dibimbing.id - Apa itu Agile Product Management? Prinsip, Metode, & Tools

Apa itu Agile Product Management? Prinsip, Metode, & Tools

Farijihan Putri

โ€ข

10 March 2025

โ€ข

91

Image Banner

Apa itu Agile Product Management? Ini adalah pendekatan dalam manajemen produk yang memungkinkan tim bekerja lebih fleksibel, responsif terhadap perubahan, dan lebih fokus pada kebutuhan pengguna. 

Dibandingkan dengan metode tradisional yang kaku, Agile memungkinkan pengembangan produk berjalan dalam iterasi kecil, sehingga feedback dari pengguna bisa langsung diterapkan untuk meningkatkan produk lebih cepat.

Warga Bimbingan, kalau kamu tertarik di bidang product management, memahami metode Agile adalah salah satu skill wajib. Banyak perusahaan teknologi besar seperti Google, Spotify, dan Amazon sudah menerapkan Agile karena terbukti bikin tim lebih adaptif dalam menghadapi perubahan pasar. 

Bahkan, metode ini juga meningkatkan kolaborasi antara Product Manager, Developer, UX Designer, dan Stakeholder agar semua berjalan selaras.

Kali ini MinDi prinsip utama Agile Product Management, metode populer, serta tools yang sering digunakan untuk manajemen produk lebih efektif. Yuk, simak sampai habis dan mulai terapkan Agile dalam pengembangan produk!


Apa itu Agile Product Management?


Agile Product Management adalah pendekatan dalam manajemen produk yang memungkinkan tim bekerja secara fleksibel, iteratif, dan cepat beradaptasi dengan perubahan.

Alih-alih mengikuti rencana jangka panjang yang kaku, Agile membagi pengembangan produk ke dalam siklus pendek (iterasi) sehingga feedback dari pengguna bisa langsung diterapkan.

Dengan metode ini, tim bisa terus meningkatkan produk berdasarkan kebutuhan pasar yang dinamis. 

Bayangin aja, kalau dulu fitur baru butuh berbulan-bulan untuk diluncurkan, dengan Agile, produk bisa diperbarui secara berkala dalam hitungan minggu atau bahkan hari.


Prinsip Dasar Agile dalam Product Management


Sumber: Freepik

Dalam Agile Product Management, pengembangan produk nggak dilakukan dalam satu langkah besar, melainkan bertahap dan terus diperbaiki seiring waktu. Nah, berikut 4 prinsip utama yang bikin metode Agile lebih efektif dibanding pendekatan tradisional!


1. Iterasi dan Inkremental


Alih-alih membangun produk dalam satu siklus panjang, Agile menerapkan iterasi dan pendekatan inkremental. Artinya, pengembangan produk dilakukan dalam potongan kecil yang bisa langsung diuji dan ditingkatkan.

Dengan cara ini, tim bisa meluncurkan fitur lebih cepat, mendapatkan feedback lebih awal, dan memperbaiki kesalahan sebelum jadi masalah besar.


2. Customer-Centric


Apa itu Agile Product Management kalau bukan tentang pelanggan? Fokus utama dari Agile adalah menghadirkan produk yang benar-benar menjawab kebutuhan pengguna.

Dengan sering mengumpulkan dan menerapkan feedback, tim bisa memastikan produk yang dikembangkan bukan hanya keren secara teknis, tapi juga punya nilai nyata buat pengguna. Inilah yang bikin produk berbasis Agile lebih relevan dan user friendly.


3. Kolaborasi Tim


Dalam Agile, nggak ada lagi istilah โ€œkerja sendiri-sendiri.โ€ Semua elemen dalam tim dari Product Manager, Developer, UX Designer, hingga Stakeholder harus bekerja sama secara transparan. 

Dengan komunikasi yang terbuka dan ritme kerja yang jelas, tim bisa lebih efisien dalam menyelesaikan tugas, menghindari miskomunikasi, dan memastikan visi produk tetap on track.


4. Adaptasi terhadap Perubahan


Pasar dan kebutuhan pelanggan itu dinamis, jadi tim harus siap beradaptasi kapan saja. Agile memungkinkan tim untuk merespons perubahan dengan cepat tanpa harus menunggu siklus pengembangan selesai.

Kalau ada feedback baru dari pengguna atau strategi bisnis berubah, tim bisa langsung melakukan penyesuaian tanpa membuang banyak waktu dan sumber daya.

Baca Juga: 7 Cara Menjadi Product Manager Sukses! Cek Panduannya Lengkap!


Metode Agile dalam Product Management


Sumber: Freepik

Metode Agile dalam product management bikin tim lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan. Yuk Warga Bimbingan, simak 3 metode di bawah ini!


1. Scrum


Scrum itu framework yang pakai sprint untuk bikin produk secara bertahap. Tim kerja dalam iterasi pendek (biasanya 1-2 minggu) buat deliver fitur sedikit demi sedikit. 

Ada peran penting kayak Product Owner, Scrum Master, dan tim pengembang. Meeting rutin kayak daily stand-up bikin tim tetap sinkron dan responsif.


2. Kanban


Kanban fokus ke visualisasi kerja biar alur tugas lebih efisien. Setiap tugas ditampilkan di papan (physical atau digital) dengan kolom seperti "To Do", "In Progress", dan "Done". Ini ngebantu tim buat lihat bottleneck dan mengatur prioritas. 

Kalau lagi cari tahu apa itu Agile Product Management, Kanban bisa jadi pilihan buat workflow yang lebih fleksibel.


3. Lean Startup


Metode ini cocok buat nge-build produk dengan cepat sambil mengurangi risiko gagal. Konsep utamanya: Build, Measure, Learn

Tim bikin MVP (Minimum Viable Product), uji di pasar, lalu perbaiki berdasarkan feedback nyata. Fokusnya ke eksperimen dan validasi ide sebelum keburu buang banyak sumber daya.

Baca Juga: Product Management Process: Tahapan, Strategi, dan Contoh


Tools untuk Agile Product Management


Setelah tau apa itu agile product management, kamu harus tau kalau agile butuh tools yang tepat buat bantu tim kerja lebih efisien dan kolaboratif. Berikut empat tools yang sering dipakai dan bisa kamu coba!


1. Jira


Jira banyak dipakai buat ngelola backlog, sprint, dan tracking progress tim. Bisa dipakai untuk Scrum maupun Kanban dengan fitur lengkap buat atur tugas dan laporan.

Selain itu, Jira punya banyak integrasi dengan tools lain kayak Confluence dan Bitbucket. Cocok buat tim besar yang butuh struktur kerja yang rapi dan detail.


2. Trello


Trello lebih simpel dengan sistem papan dan kartu buat visualisasi tugas. Cocok buat tim kecil atau yang butuh workflow fleksibel tanpa terlalu banyak aturan.

Dengan fitur drag-and-drop, manajemen tugas jadi lebih intuitif dan gampang dipantau. Plus, ada power-ups yang bisa nambahin fitur tambahan sesuai kebutuhan tim.


3. Asana


Asana bantu tim buat nge-track tugas dan proyek dengan tampilan yang user friendly. Fitur seperti timeline dan dependency management bikin kerjaan lebih terorganisir. 

Bisa dipakai buat berbagai metode Agile, dari Scrum sampai Kanban. Notifikasinya juga membantu biar semua anggota tim tetap update sama progress pekerjaan.


4. Monday.com


Platform ini bisa dikustomisasi buat berbagai workflow Agile. Punya tampilan yang intuitif dan fitur automation buat nge-boost produktivitas tim. 

Selain task management, Monday.com juga punya fitur dashboard buat lihat data dan performa tim secara real time. Skalabilitasnya bagus, cocok buat startup sampai perusahaan besar.

Baca Juga: 5 Rekomendasi Bootcamp Product Management Terbaru 2025


Sudah Paham Apa itu Agile Product Management?


Agile Product Management bikin tim lebih fleksibel dan cepat beradaptasi dalam pengembangan produk. Kalau mau belajar lebih dalam, yuk ikut Bootcamp Product and Project Management di dibimbing.id!

Di sini, kamu bakal dibimbing mentor berpengalaman dengan silabus terlengkap, praktek nyata buat portfolio, gratis mengulang kelas, dan 96% alumni sudah berhasil dapat kerja. Selain itu, ada 840+ hiring partner yang siap bantu penyaluran kerja. 

Penasaran gimana cara kerja Agile di industri sebenarnya? Atau, skill apa aja yang wajib dikuasai buat jadi Product Manager? Jangan ragu konsultasi gratis di sini. dibimbing.id siap #BimbingSampeJadi


Referensi


  1. Agile Product Management [Buka]
  2. The Ultimate Guide to Agile Product Management [Buka]

Share

Author Image

Farijihan Putri

Farijihan is a passionate Content Writer with 3 years of experience in crafting compelling content, optimizing for SEO, and developing creative strategies for various brands and industries.

Hi!๐Ÿ‘‹
Kalau kamu butuh bantuan,
hubungi kami via WhatsApp ya!