Mengenal 6 Fungsi Utama Font Size Dalam UI/UX, Yuk Pelajari!

Siti Khadijah Azzukhruf Firdausi
•
12 February 2024
•
1228

Dalam desain UI/UX, ukuran font berkaitan dengan estetika dan kenyamanan pengguna saat mengakses informasi. Oleh sebab itu, fungsi font size dalam UI/UX sangatlah krusial dan berdampak.
Pasalnya, font size bisa membuat perbedaan besar dalam cara pengguna berinteraksi dengan aplikasi atau website. Untuk mempelajarinya, simak artikel ini sampai habis ya!
Fungsi Font Size Dalam UI/UX
Font size adalah kunci dalam UI/UX design karena berhubungan langsung dengan readability dan accessibility aplikasi atau website. Berikut adalah beberapa fungsinya yang utama:
1. Keterbacaan (Readability)
Pertama, fungsi font size adalah untuk meningkatkan keterbacaan (readability). Ini merupakan aspek terpenting dalam desain UI/UX.
Pasalnya, font size UI design bisa mengurangi kelahan mata serta memungkinkan pengguna mengakses informasi tanpa kesusahan. Dalam konteks keterbacaan, font size yang besar sering kali digunakan untuk teks utama atau isi.
Sementara itu, ukuran yang lebih kecil dapat digunakan untuk informasi tambahan atau catatan kaki. Pemilihan ukuran font yang tepat juga harus mempertimbangkan panjang dan jarak antar baris (line length and spacing).
Hal tersebut bermanfaat untuk memaksimalkan kenyamanan membaca.
2. Hierarki Visual (Visual Hierarchy)
Kedua, fungsi font size adalah untuk memaksimalkan hierarki visual (visual hierarchy). Ini mencakup elemen desain, termasuk font size. Tujuannya adalah untuk mengorganisir dan memprioritaskan informasi secara visual.
Dengan menyesuaikan ukuran font, desainer dapat menarik perhatian pengguna ke elemen paling penting terlebih dahulu sebelum ke informasi yang lebih detail. Contohnya adalah judul atau call-to-action.
Ukuran font yang lebih besar seringkali dianggap lebih penting. Sementara itu, ukuran yang lebih kecil menandakan informasi tambahan atau sekunder.
Hierarki visual yang efektif memudahkan pengguna untuk memilah informasi dan memahami struktur konten dengan cepat.
Baca Juga: Cek Perbedaan Desain UI dan UX, Lewat Hal-Hal Ini!

3. Aksesibilitas (Accessibility)
Ketiga, fungsi font size adalah untuk meningkatkan aksesibilitas (accessibility). Hal ini mengacu pada desain produk digital yang dapat digunakan oleh semua orang. Tentunya, mencakup individu dengan disabilitas.
Font size yang dapat disesuaikan atau responsive bisa mempermudah pengguna dengan keterbatasan penglihatan. Dengan begitu, mereka bisa mengakses informasi dengan nyaman.
Untuk menentukan ukuran yang tepat, pedoman aksesibilitas seperti Web Content Accessibility Guidelines (WCAG). Pedomam itu bisa merekomendasikan ukuran font minimal untuk memastikan keterbacaan bagi pengguna dengan gangguan penglihatan.
Memasukkan fitur seperti zoom teks atau pengaturan ukuran font yang dapat disesuaikan oleh pengguna juga merupakan praktik terbaik dalam meningkatkan aksesibilitas.
4. Konsistensi dan Branding
Berikutnya, fungsi font size adalah konsistensi dan branding. Dengan menggunakan set ukuran font yang konsisten di seluruh aplikasi atau website, desainer bisa ciptakan tampilan seragam sebagai identitas merek.
Oleh sebab itu, pemilihannya harus mencerminkan nilai dan kepribadian merek. Sebab, ukuran memberikan kontribusi ke konsistensi visual tetapi juga ke pengalaman merek secara keseluruhan.
5. Adaptabilitas di Berbagai Perangkat
Selanjutnya, fungsi font size adalah adaptabilitas di berbagai perangkat. Hal ini penting karena pengguna mengakses konten digital melalui berbagai perangkat dan ukuran layar.
Font size yang responsive dan adaptif di seluruh ukuran perangkat bisa memastikan bahwa teks tetap terbaca dan estetis di semua kondisi. Untuk mencapai ini, pengguna unit ukuran relatif menjadi penting.
Unit ukuran relatif itu bisa mencakup persentase, em, atau rem dalam CSS. Ini dilakukan untuk memungkinkan teks secara otomatis menyesuaikan berdasarkan resolusi layar dan pengaturan zoom pengguna.
6. Meningkatkan Pengalaman Pengguna (User Experience)
Terakhir, fungsi font size adalah untuk meningkatkan pengalaman pengguna (user experience). Pasalnya, ukuran yang tepat membuat konten lebih mudah diakses, dimengerti, dan dinikmati.
UX yang baik memperhatikan detail seperti font size untuk memastikan pengguna bisa menikmati interaksi dengan produk. Dengan mengutamakan ini, UI/UX designer bisa menciptakan produk digital yang ramah pengguna dan memuaskan.
Baca Juga: Tipografi (Typography): Definisi, Peran, Elemen dan Jenis-Jenisnya
Demikian penjelasan mengenai fungsi font size. Dari penjelasan di atas, bisa disimpulkan bahwa font size memiliki peran penting dalam memperkuat fungsionalitas dan estetika visual di UI/UX.
Hal tersebut tentu akan menjadikan aplikasi menjadi lebih inklusif dan dapat diakses oleh audiens yang lebih luas. Dengan mengutamakan keterbacaan, hirarki visual, aksesibilitas, konsistensi, desainer bisa ciptakan produk yang user-friendly.
Oleh sebab itu, pengujian dengan pengguna nyata juga penting untuk memastikan bahwa font size benar-benar efektif dalam konteks nyata penggunaan produk.
Membahas UI/UX, MinDi mau rekomendasikanmu Bootcamp UIUX/Product Design. Program ini cocok banget buat para career-switcher yang baru mulai.
Pembelajarannya lengkap dan didasari dengan silabus yang beginner-friendly. Kamu juga bakal dipandu dengan praktisi ahli di industri!
Kamu bakal belajar teori, alat pendukung, hingga aplikasinya lewat real-case project. Terlebih lagi, kamu juga terjamin dapat pekerjaan lewat layanan job-connection ke 500+ companies. Pokoknya, kamu bakal dibimbing sampai jadi!
Yuk, segera daftar dan bangun karir yang lebih baik bersama Dibimbing.id!
Tags

Siti Khadijah Azzukhruf Firdausi
Khadijah adalah SEO Content Writer di Dibimbing dengan pengalaman menulis konten selama kurang lebih setahun. Sebagai lulusan Bahasa dan Sastra Inggris yang berminat tinggi di digital marketing, Khadijah aktif berbagi pandangan tentang industri ini. Berbagai topik yang dieksplorasinya mencakup digital marketing, project management, data science, web development, dan career preparation.