dibimbing.id - Apa Itu Quality Assurance Engineer? Gaji, Tugas dan Skill

Apa Itu Quality Assurance Engineer? Gaji, Tugas dan Skill

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

25 August 2025

186

Image Banner

Banyak aplikasi gagal bukan karena fiturnya kurang, tapi karena kualitasnya buruk saat rilis. Di sinilah peran Quality Assurance Engineer jadi penting.

Masih banyak yang mengira QA cuma cari bug, padahal tugasnya jauh lebih luas dan strategis. Tanpa QA, proses pengembangan bisa jadi kacau dan nggak terkontrol.

Kalau Warga Bimbingan pengin masuk dunia tech tanpa harus jago coding, profesi QA bisa jadi jalan yang pas. Di artikel ini, MinDi bakal bahas pengertian QA Engineer, tugas, skill, dan gajinya—yuk simak!

Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Quality Assurance Terbaik 2025


Apa itu Quality Assurance Engineer?

Quality Assurance Engineer adalah profesional yang bertanggung jawab memastikan kualitas produk digital, seperti aplikasi atau software, sebelum dirilis ke pengguna. 

Tugas utamanya bukan cuma cari bug, tapi memastikan setiap bagian dari aplikasi berjalan sesuai standar yang ditentukan. 

QA Engineer terlibat sejak awal proses pengembangan, mulai dari perencanaan hingga pengujian akhir. 

Dengan peran ini, mereka membantu tim dev menghasilkan produk yang stabil, fungsional, dan siap digunakan secara luas.

Baca juga: Sertifikat QA: Jenis, Manfaat, dan Cara Mendapatkannya


Tugas Utama Quality Assurance Engineer

Sumber: Canva

QA Engineer itu bukan cuma soal klik dan cari bug, tapi punya peran penting dalam menjaga kualitas produk digital. Karena itu, Warga Bimbingan perlu tahu nih beberapa tugas utamanya berikut ini:


1. Membuat dan Menjalankan Test Case

QA bertugas menulis skenario pengujian atau test case berdasarkan fitur aplikasi yang sedang dikembangkan. 

Test case ini jadi panduan utama untuk mengecek apakah aplikasi berjalan sesuai rencana. Setelah dibuat, QA akan menjalankannya untuk menemukan potensi error lebih awal.


2. Melakukan Pengujian Manual dan Otomatis

Tergantung kebutuhan proyek, QA bisa menguji aplikasi secara manual atau menggunakan tools automation. 

Manual testing biasanya dipakai untuk fitur baru atau kompleks, sedangkan automation cocok untuk pengujian berulang. Keduanya penting untuk memastikan kualitas aplikasi tetap terjaga.


3. Melaporkan dan Menganalisis Bug

Saat menemukan error, QA akan mencatatnya secara detail dan laporkan ke tim developer. Selain sekadar melapor, QA juga menganalisis penyebab dan skenario munculnya bug. Proses ini membantu developer lebih cepat dalam memperbaiki masalah.


4. Berkolaborasi dengan Tim Developer dan Product

QA nggak kerja sendirian—mereka sering diskusi bareng developer dan tim produk soal spesifikasi, prioritas, dan hasil pengujian.

Kolaborasi ini penting biar semua tim punya pemahaman yang sama soal kualitas dan kebutuhan user. Semakin lancar komunikasinya, semakin bagus juga hasil akhirnya.

Baca juga: Software Quality Assurance Adalah: Arti, Tujuan, dan Proses


Skill yang Harus Dimiliki QA Engineer

Untuk jadi QA Engineer yang handal, Warga Bimbingan perlu lebih dari sekadar ketelitian. Peran ini menuntut kombinasi skill teknis dan komunikasi yang baik agar bisa kerja bareng tim dev dan product dengan lancar.

Selain itu, QA juga perlu paham dasar-dasar testing, logika pemrograman, dan tools yang biasa dipakai dalam pengujian. Semua ini penting supaya bisa menganalisis masalah dengan cepat dan memberikan solusi yang tepat.

Skill yang Harus Dimiliki QA Engineer:

  1. Pemahaman dasar software development lifecycle (SDLC)
  2. Kemampuan menulis test case dan test plan
  3. Familiar dengan tools testing seperti Selenium, JIRA, Appium
  4. Logika pemrograman dasar (misalnya: Java, Python, atau JavaScript)
  5. Kemampuan analisis dan problem solving
  6. Komunikasi dan kolaborasi tim yang baik
  7. Attention to detail dan mindset kualitas

Baca juga: Software Testing Automation: Manfaat, Cara Kerja, & Tools


Perbedaan QA Engineer dan Software Tester

Sumber: Canva

Warga Bimbingan, banyak yang masih ngira QA Engineer dan Software Tester itu sama, padahal beda banget dari segi peran dan pendekatannya. Biar nggak salah paham, MinDi jelasin beberapa poin utama yang ngebedain keduanya:


1. Fokus Kerja

QA Engineer fokus pada seluruh proses untuk memastikan kualitas terjaga dari awal sampai akhir. Mereka terlibat sejak tahap perencanaan, pengembangan, hingga pengujian.

Sementara itu, Software Tester biasanya fokus di tahap akhir, yaitu saat fitur sudah selesai dikembangkan. Peran mereka lebih ke menguji dan menemukan bug, bukan mengatur proses kualitas secara menyeluruh.


2. Pendekatan Kerja

QA Engineer memakai pendekatan preventif—mencegah bug muncul dengan memastikan proses berjalan sesuai standar. Mereka banyak terlibat dalam pembuatan dokumen kualitas dan proses review.

Software Tester cenderung memakai pendekatan korektif, yaitu menemukan dan melaporkan bug setelah fitur dibuat. Jadi, pendekatan mereka lebih reaktif daripada QA Engineer.


3. Keterlibatan dalam Tim

Seorang QA Engineer biasanya aktif berdiskusi dengan tim developer, product, dan bahkan user untuk memahami kebutuhan aplikasi. Mereka punya andil dalam penentuan standar kualitas dan prioritas pengujian.

Sedangkan Software Tester lebih sering bekerja berdasarkan dokumen yang sudah ada. Mereka menjalankan test case yang ditentukan, tanpa terlalu terlibat dalam perencanaan produk.


4. Ruang Lingkup Tanggung Jawab

QA Engineer bertanggung jawab atas keseluruhan proses pengujian, termasuk automation, integrasi CI/CD, dan validasi akhir. Tanggung jawabnya lebih strategis dan mencakup proses jangka panjang.

Software Tester lebih berfokus pada aktivitas testing harian. Ruang lingkupnya terbatas pada pengujian fungsional dan pencatatan bug yang ditemukan.

Baca juga: Apa Itu QA Tester? Jenis, Skill, dan Cara Memulai Karier


Gaji dan Prospek Karier QA Engineer

Gaji seorang Quality Assurance Engineer di Jakarta tergolong kompetitif dan terus meningkat seiring permintaan industri. Menurut data dari Glassdoor, kisaran gaji total per bulan berada di angka Rp8,2 juta hingga Rp14,7 juta, dengan median di Rp11 juta per bulan.

Rincian gajinya terdiri dari base pay sebesar Rp7,5 juta – Rp13 juta per bulan, dan tambahan kompensasi seperti bonus atau tunjangan sebesar Rp690 ribu – Rp1,7 juta. 

Data ini dihimpun dari 205 submission dan memiliki tingkat kepercayaan sangat tinggi, jadi cukup akurat buat jadi gambaran Warga Bimbingan.

Dari sisi prospek karier, QA Engineer punya peluang naik ke posisi seperti QA Lead, QA Manager, atau bahkan ke ranah Product dan Project Management. Dengan skill yang terus diasah, Warga Bimbingan bisa berkembang jadi sosok kunci di tim pengembangan produk digital.


Ingin Jadi Quality Assurance Engineer Profesional?

Setelah memahami apa itu Quality Assurance Engineer, termasuk gaji, tugas, dan skill yang dibutuhkan, sekarang saatnya Warga Bimbingan ambil langkah nyata untuk mulai berkarier di dunia QA!

Yuk, ikuti Bootcamp Quality Assurance di dibimbing.id! Di sini kamu akan belajar langsung dari mentor berpengalaman, mulai dari dasar manual testing, automation testing, hingga penggunaan tools industri seperti Selenium dan Appium.

Bootcamp ini dirancang aplikatif dan praktis, cocok untuk pemula maupun kamu yang ingin switch career ke dunia teknologi. Kurikulumnya disusun agar kamu siap menghadapi tantangan nyata di lapangan.

Dengan lebih dari 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni hingga 96%, peluangmu buat jadi QA Engineer profesional makin terbuka lebar.

Jadi, tunggu apa lagi? Daftar sekarang disini dan mulai perjalananmu jadi bagian penting dalam pengembangan produk digital! #BimbingSampeJadi


Referensi

  1. Quality Assurance Engineers (QA Engineers) [Buka]

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!