Gaji QA Engineer 2026 di Indonesia dan Faktornya
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
•
13 April 2026
•
165
Gaji QA Engineer 2026 di Indonesia masih sering bikin penasaran, apalagi buat kamu warga bimbingan yang lagi tertarik masuk ke dunia tech. Banyak yang ingin tahu berapa kisaran gajinya dan apa saja yang bikin nominalnya bisa berbeda.
Sebenarnya, gaji QA engineer dipengaruhi oleh beberapa hal, mulai dari pengalaman kerja, skill yang dikuasai, sampai jenis testing yang dikerjakan. Itulah kenapa QA automation biasanya punya peluang gaji lebih tinggi dibanding QA manual.
Di artikel ini, kita bakal bahas gambaran gaji QA engineer di Indonesia sekaligus faktor-faktor yang memengaruhinya. Yuk, simak sampai habis biar kamu punya bayangan yang lebih jelas soal prospek karier QA.
Berapa Gaji QA Engineer di Indonesia?
Berdasarkan data Glassdoor, gaji QA Engineer di Jakarta, Indonesia berada di kisaran IDR 8,2 juta sampai IDR 14,7 juta per bulan. Sementara itu, median total pay untuk posisi ini tercatat sekitar IDR 11 juta per bulan.
Kalau dilihat dari rinciannya, base pay QA Engineer ada di rentang IDR 7,5 juta hingga IDR 13 juta per bulan. Lalu, ada juga additional pay sekitar IDR 683 ribu sampai IDR 1,7 juta per bulan, sehingga total penghasilan bisa lebih tinggi tergantung perusahaan dan benefit yang diberikan.
Buat warga bimbingan yang lagi cari gambaran gaji QA, angka ini bisa jadi referensi awal untuk melihat potensi penghasilan di bidang ini.
Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Quality Assurance Terbaik 2026
Rincian Gaji QA Engineer Berdasarkan Pengalaman
Secara umum, gaji QA engineer akan meningkat seiring bertambahnya pengalaman dan tanggung jawab kerja.
Nah, biar lebih gampang dipahami, berikut rincian gaji QA engineer berdasarkan pengalaman.
1. Junior QA Engineer (0–3 tahun)
Untuk level junior, kisaran gaji QA engineer umumnya berada di angka Rp4.000.000 hingga Rp8.000.000 per bulan.
Pada tahap ini, tanggung jawabnya biasanya masih berfokus pada testing dasar, membuat test case, dan melaporkan bug.
Dalam beberapa kasus, gaji entry-level juga bisa lebih tinggi jika kandidat sudah punya skill spesifik yang sesuai kebutuhan perusahaan.
2. Mid-Level QA Engineer (3–5 tahun)
Setelah masuk ke level menengah, kisaran gaji biasanya naik ke angka Rp8.000.000 hingga Rp15.000.000 per bulan.
Di fase ini, QA engineer umumnya sudah dipercaya menangani testing yang lebih kompleks dan terlibat lebih aktif dalam proses pengembangan produk.
Selain itu, penguasaan automation tools sering jadi faktor utama yang mendorong kenaikan gaji pada level ini.
3. Senior QA Engineer (>5 tahun)
Beranjak ke level senior, kisaran gaji QA engineer bisa mencapai Rp17.000.000 hingga Rp35.000.000 per bulan.
Posisi ini biasanya menuntut kemampuan yang lebih matang, baik dari sisi teknis, analisis, maupun koordinasi dengan tim lain.
Karena tanggung jawabnya lebih besar, level senior umumnya punya potensi penghasilan yang jauh lebih tinggi dibanding level sebelumnya.
4. QA Lead / Manager
Kalau sudah masuk posisi lead atau manager, kisaran gajinya umumnya berada di angka Rp26.000.000 hingga Rp48.000.000 per bulan.
Pada level ini, fokus pekerjaannya bukan hanya testing, tetapi juga mengatur tim, menyusun strategi QA, dan memastikan kualitas produk tetap terjaga.
Dengan scope kerja yang lebih luas, wajar kalau posisi ini punya kisaran gaji paling tinggi dalam jalur karier QA.
Baca juga: Panduan Lengkap Roadmap QA Engineer dari Nol Sampai Ahli
Perbandingan Gaji QA Manual vs. QA Automation
Sumber: Canva
Selain pengalaman, jenis QA yang kamu pilih juga berpengaruh besar terhadap besaran gaji. Nah, biar lebih jelas, berikut perbandingan keduanya.
1. QA Manual
QA manual memiliki kisaran gaji sekitar Rp5.000.000 – Rp8.000.000 untuk junior dan bisa naik ke Rp9.000.000 – Rp15.000.000+ untuk senior.
Pekerjaannya lebih fokus pada pengujian aplikasi secara langsung tanpa perlu kemampuan coding yang kompleks.
Karena skill yang dibutuhkan cenderung lebih dasar, pertumbuhan gaji biasanya lebih lambat dibanding QA automation.
2. QA Automation
QA automation memiliki kisaran gaji lebih tinggi, yaitu sekitar Rp7.000.000 – Rp11.000.000 untuk junior dan Rp12.000.000 – Rp25.000.000+ untuk level middle hingga senior.
Hal ini karena QA automation membutuhkan kemampuan coding seperti Python, Java, atau JavaScript untuk membuat script pengujian otomatis.
Selain itu, penggunaan tools seperti Selenium, Appium, atau Cypress serta kemampuan menjalankan testing skala besar membuat posisi ini lebih bernilai di mata perusahaan.
Baca juga: 10 Contoh KPI Quality Assurance untuk Ukur Performa QA
Faktor Mempengaruhi Besaran Gaji QA
Selain pengalaman dan jenis QA, ada beberapa faktor lain yang ikut menentukan besaran gaji QA engineer. Berikut beberapa faktor yang perlu kamu perhatikan.
1. Pengalaman Kerja
Pengalaman kerja menjadi faktor utama yang sangat menentukan besaran gaji QA engineer karena berkaitan langsung dengan kemampuan dalam menangani berbagai skenario testing yang lebih kompleks.
Semakin lama kamu bekerja, biasanya semakin tinggi juga tanggung jawab yang diberikan. Hal ini membuat perusahaan lebih percaya dan berani memberikan gaji yang lebih besar.
2. Skill Teknis yang Dimiliki
Skill teknis yang kamu kuasai, seperti automation testing, API testing, hingga penggunaan database, sangat berpengaruh dalam menentukan nilai jual kamu sebagai QA engineer.
QA yang hanya menguasai manual testing biasanya memiliki kisaran gaji lebih rendah dibanding yang sudah menguasai automation. Semakin lengkap skill yang kamu punya, semakin besar peluang mendapatkan gaji yang lebih tinggi.
3. Lokasi dan Perusahaan
Lokasi kerja serta jenis perusahaan tempat kamu bekerja juga menjadi faktor penting yang memengaruhi standar gaji QA engineer di Indonesia.
Kota besar seperti Jakarta umumnya menawarkan gaji yang lebih tinggi dibanding daerah lain. Selain itu, perusahaan besar atau berbasis teknologi biasanya memberikan kompensasi yang lebih kompetitif.
4. Industri dan Skala Produk
Industri tempat kamu bekerja serta skala produk yang dikembangkan turut menentukan tinggi rendahnya gaji QA engineer yang ditawarkan.
Perusahaan di sektor seperti fintech atau e-commerce biasanya memiliki kebutuhan QA yang lebih kompleks. Karena itu, mereka cenderung memberikan gaji yang lebih tinggi dibanding industri lainnya.
Baca juga: 7 Perbedaan QA dan QC demi Proses Bisnis yang Efektif
Tips Meningkatkan Gaji sebagai QA Engineer
Kalau kamu ingin punya gaji QA engineer yang lebih tinggi, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan.
Bukan cuma soal lama kerja, tapi juga bagaimana kamu mengembangkan skill dan meningkatkan nilai diri. Berikut beberapa tips yang bisa kamu coba.
1. Kuasai Automation Testing
Menguasai automation testing menjadi salah satu langkah paling efektif untuk meningkatkan gaji karena skill ini sangat dibutuhkan di berbagai perusahaan teknologi saat ini.
Kamu bisa mulai belajar tools seperti Selenium, Cypress, atau Playwright. Dengan skill ini, peluang naik gaji jadi lebih besar.
2. Pelajari API Testing dan Database
Kemampuan API testing dan database menjadi nilai tambah penting karena membantu kamu memahami sistem secara lebih menyeluruh, tidak hanya dari sisi tampilan.
Tools seperti Postman dan SQL bisa membantu kamu melakukan testing yang lebih kompleks. Ini juga bikin kamu lebih unggul dibanding QA lain.
3. Pahami Workflow Development Modern
Memahami workflow seperti Agile, Scrum, dan CI/CD sangat penting karena hampir semua perusahaan modern menggunakan metode ini dalam pengembangan produk.
Kamu jadi lebih mudah berkolaborasi dengan tim developer. Hal ini juga bisa meningkatkan peluang gaji yang lebih tinggi.
4. Bangun Portofolio dan Personal Branding
Membangun portofolio dan personal branding bisa membantu kamu menunjukkan kemampuan secara nyata kepada recruiter atau perusahaan yang sedang membuka lowongan.
Kamu bisa buat project testing atau contoh automation script. Dengan portofolio yang kuat, peluang dapat gaji lebih tinggi makin terbuka.
Baca juga: Contoh Bug Report: Arti, Elemen, dan Tips Menulis Efektif
Ingin Jadi QA Engineer Profesional?
Setelah memahami gaji QA engineer di Indonesia dan faktor yang memengaruhinya, sekarang saatnya kamu memanfaatkan insight ini untuk membangun karier QA yang lebih terarah dan menjanjikan!
Yuk, ikuti Bootcamp Quality Assurance di dibimbing! Di sini, kamu akan mempelajari skill penting yang dibutuhkan industri, mulai dari manual testing, automation testing, API testing, hingga penggunaan tools QA yang relevan untuk dunia kerja.
Nggak cuma itu, kamu juga akan mendapatkan berbagai benefit yang mendukung proses belajar dan persiapan karier, seperti:
- 45+ live class dan 8+ extra live session bersama praktisi ahli
- 20+ project dan final project untuk portfolio building
- Silabus lengkap dan terbuka untuk segala latar belakang pendidikan
- 1-on-1 unlimited personalized session bersama instruktur expert
- Pendampingan facilitator dan mentor yang tersedia 24/7
- 8 minggu pengalaman magang di hiring company dibimbing
- Exam penyaluran kerja untuk persiapan karier
- Program graduation dan penyaluran kerja ke 840+ perusahaan
- Bergabung di komunitas expertise Quality Assurance
Dengan dukungan hiring partner dan program belajar yang terarah, peluang kariermu di dunia tech sebagai QA Engineer semakin terbuka lebar!
Jadi, tunggu apa lagi? Daftar sekarang disini dan mulai perjalananmu menjadi seorang QA Engineer profesional. #BimbingSampeJadi!
Tags
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
