Dibimbing - Apa Itu GitHub? Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja

Apa Itu GitHub? Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerja

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

11 Juli 2023

13108

Image Banner

Catatan Redaksi:

Artikel ini pertama kali diterbitkan pada Juli 2023 dan diperbarui pada 17 Juni 2026 untuk memastikan informasi tetap akurat dan relevan.

GitHub menjadi salah satu platform yang paling sering digunakan oleh developer di seluruh dunia untuk mengelola proyek pengembangan software. 

Melalui GitHub, proses penyimpanan kode, pelacakan perubahan, hingga kolaborasi tim dapat dilakukan dengan lebih mudah dan terstruktur.

Saat belajar pemrograman, Warga Bimbingan mungkin akan sering menemukan proyek, tutorial, atau portofolio yang dibagikan melalui GitHub. Tidak heran jika platform ini menjadi salah satu skill dasar yang banyak dicari perusahaan di bidang teknologi.

Lalu, sebenarnya apa itu GitHub dan bagaimana cara kerjanya? Yuk, simak pengertian, fungsi, fitur, serta cara kerja GitHub secara lengkap pada artikel berikut!


Apa Itu GitHub?

GitHub adalah platform berbasis cloud yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan berkolaborasi dalam pengembangan kode program menggunakan sistem version control Git. 

Platform ini memungkinkan developer melacak perubahan kode, mengelola berbagai versi proyek, serta bekerja bersama tim dalam satu repository yang sama. 

GitHub pertama kali diluncurkan pada tahun 2008 dan kini menjadi salah satu platform pengembangan software terbesar yang digunakan oleh individu, startup, hingga perusahaan teknologi global. 

Selain untuk pengembangan aplikasi, GitHub juga dimanfaatkan untuk menyimpan portofolio proyek, berkontribusi pada proyek open source, serta mendukung kolaborasi pengembangan software secara lebih efisien.

Baca juga: Panduan Memilih Bootcamp Full Stack Developer yang Tepat


Fungsi GitHub

GitHub membantu developer mengelola kode, proyek, dan kolaborasi tim dalam satu platform. Berikut beberapa fungsi utama GitHub yang perlu kamu ketahui:


1. Menyimpan Kode Program

GitHub memungkinkan developer menyimpan kode program secara online melalui repository (repo). 

Dengan penyimpanan berbasis cloud, kode dapat diakses kapan saja dan dari berbagai perangkat. Hal ini membuat proses pengelolaan proyek menjadi lebih aman dan fleksibel.


2. Mengelola Versi Kode

GitHub menggunakan sistem version control Git yang memungkinkan setiap perubahan kode tercatat dengan baik. 

Developer dapat melihat riwayat perubahan, membandingkan versi kode, hingga mengembalikan proyek ke versi sebelumnya jika diperlukan. Fitur ini membantu mengurangi risiko kehilangan atau kerusakan kode selama proses pengembangan.


3. Mendukung Kolaborasi Tim

GitHub memudahkan banyak developer bekerja dalam satu proyek yang sama tanpa saling menimpa perubahan kode. 

Fitur seperti branch, pull request, dan code review membantu proses kolaborasi berjalan lebih terstruktur. Karena itu, GitHub banyak digunakan oleh tim pengembang software di berbagai perusahaan.


4. Membangun Portofolio Developer

GitHub sering digunakan sebagai tempat menampilkan hasil proyek dan kemampuan coding yang dimiliki developer. 

Repository publik dapat menjadi bukti pengalaman teknis yang dapat dilihat oleh recruiter maupun perusahaan. Oleh karena itu, profil GitHub yang aktif sering menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan di bidang teknologi.

Baca juga: Ingin Belajar Front End Development? Cek Roadmapnya di sini!


Cara Kerja GitHub

Sumber: Desain oleh Dibimbing

GitHub bekerja dengan Git untuk melacak perubahan kode dan mendukung kolaborasi dalam pengembangan software. Berikut komponen utama dalam cara kerja GitHub:


1. Repository

Repository atau repo adalah tempat penyimpanan seluruh file proyek di GitHub. Di dalam repository, developer dapat menyimpan kode program, dokumentasi, gambar, hingga file konfigurasi yang dibutuhkan dalam pengembangan aplikasi. 

Setiap repository juga menyimpan riwayat perubahan sehingga perkembangan proyek dapat dipantau dengan mudah.


2. Commit

Commit digunakan untuk menyimpan perubahan yang telah dilakukan pada proyek. Setiap commit biasanya disertai pesan singkat yang menjelaskan perubahan yang dibuat agar lebih mudah dipahami oleh anggota tim lainnya. 

Dengan commit, developer dapat melacak riwayat pengembangan dan kembali ke versi sebelumnya jika diperlukan.


3. Branch

Branch adalah cabang pengembangan yang memungkinkan developer mengerjakan fitur atau perbaikan baru tanpa mengganggu kode utama. 

Fitur ini sangat berguna ketika beberapa anggota tim bekerja pada proyek yang sama secara bersamaan. Setelah pekerjaan selesai, perubahan dari branch dapat digabungkan ke branch utama.


4. Pull Request

Pull request digunakan untuk mengajukan perubahan kode sebelum digabungkan ke branch utama. 

Melalui fitur ini, anggota tim lain dapat melakukan review, memberikan saran, atau menemukan kesalahan yang mungkin terlewat. Proses tersebut membantu menjaga kualitas kode sebelum digunakan dalam proyek.


5. Merge

Merge adalah proses menggabungkan perubahan dari branch tertentu ke branch utama setelah mendapatkan persetujuan. 

Pada tahap ini, seluruh perubahan yang telah dibuat akan menjadi bagian dari proyek utama. Dengan merge, pengembangan fitur baru dapat dilakukan tanpa mengganggu stabilitas kode yang sudah berjalan.

Baca juga: Cara Menjadi Web Developer Freelance: Panduan Pemula


Fitur Utama GitHub

Sumber: Desain oleh Dibimbing

Selain menyediakan tempat penyimpanan kode, GitHub juga memiliki berbagai fitur yang membantu developer mengelola proyek secara lebih efektif. Berikut beberapa fitur utama GitHub yang paling sering digunakan:


1. GitHub Actions

GitHub Actions adalah fitur otomatisasi yang digunakan untuk menjalankan proses pengembangan software secara otomatis. 

Developer dapat menggunakannya untuk melakukan testing, deployment, hingga integrasi aplikasi tanpa harus menjalankan perintah secara manual. Fitur ini membantu mempercepat alur kerja dan meningkatkan efisiensi pengembangan.


2. Issues

Issues digunakan untuk mencatat bug, tugas, atau ide pengembangan yang perlu dikerjakan dalam sebuah proyek. 

Setiap anggota tim dapat membuat, memberi komentar, dan melacak status pekerjaan melalui fitur ini. Dengan demikian, pengelolaan tugas menjadi lebih terorganisir dan mudah dipantau.


3. GitHub Projects

GitHub Projects membantu tim mengelola pekerjaan menggunakan tampilan board yang mirip dengan Kanban. 

Fitur ini memudahkan developer dalam mengatur prioritas tugas, memantau progres, dan membagi pekerjaan kepada anggota tim. Karena itu, koordinasi proyek dapat berjalan lebih terstruktur.


4. GitHub Pages

GitHub Pages memungkinkan pengguna membuat dan menghosting website langsung dari repository GitHub. 

Fitur ini sering digunakan untuk membuat portofolio, dokumentasi proyek, maupun website sederhana tanpa biaya hosting tambahan. Proses publikasinya juga relatif mudah karena terintegrasi langsung dengan GitHub.


5. GitHub Copilot

GitHub Copilot adalah asisten coding berbasis kecerdasan buatan (AI) yang membantu developer menulis kode lebih cepat. 

Fitur ini dapat memberikan saran kode, melengkapi baris program, hingga membantu menyelesaikan fungsi tertentu berdasarkan konteks yang diberikan. Dengan bantuan Copilot, proses coding menjadi lebih produktif dan efisien.


Cara Membuat Akun GitHub

Membuat akun GitHub cukup mudah dan hanya membutuhkan beberapa menit. Setelah memiliki akun, kamu dapat mulai menyimpan kode, berkolaborasi dengan developer lain, serta membangun portofolio proyek secara online.

Berikut langkah-langkah membuat akun GitHub:


1. Kunjungi Website GitHub

Langkah pertama adalah membuka website resmi GitHub melalui alamat https://github.com. Halaman utama GitHub akan menampilkan berbagai informasi mengenai platform dan fitur yang tersedia. Dari halaman ini, kamu dapat memulai proses pendaftaran akun baru.


2. Klik Tombol Sign Up

Setelah masuk ke website GitHub, klik tombol Sign Up yang biasanya berada di bagian kanan atas halaman. Tombol ini akan mengarahkan kamu ke halaman registrasi akun. Selanjutnya, GitHub akan meminta beberapa informasi dasar untuk proses pendaftaran.


3. Masukkan Email dan Password

Masukkan alamat email aktif yang akan digunakan sebagai akun GitHub. Setelah itu, buat password yang kuat agar akun lebih aman dari risiko akses tidak sah. Pastikan email dan password yang digunakan mudah diingat tetapi tetap memiliki tingkat keamanan yang baik.


4. Pilih Username

Tentukan username yang akan menjadi identitas akun GitHub kamu. Username ini nantinya akan muncul pada profil, repository, dan URL akun GitHub. Karena itu, sebaiknya gunakan username yang profesional dan mudah dikenali.


5. Verifikasi Akun

GitHub biasanya akan meminta pengguna menyelesaikan proses verifikasi untuk memastikan bahwa pendaftaran dilakukan oleh manusia, bukan bot. Proses ini dapat berupa captcha atau langkah verifikasi lainnya yang disediakan oleh GitHub. Setelah berhasil diverifikasi, proses pendaftaran dapat dilanjutkan ke tahap berikutnya.


6. Selesaikan Registrasi

Ikuti petunjuk yang diberikan hingga proses registrasi selesai. Setelah akun berhasil dibuat, GitHub akan mengarahkan kamu ke dashboard utama untuk mulai membuat repository atau mengelola proyek. Pada tahap ini, akun GitHub sudah siap digunakan untuk belajar maupun bekerja dalam proyek pengembangan software.

Baca juga: 10 Text Editor Terbaik untuk Web Developer (2026)


Contoh Penggunaan GitHub

GitHub digunakan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, developer profesional, hingga perusahaan teknologi besar. Berikut beberapa contoh penggunaan GitHub yang paling umum:


1. Menyimpan Proyek Pribadi

Banyak developer menggunakan GitHub untuk menyimpan proyek pribadi secara online. Dengan cara ini, kode program dapat diakses dari berbagai perangkat tanpa harus bergantung pada penyimpanan lokal. 

Selain lebih aman, GitHub juga memudahkan developer melacak perkembangan proyek dari waktu ke waktu.


2. Kolaborasi dalam Tim

GitHub sering digunakan oleh tim developer yang bekerja pada satu proyek yang sama. Fitur seperti branch, pull request, dan code review memungkinkan setiap anggota tim mengembangkan fitur secara terpisah tanpa mengganggu kode utama. Hal ini membuat proses pengembangan aplikasi menjadi lebih terstruktur dan efisien.


3. Membangun Portofolio Developer

GitHub dapat dijadikan tempat untuk menampilkan hasil proyek dan kemampuan coding kepada recruiter atau perusahaan. 

Repository publik memungkinkan orang lain melihat kode, dokumentasi, dan kontribusi yang telah dibuat oleh seorang developer. Karena itu, profil GitHub yang aktif sering menjadi nilai tambah saat melamar pekerjaan di bidang teknologi.


Ingin Jadi Full Stack Web Developer?

GitHub menjadi salah satu tools yang wajib dikuasai oleh developer modern untuk mengelola kode, berkolaborasi dalam tim, dan membangun portofolio profesional. 

Namun, untuk menjadi seorang Full Stack Web Developer, kamu juga perlu memahami cara membangun aplikasi dari frontend hingga backend secara menyeluruh.

Yuk, ikuti Bootcamp Full Stack Web Development di Dibimbing! Di sini, kamu akan belajar HTML, CSS, JavaScript, React, Node.js, Express.js, MongoDB, Git, GitHub, hingga praktik membangun aplikasi web yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Dengan lebih dari 1.100+ hiring partner dan 96% alumni berhasil mendapatkan pekerjaan, peluangmu untuk berkarier di industri teknologi semakin terbuka lebar.

Jadi, tunggu apa lagi? Konsultasikan kariermu sekarang Disini dan daftar Bootcamp Full Stack Web Development di Dibimbing untuk memulai perjalanan menjadi Web Developer profesional. #BimbingSampeJadi!

Share

Author Image

Irhan Hisyam Dwi Nugroho

Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.

Hi!👋
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!