dibimbing.id - 5 Teknik Wawancara untuk Menilai Kandidat Secara Objektif

5 Teknik Wawancara untuk Menilai Kandidat Secara Objektif

Farijihan Putri

10 September 2025

240

Image Banner

Teknik wawancara menjadi senjata utama HR dalam menilai kandidat, tapi sayangnya masih banyak yang mengandalkan intuisi semata. Alhasil, proses seleksi kadang kurang objektif dan bikin perusahaan berisiko salah pilih orang.

Kalau kamu paham teknik wawancara yang terstruktur, hasilnya bisa jauh lebih akurat, profesional, dan adil buat semua kandidat. Dan, keputusan HR-mu juga menjadi lebih dipercaya oleh tim manajemen.

Sebelum kamu serius upgrade skill lewat Bootcamp Human Resources dibimbing.id, baca dulu artikel MinDi biar dapat insight dasar yang bisa langsung dipraktikkan!

Baca Juga: Berapa Biaya Bootcamp Human Resource Dibimbing? Rincian & Benefit


Apa Itu Teknik Wawancara Objektif?

Teknik wawancara objektif adalah metode interview yang fokus pada penilaian berdasarkan data, fakta, dan kriteria yang sudah ditentukan sebelumnya, bukan sekadar perasaan atau preferensi pribadi pewawancara.

Tujuannya supaya setiap kandidat punya peluang yang sama dan dinilai secara adil sesuai kompetensi maupun pengalaman yang relevan. 

Pendekatan ini biasanya melibatkan pertanyaan terstruktur, penilaian berbasis skor, serta membandingkan jawaban kandidat dengan standar yang jelas. Dengan cara ini, hasil seleksi lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.


5 Teknik Wawancara yang Digunakan HRD

Sumber: Freepik

HRD biasanya menggunakan pendekatan berbeda supaya penilaian kandidat lebih objektif dan sesuai kebutuhan perusahaan. Inilah 5 teknik yang bisa kamu coba.


1. Teknik Wawancara Terstruktur

Pada teknik wawancara ini, HRD menggunakan daftar pertanyaan yang sama untuk semua kandidat.

Tujuannya supaya setiap jawaban bisa dibandingkan dengan lebih adil. Pendekatan seperti ini membantu mengurangi bias personal dari pewawancara.


2. Teknik Wawancara Kompetensi

Pendekatan ini fokus pada keahlian teknis maupun soft skill yang relevan dengan posisi kerja.

HRD biasanya menanyakan pengalaman nyata untuk menggali sejauh mana kemampuan kandidat. Hasilnya lebih akurat karena langsung mengukur kecocokan terhadap job desk.


3. Teknik Wawancara Behavioral

Melalui teknik wawancara behavioral, HRD berusaha memahami pola perilaku kandidat di situasi kerja sebelumnya.

Pertanyaan biasanya berhubungan dengan cara menghadapi konflik, bekerja tim, atau mengatasi tantangan. Informasi yang muncul bisa memprediksi tindakan kandidat di masa depan.


4. Teknik Wawancara Situasional

Pendekatan ini meminta kandidat membayangkan skenario tertentu yang mungkin terjadi di pekerjaan.

HRD ingin melihat bagaimana kandidat akan merespons masalah atau membuat keputusan. Cara ini efektif menilai kemampuan analisis serta penyelesaian masalah.


5. Teknik Wawancara Panel

Jenis wawancara ini melibatkan lebih dari satu pewawancara, biasanya gabungan HRD dan user.

Kandidat akan ditanya secara bergantian untuk menilai dari berbagai sudut pandang. Hasil penilaian menjadi lebih komprehensif dan minim subjektivitas.


6. FGD (Focus Group Discussion)

Dalam teknik wawancara berbentuk FGD, kandidat ditempatkan dalam kelompok kecil untuk membahas suatu kasus.

HRD menilai keterampilan komunikasi, kerja sama tim, serta kepemimpinan dari proses diskusi. Cara ini sering dipakai untuk posisi yang membutuhkan kolaborasi intens.

Baca Juga: Contoh CV ATS Magang Human Resources (Gratis Template)


Strategi HRD dalam Menilai Kandidat

HRD biasanya menggunakan kombinasi strategi agar penilaian kandidat lebih objektif dan sesuai kebutuhan perusahaan. Yuk, simak 5 strateginya!


1. Menggunakan Teknik Wawancara yang Tepat

Pemilihan teknik wawancara menjadi langkah penting untuk memastikan evaluasi kandidat berjalan adil. Cara ini membantu HRD membandingkan jawaban kandidat secara setara tanpa bias personal.


2. Melihat Kesesuaian Nilai dan Budaya

Kandidat tidak hanya dinilai dari skill, tapi juga kecocokan dengan budaya perusahaan. Faktor ini berpengaruh besar terhadap adaptasi dan loyalitas jangka panjang.


3. Menganalisis Jawaban Behavioral

Melalui teknik wawancara berbasis perilaku, HRD dapat memahami pola tindakan kandidat di situasi kerja sebelumnya. Strategi ini membantu memprediksi reaksi kandidat terhadap tantangan di masa depan.


4. Menggunakan Tes Psikologi dan Kompetensi

Tes tambahan seperti tes psikologi dan kompetensi memberi gambaran objektif mengenai kepribadian, kemampuan kognitif, dan keahlian teknis kandidat. HRD bisa mendapatkan data lebih lengkap dibanding hanya mengandalkan wawancara.


5. Mempertimbangkan Pengalaman Kerja Relevan

Riwayat kerja yang relevan menunjukkan bagaimana kandidat telah menghadapi situasi nyata. Hal ini membantu HRD menilai kesiapan serta potensi kontribusi pada posisi yang dilamar.


Kesalahan Umum dalam Wawancara yang Harus Dihindari HRD

Wawancara seharusnya menjadi proses objektif untuk menilai kandidat, tapi ada kesalahan kecil yang bikin hasil seleksi menjadi kurang adil.

HRD perlu mewaspadai hal-hal berikut agar proses rekrutmen tetap profesional.

  1. Terlalu mengandalkan kesan pertama.
  2. Mengajukan pertanyaan yang tidak relevan.
  3. Tidak menggunakan teknik wawancara yang konsisten.
  4. Kurang mendengarkan jawaban kandidat dengan fokus.
  5. Membiarkan bias personal memengaruhi penilaian.
  6. Tidak memberi kesempatan kandidat menjelaskan secara lengkap.
  7. Mengabaikan bahasa tubuh dan komunikasi nonverbal.
  8. Terlalu cepat mengambil keputusan tanpa data lengkap.
  9. Memberikan pertanyaan jebakan yang tidak produktif.
  10. Lupa memberikan feedback yang membangun setelah wawancara.

Baca Juga: Contoh Proses Rekrutmen & Seleksi Karyawan Lengkap, HR Wajib Tahu!


Siap Kuasai Teknik Wawancara dan Jadi HR Profesional?

Menguasai teknik wawancara aja nggak cukup kalau kamu pengen benar-benar upgrade skills and salary di dunia Human Resources.

Yuk gabung Bootcamp Human Resources dibimbing.id bareng mentor berpengalaman, silabus terlengkap, praktek nyata buat portfolio, gratis mengulang kelas, dan ada 840+ hiring partner buat bantu penyaluran kerja. Sudah terbukti, 96% alumni berhasil kerja.

Kalau masih ada pertanyaan, “Apakah program ini cocok untuk pemula yang belum pernah kerja di HRD?” atau “Apakah setelah lulus ada peluang langsung direferensikan ke perusahaan partner?”, konsultasi gratis di sini. dibimbing.id siap #BimbingSampeJadi impianmu sebagai HR profesional!

Share

Author Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!