Apa Itu HRD? Tugas, Gaji, Perbedaan, dan Cara Menjadi
Farijihan Putri
•
13 Maret 2026
•
90
Profesi HRD punya peran penting dalam membantu perusahaan mengelola karyawan dan menjaga proses kerja tetap berjalan rapi. Posisi ini juga sering jadi penghubung antara kebutuhan perusahaan dan perkembangan karyawan.
Warga Bimbingan, tugas HRD ternyata bukan cuma soal rekrutmen, lho. HRD juga ikut menangani pelatihan, evaluasi, sampai hubungan kerja di dalam perusahaan.
Lewat pembahasan ini, kamu akan mengenal tugas, gaji, perbedaan HRD dengan personalia, serta cara menjadi HRD. Yuk, simak penjelasan lengkapnya biar kamu makin paham sama profesi yang satu ini.
Apa Itu HRD?
HRD adalah singkatan dari Human Resource Development, yaitu bagian dalam perusahaan yang berfokus pada pengelolaan dan pengembangan sumber daya manusia.
Posisi HRD ini berperan penting dalam memastikan perusahaan memiliki karyawan yang sesuai, kompeten, dan mampu berkembang bersama kebutuhan bisnis.
Dalam praktiknya, HRD tidak hanya menangani proses rekrutmen, tetapi juga pelatihan, evaluasi kinerja, hingga menjaga hubungan kerja tetap berjalan dengan baik.
Karena itu, HRD sering dianggap sebagai salah satu divisi penting yang membantu perusahaan tumbuh melalui pengelolaan karyawan yang tepat.
Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Human Resource Terbaik di 2025
Gaji HRD di Indonesia
Sumber: Canva
Gaji HRD di Indonesia memiliki kisaran yang cukup beragam, tergantung pengalaman, lokasi kerja, dan perusahaan tempat bekerja.
Secara umum, gaji bulanan rata-rata untuk staf HR di Indonesia berkisar antara Rp5.250.000 hingga Rp7.000.000 per bulan Sumber: Jobstreet.
Besaran gaji ini bisa lebih tinggi di kota atau wilayah tertentu yang memiliki kebutuhan tenaga kerja lebih besar. Selain itu, perusahaan dengan skala lebih besar juga biasanya menawarkan kompensasi yang lebih kompetitif untuk posisi HRD.
Berikut beberapa wilayah dengan rata-rata gaji HR yang cukup tinggi:
- Kabupaten Bekasi: Rp11 juta
- Batam: Rp8,4 juta
- Jakarta Utara: Rp8 juta
- Jakarta Selatan: Rp6,9 juta
Baca juga: HRD Hotel: Tugas, Skill, Gaji, hingga Panduan Karier
Tugas dan Tanggung Jawab HRD
Warga Bimbingan, HRD punya peran penting dalam menjaga pengelolaan karyawan agar tetap terarah dan sesuai kebutuhan perusahaan.
Berikut 4 fungsi utama HRD dalam perusahaan yang perlu kamu pahami:
1. Rekrutmen dan Seleksi
HRD bertanggung jawab atas proses pencarian kandidat, mulai dari memasang lowongan kerja hingga menyaring CV yang masuk. Setelah itu, HRD juga mengatur dan menjalankan proses wawancara untuk menilai kecocokan kandidat.
Fungsi ini penting agar perusahaan mendapatkan karyawan yang sesuai dengan posisi yang dibutuhkan.
2. Pengembangan Karyawan
HRD berperan dalam merancang program pelatihan untuk meningkatkan kompetensi karyawan secara berkala.
Selain pelatihan, HRD juga membantu merencanakan pengembangan karier agar karyawan bisa tumbuh secara profesional di dalam perusahaan. Dengan fungsi ini, perusahaan dapat menjaga kualitas SDM tetap berkembang.
3. Manajemen Kinerja dan Kompensasi
HRD mengelola sistem evaluasi kinerja untuk memastikan setiap karyawan bekerja secara produktif dan sesuai target.
Selain itu, HRD juga menangani administrasi penggajian, absensi, serta tunjangan atau benefit lainnya. Fungsi ini membantu menjaga keseimbangan antara performa kerja dan hak karyawan.
4. Hubungan Karyawan, Administrasi, dan Kepatuhan
HRD membantu menangani konflik internal, menyusun kebijakan perusahaan, dan menjaga budaya kerja tetap sehat.
Di sisi lain, HRD juga mengelola data karyawan, kontrak kerja, dan dokumen administrasi lainnya.
Fungsi ini penting agar hubungan kerja berjalan baik sekaligus memastikan perusahaan tetap patuh pada aturan ketenagakerjaan.
Baca juga: 7 Contoh OKR: Panduan & Inspirasi untuk Target yang Sukses
Perbedaan HRD dan Personalia
HRD dan personalia sering dianggap sama karena sama-sama berkaitan dengan karyawan. Padahal, keduanya punya fokus kerja yang berbeda dalam perusahaan.
Berikut 4 perbedaan utama antara HRD dan personalia:
1. Fokus Kerja
HRD lebih fokus pada pengembangan karyawan dan strategi sumber daya manusia dalam jangka panjang.
Sementara itu, personalia lebih fokus pada urusan administrasi karyawan sehari-hari. Jadi, HRD berorientasi pada pengembangan, sedangkan personalia berorientasi pada pengelolaan data dan proses administratif.
2. Ruang Lingkup Tugas
HRD biasanya menangani rekrutmen, pelatihan, pengembangan karier, dan evaluasi kinerja. Personalia lebih banyak mengurus absensi, kontrak kerja, data pegawai, hingga administrasi cuti dan gaji. Perbedaan ini membuat HRD lebih strategis, sedangkan personalia lebih operasional.
3. Tujuan Utama
Tujuan HRD adalah membantu perusahaan mengembangkan kualitas SDM agar lebih produktif dan siap menghadapi kebutuhan bisnis.
Di sisi lain, personalia bertujuan memastikan administrasi karyawan berjalan rapi dan sesuai aturan. Keduanya sama penting, tetapi arah kerjanya tidak sama.
4. Peran dalam Perusahaan
HRD berperan dalam membangun sistem pengembangan karyawan dan budaya kerja yang lebih baik. Personalia berperan menjaga administrasi ketenagakerjaan agar tertib dan terdokumentasi dengan baik.
Dengan kata lain, HRD membantu perusahaan bertumbuh lewat pengelolaan manusia, sedangkan personalia membantu perusahaan tetap tertata dari sisi administrasi.
Baca juga: Panduan Mengelola Biaya Pelatihan Karyawan agar Optimal
Cara Menjadi HRD
Sumber: Canva
Warga Bimbingan, menjadi HRD membutuhkan pengetahuan, skill komunikasi, dan pemahaman tentang pengelolaan karyawan.
Berikut 5 langkah yang bisa kamu lakukan untuk memulai karier sebagai HRD:
1. Pilih Latar Belakang Pendidikan yang Relevan
Jurusan seperti Psikologi, Manajemen, atau Hukum sering menjadi jalur yang relevan untuk berkarier di bidang HRD.
Pendidikan ini membantu kamu memahami perilaku manusia, pengelolaan organisasi, dan aturan ketenagakerjaan. Dengan dasar yang tepat, proses belajar di dunia HR akan terasa lebih terarah.
2. Pelajari Tugas dan Fungsi HRD
Sebelum terjun ke dunia kerja, penting untuk memahami apa saja tugas HRD di perusahaan.
Kamu perlu mengenal proses rekrutmen, pengembangan karyawan, evaluasi kerja, hingga administrasi SDM. Pemahaman ini akan membantu kamu melihat gambaran kerja HRD secara lebih jelas.
3. Kuasai Skill yang Dibutuhkan
Seorang HRD perlu memiliki skill komunikasi, problem solving, manajemen waktu, dan kemampuan administrasi yang baik.
Selain itu, kemampuan menggunakan tools kerja seperti spreadsheet atau software HR juga menjadi nilai tambah. Skill ini penting agar kamu bisa bekerja lebih efektif dalam mengelola kebutuhan karyawan dan perusahaan.
4. Ikuti Pelatihan atau Kursus HR
Mengikuti pelatihan atau kursus HR bisa membantu kamu menambah pemahaman yang lebih praktis.
Program seperti ini biasanya membahas proses rekrutmen, interview, payroll, hingga hukum ketenagakerjaan. Sertifikat dari pelatihan juga bisa menjadi nilai tambah saat melamar kerja.
5. Bangun Pengalaman dari Posisi Awal
Kamu bisa memulai dari posisi seperti HR admin, recruiter, atau staff personalia untuk mendapatkan pengalaman dasar.
Dari posisi ini, kamu akan belajar langsung tentang proses kerja HR di perusahaan. Pengalaman lapangan sangat penting untuk membangun pemahaman dan kesiapan menjadi HRD yang profesional.
Baca juga: Prosedur Sick Leave atau Cuti Karyawan, Panduan Lengkap
Ingin Jadi Human Resources Professional?
Setelah memahami peran HRD, kini saatnya memperdalam skill-mu untuk berkarier di bidang Human Resources secara lebih profesional.
Yuk, ikuti Bootcamp Human Resources di dibimbing! Di sini, kamu akan mempelajari proses rekrutmen, administrasi HR, people development, evaluasi kinerja, hingga praktik kerja HR yang relevan dengan kebutuhan industri.
Benefit yang bisa kamu dapatkan:
- 35+ live class interaktif bersama mentor profesional
- 20+ assignment dan real case project untuk portfolio building
- 1-on-1 unlimited personalized session bersama instruktur expert
- 12 minggu praktik magang sebagai HR di perusahaan nyata
- Program graduation dan penyaluran kerja ke 840+ perusahaan
Belajar langsung dari mentor berpengalaman dengan kurikulum aplikatif dan praktis yang membantumu memahami peran HR secara lebih menyeluruh. Kamu juga akan dibekali skill yang bisa langsung digunakan untuk menghadapi dunia kerja.
Dengan lebih dari 840+ hiring partner dan tingkat keberhasilan alumni mencapai 96%, peluang kariermu di dunia Human Resources semakin terbuka lebar.
Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi di sini dan daftar sekarang di dibimbing untuk memulai perjalananmu menjadi Human Resources professional. #BimbingSampeJadi!
FAQ
1. Apa itu HRD?
HRD adalah divisi yang mengelola dan mengembangkan sumber daya manusia di perusahaan. Perannya penting untuk mendukung kebutuhan karyawan dan jalannya organisasi.
2. Apa saja tugas HRD?
Tugas HRD meliputi rekrutmen, pelatihan, evaluasi kinerja, dan hubungan kerja. HRD juga sering menangani administrasi SDM di perusahaan.
3. Berapa gaji HRD di Indonesia?
Gaji HRD level staf di Indonesia umumnya berkisar Rp5.250.000 hingga Rp7.000.000 per bulan. Besarnya gaji bisa berbeda tergantung lokasi, pengalaman, dan perusahaan.
4. Bagaimana cara menjadi HRD?
Untuk menjadi HRD, kamu perlu memahami pengelolaan SDM dan memiliki skill komunikasi yang baik. Pendidikan, pengalaman, dan pelatihan HR bisa membantu memulai karier di bidang ini.
Tags
