dibimbing.id - Mengenal Sustainability Officer: Tugas dan Skill 2026

ESG

Mengenal Sustainability Officer: Tugas dan Skill 2026

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

08 January 2026

11

Image Banner

Profesi Sustainability Officer semakin dibutuhkan seiring meningkatnya perhatian perusahaan terhadap keberlanjutan. Di tahun 2026, peran ini menjadi bagian penting dalam strategi bisnis jangka panjang.

Sustainability Officer berperan mengelola program ESG dan keberlanjutan perusahaan, Warga Bimbingan. Tugas tersebut menuntut pemahaman antara aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.

Selain perannya yang strategis, profesi ini juga membutuhkan skill khusus yang relevan dengan kebutuhan industri. Yuk, kenali tugas dan skill Sustainability Officer di 2026 lebih lanjut.

Baca juga: Panduan Sukses Switch Career ke K3: Skill & Materi Terupdate


Apa Itu Sustainability Officer?

Sustainability Officer adalah profesional yang bertanggung jawab mengelola dan memastikan strategi keberlanjutan perusahaan berjalan secara konsisten. 

Peran tersebut mencakup perencanaan, pelaksanaan, serta evaluasi program ESG yang berkaitan dengan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. 

Sustainability Officer juga berperan menghubungkan tujuan bisnis dengan praktik keberlanjutan agar selaras dengan regulasi dan kebutuhan stakeholder. 

Melalui peran tersebut, perusahaan dapat menjaga reputasi, kepatuhan, dan keberlanjutan jangka panjang.

​​Baca juga: 10 Panduan Memilih Bootcamp HSE/K3 Terbaik di 2026


Tugas Sustainability Officer

Sumber: Canva

Sustainability Officer memiliki peran penting dalam memastikan keberlanjutan bisnis berjalan seimbang dengan tanggung jawab sosial dan lingkungan. 

Berikut lima tugas utama yang biasanya dijalankan dalam peran tersebut:


1. Menyusun strategi keberlanjutan perusahaan

Sustainability Officer bertanggung jawab merancang strategi sustainability yang selaras dengan visi dan tujuan bisnis. Strategi tersebut mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. 

Perencanaan yang matang membantu perusahaan mencapai target jangka panjang secara berkelanjutan.


2. Mengelola dan mengimplementasikan program ESG

Pengelolaan program ESG menjadi tanggung jawab utama karena berkaitan langsung dengan reputasi dan kepatuhan perusahaan. 

Setiap program perlu diimplementasikan secara terstruktur, melibatkan berbagai divisi, serta disesuaikan dengan kebijakan internal. 

Pemantauan berkala dilakukan untuk memastikan program berjalan efektif dan memberikan dampak yang terukur.


3. Melakukan pemantauan dan evaluasi kinerja keberlanjutan

Pemantauan kinerja sustainability dilakukan melalui pengumpulan dan analisis data yang relevan. 

Hasil evaluasi digunakan untuk mengukur pencapaian target dan mengidentifikasi area perbaikan. Proses tersebut membantu perusahaan melakukan penyesuaian strategi secara tepat.


4. Menyusun laporan keberlanjutan dan kepatuhan

Sustainability Officer bertanggung jawab menyusun laporan sustainability secara terstruktur dan akurat. 

Laporan tersebut digunakan untuk keperluan internal maupun eksternal, termasuk audit dan publikasi. Dokumentasi yang baik meningkatkan transparansi dan kepercayaan stakeholder.


5. Mengoordinasikan kolaborasi lintas tim

Peran Sustainability Officer melibatkan koordinasi dengan berbagai divisi dalam perusahaan. 

Kolaborasi diperlukan agar program keberlanjutan dapat diterapkan secara menyeluruh. Sinergi antar tim membantu mempercepat pencapaian tujuan sustainability.

Baca juga: Berapa Harga Bootcamp HSE/K3 di Indonesia? dan Faktornya


Skill yang Dibutuhkan Sustainability Officer

Untuk menjalankan peran secara efektif, Sustainability Officer perlu menguasai berbagai skill yang saling berkaitan antara aspek teknis, analitis, dan komunikasi. Berikut lima skill utama yang penting dimiliki.


1. Pemahaman ESG dan sustainability management

Pemahaman ESG dan sustainability management menjadi dasar utama karena berkaitan langsung dengan perencanaan dan pengambilan keputusan strategis. 

Pengetahuan tersebut mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Dasar yang kuat membantu menyusun program keberlanjutan yang relevan dan terukur.


2. Kemampuan analisis data dan evaluasi

Kemampuan analisis data sangat dibutuhkan untuk menilai dampak dan efektivitas program sustainability secara objektif. 

Data digunakan untuk mengukur pencapaian target serta mengidentifikasi risiko dan peluang perbaikan. Hasil analisis menjadi dasar evaluasi dan penyesuaian strategi.


3. Penyusunan laporan dan dokumentasi

Kemampuan menyusun laporan menjadi krusial karena hasil kerja sustainability perlu dikomunikasikan secara jelas dan terstruktur. 

Laporan mencakup kinerja ESG, kepatuhan regulasi, dan capaian program keberlanjutan. Dokumentasi yang rapi memudahkan audit dan meningkatkan kepercayaan stakeholder.


4. Komunikasi dan koordinasi lintas tim

Kemampuan komunikasi yang baik dibutuhkan karena Sustainability Officer bekerja dengan banyak divisi dan pihak eksternal. 

Penyampaian informasi yang jelas membantu menyatukan tujuan dan arah program keberlanjutan. Koordinasi yang efektif memastikan implementasi berjalan konsisten di seluruh organisasi.


5. Pemahaman regulasi dan standar keberlanjutan

Pemahaman regulasi dan standar keberlanjutan menjadi penting untuk menjaga kepatuhan perusahaan terhadap aturan yang berlaku. 

Pengetahuan tersebut mencakup kebijakan nasional maupun standar internasional. Pemahaman yang tepat membantu meminimalkan risiko hukum dan reputasi perusahaan.

Baca juga: 7 Rekomendasi Bootcamp HSE/K3 Terbaik di Indonesia


Gaji Sustainability Officer

Berdasarkan laporan Glassdoor, kisaran gaji Sustainability Officer di Jakarta berada di angka Rp8,2 juta hingga Rp17,3 juta per bulan. Sementara itu, median total gaji tercatat sekitar Rp12,7 juta per bulan sebagai nilai tengah yang paling sering muncul.

Komponen gaji tersebut terdiri dari gaji pokok dengan rentang Rp5,7 juta sampai Rp14,5 juta per bulan. Selain gaji pokok, terdapat tambahan pendapatan seperti bonus dan tunjangan yang berada di kisaran Rp2,6 juta hingga Rp2,8 juta per bulan.

Perbedaan nominal gaji dipengaruhi oleh pengalaman kerja, tingkat tanggung jawab, serta sektor industri tempat bekerja. 

Walaupun jumlah data di Glassdoor masih terbatas, angka ini tetap dapat dijadikan gambaran awal mengenai standar gaji Sustainability Officer di Indonesia.

Baca juga: Safety Officer: Tugas, Skill, Gaji, & Tips Karier Sukses (2026)


Cara Menjadi Sustainability Officer

Sumber: Canva

Berikut lima cara yang dapat dilakukan untuk memulai dan mengembangkan karier di bidang sustainability.


1. Menempuh pendidikan yang relevan

Langkah awal yang paling umum adalah memiliki gelar sarjana di bidang Ilmu Lingkungan, Teknik Lingkungan, Manajemen Bisnis, atau Ekonomi. 

Di tahun 2026, banyak profesional melanjutkan studi ke jenjang magister seperti Sustainability Management atau MBA dengan fokus keberlanjutan. Pendidikan formal membantu membangun pemahaman strategis yang dibutuhkan untuk peran sustainability.


2. Mendapatkan sertifikasi profesional ESG

Sertifikasi profesional ESG menjadi bukti kompetensi teknis yang sangat dihargai oleh perusahaan karena menunjukkan pemahaman standar, metodologi, dan praktik keberlanjutan yang diakui secara global. 

Beberapa sertifikasi yang banyak dicari meliputi CSDS (Certified Sustainability Development Specialist), GRI Standards untuk pelaporan keberlanjutan, serta ISCC untuk sektor energi dan biomassa. Kepemilikan sertifikasi meningkatkan kredibilitas sekaligus daya saing di pasar kerja


3. Menguasai alat analisis data dan pelaporan

Di tahun 2026, perusahaan sangat bergantung pada data untuk menghindari praktik greenwashing.

Penguasaan perangkat lunak pelaporan ESG serta kemampuan menghitung emisi karbon, termasuk Scope 1, Scope 2, dan Scope 3, menjadi kebutuhan penting. Keahlian tersebut membantu penyusunan laporan yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.


4. Mencari pengalaman melalui magang atau proyek CSR

Bagi lulusan baru, magang di departemen Corporate Social Responsibility atau sebagai Sustainability Report Assistant merupakan langkah awal yang strategis. 

Pengalaman praktik mencakup pengumpulan data lapangan, penyusunan laporan, dan interaksi dengan pemangku kepentingan. Pengalaman tersebut sering menjadi nilai tambah dalam proses rekrutmen.


5. Membangun jejaring di komunitas keberlanjutan

Aktif di komunitas profesional seperti Indonesia ESG Network atau mengikuti konferensi industri membantu memahami tren dan regulasi terbaru. 

Di tahun 2026, banyak peluang green jobs dibagikan lebih dulu melalui jejaring profesional. Koneksi yang kuat juga membuka akses ke informasi karier sebelum dipublikasikan secara luas.


Siap Melangkah ke Karier ESG & Sustainability Management?

Setelah mengenal dunia ESG dan peran strategis Sustainability Officer, kini waktunya meningkatkan skill agar siap bersaing di industri. 

Perusahaan di berbagai sektor semakin membutuhkan talenta yang mampu mengelola program keberlanjutan secara profesional.

Yuk, bergabung di Bootcamp ESG & Sustainability Management di dibimbing.id. Program ini membahas sustainability management, ESG reporting, perencanaan program keberlanjutan, hingga evaluasi berbasis studi kasus nyata yang relevan dengan kebutuhan industri.

Belajar bersama mentor berpengalaman dengan pendekatan praktis dan proyek langsung untuk membangun portofolio. 

Dengan dukungan 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluang berkarier di bidang ESG dan sustainability terbuka semakin luas.

Saatnya ambil langkah nyata, daftar sekarang disini dan mulai perjalanan menuju karier profesional di bidang ESG & Sustainability Management. #BimbingSampeJadi

Tags

ESG

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!