dibimbing.id - Definisi, Manfaat dan 10 Jenis Product Metrics

Definisi, Manfaat dan 10 Jenis Product Metrics

Hudita A. R. Lubis

•

12 September 2023

•

4720

Image Banner

Penggunaan product metrics telah menjadi kunci dalam memahami sejauh mana produk mencapai tujuan bisnisnya dan memberikan nilai kepada pelanggan. Product metrics, atau metrik produk, merupakan data dan angka-angka yang digunakan untuk mengukur kinerja dan keberhasilan suatu produk. 

Product metrics memiliki peran penting dalam membantu tim produk dan manajemen dalam mengambil keputusan yang berbasis fakta dan menganalisis performa produk secara menyeluruh. Sebab itu lah di sini MinDi akan bahas definisi, manfaat menggunakan product metrics, serta jenis-jenisnya.


Apa itu Product Metrics?


Product metrics adalah metrik atau ukuran yang digunakan untuk mengukur performa dan keberhasilan produk. Product metrics adalah data kuantitatif yang membantu tim produk dalam memahami sejauh mana produk mencapai tujuan bisnisnya dan mempengaruhi pengambilan keputusan terkait pengembangan dan perbaikan produk.

Product metrics dapat mencakup berbagai aspek, seperti penggunaan produk, adopsi pengguna, kepuasan pengguna, retensi pengguna, konversi, pendapatan, profitabilitas, dan lain sebagainya. Metrik-metrik ini diukur menggunakan alat analisis data dan dilacak secara teratur untuk memantau perkembangan produk dari waktu ke waktu.

Seperti bootcamp di Dibimbing.id yang mengukur 89% tingkat koneksi pekerjaan sebagai alat bantu buat kamu segera memiliki pengalaman magang dan kerja yang nyata dengan real-case proyek.



Apa Manfaat Product Metrics?

Manfaat pentingnya product metrics dalam product management adalah sebagai berikut:

  1. Product metrics membantu dalam mengevaluasi sejauh mana produk mencapai tujuan bisnisnya. Dengan mengukur data kuantitatif, tim produk dapat melihat apakah produk berhasil mencapai target dan mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.

  2. Product metrics memberikan wawasan yang diperlukan untuk pengambilan keputusan yang informasional. Dengan data yang akurat dan terukur, tim produk dapat membuat keputusan yang didukung oleh fakta dan mengurangi spekulasi.

  3. Melalui analisis product metrics, tim produk dapat mengidentifikasi peluang baru, tren pasar, dan tantangan yang dihadapi oleh produk. Hal ini membantu dalam mengarahkan strategi pengembangan produk dan memperbaiki pengalaman pengguna.

  4. Dengan melihat data penggunaan produk dan umpan balik pengguna, tim produk dapat memahami kebutuhan pengguna dengan lebih baik. Product metrics membantu dalam mengidentifikasi pola penggunaan, keinginan pengguna, dan masalah yang dihadapi pengguna, yang dapat digunakan untuk meningkatkan produk.

Dengan menggunakan product metrics secara efektif, tim produk dapat mengukur, mengelola, dan meningkatkan kinerja produk secara berkelanjutan, serta mengarahkan pengembangan produk ke arah yang benar dan menguntungkan.




Jenis-Jenis Product Metrics


Pada dasarnya terdapat dua jenis product metrics menjadi kunci dalam mengukur keberhasilan suatu produk, yaitu Business metrics dan Engagement metrics. 

Business metrics merupakan jenis metrik yang berfokus pada hasil keuangan dan tujuan bisnis perusahaan. Metrik bisnis membantu dalam mengukur performa produk dari perspektif finansial dan bisnis. Business metrics terdiri dari:


  1. Monthly Recurring Revenue (MRR): MRR adalah metrik yang mengukur pendapatan bulanan yang dihasilkan dari pelanggan berlangganan. MRR memberikan gambaran tentang kesehatan keuangan bisnis dan pertumbuhan pendapatan secara berkelanjutan.

  2. Customer Acquisition Cost (CAC): CAC mengukur biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan pelanggan baru. Metrik ini mencakup biaya pemasaran, biaya penjualan, dan biaya akuisisi pelanggan lainnya. CAC membantu dalam mengevaluasi efektivitas strategi pemasaran dan investasi dalam akuisisi pelanggan baru.

  3. Customer Lifetime Value (CLTV): CLTV mengukur nilai monetisasi pelanggan sepanjang masa hubungan bisnis. Metrik ini memperhitungkan pendapatan yang dihasilkan oleh pelanggan selama periode waktu tertentu dikurangi dengan biaya yang terkait. CLTV membantu dalam memahami potensi keuntungan jangka panjang yang bisa dihasilkan dari setiap pelanggan.

  4. Churn Rate: Churn rate mengukur tingkat kehilangan pelanggan atau tingkat churn dalam suatu periode waktu tertentu. Metrik ini membantu dalam mengevaluasi seberapa baik perusahaan mempertahankan pelanggan yang ada. Tingkat churn yang tinggi dapat menandakan masalah dalam kepuasan pelanggan atau kurangnya retensi pelanggan.




Engagement metrics lebih berfokus pada interaksi pengguna dengan produk. Metrik keterlibatan membantu dalam memahami sejauh mana pengguna terlibat dengan produk dan bagaimana produk memenuhi kebutuhan mereka. Engagement metrics terdiri dari:


  1. Adoption Rate: Adoption rate mengukur sejauh mana pengguna mengadopsi atau menggunakan fitur-fitur baru yang ditawarkan oleh produk. Metrik ini memberikan gambaran tentang adopsi produk oleh pengguna dan efektivitas fitur baru yang diperkenalkan.

  2. Daily Active Users/Monthly Active Users (DAU/MAU): Metrik DAU dan MAU mengukur jumlah pengguna yang aktif setiap hari atau setiap bulan. Metrik ini membantu dalam memahami tingkat keterlibatan pengguna dan seberapa sering mereka menggunakan produk.

  3. Conversion Rate: Conversion rate mengukur persentase pengguna yang melakukan tindakan yang diinginkan, seperti mengisi formulir, melakukan pembelian, atau mendaftar ke layanan tambahan. Metrik ini membantu dalam mengevaluasi efektivitas konversi pengguna dari tahap awal penggunaan hingga tindakan yang diharapkan.

  4. Sessions per User: Metrik ini mengukur jumlah sesi atau kunjungan yang dilakukan oleh pengguna individual dalam periode waktu tertentu. Metrik ini membantu dalam memahami tingkat keterlibatan pengguna dan seberapa sering mereka berinteraksi dengan produk.

  5. Net Promoter Score (NPS): NPS mengukur tingkat kepuasan pelanggan dan kemungkinan mereka merekomendasikan produk kepada orang lain. Metrik ini melibatkan penggunaan survei atau pertanyaan yang meminta pengguna memberikan skor dari 0 hingga 10. NPS membantu dalam mengevaluasi kepuasan pelanggan dan loyalitas merek.


Tentu saja, metrik yang relevan akan sangat tergantung pada jenis produk, industri, dan tujuan bisnis kamu. Penting untuk memilih metrik yang paling relevan dan signifikan untuk memantau kinerja dan keberhasilan produk kamu.

Dengan memahami pentingnya product metrics dan menerapkan metrik yang tepat, perusahaan dapat mengukur, memantau, dan meningkatkan performa produk mereka dengan lebih efektif, sehingga menghasilkan nilai yang lebih tinggi bagi pelanggan dan mencapai tujuan bisnis yang diinginkan.

Tidak lupa juga dengan hadirnya Bootcamp Product Management yang selama 5,5 bulan akan membimbing kamu bersama praktisi digital profesional dengan kemudahan bebas akses LMS seumur hidup belajar apapun tentang product & project management termasuk memanfaatkan product metrics.

Share

Author Image

Hudita A. R. Lubis

Hudita merupakan penulis lepas di berbagai topik. Dengan pengalaman lebih dari 2 tahun, ia terkenal dengan tulisannya yang padat dan jelas di topik-topik Project Management dan UI/UX design. Hudita juga merupakan seseorang yang punya rasa ingin tahu yang tinggi dan hobi menulis.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!