Berapa Gaji Quality Assurance 2026? dan Faktornya
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
13 April 2026
•
103
Berapa gaji Quality Assurance 2026 dan apakah posisi ini punya prospek yang bagus ke depan? Banyak orang mulai tertarik dengan role ini karena peluang kerja di bidang tech terus berkembang.
Quality Assurance (QA) berperan penting dalam memastikan aplikasi berjalan dengan baik sebelum digunakan pengguna. Hal ini membuat posisi QA cukup dibutuhkan dan memiliki kisaran gaji yang kompetitif.
Lewat artikel ini, MinDi akan bantu kamu memahami kisaran gaji Quality Assurance di 2026 beserta faktor yang memengaruhinya. Jadi, Warga Bimbingan bisa punya gambaran lebih jelas sebelum memulai karier, yuk simak pembahasannya.
Apa Itu Quality Assurance (QA)?
Quality Assurance (QA) adalah peran yang bertugas memastikan kualitas produk atau software sebelum digunakan oleh pengguna.
Dalam pekerjaannya, QA melakukan pengujian untuk menemukan bug, error, atau masalah yang bisa memengaruhi performa aplikasi.
QA juga memastikan setiap fitur berjalan sesuai kebutuhan dan standar yang sudah ditentukan.
Karena itu, posisi Quality Assurance ini sangat penting untuk membantu menjaga kualitas produk dan pengalaman pengguna.
Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Quality Assurance Terbaik 2026
Gaji Quality Assurance Berapa?
Gaji Quality Assurance (QA) di Indonesia umumnya berada di kisaran Rp4.600.000 hingga Rp6.100.000 per bulan sumber Jobstreet untuk level awal hingga menengah. Berdasarkan data Indeed, rata-rata gaji QA sekitar Rp4.900.000 per bulan, tergantung pengalaman, skill, dan perusahaan tempat bekerja.
Besaran gaji ini bisa berbeda di setiap kota dan industri, terutama jika kamu bekerja di perusahaan teknologi atau startup besar.
Semakin tinggi pengalaman dan kemampuan, seperti menguasai automation testing atau tools QA, biasanya gaji yang ditawarkan juga akan lebih tinggi.
Berikut gambaran gaji QA di beberapa wilayah di Indonesia:
- Jakarta Selatan: sekitar Rp6.000.000 per bulan
- Bandung Barat: sekitar Rp4.500.000 per bulan
- Bekasi: sekitar Rp7.400.000 per bulan
- Tangerang: sekitar Rp5.400.000 per bulan
Baca juga: Panduan Lengkap Roadmap QA Engineer dari Nol Sampai Ahli
Apa Saja Faktor yang Menentukan Gaji QA?
Sumber: Canva
Besaran gaji Quality Assurance tidak ditentukan oleh satu faktor saja, tetapi dipengaruhi oleh beberapa hal dalam pekerjaan dan kemampuan yang dimiliki.
Supaya lebih mudah dipahami, berikut beberapa faktor yang paling sering menentukan gaji QA.
1. Pengalaman kerja
Pengalaman kerja menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi besaran gaji QA. Semakin lama seseorang bekerja di bidang testing atau quality assurance, biasanya semakin tinggi juga nilai gajinya.
Hal ini karena perusahaan cenderung memberi kompensasi lebih besar kepada kandidat yang sudah terbiasa menangani proses testing secara nyata.
2. Skill teknis yang dikuasai
Tingkat penguasaan skill teknis juga menjadi faktor penting yang sangat memengaruhi tinggi rendahnya gaji seorang QA di dunia kerja.
QA yang menguasai manual testing, automation testing, API testing, atau tools tertentu biasanya punya nilai lebih. Semakin lengkap skill yang dikuasai, semakin besar peluang mendapatkan gaji yang lebih tinggi.
3. Lokasi kerja
Lokasi kerja juga termasuk salah satu faktor yang cukup berpengaruh terhadap kisaran gaji QA di berbagai daerah di Indonesia.
Kota besar atau wilayah dengan kebutuhan industri tech yang tinggi biasanya menawarkan gaji yang lebih besar. Selain itu, biaya hidup di suatu daerah juga sering memengaruhi standar gaji.
4. Jenis dan skala perusahaan
Jenis industri dan besar kecilnya perusahaan tempat bekerja juga punya peran penting dalam menentukan besaran gaji seorang Quality Assurance.
Startup, perusahaan teknologi, atau perusahaan besar biasanya memiliki standar kompensasi yang berbeda.
Semakin besar skala perusahaan dan kompleksitas produknya, biasanya semakin tinggi juga gaji yang ditawarkan.
Baca juga: 10 Contoh KPI Quality Assurance untuk Ukur Performa QA
Apa Tugas Quality Assurance?
Quality Assurance berperan memastikan setiap produk atau aplikasi berjalan sesuai standar sebelum digunakan oleh pengguna.
Untuk memahami lebih jauh, berikut beberapa tugas utama yang biasanya dilakukan oleh QA.
1. Melakukan pengujian produk atau aplikasi
Salah satu tugas utama QA adalah melakukan testing untuk memastikan produk berjalan sesuai fungsi yang diharapkan.
Proses ini bisa dilakukan secara manual maupun menggunakan tools tertentu. Dengan pengujian yang tepat, potensi masalah bisa ditemukan lebih awal.
2. Menemukan dan melaporkan bug
QA bertugas mencari bug, error, atau masalah yang muncul saat produk diuji. Setelah itu, temuan tersebut akan dicatat dan dilaporkan kepada tim developer. Proses ini penting agar masalah bisa segera diperbaiki sebelum produk dirilis.
3. Memastikan kualitas sesuai standar
QA juga bertanggung jawab memastikan produk sudah sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.
Hal ini mencakup fungsi, performa, hingga kenyamanan penggunaan. Dengan begitu, produk yang dirilis bisa lebih aman dan stabil.
4. Berkolaborasi dengan tim terkait
Dalam pekerjaannya, QA tidak bekerja sendirian karena harus berkoordinasi dengan developer, product team, dan pihak lain.
Kolaborasi ini penting agar setiap temuan bisa dipahami dan ditindaklanjuti dengan cepat. Dengan kerja sama yang baik, proses pengembangan produk jadi lebih
Baca juga: 7 Perbedaan QA dan QC demi Proses Bisnis yang Efektif
Bagaimana Cara Menjadi Quality Assurance?
Menjadi Quality Assurance tidak hanya membutuhkan minat di bidang tech, tetapi juga perlu proses belajar yang terarah, latihan rutin, dan pemahaman tentang quality testing.
Supaya kamu punya gambaran yang lebih jelas, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk memulainya.
1. Pelajari dasar software testing
Langkah awal yang perlu kamu lakukan adalah memahami konsep dasar software testing sebagai fondasi utama sebelum masuk ke praktik yang lebih lanjut.
Kamu perlu belajar tentang bug, test case, test scenario, dan alur pengujian aplikasi. Dasar ini penting supaya kamu tahu bagaimana proses QA bekerja.
2. Pahami jenis testing dan tools QA
Setelah memahami dasar testing, kamu perlu memperluas pengetahuan dengan mempelajari berbagai jenis pengujian serta tools yang umum digunakan di dunia kerja QA.
Kamu bisa belajar manual testing, automation testing, dan regression testing, serta tools seperti Jira, Postman, atau Selenium. Bekal ini akan membantu kamu lebih siap menghadapi kebutuhan industri.
3. Latihan lewat project atau simulasi testing
Supaya kemampuan kamu semakin berkembang, penting untuk mulai latihan melalui project atau simulasi testing pada aplikasi sederhana.
Dari latihan ini, kamu bisa belajar membuat test case, menemukan bug, dan mendokumentasikan hasil testing. Pengalaman praktik seperti ini penting untuk membangun skill QA.
4. Bangun portfolio testing
Setelah memiliki pengalaman latihan, kamu perlu menyusun hasil kerja tersebut menjadi portfolio yang rapi dan mudah dipahami.
Portfolio ini bisa berisi bug report, test case, atau hasil pengujian yang pernah kamu buat. Dengan portfolio, kemampuan kamu akan lebih mudah terlihat saat melamar kerja.
5. Ikut pelatihan atau bootcamp QA
Untuk mempercepat proses belajar, kamu juga bisa mengikuti pelatihan atau bootcamp yang menyediakan pembelajaran terstruktur dan bimbingan langsung dari mentor.
Program seperti ini biasanya dilengkapi dengan kurikulum, praktik, dan project nyata. Dengan begitu, kamu bisa belajar lebih cepat dan sesuai kebutuhan industri.
Baca juga: Contoh Bug Report: Arti, Elemen, dan Tips Menulis Efektif
Ingin Jadi Quality Assurance Professional?
Sudah tahu berapa gaji Quality Assurance 2026 dan bagaimana cara memulainya? Sekarang saatnya kamu memanfaatkan informasi ini untuk belajar QA lebih terarah dan siap membangun karier di dunia tech.
Yuk, ikuti Bootcamp Quality Assurance di dibimbing! Di sini, kamu akan mempelajari berbagai materi penting seperti software testing, manual testing, automation testing, bug reporting, hingga tools QA yang banyak digunakan di industri.
Benefit yang bisa kamu dapat di antaranya:
- 45+ live class dan 8+ extra live session bersama praktisi ahli
- 20+ project dan final project QA untuk portfolio building
- Silabus lengkap yang terbuka untuk berbagai latar belakang pendidikan
- 1-on-1 unlimited personalized session bersama instruktur expert
- Dampingan fasilitator dan mentor yang tersedia 24/7
- 8 minggu pengalaman magang di hiring company Dibimbing
- Program graduation dan penyaluran kerja ke 840+ perusahaan
Dengan lebih dari 840+ hiring partner dan dukungan karier yang kuat, peluangmu untuk masuk ke dunia QA jadi semakin terbuka lebar.
Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, daftar sekarang disini dan mulai perjalananmu menjadi seorang Quality Assurance Professional. #BimbingSampeJadi!
Tags
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
