dibimbing.id - QA Coding Interview Test: Definisi dan Pertanyaan Umum

QA Coding Interview Test: Definisi dan Pertanyaan Umum

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

15 August 2025

630

Image Banner

Warga Bimbingan, sedang persiapan untuk QA coding interview test? Test ini menguji kemampuan teknis dalam pemrograman dan pengujian aplikasi yang penting untuk posisi Quality Assurance.

Tujuan dari QA coding interview test adalah menguji kemampuanmu dalam menyelesaikan soal terkait algoritma, debugging, dan logika pemrograman dalam waktu terbatas.

MinDi sudah menyiapkan contoh pertanyaan umum yang sering muncul di QA coding interview test. Yuk, persiapkan diri kamu lebih matang untuk tes ini!

Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Quality Assurance Terbaik 2025


Apa Itu QA Coding Interview Test?

QA Coding Interview Test adalah tes yang digunakan untuk menilai kemampuan teknis seorang kandidat dalam posisi Quality Assurance. 

Tes ini bertujuan untuk mengukur keterampilan dalam pemrograman, debugging, dan pengujian perangkat lunak. 

Kandidat biasanya akan diminta untuk menyelesaikan soal yang berhubungan dengan algoritma, struktur data, dan pembuatan skrip pengujian otomatis. 

Hasil tes ini membantu perusahaan menentukan apakah kandidat memiliki kemampuan teknis yang dibutuhkan untuk mengelola kualitas perangkat lunak dengan efektif.

Baca juga: Panduan Lengkap Roadmap QA Engineer dari Nol Sampai Ahli


Pertanyaan dalam QA Coding Interview Test

Sumber: Canva

Berikut adalah daftar pertanyaan yang sering diajukan, beserta jawaban detail yang bisa membantu Anda mempersiapkan diri secara menyeluruh.


1. Apa perbedaan antara QA dan QC dalam pengujian perangkat lunak?

QA (Quality Assurance) adalah pendekatan proaktif untuk menjamin bahwa proses pembuatan software mengikuti standar kualitas sejak awal. Fokusnya pada pencegahan kesalahan.

QC (Quality Control) adalah pendekatan reaktif yang berfokus pada pemeriksaan dan pengujian produk akhir untuk menemukan dan memperbaiki bug. Fokusnya pada deteksi kesalahan.


2. Apa itu test case dan bagaimana struktur yang baik dari test case?

Test case adalah dokumen atau skrip yang digunakan untuk memverifikasi bahwa suatu fungsi aplikasi berjalan sesuai harapan. Struktur test case meliputi:

  1. ID Test Case
  2. Tujuan atau skenario
  3. Langkah-langkah pengujian
  4. Data uji (jika ada)
  5. Hasil yang diharapkan
  6. Hasil aktual
  7. Status (Pass/Fail)
  8. Catatan tambahan


3. Tuliskan contoh test case untuk fitur login (valid dan invalid).

Valid Login:

  1. Input: email: user@example.com, password: correct123
  2. Expected: User diarahkan ke halaman dashboard

Invalid Login:

  1. Input: email: user@example.com, password: wrongpass
  2. Expected: Muncul pesan error “Invalid credentials”


4. Jelaskan perbedaan antara functional dan non-functional testing.

Functional testing memvalidasi fungsi sistem berdasarkan requirement, misalnya login, register, checkout.

Non-functional testing mengevaluasi aspek seperti performa, keamanan, dan usability, seperti waktu respon aplikasi atau ketahanan saat banyak pengguna.


5. Apa itu black-box dan white-box testing?

Black-box testing adalah metode pengujian tanpa mengetahui isi atau struktur kode program. Hanya input dan output yang diuji.

White-box testing melibatkan pemahaman terhadap struktur internal kode dan logika program, biasanya dilakukan oleh developer untuk unit testing.


6. Apa itu regression testing dan kapan dilakukan?

Regression testing adalah proses menguji ulang fitur-fitur yang sudah ada untuk memastikan bahwa perubahan baru tidak merusak fungsionalitas sebelumnya. Biasanya dilakukan setelah bug fixing, code refactoring, atau penambahan fitur baru.


7. Apa itu automation testing dan tools yang umum digunakan?

Automation testing menggunakan tools untuk menjalankan skrip uji secara otomatis. Umumnya digunakan untuk pengujian yang berulang. Tools populer:

  1. Selenium (web)
  2. Postman + Newman (API)
  3. JMeter (performa)
  4. Appium (mobile)
  5. Cypress (front-end)


8. Tulis contoh skrip Selenium WebDriver (Python) untuk login ke situs.

from selenium import webdriver

from selenium.webdriver.common.by import By


driver = webdriver.Chrome()

driver.get("https://example.com/login")


driver.find_element(By.ID, "email").send_keys("user@example.com")

driver.find_element(By.ID, "password").send_keys("password123")

driver.find_element(By.ID, "loginButton").click()


assert "dashboard" in driver.current_url

driver.quit()

Baca juga: 10 Contoh KPI Quality Assurance untuk Ukur Performa QA


9. Apa itu API testing dan bagaimana cara melakukannya dengan Postman?

API testing adalah pengujian langsung terhadap endpoint API untuk memastikan respon sesuai ekspektasi. Di Postman, kamu:

  1. Pilih metode (GET/POST/PUT/DELETE)
  2. Masukkan URL endpoint
  3. Tambahkan headers dan body jika perlu
  4. Klik Send dan analisa response (status code, body)


10. Apa arti kode status HTTP berikut: 200, 201, 400, 401, 404, 500?

  1. 200 OK: Permintaan berhasil
  2. 201 Created: Data berhasil dibuat
  3. 400 Bad Request: Kesalahan pada request (sintaks/parameter)
  4. 401 Unauthorized: Autentikasi gagal
  5. 404 Not Found: Resource tidak ditemukan
  6. 500 Internal Server Error: Kesalahan dari server

Baca juga: 7 Perbedaan QA dan QC demi Proses Bisnis yang Efektif


11. Apa itu CI/CD dan bagaimana peran QA dalam proses tersebut?

CI/CD (Continuous Integration / Continuous Delivery) adalah pendekatan otomatisasi dalam proses build, testing, dan deployment.

QA berperan dalam menulis automation test, mengintegrasikan test suite ke pipeline CI/CD, serta memastikan bahwa build tidak dirilis sebelum semua test lulus.


12. Bagaimana kamu menangani bug yang ditemukan di produksi?

  1. Konfirmasi dan reproduksi bug
  2. Dokumentasikan langkah dan lingkungan yang menyebabkan bug
  3. Prioritaskan berdasarkan dampaknya
  4. Koordinasi dengan tim developer untuk perbaikan
  5. Verifikasi fix di staging
  6. Lakukan regression test
  7. Update test case agar bug tidak terulang

Baca juga: Contoh Bug Report: Arti, Elemen, dan Tips Menulis Efektif


13. Apa yang dimaksud dengan test coverage dan bagaimana meningkatkannya?

Test coverage mengukur seberapa besar bagian kode yang diuji oleh test case.

Cara meningkatkannya:

  1. Tambah test case untuk kondisi ekstrem (edge case)
  2. Lakukan unit test dan integration test
  3. Gunakan tool seperti coverage.py, Istanbul, atau JaCoCo
  4. Evaluasi bagian kode yang belum diuji


Ingin Jadi Quality Assurance Professional?

Setelah memahami berbagai pertanyaan dan konsep penting dalam QA Coding Interview Test, kini saatnya kamu naik level dan siapkan diri untuk karier profesional di dunia Quality Assurance!

Yuk, ikuti Bootcamp Quality Assurance di dibimbing.id! Di sini, kamu akan belajar langsung dari mentor QA berpengalaman, mulai dari dasar testing, automation tools seperti Selenium dan Postman, hingga praktik pengujian aplikasi secara langsung.

Belajar dengan kurikulum aplikatif dan berbasis industri yang telah membantu ribuan alumni sukses berkarier sebagai QA Engineer di berbagai perusahaan teknologi.

Dengan lebih dari 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni hingga 96%, peluangmu untuk lolos interview QA dan membangun karier di dunia IT semakin terbuka lebar!

Jadi, tunggu apa lagi? Daftar sekarang disini dan mulai perjalananmu menjadi Quality Assurance profesional! #BimbingSampeJadi

Referensi:

  1. Software Testing Interview Questions and Answers [Buka]

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!