dibimbing.id - Apa Itu Talent Acquisition? Tujuan, Proses dan Gaji 2026

Apa Itu Talent Acquisition? Tujuan, Proses dan Gaji 2026

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

17 March 2026

54

Image Banner

Talent acquisition adalah salah satu peran penting dalam dunia HR yang berkaitan dengan proses mencari dan menarik kandidat terbaik untuk perusahaan. 

Warga Bimbingan, posisi ini tidak hanya fokus mengisi lowongan kerja, tetapi juga membantu perusahaan menyiapkan kebutuhan talenta untuk jangka panjang.

Kalau recruitment biasanya lebih fokus pada posisi yang sedang dibutuhkan, talent acquisition punya cakupan yang lebih luas. Prosesnya meliputi perencanaan kebutuhan karyawan, pencarian kandidat potensial, sampai membangun hubungan dengan talenta yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

Peran talent acquisition makin banyak dilirik karena dibutuhkan di berbagai perusahaan dan industri. Tidak sedikit juga yang penasaran dengan tujuan, proses kerja, sampai kisaran gaji talent acquisition di 2026.


Apa Itu Talent Acquisition?

Talent acquisition adalah proses strategis yang dilakukan perusahaan untuk mencari, menarik, menyeleksi, dan mendapatkan kandidat terbaik sesuai kebutuhan bisnis. 

Berbeda dari recruitment yang biasanya fokus mengisi posisi kosong, talent acquisition lebih menekankan perencanaan jangka panjang agar perusahaan selalu memiliki talenta yang tepat. 

Dalam praktiknya, proses ini mencakup identifikasi kebutuhan karyawan, pencarian kandidat potensial, seleksi, hingga membangun hubungan dengan talenta untuk kebutuhan masa depan. 

Itulah sebabnya talent acquisition memiliki peran penting karena membantu perusahaan mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas dan sesuai dengan perkembangan bisnis.

Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Human Resource Terbaik di 2026


Tujuan Talent Acquisition

Sumber: Canva

Berikut 5 tujuan talent acquisition yang penting untuk dipahami, Warga Bimbingan. Setiap tujuan ini tidak hanya membantu perusahaan mendapatkan karyawan, tetapi juga memastikan kandidat yang direkrut benar-benar sesuai dengan kebutuhan bisnis.


1. Mendapatkan kandidat terbaik

Tujuan utama talent acquisition adalah membantu perusahaan menemukan kandidat dengan skill, pengalaman, dan potensi yang sesuai. 

Proses ini dilakukan secara lebih terarah agar perusahaan tidak asal merekrut karyawan. Dengan begitu, kualitas talenta yang masuk bisa lebih baik dan mendukung target perusahaan.


2. Memenuhi kebutuhan SDM jangka panjang

Talent acquisition tidak hanya fokus pada kebutuhan karyawan saat ini, tetapi juga menyiapkan kebutuhan tenaga kerja di masa depan. 

Hal ini penting agar perusahaan tidak kesulitan saat membutuhkan kandidat untuk posisi tertentu. Dengan perencanaan yang matang, proses rekrutmen bisa berjalan lebih cepat dan efisien.


3. Membangun talent pool

Talent acquisition bertujuan membangun kumpulan kandidat potensial yang bisa dihubungi sewaktu-waktu. 

Jadi, ketika ada posisi kosong, perusahaan sudah memiliki daftar talenta yang sesuai. Cara ini membuat proses pencarian kandidat menjadi lebih hemat waktu dan tenaga.


4. Meningkatkan employer branding

Proses talent acquisition juga bertujuan memperkuat citra perusahaan di mata calon kandidat. 

Perusahaan yang dikenal memiliki budaya kerja baik dan proses rekrutmen yang profesional biasanya lebih mudah menarik talenta berkualitas. Employer branding yang kuat membuat perusahaan lebih unggul dalam persaingan mendapatkan kandidat terbaik.


5. Mengurangi risiko salah rekrut

Talent acquisition membantu perusahaan melakukan proses seleksi secara lebih tepat dan terukur. 

Hal ini penting agar kandidat yang diterima benar-benar cocok dengan posisi, budaya kerja, dan kebutuhan perusahaan. Jika risiko salah rekrut bisa ditekan, perusahaan juga dapat menghemat biaya, waktu, dan tenaga.

Baca juga: HRD Hotel: Tugas, Skill, Gaji, hingga Panduan Karier


Perbedaan Talent Acquisition dan Recruitment

Sekilas, talent acquisition dan recruitment memang terlihat mirip karena sama-sama berkaitan dengan proses mencari karyawan. 

Namun, Warga Bimbingan, keduanya punya perbedaan yang cukup jelas jika dilihat dari cara kerja, tujuan, dan fokus jangka waktunya.


1. Sifat pendekatan

Recruitment bersifat reaktif karena prosesnya biasanya baru dimulai saat ada posisi kosong yang perlu segera diisi. 

Fokus utamanya adalah mencari kandidat secepat mungkin agar kebutuhan perusahaan bisa terpenuhi. Sementara itu, talent acquisition bersifat proaktif karena tetap mencari kandidat potensial meski belum ada lowongan yang dibuka.


2. Jangka waktu

Recruitment lebih berorientasi pada kebutuhan jangka pendek. Proses ini dilakukan untuk menemukan orang yang tepat bagi posisi yang sedang dibutuhkan saat ini. 

Sebaliknya, talent acquisition berorientasi pada jangka panjang karena tujuannya mendukung perencanaan tenaga kerja dan keberlanjutan organisasi.


3. Lingkup kerja

Recruitment cenderung bersifat taktis karena fokus pada langkah-langkah teknis, seperti memasang lowongan kerja, menyaring CV, dan menjadwalkan wawancara. Proses ini lebih menekankan pelaksanaan agar posisi cepat terisi. 

Di sisi lain, talent acquisition bersifat strategis karena mencakup employer branding, analisis kebutuhan talenta, dan perencanaan SDM yang lebih luas.


4. Fokus pada hubungan

Recruitment lebih fokus pada transaksi atau kebutuhan perekrutan yang sedang berlangsung. 

Hubungan dengan kandidat biasanya berakhir setelah proses seleksi selesai atau posisi berhasil diisi. 

Berbeda dengan itu, talent acquisition lebih fokus pada relasi karena perusahaan berusaha membangun dan menjaga hubungan dengan kandidat potensial untuk kebutuhan di masa depan.


5. Metrik keberhasilan

Recruitment umumnya diukur dari seberapa cepat posisi terisi dan seberapa efisien biaya perekrutannya. 

Artinya, keberhasilan recruitment lebih banyak dilihat dari sisi kecepatan dan efisiensi proses. Sementara itu, talent acquisition diukur dari kualitas talenta yang berhasil didapat, tingkat retensi karyawan, dan kuatnya citra perusahaan di mata calon kandidat.

Baca juga: 7 Contoh OKR: Panduan & Inspirasi untuk Target yang Sukses


Proses Talent Acquisition

Sumber: Canva

Agar hasil rekrutmen lebih tepat, talent acquisition dilakukan melalui proses yang cukup terstruktur. 

Warga Bimbingan, melalui tahapan ini perusahaan dapat menyeleksi kandidat secara lebih matang, bukan sekadar mengisi posisi yang kosong


1. Perencanaan strategis

Tahap pertama dalam talent acquisition adalah menganalisis kebutuhan bisnis dan tenaga kerja untuk ke depan. 

Pada tahap ini, tim TA menentukan profil kandidat ideal sekaligus menyiapkan strategi agar perusahaan terlihat menarik di mata calon talenta. 

Selain itu, employer branding juga mulai dibangun agar perusahaan bisa menarik kandidat berkualitas bahkan sebelum lowongan dibuka.


2. Pencarian aktif kandidat

Setelah perencanaan dibuat, tim talent acquisition mulai mencari kandidat secara aktif dari berbagai sumber. 

Proses ini tidak hanya menunggu lamaran masuk, tetapi juga melibatkan talent mapping untuk memetakan kandidat potensial di pasar kerja. 

Bahkan, tim TA juga bisa mendekati kandidat pasif, yaitu orang-orang yang sebenarnya tidak sedang mencari kerja tetapi terbuka pada peluang yang lebih baik.


3. Seleksi berbasis data

Pada tahap ini, kandidat yang sudah masuk akan melalui proses seleksi yang lebih objektif dan terukur. 

Selain wawancara, perusahaan biasanya menggunakan tes psikometri, studi kasus, atau uji kompetensi teknis untuk menilai kemampuan kandidat. 

Tujuannya bukan hanya melihat skill, tetapi juga memastikan kandidat cocok dengan budaya kerja perusahaan.


4. Pengikatan dan transisi

Jika kandidat sudah terpilih, proses berlanjut ke tahap penawaran kerja dan negosiasi. Setelah itu, perusahaan juga menyiapkan onboarding agar karyawan baru bisa beradaptasi dengan lebih cepat dan nyaman. 

Tahap ini penting karena membantu karyawan baru merasa didukung sejak awal sehingga lebih siap bekerja secara produktif dalam jangka panjang.

Baca juga: Panduan Mengelola Biaya Pelatihan Karyawan agar Optimal


Gaji Talent Acquisition

Berdasarkan data Indeed, gaji rata-rata Senior Talent Acquisition Specialist di Indonesia berada di kisaran Rp9.056.895 per bulan. Angka ini menunjukkan bahwa profesi talent acquisition, khususnya pada level senior, memiliki penghasilan yang cukup kompetitif di bidang HR.

Meski begitu, besaran gaji talent acquisition bisa berbeda-beda tergantung pada beberapa faktor. Biasanya, perbedaan ini dipengaruhi oleh pengalaman kerja, level jabatan, lokasi perusahaan, serta skala industri tempat seseorang bekerja.

Secara umum, talent acquisition di level junior tentu memiliki gaji yang lebih rendah dibandingkan posisi senior atau specialist. Sementara itu, semakin tinggi tanggung jawab dan pengalaman yang dimiliki, peluang untuk mendapatkan gaji yang lebih besar di bidang ini juga akan semakin terbuka.

Baca juga: Prosedur Sick Leave atau Cuti Karyawan, Panduan Lengkap


Ingin Berkarier di Bidang Human Resources?

Setelah memahami talent acquisition, tujuan, proses, hingga kisaran gajinya, sekarang saatnya kamu belajar lebih dalam dan membangun skill HR yang benar-benar dibutuhkan di dunia kerja.

Yuk, ikuti Bootcamp Human Resources di dibimbing! Di program ini, kamu bisa mendapatkan benefit seperti:

  1. 35+ live class interaktif bersama mentor profesional
  2. 20+ assignment dan real case project untuk portfolio building
  3. 1-on-1 unlimited personalized session bersama instruktur expert
  4. Praktik magang 12 minggu sebagai HR di perusahaan nyata
  5. Program graduation dan penyaluran kerja ke 840+ perusahaan

Dengan lebih dari 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni 96%, peluangmu untuk memulai atau mengembangkan karier di bidang Human Resources jadi semakin terbuka lebar.

Jadi, jangan tunda lagi. Hubungi di sini dan daftar sekarang di dibimbing untuk mulai perjalananmu menjadi HR profesional. #BimbingSampeJadi!


FAQ 

1. Apa itu talent acquisition?

Talent acquisition adalah strategi perusahaan untuk mencari, menarik, dan mendapatkan kandidat terbaik sesuai kebutuhan bisnis. Proses ini juga membantu perusahaan menyiapkan talenta untuk kebutuhan jangka panjang.

2. Apa tujuan talent acquisition?

Tujuan talent acquisition adalah memperoleh kandidat yang berkualitas dan sesuai dengan posisi yang dibutuhkan. Selain itu, proses ini juga mendukung kebutuhan SDM perusahaan dalam jangka panjang.

3. Bagaimana proses talent acquisition?

Proses talent acquisition umumnya dimulai dari perencanaan kebutuhan tenaga kerja, pencarian kandidat, hingga tahap seleksi. Setelah itu, proses dilanjutkan dengan hiring dan onboarding karyawan baru.

4. Berapa gaji talent acquisition di 2026?

Berdasarkan Indeed, rata-rata gaji Senior Talent Acquisition Specialist di Indonesia sekitar Rp9.056.895 per bulan. Besaran gaji ini bisa berbeda tergantung pengalaman, jabatan, lokasi, dan perusahaan.

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!