Apa Itu ESG Index? Pengertian, Fungsi, dan Contohnya
DITULIS OLEH
Irhan Hisyam Dwi Nugroho
DIREVIEW OLEH
dibimbing.id
Dibuat pada 8 Jul 2026
Diubah pada 10 Jul 2026
38
Dalam beberapa tahun terakhir, investasi berkelanjutan semakin populer di kalangan investor maupun perusahaan. Salah satu konsep yang sering muncul dalam tren ini adalah ESG Index yang digunakan untuk menilai perusahaan berdasarkan praktik keberlanjutannya.
ESG Index membantu investor mengidentifikasi perusahaan yang tidak hanya memiliki kinerja keuangan yang baik, tetapi juga memperhatikan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola perusahaan. Karena itu, ESG Index sering dijadikan acuan dalam membangun portofolio investasi jangka panjang.
Lalu, apa itu ESG Index dan mengapa keberadaannya semakin penting di pasar modal modern? Simak pengertian, fungsi, cara kerja, hingga contoh ESG Index di Indonesia dan dunia dalam artikel berikut.
Apa Itu ESG Index?
ESG Index adalah indeks yang berisi perusahaan-perusahaan yang dinilai memiliki kinerja baik dalam aspek lingkungan (Environmental), sosial (Social), dan tata kelola perusahaan (Governance).
Indeks ini digunakan untuk membantu investor mengidentifikasi perusahaan yang tidak hanya berfokus pada keuntungan, tetapi juga menerapkan praktik bisnis yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.
Dalam proses penyusunannya, setiap perusahaan akan dievaluasi berdasarkan berbagai kriteria ESG sebelum dipilih untuk masuk ke dalam indeks.
Dengan adanya ESG Index, investor dapat lebih mudah menemukan peluang investasi yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dan pengelolaan risiko jangka panjang.
Baca Juga: Panduan Sukses Switch Career ke K3: Skill & Materi Terupdate
Fungsi ESG Index dalam Investasi
Memahami ESG Index saja tidak cukup tanpa mengetahui manfaatnya dalam dunia investasi.
Berikut ini beberapa fungsi ESG Index yang dapat membantu investor dalam memilih perusahaan, mengelola risiko, hingga membangun portofolio yang lebih berkelanjutan.
1. Membantu Menyeleksi Perusahaan yang Berkelanjutan
ESG Index memudahkan investor dalam menemukan perusahaan yang memiliki komitmen terhadap praktik bisnis berkelanjutan.
Perusahaan yang masuk ke dalam indeks ini biasanya telah melewati proses penilaian berdasarkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola. Dengan begitu, investor tidak perlu melakukan penyaringan awal secara manual terhadap ratusan perusahaan yang tersedia di pasar.
2. Menjadi Acuan dalam Pengambilan Keputusan Investasi
Banyak investor menggunakan ESG Index sebagai salah satu referensi sebelum membeli saham atau instrumen investasi lainnya.
Indeks ini memberikan gambaran mengenai kualitas praktik bisnis yang dijalankan oleh suatu perusahaan. Informasi tersebut dapat menjadi pertimbangan tambahan selain analisis fundamental dan teknikal.
3. Membantu Mengelola Risiko Jangka Panjang
Perusahaan dengan praktik ESG yang baik umumnya lebih siap menghadapi risiko regulasi, reputasi, maupun perubahan tren pasar.
Misalnya, perusahaan yang memperhatikan lingkungan cenderung lebih siap menghadapi kebijakan terkait emisi karbon atau pengelolaan limbah. Hal ini dapat membantu investor mengurangi potensi risiko investasi dalam jangka panjang.
4. Mendukung Strategi Investasi Berkelanjutan
ESG Index sering digunakan oleh investor yang ingin menerapkan prinsip sustainable investing atau investasi berkelanjutan.
Melalui indeks ini, investor dapat memilih perusahaan yang memberikan dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat. Dengan demikian, tujuan investasi tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga nilai keberlanjutan.
5. Menjadi Tolok Ukur Kinerja Portofolio ESG
ESG Index dapat digunakan sebagai benchmark untuk mengevaluasi kinerja portofolio investasi berbasis ESG.
Investor dapat membandingkan hasil investasinya dengan performa indeks yang relevan. Jika kinerja portofolio berada di atas indeks acuan, maka strategi investasi yang diterapkan dapat dikatakan cukup efektif.
​​Baca Juga: 10 Panduan Memilih Bootcamp HSE/K3 Terbaik di 2026
Cara Kerja ESG Index
Agar dapat memahami nilai ESG Index secara lebih menyeluruh, penting untuk melihat bagaimana indeks ini disusun. Berikut ini adalah tahapan yang umumnya dilakukan dalam proses penyusunan ESG Index.
1. Mengumpulkan dan Menilai Data ESG Perusahaan
Pada tahap awal, penyedia indeks akan mengumpulkan data terkait aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola dari setiap perusahaan yang akan dinilai.
Data tersebut biasanya berasal dari laporan keberlanjutan dan laporan tahunan perusahaan. Setelah itu, data akan dianalisis untuk menghasilkan skor ESG.
2. Menyeleksi Perusahaan yang Memenuhi Kriteria
Setelah proses penilaian selesai, perusahaan akan diseleksi berdasarkan skor ESG dan kriteria yang telah ditetapkan oleh penyedia indeks.
Perusahaan dengan kinerja ESG yang baik memiliki peluang lebih besar untuk masuk ke dalam indeks. Proses ini bertujuan memastikan ESG Index berisi perusahaan yang memenuhi standar keberlanjutan.
3. Melakukan Evaluasi Secara Berkala
Untuk menjaga relevansi dan kualitas indeks, penyedia indeks akan melakukan evaluasi terhadap perusahaan yang telah terdaftar secara berkala.
Peninjauan ini dilakukan untuk melihat apakah perusahaan masih memenuhi kriteria ESG yang berlaku. Jika terjadi perubahan kinerja yang signifikan, komposisi ESG Index dapat disesuaikan kembali.
Baca Juga: Berapa Harga Bootcamp HSE/K3 di Indonesia? dan Faktornya
Contoh ESG Index di Indonesia
Sumber: Desain oleh Dibimbing
Untuk membantu investor menerapkan prinsip investasi berkelanjutan, terdapat beberapa ESG Index yang tersedia di pasar modal Indonesia.
Berikut ini adalah beberapa ESG Index yang cukup dikenal dan sering dijadikan acuan oleh investor.
1. IDX ESG Leaders
IDX ESG Leaders adalah indeks yang berisi saham-saham perusahaan dengan kinerja ESG yang baik serta fundamental yang kuat.
Indeks ini diluncurkan oleh Bursa Efek Indonesia untuk mendukung perkembangan investasi berkelanjutan di Indonesia.
Saham yang masuk ke dalam indeks akan melalui proses seleksi berdasarkan berbagai indikator ESG dan likuiditas pasar.
2. ESG Quality 45 IDX KEHATI
ESG Quality 45 IDX KEHATI merupakan indeks yang berisi 45 perusahaan dengan kualitas ESG yang dinilai baik.
Indeks ini merupakan hasil kerja sama antara Bursa Efek Indonesia dan Yayasan KEHATI. Selain mempertimbangkan aspek ESG, indeks ini juga memperhatikan faktor likuiditas dan kinerja perusahaan.
3. SRI-KEHATI Index
SRI-KEHATI Index merupakan salah satu indeks ESG pertama di Indonesia yang diperkenalkan untuk mendorong praktik investasi berkelanjutan.
Indeks ini menyeleksi perusahaan berdasarkan prinsip Sustainable and Responsible Investment (SRI) serta kinerja ESG mereka.
Keberadaan indeks ini membantu investor menemukan perusahaan yang memiliki komitmen terhadap keberlanjutan dan tata kelola yang baik.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Bootcamp HSE/K3 Terbaik di Indonesia
Perbedaan ESG Index dan Indeks Saham Biasa
Meskipun sama-sama digunakan sebagai acuan dalam dunia investasi, ESG Index dan indeks saham biasa memiliki beberapa perbedaan mendasar. Berikut ini adalah beberapa aspek yang membedakan ESG Index dengan indeks saham konvensional.
1. Kriteria Pemilihan Perusahaan
ESG Index memilih perusahaan berdasarkan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola selain mempertimbangkan faktor keuangan. Artinya, perusahaan harus memenuhi standar ESG tertentu agar dapat masuk ke dalam indeks.
Sementara itu, indeks saham biasa umumnya berfokus pada faktor seperti kapitalisasi pasar, likuiditas, dan nilai transaksi saham. Aspek keberlanjutan biasanya bukan menjadi syarat utama dalam proses seleksi.
2. Tujuan Pembentukan Indeks
ESG Index dirancang untuk membantu investor menemukan perusahaan yang menerapkan praktik bisnis berkelanjutan. Indeks ini juga mendukung tren investasi yang tidak hanya mengejar keuntungan, tetapi juga memperhatikan dampak sosial dan lingkungan.
Di sisi lain, indeks saham biasa lebih berfungsi sebagai indikator pergerakan pasar atau kinerja sekelompok saham tertentu. Tujuan utamanya adalah memberikan gambaran kondisi pasar tanpa mempertimbangkan faktor ESG secara khusus.
3. Fokus Penilaian
Penilaian dalam ESG Index mencakup berbagai aspek non-keuangan seperti emisi karbon, kesejahteraan karyawan, hingga transparansi tata kelola perusahaan. Oleh karena itu, evaluasinya cenderung lebih luas dibandingkan analisis keuangan tradisional.
Sebaliknya, indeks saham biasa lebih banyak menitikberatkan pada ukuran pasar dan aktivitas perdagangan saham. Fokus utamanya adalah performa saham, bukan kualitas praktik keberlanjutan perusahaan.
Baca Juga: Safety Officer: Tugas, Skill, Gaji, & Tips Karier Sukses (2026)
Apakah ESG Index Penting untuk Investor?
Bagi sebagian investor, ESG Index mungkin terlihat seperti indikator tambahan dalam proses investasi.
Namun, indeks ini dapat memberikan informasi yang membantu investor memahami kualitas dan keberlanjutan suatu perusahaan dalam jangka panjang.
1. Membantu Mengidentifikasi Perusahaan Berkualitas
ESG Index dapat membantu investor menemukan perusahaan yang memiliki praktik bisnis yang bertanggung jawab.
Perusahaan yang masuk ke dalam indeks biasanya telah melalui proses penilaian ESG tertentu. Hal ini dapat menjadi pertimbangan tambahan saat memilih instrumen investasi.
2. Mendukung Pengelolaan Risiko Investasi
Kinerja ESG yang baik sering dikaitkan dengan kemampuan perusahaan dalam mengelola berbagai risiko bisnis.
Risiko tersebut dapat mencakup isu lingkungan, sosial, maupun tata kelola perusahaan. Dengan memahami ESG Index, investor dapat memperoleh gambaran risiko yang lebih menyeluruh.
3. Mendukung Strategi Investasi Jangka Panjang
Banyak investor menggunakan ESG Index sebagai referensi untuk membangun portofolio jangka panjang.
Indeks ini membantu mengidentifikasi perusahaan yang memiliki komitmen terhadap keberlanjutan bisnis. Dengan demikian, investor dapat menyesuaikan investasi dengan tujuan jangka panjang mereka.
4. Menyesuaikan Investasi dengan Nilai Pribadi
Sebagian investor tidak hanya mempertimbangkan potensi keuntungan saat berinvestasi. Mereka juga ingin memastikan dana yang diinvestasikan mendukung perusahaan yang memiliki dampak positif bagi lingkungan dan masyarakat.
ESG Index dapat membantu investor menemukan perusahaan yang sesuai dengan nilai dan preferensi tersebut.
Ingin Berkarier di Bidang ESG dan Sustainability?
Setelah memahami apa itu ESG Index, kini saatnya memperdalam pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menghadapi tren bisnis berkelanjutan yang semakin berkembang.
Yuk, ikuti Bootcamp ESG & Sustainability Management di Dibimbing! Kamu akan mempelajari berbagai topik penting, mulai dari ESG framework, sustainability reporting, stakeholder management, hingga strategi penerapan ESG di dunia bisnis.
Belajar langsung dari mentor berpengalaman melalui kurikulum yang dirancang sesuai kebutuhan industri. Tidak hanya memahami teori, kamu juga akan mengerjakan studi kasus dan proyek yang membantu membangun kemampuan praktis di bidang ESG dan keberlanjutan.
Dengan dukungan 1.100+ hiring partner dan 96% tingkat keberhasilan lulusan, peluangmu untuk membangun karier di bidang ESG, sustainability, consulting, hingga corporate strategy menjadi semakin terbuka.
Tunggu apa lagi? Konsultasikan kebutuhan belajarmu sekarang Disini dan bergabung bersama Dibimbing untuk memulai perjalanan karier di bidang ESG & Sustainability Management. #BimbingSampeJadi!
FAQ
1. Apa itu ESG Index?
ESG Index adalah indeks saham yang menilai perusahaan berdasarkan aspek lingkungan, sosial, dan tata kelola.
2. Apa fungsi ESG Index?
Fungsinya untuk membantu investor memilih perusahaan yang dinilai lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab.
3. Apa contoh ESG Index di Indonesia?
Contohnya adalah IDX ESG Leaders, ESG Quality 45 IDX KEHATI, dan SRI-KEHATI Index.
4. Apa bedanya ESG Index dan indeks saham biasa?
ESG Index mempertimbangkan aspek ESG, sedangkan indeks saham biasa lebih fokus pada likuiditas dan kapitalisasi pasar.
5. Apakah ESG Index menjamin keuntungan?
Tidak. ESG Index hanya menjadi acuan investasi, bukan jaminan keuntungan.
Kategori:
Penulis
Irhan Hisyam Dwi Nugroho is an SEO Specialist and Content Writer with 4 years of experience in optimizing websites and writing relevant content for various brands and industries. Currently, I also work as a Content Writer at Dibimbing.id and actively share content about technology, SEO, and digital marketing through various platforms.
Reviewer
Ditulis oleh tim diimbing.id, platform pembelajaran dan persiapan karir digital terkemuka di Indonesia. Mendapatkan penghargaan Startup Terpilih oleh Kominfo tahun 2021 dan telah mendapat akreditasi oleh KemdikbudRistek sebagai penyelenggara pendidikan. Beberapa referensi terpercaya: Media Indonesia, Dailysocial, Suara.com, Liputan6, Times Indonesia, Tribunnews, dan sebagainya.
