dibimbing.id - Apa Itu Hidrogen Hijau? Manfaat dan Tantangan di Indonesia

ESG

Apa Itu Hidrogen Hijau? Manfaat dan Tantangan di Indonesia

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

04 Mei 2026

69

Image Banner

Apakah kamu tahu bahwa hidrogen hijau bisa menjadi solusi utama dalam transisi energi sektor industri? Studi dari IESR (Institute for Essential Services Reform) pada 2026 menunjukkan bahwa hidrogen hijau memiliki potensi besar untuk mempercepat dekarbonisasi di Indonesia.

Hidrogen hijau diproduksi dengan menggunakan energi terbarukan seperti surya atau angin, tanpa menghasilkan emisi karbon. Di Indonesia, penerapan teknologi ini sangat relevan dengan target Net Zero Emissions 2060 yang ditetapkan pemerintah.

Namun, ada beberapa tantangan dalam mengimplementasikan hidrogen hijau, seperti infrastruktur terbatas dan biaya produksi yang tinggi. Yuk, simak lebih lanjut bagaimana sektor industri dapat mengatasi hambatan ini dan memanfaatkan hidrogen hijau untuk masa depan yang lebih bersih.


Apa Itu Hidrogen Hijau?

Hidrogen hijau adalah hidrogen yang diproduksi melalui proses elektrolisis air dengan menggunakan energi terbarukan, seperti tenaga surya atau angin, yang tidak menghasilkan emisi karbon dioksida. 

Berbeda dengan hidrogen abu-abu yang dihasilkan dari bahan bakar fosil, hidrogen hijau mendukung upaya transisi menuju sumber energi yang lebih ramah lingkungan. 

Proses ini memungkinkan produksi hidrogen secara berkelanjutan, yang bisa digunakan sebagai sumber energi dalam berbagai sektor, terutama industri dan transportasi. 

Dengan semakin berkembangnya teknologi energi terbarukan, hidrogen hijau berpotensi menjadi solusi kunci dalam mengurangi emisi gas rumah kaca global.

Baca Juga: Panduan Sukses Switch Career ke K3: Skill & Materi Terupdate


Manfaat Hidrogen Hijau untuk Keberlanjutan

Sumber: Canva

Berikut adalah 4 manfaat utama hidrogen hijau untuk keberlanjutan, yang tidak hanya berdampak positif pada lingkungan, tetapi juga pada perekonomian global:


1. Mengurangi Emisi Karbon

Hidrogen hijau membantu mengurangi emisi karbon dioksida yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil. 

Dengan menggunakan energi terbarukan untuk proses produksinya, hidrogen ini tidak menambah polusi udara. Ini sangat mendukung target pengurangan emisi global yang telah disepakati oleh banyak negara.


2. Mendukung Sektor Industri Berkelanjutan

Sektor-sektor industri seperti baja, kimia, dan semen sangat bergantung pada energi berbasis fosil. 

Hidrogen hijau dapat menggantikan bahan bakar fosil dalam proses produksi, menjadikannya lebih ramah lingkungan. Dengan begitu, industri-industri ini dapat mengurangi jejak karbon mereka secara signifikan.


3. Meningkatkan Keamanan Energi

Hidrogen hijau dapat diproduksi secara lokal menggunakan sumber energi terbarukan, yang mengurangi ketergantungan pada impor energi fosil. 

Dengan cara ini, hidrogen berperan dalam meningkatkan ketahanan energi nasional. Negara-negara dengan sumber daya terbarukan melimpah bisa menjadi lebih mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi mereka.


4. Memfasilitasi Penyimpanan Energi

Hidrogen hijau dapat digunakan untuk menyimpan energi dari sumber terbarukan seperti angin dan matahari, yang tidak selalu tersedia sepanjang waktu. Penyimpanan ini memungkinkan energi terbarukan untuk digunakan kapan saja dibutuhkan. 

Teknologi penyimpanan ini mengurangi fluktuasi pasokan energi dan membantu menjaga kestabilan sistem energi.

​​Baca Juga: 10 Panduan Memilih Bootcamp HSE/K3 Terbaik di 2026


Jenis-Jenis Hidrogen Hijau

Berikut adalah beberapa jenis hidrogen hijau yang perlu dipahami untuk memahami perbedaan dalam proses produksinya dan penerapannya di berbagai sektor:


1. Hidrogen Hijau melalui Elektrolisis Air

Elektrolisis air adalah proses memisahkan air (H2O) menjadi hidrogen (H2) dan oksigen (O2) dengan menggunakan listrik yang dihasilkan dari sumber energi terbarukan. 

Proses ini menghasilkan hidrogen yang sangat murni dan ramah lingkungan, tanpa emisi karbon. Teknologi ini kini semakin populer karena efisiensinya dalam memanfaatkan sumber daya terbarukan seperti tenaga surya dan angin.


2. Hidrogen Hijau dari Biomassa

Hidrogen hijau juga bisa dihasilkan melalui konversi biomassa (seperti limbah pertanian dan limbah organik) melalui proses gasifikasi atau pirolisis. 

Dalam proses ini, biomassa dipanaskan dalam kondisi terbatas oksigen untuk menghasilkan gas yang mengandung hidrogen. Proses ini menawarkan potensi besar dalam mendaur ulang bahan organik menjadi energi bersih.


3. Hidrogen Hijau melalui Proses Termokimia

Proses termokimia adalah metode pengolahan bahan bakar atau bahan organik dengan menggunakan panas pada suhu tinggi untuk menghasilkan hidrogen. 

Teknologi ini lebih berfokus pada penggunaan energi panas yang dihasilkan dari bahan terbarukan. Dengan cara ini, hidrogen yang dihasilkan lebih efisien untuk digunakan dalam berbagai industri seperti industri baja dan transportasi.


4. Hidrogen Hijau dari Pembusukan Mikroba

Hidrogen dapat dihasilkan oleh mikroba dalam proses fermentasi biologis. Dalam kondisi anaerobik, mikroorganisme memecah bahan organik untuk menghasilkan hidrogen sebagai produk sampingan. 

Proses ini menawarkan cara alami yang ramah lingkungan untuk menghasilkan hidrogen dari limbah organik, meskipun masih dalam tahap penelitian untuk meningkatkan efisiensinya.

Baca Juga: Berapa Harga Bootcamp HSE/K3 di Indonesia? dan Faktornya


Tantangan Hidrogen Hijau di Indonesia

Berikut adalah beberapa tantangan yang dihadapi Indonesia dalam pengembangan hidrogen hijau yang perlu diatasi agar sektor ini dapat berkembang lebih pesat:


1. Keterbatasan Infrastruktur

Infrastruktur untuk produksi, penyimpanan, dan distribusi hidrogen hijau di Indonesia masih sangat terbatas. Ini menyebabkan adanya hambatan dalam pengembangan sektor hidrogen hijau yang dapat menghalangi penyebaran dan pemanfaatannya secara luas di berbagai daerah. 

Untuk itu, diperlukan investasi yang besar serta kebijakan pemerintah yang mendukung pembangunan fasilitas hidrogen hijau secara lebih merata.


2. Biaya Produksi yang Masih Tinggi

Hingga saat ini, biaya produksi hidrogen hijau masih jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan hidrogen berbasis fosil. 

Hal ini menyebabkan harga jual hidrogen hijau menjadi kurang kompetitif di pasar global. Oleh karena itu, riset dan pengembangan teknologi sangat dibutuhkan untuk menurunkan biaya produksi serta meningkatkan efisiensi proses produksi hidrogen hijau.


3. Keterbatasan Akses Energi Terbarukan

Hidrogen hijau sangat bergantung pada energi terbarukan untuk proses produksinya, dan sayangnya beberapa wilayah di Indonesia masih kekurangan akses terhadap sumber energi terbarukan tersebut. 

Tanpa akses yang memadai terhadap energi terbarukan, produksi hidrogen hijau akan terbatas. Maka dari itu, perlu ada peningkatan infrastruktur energi terbarukan untuk mendukung proses produksi hidrogen hijau yang efisien.


4. Regulasi dan Kebijakan yang Belum Optimal

Regulasi terkait hidrogen hijau di Indonesia masih dalam tahap pengembangan, dan kebijakan yang ada belum optimal dalam mendukung sektor ini. 

Ketidakjelasan dalam kebijakan dapat menyebabkan ketidakpastian bagi investor dan pengembang. Pemerintah perlu menetapkan regulasi yang lebih jelas dan mendukung percepatan pengembangan hidrogen hijau untuk menjadikan sektor ini lebih menarik bagi investor.

Baca Juga: 7 Rekomendasi Bootcamp HSE/K3 Terbaik di Indonesia


Strategi Hidrogen Hijau ke Depan

Sumber: Canva

Untuk mempercepat pengembangan hidrogen hijau di Indonesia, berikut adalah tiga strategi utama yang perlu diterapkan:


1. Investasi Infrastruktur Energi Terbarukan

Mengembangkan infrastruktur energi terbarukan seperti tenaga surya, angin, dan geotermal sangat penting untuk produksi hidrogen hijau yang efisien. 

Peningkatan kapasitas pembangkit listrik terbarukan akan menurunkan biaya produksi hidrogen dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Hal ini juga mendukung transisi energi yang lebih bersih.


2. Pengembangan Kebijakan dan Regulasi

Pemerintah harus segera membuat kebijakan yang mendukung pengembangan dan penggunaan hidrogen hijau. 

Dengan memberikan insentif dan kepastian hukum, Indonesia akan menjadi lebih menarik bagi investor di sektor ini. Regulasi yang tepat dapat mempercepat adopsi teknologi dan pasar hidrogen hijau.


3. Kolaborasi dengan Sektor Swasta dan Internasional

Kerja sama dengan sektor swasta dan negara maju dalam teknologi hidrogen hijau akan mempercepat adopsi dan skala produksi. 

Kolaborasi ini bisa mencakup transfer teknologi dan pembiayaan bersama untuk pembangunan fasilitas produksi hidrogen. 

Bekerja sama dengan pihak internasional akan mempermudah Indonesia mengakses pengetahuan dan pengalaman global dalam pengembangan energi hijau.

Baca Juga: Safety Officer: Tugas, Skill, Gaji, & Tips Karier Sukses (2026)


Ingin Menguasai ESG & Sustainability Management?

Banyak perusahaan kini berfokus pada keberlanjutan dan pengelolaan risiko ESG untuk masa depan yang lebih baik. Jika kamu ingin menjadi bagian dari perubahan ini, pelajari lebih lanjut tentang bagaimana prinsip-prinsip ini diterapkan di dunia kerja.

Yuk, ikuti Bootcamp ESG & Sustainability Management di dibimbing! Di sini, kamu akan mempelajari cara mengelola risiko, memahami regulasi ESG, dan menerapkan prinsip keberlanjutan dalam strategi bisnis.

Belajar langsung dari mentor berpengalaman dengan kurikulum praktis yang aplikatif untuk membantu kamu memahami dan mengimplementasikan solusi keberlanjutan dalam bisnis.

Dengan lebih dari 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluang kariermu di dunia ESG semakin terbuka lebar!

Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi disini dan Daftar sekarang di dibimbing untuk memulai perjalanan kariermu di dunia ESG & Sustainability Management. #BimbingSampeJadi!


FAQ

1. Apa itu hidrogen hijau dan bagaimana cara kerjanya?

Hidrogen hijau adalah hidrogen yang diproduksi menggunakan energi terbarukan. Proses ini dilakukan melalui elektrolisis air tanpa menghasilkan emisi karbon.

2. Apa manfaat hidrogen hijau untuk keberlanjutan?

Hidrogen hijau mengurangi emisi karbon yang berbahaya bagi lingkungan. Ini dapat mendukung transisi energi bersih di berbagai sektor industri.

3. Apa tantangan pengembangan hidrogen hijau di Indonesia?

Biaya produksi hidrogen hijau masih cukup tinggi di Indonesia. Selain itu, infrastruktur dan kebijakan pendukung juga perlu ditingkatkan.

4. Bagaimana hidrogen hijau mendukung keberlanjutan di Indonesia?

Hidrogen hijau membantu Indonesia mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Ini juga menjadi solusi untuk menciptakan energi bersih dan ramah lingkungan.

Tags

ESG

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!