Apa Itu ESG Dashboard? Fungsi, Manfaat, dan Software
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
Dibuat pada 9 Jun 2026
Diubah pada 10 Jul 2026
95
Bagaimana perusahaan memantau kinerja ESG secara efektif? Salah satu caranya adalah menggunakan ESG Dashboard yang menampilkan data lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam satu tampilan.
Bagi Warga Bimbingan, ESG Dashboard penting dipahami karena semakin banyak perusahaan yang menerapkan ESG. Dashboard ini membantu proses monitoring dan pelaporan keberlanjutan menjadi lebih mudah.
Lalu, apa itu ESG Dashboard, apa saja manfaatnya, dan software apa yang dapat digunakan untuk membuatnya? Simak penjelasannya berikut ini!
Apa Itu ESG Dashboard?
ESG Dashboard adalah dashboard yang digunakan untuk memantau dan menampilkan kinerja ESG (Environmental, Social, and Governance) dalam bentuk visual yang mudah dipahami.
Dashboard ini mengumpulkan berbagai data ESG dari berbagai sumber dan menyajikannya dalam grafik, tabel, maupun indikator kinerja utama (KPI).
Dengan ESG Dashboard, perusahaan dapat memantau pencapaian target keberlanjutan secara lebih efektif dan real-time.
Selain itu, dashboard ini juga membantu proses pelaporan ESG agar lebih transparan kepada manajemen, investor, regulator, dan stakeholder lainnya.
Baca Juga: Panduan Sukses Switch Career ke K3: Skill & Materi Terupdate
Komponen Utama ESG Dashboard
Sumber: Desain oleh Dibimbing
ESG dashboard memiliki beberapa komponen utama yang membantu perusahaan memantau dan mengelola kinerja keberlanjutan secara lebih efektif. Berikut penjelasannya:
1. Environmental Metrics
Environmental metrics digunakan untuk mengukur dampak aktivitas perusahaan terhadap lingkungan.
Data yang ditampilkan biasanya mencakup emisi karbon, penggunaan energi, konsumsi air, dan pengelolaan limbah. Melalui metrik ini, perusahaan dapat memantau pencapaian target lingkungan yang telah ditetapkan.
2. Social Metrics
Social metrics berfungsi untuk menilai dampak perusahaan terhadap karyawan, pelanggan, dan masyarakat.
Informasi yang ditampilkan dapat berupa keselamatan kerja, keberagaman tenaga kerja, dan program sosial perusahaan. Data ini membantu perusahaan memahami kinerja sosialnya secara lebih baik.
3. Governance Metrics
Governance metrics digunakan untuk memantau penerapan tata kelola perusahaan yang baik.
Komponen ini biasanya mencakup kepatuhan regulasi, manajemen risiko, dan kebijakan etika bisnis. Dengan begitu, perusahaan dapat menjaga transparansi dan akuntabilitas operasionalnya.
4. Data Visualization
Data visualization membantu menyajikan data ESG dalam bentuk yang lebih mudah dipahami.
Visualisasi dapat berupa grafik, tabel, atau dashboard interaktif. Hal ini memudahkan pengguna dalam melihat tren dan mengambil keputusan berdasarkan data.
5. Reporting and Compliance
Reporting and compliance membantu perusahaan menyusun laporan ESG sesuai standar yang berlaku.
Komponen ini juga mendukung pemantauan kepatuhan terhadap regulasi dan kebijakan keberlanjutan. Dengan demikian, proses pelaporan menjadi lebih efisien dan terstruktur.
​​Baca Juga: 10 Panduan Memilih Bootcamp HSE/K3 Terbaik di 2026
Manfaat ESG Dashboard
ESG dashboard memberikan berbagai manfaat bagi perusahaan dalam mengelola data keberlanjutan secara lebih terstruktur dan efisien. Berikut beberapa manfaat yang bisa diperoleh dari penggunaan ESG dashboard:
1. Memudahkan Pemantauan Kinerja ESG
ESG dashboard membantu perusahaan memantau berbagai indikator lingkungan, sosial, dan tata kelola dalam satu platform.
Data dapat diakses secara real-time sehingga perkembangan kinerja lebih mudah dipantau. Hal ini membantu perusahaan mengambil tindakan yang lebih cepat ketika ditemukan masalah.
2. Mendukung Pengambilan Keputusan
Dashboard menyajikan data ESG dalam bentuk visual yang mudah dipahami oleh manajemen.
Informasi yang tersedia dapat digunakan sebagai dasar dalam menentukan strategi bisnis yang lebih berkelanjutan. Dengan demikian, keputusan yang diambil menjadi lebih akurat dan berbasis data.
3. Meningkatkan Transparansi Perusahaan
ESG dashboard membantu perusahaan menyajikan informasi keberlanjutan secara lebih terbuka kepada stakeholder.
Data yang terorganisir dengan baik memudahkan proses pelaporan dan komunikasi. Transparansi ini dapat meningkatkan kepercayaan investor, pelanggan, dan mitra bisnis.
4. Membantu Kepatuhan Regulasi
Perusahaan dapat menggunakan ESG dashboard untuk memantau berbagai indikator yang berkaitan dengan kepatuhan regulasi.
Informasi yang tersimpan secara terpusat memudahkan proses audit dan pelaporan. Dengan begitu, risiko pelanggaran terhadap aturan yang berlaku dapat diminimalkan.
5. Mengidentifikasi Risiko dan Peluang
ESG dashboard membantu perusahaan menemukan potensi risiko maupun peluang yang berkaitan dengan aspek keberlanjutan.
Analisis data yang tersedia dapat menunjukkan area yang memerlukan perbaikan atau pengembangan. Hal ini memungkinkan perusahaan menyusun strategi yang lebih efektif untuk jangka panjang.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Bootcamp HSE/K3 Terbaik di Indonesia
Cara Membuat ESG Dashboard
Sumber: Canva
Membuat ESG dashboard memerlukan beberapa langkah agar data keberlanjutan dapat dipantau dan dianalisis secara efektif.
Dengan proses yang tepat, perusahaan dapat memperoleh informasi ESG yang lebih akurat dan mudah dipahami. Berikut langkah-langkah membuat ESG dashboard:
1. Tentukan Tujuan dan KPI ESG
Langkah pertama dalam membuat ESG dashboard adalah menentukan tujuan yang ingin dicapai serta KPI yang akan digunakan untuk mengukur kinerja ESG perusahaan.
KPI tersebut harus mencakup aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola yang relevan dengan kebutuhan bisnis. Dengan KPI yang tepat, perusahaan dapat memantau pencapaian target ESG secara lebih terarah.
2. Kumpulkan Data ESG
Setelah KPI ditentukan, langkah berikutnya adalah mengumpulkan data ESG dari berbagai sumber yang relevan.
Data dapat berasal dari laporan operasional, sistem internal, survei karyawan, maupun sumber lainnya. Pastikan data yang digunakan akurat dan diperbarui secara berkala agar hasil analisis lebih terpercaya.
3. Pilih Tools atau Platform Dashboard
Perusahaan perlu memilih tools atau platform yang sesuai untuk mengelola dan menampilkan data ESG secara efektif.
Beberapa platform yang umum digunakan antara lain Power BI, Tableau, dan Looker Studio. Pemilihan tools sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, anggaran, dan kemampuan tim yang akan menggunakannya.
4. Buat Visualisasi Data
Data yang telah dikumpulkan perlu disajikan dalam bentuk visual agar lebih mudah dipahami oleh pengguna.
Visualisasi dapat berupa grafik, tabel, diagram, maupun indikator performa utama (KPI). Tampilan yang jelas dan sederhana akan membantu proses analisis serta pengambilan keputusan.
5. Lakukan Monitoring dan Evaluasi
Setelah ESG dashboard digunakan, perusahaan perlu melakukan monitoring dan evaluasi secara rutin.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan data yang ditampilkan tetap relevan dan sesuai dengan kebutuhan organisasi. Dengan evaluasi berkala, ESG dashboard dapat terus memberikan informasi yang akurat dan bermanfaat.
Baca Juga: Berapa Harga Bootcamp HSE/K3 di Indonesia? dan Faktornya
Software ESG Dashboard Terbaik
Berbagai software ESG dashboard tersedia untuk membantu perusahaan memantau dan mengelola data keberlanjutan dengan lebih mudah.
Setiap platform memiliki fitur dan keunggulan yang berbeda. Berikut beberapa software ESG dashboard yang populer digunakan:
1. Microsoft Power BI
Microsoft Power BI merupakan platform analisis data yang sering digunakan untuk membuat ESG dashboard interaktif.
Software ini dapat mengintegrasikan data dari berbagai sumber dan menyajikannya dalam bentuk visual yang mudah dipahami. Selain itu, Power BI mendukung pemantauan kinerja ESG secara lebih efektif.
2. Tableau
Tableau adalah software visualisasi data yang membantu perusahaan mengubah data ESG menjadi dashboard yang informatif.
Platform ini menyediakan berbagai pilihan grafik dan laporan yang mudah dianalisis. Dengan fitur interaktifnya, pengguna dapat memperoleh insight dari data dengan lebih cepat.
3. Diligent ESG
Diligent ESG merupakan software yang dirancang khusus untuk pengelolaan dan pelaporan ESG.
Platform ini membantu perusahaan mengumpulkan, memantau, dan mengelola data ESG dalam satu sistem. Selain itu, Diligent ESG juga mendukung kepatuhan terhadap standar pelaporan keberlanjutan.
4. Workiva
Workiva adalah platform yang banyak digunakan untuk kebutuhan pelaporan ESG dan tata kelola perusahaan.
Software ini memudahkan kolaborasi tim dalam mengelola data dan menyusun laporan keberlanjutan. Dengan fitur otomatisasinya, proses pelaporan dapat dilakukan dengan lebih efisien.
Baca Juga: Safety Officer: Tugas, Skill, Gaji, & Tips Karier Sukses (2026)
Ingin Berkarier di Bidang ESG dan Sustainability?
Setelah memahami ESG dashboard, kini saatnya meningkatkan kemampuanmu dalam mengelola strategi keberlanjutan yang semakin dibutuhkan oleh berbagai perusahaan.
Yuk, ikuti Bootcamp ESG & Sustainability Management di Dibimbing! Di program ini, kamu akan mempelajari berbagai materi penting, mulai dari konsep ESG, sustainability reporting, ESG risk management, hingga penerapan strategi keberlanjutan di dunia kerja.
Belajar langsung dari mentor berpengalaman dengan kurikulum yang aplikatif dan sesuai kebutuhan industri. Kamu juga akan mendapatkan studi kasus dan praktik langsung untuk membantu memahami implementasi ESG secara lebih mendalam.
Dengan lebih dari 1.100+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni mencapai 96%, peluangmu untuk berkarier di bidang ESG dan sustainability semakin terbuka lebar.
Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi tim Dibimbing sekarang dan daftarkan dirimu untuk memulai perjalanan menjadi profesional ESG yang siap menghadapi tantangan bisnis berkelanjutan. #BimbingSampeJadi!
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
