Berkolaborasi dengan Tim Developer

QA bekerja sama dengan developer untuk membahas bug dan solusi perbaikannya. Kolaborasi ini memastikan perbaikan dilakukan dengan tepat dan cepat.

Komunikasi yang baik membantu memperlancar proses pengembangan. QA sering terlibat dalam diskusi sprint atau daily meeting.

Contoh:

QA berdiskusi dengan developer terkait error yang muncul saat proses checkout menggunakan metode pembayaran tertentu.


10. Memastikan Kualitas Sebelum Rilis

QA melakukan final testing sebelum aplikasi dirilis ke pengguna. Semua bug kritis harus sudah diperbaiki dan diuji ulang.

Keputusan rilis sangat bergantung pada hasil pengujian QA. QA memastikan aplikasi aman dan siap digunakan.

Contoh:

QA memberikan status siap rilis setelah seluruh test case critical lulus tanpa bug blocker.

Baca juga: 10 Contoh KPI Quality Assurance untuk Ukur Performa QA


Ingin Jadi Quality Assurance Professional?

Setelah memahami tugas Quality Assurance lengkap beserta contohnya, sekarang saatnya kamu meningkatkan skill agar siap masuk dunia kerja. Profesi QA semakin dibutuhkan untuk memastikan kualitas software sebelum digunakan oleh user.

Yuk, ikuti Bootcamp Quality Assurance di dibimbing.id dan belajar dengan kurikulum aplikatif yang disusun sesuai kebutuhan industri.

Benefit utama yang akan kamu dapatkan:

  1. 45+ Live Class dan 8+ Extra Live Session bersama Praktisi Ahli Industri
  2. 20+ Project & Final Project Quality Assurance untuk Portfolio Building
  3. 1-on-1 Unlimited Personalized Session bersama Instruktor Expert
  4. 8 Minggu Pengalaman Magang di Hiring Company dibimbing
  5. Program Graduation & Penyaluran Kerja ke 700+ Perusahaan

Dengan dukungan 840+ hiring partner dan 96% tingkat keberhasilan alumni, peluang kariermu sebagai Quality Assurance professional semakin terbuka lebar.

Jadi, tunggu apa lagi? Daftar sekarang disini dan mulai perjalananmu menjadi Quality Assurance professional. #BimbingSampeJadi!


FAQ

1. Apa saja tugas Quality Assurance?

Tugas Quality Assurance meliputi menyusun test plan, membuat test case, melakukan testing, melaporkan bug, hingga memastikan kualitas software sebelum rilis.

2. Apakah tugas QA hanya melakukan testing?

Tidak, QA juga terlibat dalam perencanaan pengujian, dokumentasi hasil testing, dan kolaborasi dengan tim developer.

3. Apakah QA harus menguasai automation testing?

Tidak wajib untuk pemula, tetapi automation testing menjadi nilai tambah untuk pengembangan karier QA.

4. Bagaimana cara belajar tugas Quality Assurance dari nol?

Kamu bisa memulai dengan mempelajari dasar testing, memahami tugas QA, dan mengikuti pelatihan atau bootcamp.

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!